Les Miserables

A91rjeccmaazhlj

Penulis: Victor Hugo
Penerjemah: Rayvita Mutiara Ansriany
Penerbit: Visimedia
ISBN: 979-065-135-X
Cetakan pertama, Desember 2012
482 halaman

Sinopsis:
Tanggal 15 Mei 1862, merumunan orang memadati jalanan di sekitar Pagnerre’s Book Shop, Belgia. Tak satu orang pun melepaskan pendangan pada tumpukan buku yang menjulang hingga langit-langit toko. Beberapa jam setelah toko buku itu dibuka, ribuan eksemplar Les Miserables ludes diborong massa.

Novel yang proses penyimpan dan penulisannya memakan waktu hampir 20 tahun ini bercerita tentang Jean Valjean, mantan narapidana yang dipenjara di atas kapal kerja paksa selama 19 tahun, dari masa revolusi sampai restorasi Bourbon, karena mencuri sepotong roti demi keluarganya yang kelaparan. Ketidakadilan yang dialaminya, mengubahlaki-laki desa itu menjadi sosok yang dingin dan penuh curiga.

Di tengah perjalanan hidupnya, Valjean bertemu Monsieur Welcome yang menyadarkan bahwa dalam ketidak-percayaannya terhadap otoritas gereja dan kerajaan, masih ada pihak yang menjadi panutannya. Veljean pun berjumpa dengan Fantine, perempuan muda jelita yang turut menjadi korban ketimpangan sosial yang melanda Prancis. Perjumpaan yang berpengaruh besar dalam kehidupan mereka selanjutnya. Ketidakstabilan politik Prancis dan pengaruhnya yang luar biasa pada masyarakat kelas bawah, terekam jelas dalam salah satu novel terpenting sepanjang masa ini.

***

Sebenernya selain menulis review buku ini saya juga ingin mencantumkan review filmnya, yang sangat disayangkan gagal saya tonton beberapa waktu yang lalu, dengan kisah yang pahit sekali *nggak usah dibahas lagi*. Padahal film yang dibintangi salah satu aktris favorit saya itu memicu saya agar cepat-cepat menyelesaikan buku ini, yah mungkin belum jodoh saja, lain kali cari bajakannya #loh.

“Les Miserables mengambil latar waktu kondisi Prancis antara tahun 1815 dan 1832, tahun-tahun ketika Hugo muda mulai berkenalan dan bersingunggan dengan dunia politik, masa setelah tahun 1793. Tahun 1815 sendiri adalah tahun yang menandai kekalahan tentara Napoleon di Waterloo, melawan aliansi tentara Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya. Kekalahan Napoleon mengakhiri era “first republik” (1792-1804), dan kembalinya era kerajaan di bawah Louis XVIII. Era ini disebut dengan Restorasi Bourbon. Pada masa restorasi, gereja kembali berperan besar dalam perpolitikan Prancis, meskipun tidak seabsolut sebelumnya. Inilah masa ketika para pejuang revolusi dan kaum republik tersingkir sementara, yang pada akhirnya mengobarkan gejolak sosial tahun 1830-1832 melawan monarki.”

Bercerita tentang Jean Valjean yang bebas setelah dipenjara 19 tahun hanya karena mencuri roti untuk menolong keluarganya yang kelaparan. Dia singgah di kota D untuk beristirahat dan mencari makan, tapi apa yang ia dapatkan di sana? Para penduduk mengucilkannya, tidak ada penginapan yang mau menampungnya karena dia memiliki paspor kuning (paspor para mantan narapidana) bahkan dia digigit dan dikejar anjing karena tidak sengaja merampas singgasananya, tidak ada tempat baginya. Lalu ketika dia tidur di atas batu di alun-alun ada seorang wanita baik hati yang menyarankan agar ia mengetuk sebuah rumah. Rumah tersebut milik Monsieur Bienvenu, seorang uskup baik hati yang tanpa pamrih memberiakannya tempat tinggal dan makanan enak, satu-satunya orang yang tanpa memandang status sosial Jen Valjean. 19 tahun dipenjara menajamkan sisi jahat Jean Valjean, ada perlawanan batin ketika dia melihat peralatan makan dan tempat lilin dari perak milik uskup, dia hanya memiliki sedikit uang dan barang tersebut pasti berharga tinggi, perjalanannya masih panjang dan dia butuh uang. Ketika dia sudah memutuskan apa yang dia inginkan, tidak butuh lama dia langsung pergi meninggalkan rumah uskup dengan barang tersebut, tidak lama kemudian dia kembali bersama polisi. Uskup berbohong kalau barang-barang tersebut memang diberikan kepada Jean Valjean, peristiwa itulah yang merubah hidup Jean Valjean selanjutnya.

