Satsuki Sensei

13074860

Satsuki Sensei dan kisah-kisah lain tentang cinta dan harapan

by Primadonna Angela

Penerbit: Gramedia

Cover: maryna_design@yahoo.com

ISBN: 978-979-22-7759-3

Cetakan I: November 2011

216 halaman

 

Mbak Donna adalah penulis yang sangat rajin menulis, buku ini adalah karya beliau yang kesembilan belas, mengagumkan bukan? Awal-awal baca Teelit, karya beliau juga lah yang nagkring di kamar menemani masa remaja saya #tsahh. Semenjak saya beranjak dewasa, saya berganti haluan dengan bacaan yang dewasa juga, saya menjadi pemilih kalau mau baca genre Teenlit, salah satu pilihannya adalah buku dari penulis yang sudah dari dulu saya ikuti karyanya, setidaknya saya sudah familiar dengan gaya dia bercerita. Satsuki Sensei adalah kumcernya yang ketiga setelah Ratu Jeruk Nipis dan cerita-cerita lain yang asam-manis dan Katakan Cinta dengan Warna. Saya sangat suka dengan kumcer Katakan Cinta dengan Warna, walaupun kebanyakan bercerita tentang penyesalan dan sad ending saya sangat menikmatinya, ibaratnya adalah kopi pahit, apabila diresapi kita akan menemukan rasa manis. Nah, sedangkan Satsuki Sensei dan Kisah-Kisah Lain Tentang Cinta dan Harapan ini saya ibaratkan adalah kopi manis, kita tidak perlu mencari-cari rasa manis karena ketika kita mulai membaca, kita akan langsung mendapatkan rasa yang memanjakan lidah itu πŸ™‚

Buku ini berisi 10 kumcer yang saling mempunyai benang merah, berikut sedikit ulasannya:

Rahasia Debora

Debora terpaksa pasrah di peras oleh Venna, temannya yang sangat licik karena dia mempunyai bukti yang akan menghancurkan keluarganya, Venna mempunyai surat yang berisikan kalau Debora sebenarnya adalah anak haram, dia bukan anak dari ayahnya yang sekarang ini, ayah yang sangat mencintai Debora. Karena takut rahasia tersebut akan terdengar ayahnya, Deborah pun menggunakan kekayaan ayahnya untuk menyumpal mulut Venna.

Di cerita ini kita akan memahami betapa pentingnya berterus terang, terlebih kepada keluarga sendiri.

Objet d’Art

Nino merasa bosan karena beristirahat terus menerus akibat kecelakaan yang dialaminya, hanya ada satu yang tidak membuat dia bosan, melihat gadis yang sering berlalu lalang di depan rumahnya, dia pun mendapatkan ide untuk melukis gadis tersebut.

Memafkan seseorang itu tidak susah kok.

Bintang dan Lazuardi

Bintang sangat sedih ketika diputus dengan tidak hormat oleh pacar pertamanya yang ternyata cuma memanfaatkannya, selingan sampai mantannya yang dulu kembali. Dia mencoba menahan amarah dan berjanji akan mencari cowok lebih baik dari mantan barunya itu, seseorang yang akan membuat semua orang iri, cowok yang lebih tinggi, lebih dewasa, dan menyukai Bintang apa adanya. Dan ketika dia bertemu dengan cowok impiannya, yang sayangnya salah satu melenceng dari persyaratan, lebih muda dari Bintang, apakah Bintang bisa menerima dia apa adanya?

Kenapa sih harus peduli dengan pendapat orang lain? Cinta nggak mengenal perbedaan usia :p

Satsuki Sensei

Satsuki gondok ketika dia harus piket bareng Evan, cowok yang sering usil dan sering menggoda Sansuki dengan sebutan Cewek Jagoan, Cewek Perkasa, dan yang membuat tenar nama Satsuki Sensei, Evan menyebut Satsuki seperti itu karena dia dulu pernah kalah dala pertandingan Judo dengan Satsuki. Yang lebih menyebalkan lagi Evan tidak mau bekerja sama dalam piket! Evan akan membantu Satsuki dengan syarat mereka harus melakukan pertandingan Judo. Apabila Evan yang menang, berarti Satsuki harus menjadi pacarnya. Apakah Satsuki akan mengalahkan Evan lagi?

Nggak ada salahnya kok kalau cewek lebih kuat dari cowok πŸ™‚

Transformasi Sita

Sita kecewa ketika sahabatnya Bintang dan Satsuki tidak merespon akan perubahan yang dilakukan pada dirinya, memakai make up. Mereka cenderung mengejek, hanya ada satu orang yang selalu mendukungnya, yang mengajarinya menjadi lebih cantik, Leoni. Ketika Leoni genjar mendekati Eko, pacarnya. Sita tidak tahu siapa sebenarnya yang telah menikamnya dari belakang.