“Dosa yang paling kecil adalah hukum yang dibuat oleh manusia. Tidak mempunyai dosa sama sekali adalah mimpi. Karena semua pasti memiliki dosa, hal ini manusiawi. Dosa itu bagaikan sebuah gravitasi.”

“Jangan pernah kita takut terhadap perampok atau pembunuh. Itu semua adalah bahaya dari luar, bahaya kecil. Yang perlu kita takuti adalah diri kita sendiri. Prasangka adalah perampok yang sesungguhnya, sifat buruk adalah pembunuh yang sebenarnya. Bahaya terbesar ada dalam diri kita sendiri. Tidak masalah apa yang mengancam kepala atau dompet kita! Mari kita berpikir tentang apa yang dapat mengancam jiwa kita.”

Fantine adalah gadis yang cantik jelita dan yatim piatu, ia mempunyai pacar yang tampan dan kaya raya, Fantine jatuh cinta padanya dan rela memberikan apa pun yang dia miliki.Lalu kejutan Tholomyes meremukkan hati Fantine, laki-laki itu meninggalkan Fantine dalam kondisi berbadan dua karena takut masa depannya hancur kalau bersama wanita dari kelas sosial kebawah. ‘lelucon’ tersebut merubah diri Fantine, dia lebih sering murung dan kecantikannya pun mulai pudar. Dia berencana kembali ke kota asalnya, Kota M. Sur M. tapi tidak bisa kalau membawa anaknya, pekerjaannya tidak memperbolehkannya. Di Montfermeil Fantine melihat seorang ibu dengan anak-anaknya terurus dengan baik, kemudian tebersit keinginan Fantine agar orang tersebut menjaga anaknya. Wanita itu adalah Thenardier dengan syarat Fantine harus mengirimkan tujuh francs setiap bulan. Fantine tidak tahu betapa liciknya keluarga tersebut, Corsette, anak Fantine diperlakukan layaknya seorang pembantu, uang yang selalu dikirim ibunya tidak pernah dinikmati Corsette, pakaiannya pun dijual sehingga dia seperti memakai baju rombeng.

Kota M. Sur M. sangat berkembang pesat, menjadi sebuah kota industri yang makmur, terlebih setelah Tuan Madeleine menjadi Walikota. Ia adalah laki-laki berusia sekitar lima puluh tahun yang sangat perhatian dan baik. Negara berhutang banyak padanya, dia sangat sopan kepada semua orang dan mengasihi siapa pun terlebih rakyat miskin, dia adalah pahlawan. Tuan Madeleine bagaikan seorang uskup, dia melerai perselisihan, dia mencegah terjadinya perkara hukum, dia mendamaikan orang-orang yang bermusuhan. Semua kebaikannya itu tidak berpengaruh pada Javert, orang dari kepolisian. Dia seperti pernah melihat Tuan Madelaine di masa lalu, dia tidak asing baginya. Javert sering sekali mengamati tindak tanduk Tuan Madeleine, penuh kecurigaan dan dugaan. Dia adalah laki-laki yang terobsesi dengan hukum, bahkan mencapai tahap fanatik. Dia tidak akan segan-segan menangkap ayahnya kalau melarikan diri dari penjara atau dia akan melaporkan ibunya kalau melakukan kejahatan, dia tidak pandang bulu.

Fantine bekerja di pabrik milik Tuan Madeleine dan tiap bulan dia tidak pernah absen mengirim uang untuk keluarga Thenardier. lalu kabar masa lalu Fantine tercium oleh sesorang yang iri terhadap kecantikannya, Nyonya Victurnien. Dia berkata kalau Tuan Madeleine tidak membutuhkannya lagi, dan atas nama Walikota, wanita itu meminta Fantine meninggalkan wilayah itu, padahal Tuan Madeline tidak pernah tahu akan masalah tersebut. Fantine dianjurkan untuk menemui Walikota tapi tidak berani, dia masih berhutang apalagi keluarga Thernardier meminta Fantine menaikkan ‘uang bulanan’. Dia rela menjual rambutnya, rela menjual giginya, dia rela menjadi pelacur agar anaknya hidup nyama
n, hangat dan sehat. Dia juga sangat membenci Tuan Madelaine.

Fantine sering dihina dan dia sering mengacuhkannya, tapi ketika ada seorang pemabuk yang selain melontarkan penghinaan dia juga melempar tubuh Fantine dengan segenggam salju kemarahan Fantine tidak bisa dibendung lagi, dia langsung menerkam laki-laki tersebut, mencakar wajahnya dengan kata-kata paling mengerikan. Apa yang dia dapat? Javert melihat kejaidian itu dan Fantine dihukum enam bulan penjara! Kejadian itu juga didengar Walikota, dia meminta Javert untuk membebaskannya, sebelumnya Fantine menumpahkan semua kemarahannya karena semua kejadian ini tidak akan pernah terjadi kalau Tuan Walikota mengusir dia dari pabriknya dan dia langsung meludahi wajah Walikota. Dengan kemarahannya yang mendidih dia menceritakan semua yang terjadi dalam hidupnya. Tuan Walikota tetap kekueh agar Fantine dibebaskan, usahanya selalu berhasil.

“Hukum tertinggi adalah nurani. Saya telah mendengar perempuan ini, saya tahu apa yang saya lakukan.”

Tuan Madelaine membawa Fantine ke kliniknya karena kondisi kesehatannya yang menurun, dia ingin sekali bertemu dengan Corsette, luka luarnya mungkin bisa diobati tapi tidak dengan luka batinnya. Hanya Corsette lah yang dapat menyembuhkannya. Tuan Madelaine pun meminta Corsette dibawa pulang ke ibunya, dia berharap Fantine bisa bertahan sebelum Corsette pulang.

Suatu pagi Jevert menemui Tuan Madelaine dan meminta maaf karena tuduhan selama ini yang dia lontarkan kepada Tuan Madelaine. Dia mengganggap Tuan Madelaine adalah Jean Valjean, seorang narapidana yang setelah bebas pun dia masih mencuri dan melakaukan tindak kekerasan pada seorang anak kecil. Javert sudah gatal ingin menjebloskan dia ke penjara lagi. Lalu ada kabar kalau Jean Valjean sudah ditemukan, dengan nama Champmathieu. Di sinilah sifar jahat dan baik Tuam Madelaine diuji kembali, membiarkan Champmathiaeu dihukum karena kejahatan yang tidak pernah dia lakukan atau mengaku dirinya sebagai Jean Valjean?

“Dia dapat memperbaiki sendiri pada hal yang tidak lain lebih berat, lebih rumit, lebih misterius, dan lebih tak terhingga. Ada pemandangan yang lebih megah daripada lautan, yaitu langit. Ada pemandangan yang lebih megah daripada langit, yaitu lubuk hati yang paling dalam dan tersembunyi pada manusia.”

“Berlian hanya ditemukan di tempat-tempat gelap di dalam bumi, kebenaran hanya ditemukan dikedalaman pikiran.”

“Kejujuran, ketulusan, keterusterangan, keyakinan, rasa tanggung jawab, adalah hal-hal yang dapat menjadi sesuatu yang mengerikan jika diarahkan dengan keliru. Namun, bahkan walaupun mengerikan, tetap hebat. Keagungannya, keagungan yang istimewa dalam hati nurani manusia, melekat pada mereka di tengah kengerian. Kegembiraan yang tulus dan tak kenal ampun dari seorang fanatik dalam luapan yang penuh atas kekejamannya menyimpan suatu sinar mulia yang menyedihkan. Tanpa menyadari kenyataannya, Javert dalam kebahagiaan yang luar biasa patut untuk dikasihani, sebagaimana setiap manusia bodoh yang memperoleh kemenangan. tidak ada sesuatu yang begitu memilukan dan begitu mengerikan dibandingkan dengan wajah ini, tempat tergambar semua yang mungkin menunjukkan sifat buruk orang-orang baik.”