Kita memang harus jeli memilih sahabat, ada kalimat yang aku sukai di cerpen ini:

Di depan sahabat, tidak perlu pura-pura.

Di antara teman sejati, wajah aslimu tetap akan dihargai dan disayangi.

Kalau kau tersandung, mereka akan mengulurkan tangan. Meski kau menampik, mereka akan menanti, sabar, memberi pertolongan kalau kau memintanya.

Dewi Inspirasi

Dewi hanya bisa diam saja, pasrah ketika Leoni menjadi tenar akan ide-idenya yang sangat bermanfaat untuk sekolah. Memangnya bisa apa Dewi? Dia hanya anak ibu kantin, penjual gorengan, dia hanya lulusan SMP. Tidak ada yang tahu kalau sebenarnya ide itu muncul dari isi kepala Dewi, hanya ada satu orang yang mengetahui rahasia itu, Debora.

Bau bangkai lama-lama akan tercium juga bukan?

Tuhan akan memberikan petunjuk. Meski kadang kamu harus membabat duri dan semak yang menghalangi, sebelum bisa menemukan jalan setapak.

Kopdar

Hmm, mungkin judul ini nggak asing buat yang sering aktif di dunia maya lalu ingin aktif juga di dunia nyata, yap dengan Kopdar atau Kopi Darat kita akan bertemu langsung dengan orang yang sebelumnya hanya bercengkrama di internet. Aini juga mengalaminya, atau lebih tepatnya Aquamarine, dia sedang menunggu teman yang dikenalnya di dunia maya dengan id Rocket. Bgaimana kalau wujud Rocket jauh dari bayangan Aini selama ini? Walaupun orangnya asik tapi kalau fisiknya jelek apakah Aini masih mau berteman dengannya lagi?

 Kadang hati lebih utama daripada fisik.

Kabarnya…

Kabarnya, kalau ingin permintaanmu terkabul, letakkan apel terhijau yang kaumiliki di bawah pohon beringin pada malam hari. Esok harinya apelmu akan diganti dengan sesuatu yang berguna. Mungkin nggak akan secara langsung berkaitan dengan dirimu, tapi (kabarnya lagi) benda itu akan membantumu mewujudkan keinginanmu.

Bagaimana jadinya kalau awalnya hanya iseng tapi terjadi sungguhan? Apakah kita akan mensyukurinya atau malah menyesalinya?

Surat Cinta

Gimana sih rasanya mendapatkan surat cinta dari orang yang misterius? Apakah takut atau malah senang? Farah mencoba menyelidiki siapa orang yang menjadi secret admirer-nya, dan ketika asumsi terakhirnya jatuh pada Calvin, TIDAK MUNGKIN!

Devon, Itu Nama Gue

Devon, itu nama gue. Keren, itu nama tengah gue.

Cakep-cakep profesinya sopir, iya, sopir untuk adiknya, Evan, yang belum punya SIM jadi kemana-mana harus dianter sekaligus mengawasinya dan pacarnya, Bintang. Dia jadi sering senewen karena waktunya habis untuk sang adik apalagi kalau lagi belanja, kapan giliran dia punya pacar kalau kerjaannya jadi baby sitter terus?

Keseluruhan saya suka b
anget sama buku ini, covernya keren, di setiap bab ada kalimat yang indah, apalagi ceritanya. Awalnya cerita favoritku jatuh pada Bintang dan Lazuardi tapi setelah memasuki bab terakhir dan selesai membacanya, i’m falling in love with Devon. Di cerita Bintang dan Lazuardi udah ada sih sedikit tentang Devon, nggak taunya saya dikasih kejutan di cerita terakhir, mbak Donna bikin buku khusus Devon dong, ya ya ya, hehehe. Yang bikin menarik adalah ada benang merah di setiap cerita, ibaratnya (lagi) adalah sebuah puzzle yang tercecer, ketika disatukan kembali hasilnya, sempurna!

4 sayap untuk si kopi manis

Scones and Sensibility

107511296390352

Penulis: Lindsey Eland

Penerbit: Atria

Penerjemah: Barokah Ruziati

Cetakan: I, Maret 2011

ISBN: 978-979-024-469-6

 

Satu lagi buku di bulan kemaren yang tidak saya baca seutuhnya, berhenti di tengah-tengah kemudian menskipnya. Saya tidak terlalu suka sama tokoh Polly Madassa, mengingatkan akan sosok artis cilik, Amel. Ya, artis cilik yang kemayu itu, jujur, saya lebih suka anak kecil yang pendiam bukannya cerewet dan suka merecoki orang. Di buku ini saya menemukan satu sosok lagi anak kecil yang menjengkelkan, gara-gara keracunan buku klasik, Pride and Prejudice, Anne of Green Gables dia merasa sudah hebat dalam percintaan, lengkap menjadi perempuan yang lembut dengan membaca “kamus” cinta di usianya yang ke dua belas.