Membaca buku ini awalnya sangat bosan, terlalu berbelit-belit, memasuki kisah Jean Valjean saya tidak bisa berhenti membacanya. Buku ini menggambarkan bagaimana keadilan sungguh-sungguh ditegakkan sangat sangat berlebihan tanpa memandang kesalahan apa yang dilakukan, tidak ada pembelaan untuk sebuah kejahatan, walau kejahatan itu dilakukan untuk menolong keluarganya yang kelaparan. Hukum yang kebalabasan. Buku ini menggambarkan betapa status seorang narapidana sangat memalukan, mereka dikucilkan oleh masyarakat, tanpa pernah memberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang baru. Buku ini menggambarkan bagaimana seorang ibu bisa melakukan apa pun demi anaknya, menjual setiap bagian tubuhnya, semua tubuhnya agar anaknya bisa hidup enak. Buku ini menggambarkan bagaimana seseorang yang terobsesi dengan hukum, siap menegakkan kebenaran kalau dia melihat ada yang salah tanpa menelusuri terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi. Buku ini menggambarkan sebaik-baiknya seseorang di masa sekarang, kalau masa lalunya sangat tercoreng maka kebaikan yang selama ini dilakukannya tidak ada artinya.

Miris, itulah perasaan saya ketika membaca buku ini. Hukum lebih berpihak kepada golongan atas, ketika golongan bawah melakukan kesalahan yang sepele hukumnya bisa sampai bertahun-tahun, tidak ada pembelaan bagi mereka. Victor Hugo memaparkan potret dan kritik sosial di masa lampau dengan begitu detailnya. Sosok Jean Valjean yang menjelma menjadi Tuan Madelaine sangat dibutuhkan di dunia ini, kasih sayang Fantine sangat diharapkan oleh semua anak, dan ketegasan yang walaupun kebablasan yang diterapkan Javert sebenarnya sangat dibutuhkan saat ini, di mana hukum sangat sangat dipertanyakan keadilannya, seperti tidak ada perubahan antara masa lalu dan masa sekarang.

“Pembaca tidak hanya akan diajak bijak menjadi bijak dengan nilai-nilai ketuhanan yang ada, tetapi juga patriotisme, kasih sayang seorang ibu, kepedulian terhadap sesama, cinta tanpa pamrih, juga intrik politik yang menggerus keadilan.”

Terjemahannya tidak ada masalah, kalau melihat edisi aslinya yang beribu halaman saya yakin sekali banyak bagian yang di potong di buku ini tapi saya rasa pemotongannya sesuai, tidak mengurangi inti ceritanya, bahkan bagi saya yang tidak suka membaca cerita yang berbelit-belit sangat bersyukur, bagian yang terpenting seperti kisah tiga sosok utama menurut saya: Jean Valjean, Fantine dan Javert tergambar jelas, sehingga saya bisa  mengenali karakter mereka. Soal covernya, sebenarnya saya tidak terlalu bermasalah, seandainya saja tulisannya dihilangkan, menyisakan judul dan penulisnya akan lebih simple, dengan berbagai tulisan yang sepertinya diambil dari tagline film terlalu memenuhi covernya. Dan kenapa covernya mimilih sosok Fantine? mungkin pihak penerbit lebih ingin menonjolkan pengorbanan Fantine. Kalau membaca di bagian pengantar, buku ini sebenarnya ada lima volume yang masing-masing berdiri sendiri. Dan buku ini adalah volume pertama. Dari beberapa review yang saya baca ceritanya masih panjang dan sebal sekali dengan pihak penerbit karena ceritanya tidak disuguhkan sampai akhir, padahal katanya bagian akhir sangat mengaharukan, membuat saya kecewa sekali. Buku ini bagus sekali, kaya akan pesan moral dan sayang kalau tidak disuguhkan secara penuh. Empat atau lima sayap bisa saya berikan untuk buku ini, saya berharap akan ada lanjutannya, sangat-sangat disayangkan kalau cerita hanya berhenti di sana. Saya masih menunggu perjuangan Jean Valjean selanjutnya, saya ingin melihat Corsette yang tumbuh besar, dan saya ingin tahu apakah Javert sadar akan hukum yang keterlaluan yang diterapkannya.

2 sayap untuk cerita yang nanggung.

*UPDATE*

Setelah saya bertanya ke pihak penerbit ternyata buku ini ada lanjutannya, sedang dalam proses penerjemahan dan rencana April bakalan rilis seri keduanya. Sesuai yang sudah saya tuliskan sebelumnya, buku ini sebenarnya bisa mendapatkan empat atau  lima sayap, karena saya sangat menyukai kisah perjuangan Jean Valjean dan karena bakal ada lanjutannya maka penilaian saya pun berubah. Semoga saya dapet buntelan lagi untuk seri kedua :p.

4 sayap untuk sang pembela kebenaran kita, Jean Valjean

*review ini saya ikutkan untuk baca bareng BBI dalam rangka membaca buku nominasi OSCAR*

NB: Tentang filmnya

Mv5bmtq4ndi3ndg4m15bml5banbnxkftztcwmjy5oti1oaLes_miserables_ver11_xlgLes-miserables-jean-valjean-movie-posterLes-mis-javert-crow-4ImagesAmanda-seyfried-les-miserables

Sutradara film King’s Speech, Tom Hooper membuat buku ini menjadi sebuah film musikal yang amat indah. Pemeran utamanya adalah Hugh Jackman (Jean Valjean), Russel Crowe (Javert), Anna Hattaway (Fantine), Amanda Seyfried (Cosette). Les Miserables diganjar tiga penghargaan Golden Globe 2013 untuk kategori Film Terbaik, Aktor Terbaik (Hugh Jackman), dan Aktris Pendukung Terbaik (Anne Hathaway). Sedangkan dalam Academy Award 2013, Les Miserables juga berhasil memboyong 3 piala OSCAR untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik (Anne Hataway), Tata Rias dan Rambut (Lisa Wescott dan Julie Dartnell) dan Sound Mixing (Andy Nelson, Mark Paterson dan Simon Hayes), cukup membanggakan, terlebih melihat pengorbanan Anne Hathaway demi memerankan Fantine dia harus menurunkan berat badannya sebanyak 13 kilo *resepnya apa, Non*. Pengen banget nonton filmnya, hauhauhau

Trailernya:

Iklan

Wings (Sayap Peri)

13433017

Penulis: Aprilynne Pike

Alih Bahasa: Andreas Priyo Adianto

Cover: eMTe

Penerbit: Gramedia

ISBN: 978-979-22-7944-3

Cetakan pertama, Januari 2012

296 halaman

Harga: 36k (48k diskon 25% di Gramedia Slamet Riyadi)

 

 

Sinopsis:

Laurel benar-benar terpesona. Itu luar biasa indah -terlalu indah untuk digambarkan dengan kata-kata. Laurel berbalik menghadap cermin lagi, matanya menelusuri kelopak yang melayang di kedua sisi kepalanya. Itu terlihat seperti sayap.

 

Sepasang sayap yang mirip kelopak bunga tumbuh di punggung Laurel. Sejak itu duanianya berubah. ia bertemu dengan Tamani. Pria itu melihat Laurel mengembangkan sayapnya di dekat sungai, lalu berbicara dengannya seolah sudah mengenalnya sejak lama. Tamani mengatakan sesuatu yang sangat tidak masuk akal. Dia bilang Laurel adalah peri, sama seperti dirinya. tapi Laurel berada di dunia manusia untuk mengemban tugas penting, yaitu menjaga gerbang masuk Avalon, dunia peri, dari makhluk-makhluk jahat seperti troll. Sementara menghadapi takdirnya yang baru Laurel pun berbagi antara cintanya pada Tamani dan David, sahabat manusianya….

 

***

 

Baca bukunya udah hampir setahun yang lalu, hahahaha. Sebenernya buku ini saya tunggu banget terjemahannya karena baca beberapa review di Goodreads mengetakan kalau bukunya bercerita tentang Peri Hutan, ehehehe. Jadi langsung ngacir beli ketika tahu udah ada di toko buku terdekat. Tapi, setelah membaca beberapa halaman-mandeg-lanjut lagi-mandeg-selesein deh naggung- saya kecewa dengan buku ini. Buku ini alurnya lambat banget, lebih banyak nyeritain galaunya Laurel punya sayap baru, trus dekat sama temen sekolahnya, di rumahnya yang lama dia bertemu dengan peri, Tanami -yang di awal muncul sedikit kemudian lama banget baru muncul lagi- trus cerita sedikit sejarah tentang bagaimana Laurel bisa punya sayap. Udah ngublek itu aja. Tanami aja jarang muncul, padahal kalau dia tampil lebih banyak, saya akan jauh lebih menyukai buku ini. Setengah halaman lebih cuman ngebahas perkembangan sayap dan dari mana asalnya. Buku keduanya udah terbit juga tapi karena  kecewa dengan buku pertamanya saya urung untuk melanjutkan, nanti pinjem aja deh sama temen, toh buku ini juga akan saya swap (iya, review ini sebagai salam perpisahan gitu).