Dengan berbekal pengalaman yang dibacanya, Polly merasa sudah hebat dalam soal percintaan, dia pun menjadi makcomblang untuk orang-orang disekitarnya yang menurutnya belum menemukan cinta sejati, tanpa persetujuan dan sepengetahuan mereka. Korban yang pertama adalah kakaknya sendiri, Clementine yang ingin dijodohkannya dengan Edward pemuda yang kalau saja usianya beberapa tahun lebih muda, sudah pasti di embadnya. Polly merasa hubungan Clemantine dengan Clint tidak sehat, pria itu sering membuat kakaknya menangis dan sikapnya agak kasar,Polly ingin menemukan Mr. Darcy untuk kakaknya, jatuhlah pilihannya pada pemuda yang tak bersalah itu. Selain itu ada dua orang lagi yang ingin dicarikan cinta, ayah sahabatnya Fran, Mr. Fisk dengan Miss Lucy Penny, dan Mr. Nightquist yang rencananya dijodohkan dengan Miss Wiskerton. Polly pun memulai mengobrak abrik hidup orang yang disekitarnya itu pada musim panas disela-sela mengantarkan pesanan kue di toko Madassa Bakery milik orang tuanya.

Saya kasih contoh ke-lebay-an Polly

“Aku tahu benar cara menenagkan jiwa yang resah dan tertekan, Kakakku sayang. Ikutlah denganku dan kita akan bersenang-senang berdua antara ombak laut bergaram! Kita akan berjemur di bawah sinar matahari yang nyaman,” kataku seraya meraih tangannya.

Untuk anak yang berusia dua belas tahun dengan gerak dan bahasa seperti orang jaman dahulu kepada kakaknya sendiri? Dia lahir terlalu telat. Saya hanya merasa Polly ini dewasa sebelum waktunya, sejak usia dini dia sudah melahap kisah cinta dan ingin itu menjadi nyata. Tidak jelek bacaan pilihannya, saya pun dari kecil juga sudah dicekoki novelnya Mira W yang untungnya tidak keblabasan seperti si Polly ini (tidak bisa saya bayangkan diriku kalau mirip Polly) tapi dengan menirukan berbicara seperti tokoh-tokoh dalam buku klasik, lebih menyukai lilin daripada lampu, lebih suka memakai rok, dia benar-benar overdosis klasik.

Covernya keren ^^

2 sayap untuk Polly si lebay

Daddy Long Legs

Dear Mr. Daddy-Long-Legs

Saya ingin menulis review surat yang berisi keluhan, maaf jika anda tidak berkenan sebelumnya. Saya sangat bosan membaca cerita yang berisi seorang gadis yang menulis surat sebulan sekali untuk anda, anda saja tidak pernah membalas surat dari saya, jadi jangan marah kalau saya sering sekali melompati surat-surat yang ditulis gadis bernama Jerusha Abbott atau biasa dipanggil Judy. Saya heran, kenapa dia bisa tahan menulis surat bertahun-tahun tanpa mendapatkan balasan sekali pun. Inti yang saya dapat dari membaca beberapa suratnya adalah anda memberikan beasiswa ke perguruan tinggi kepada anak tertua di panti asuhan John Grier itu beserta biaya hidupnya tapi dengan syarat Judy harus menceritakan perkembangan sebulan sekali di perguruan tinggi itu kepada anda melalui surat. Tentu saja itu menjadi teka teki bagi Judy, kenapa anda tertarik padanya padahal anda sebelumnya tidak pernah tertarik dengan anak perempuan. Saya mencoba mencari alasannya sendiri dengan melompati surat-surat Judy dan berharap menemukan surat balasan anda, menemukan siapa sebenarnya laki-laki yang berkaki panjang, tuan baik budiman, tapi ternyata nihil. Dan akhirnya saya menemukan jati diri anda sebenarnya, di ending, sekian dan tamat. Entahlah, saya juga tidak mengerti kenapa saya tidak bisa menikmati surat-surat Judy, terlalu bosan karena saya merasa hanya dia satu-satunya tokoh dalam cerita walaupun dalam surat dia menceritakan pengalamannya sewaktu kuliah, suka duka, teman-teman, kampus, tempat tinggalnya dan bagaimana Judy mulai ketagihan munulis surat untuk anda. Dengan berat hati, saya memberikan satu sayap untuk kisah Judy dan anda,Tuan Orang Kaya yang tidak ingin identitasnya diketahui.

 

Dari yang tidak suka kisah klasik,

Orang-yang-tidak-perlu-disebut-namanya

 

Penulis: Jean Webster

Penerjemah: Ferry Halim (dia lagi XD)

Penyunting: Ida Wajni (familier sekali ya di buku Atria :p)

Pewajah Isi: Aniza Pujiati (dia juga, hihi)

Cetakan: I, November 2009

ISBN: 978-979-1411-83-7

235 halaman

7251710