 

Setelah sepuluh tahun mengenyam Homeschooling, Laurel Sewell, di kota barunya Crescent City, mencoba hal yang baru dengan bersekolah di SMA umum, tapi dia tidak terlalu menyukainya. Walau tidak menyukai lingkungan dan tatapan orang padanya, Laurel bertemu cowok yang sepertinya tertarik dan selalu mengisi harinya, David. Alasan keluarga Laurel meninggalkan kota kecil lamanya, Orick, adalah ayahnya membeli toko buku di Washington Street. Kemudian ada orang yang bernama Jeremiah Barnes tertarik membeli rumah Laurel yang di Orick namun urusan itu belum selesai sampai Laurel pindah.

 

Suatu pagi Laurel merasakan benjolan aneh dan sangat mengganjal di tulang belikatnya. Laurel dibesarkan dengan anggapan tubuh manusia tahu bagaimana mengurus dirinya sendiri, akan memperbaiki diri sendiri bila sakit. Jadi mereka tidak pernah ke dokter. Selain itu profesi ibu Laurel adalah seorang naturopathic, seseorang yang pada dasarnya membuat obat-obatan dari tanaman. Laurel yakin benjolan tersebut hanyalah jerawat biasa yang lama-lama akan hilang sendiri.

 

Benar, benjolan itu hilang dengan sendirinya, tapi sesuatu yang lain telah menggantikannya, sesuatu yang panjang dan dingin. Sesuatu yang panjang dan berwarna putih kebiruan menjulang di balik kedua bahunya. Garis-garis seperti kelopak bunga muncul di titik tempat benjolan itu dulunya berada, dengan lembut membentuk lekuk bintang bersudut empat di punggungnya. Kelopak yang paling panjang -menyembul melebihi bahu dan mengintip di balik pinggangnya- panjangnya lebih dari tiga puluh senti dan selebar telapak tanganya. Kelopak-kelopak yang lebih kecil -sekitar dua puluh sentimeter- membentuk spiral di tengah, mengisi ruang yang kosong. Bahkan ada beberpa daun kecil tumbuh di titik tempat bunga yang sangat besar itu terhubung dengan kulit Laurel. Semua kelopak itu memiliki semburat berwarna biru tua di pangkalnya lalu memudar menjadi biru langit lembut di tengah dan putih di ujung. Ujung kelopak itu bergelombang dan terlihat mengerikan seperti violet Afrika yang dipelihara dengan cermat oleh ibunya di dapur. Sepertinya ada sekitar dua puluh garis mirip kelopak yang lembut, mungkin lebih. Kelopak itu hampir seperti sayap.

 

Kemudian Laurel meminta bantuan David untuk menyelidiki apa yang sebenarnya tumbuh di tubuhnya, dia membawa sempel kelopak bunga -bagian dari tubuhnya- tersebut yang menelitinya dengan microskop milik David. Hasilnya adalah mereka melihat sel-sel tumbuhan. Ada tumbuhan yang tumbuh di tubuh Laurel. Laurel menceritakan keanehan yang terjadi pada David, menjalani harinya dengan membawa kelopak besar di punggungnya.

 

Ketika Laurel mengunjungi rumah lamanya, yang sebentar lagi akan dijual ke Mr. Banes, Laurel menyusuri hutan di belakang rumah, menemukan sungai, melepas ikatan sayapnya dan menyanyikan lagu kesukaannya, meraih kebebasannya. Kemudian datang seorang laki-laki yang sepertinya sudah mengenal Laurel lama, Tamani. Awalnya Lauren ingin segera pergi dari orang asing tersebut tapi Tamani mengatakan kalau dia mempunyai semua jawaban atas pertanyaan yang beberapa hari ini mengganggu hidup Laurel. Laurel bertanya apakah benda yang tumbuh ditubuhnya, benda itu adalah bunga yang sedang mekar, tidak bertahan selamanya, akan hilang namun akan mekar lagi tahun depan. Mereka adalah sejenis. Tamani menyebutkan kalau laurel adalah tanaman, bukan manusia. Bukan sekadar tanaman, wujud mahkluk yang berevolusi paling sempurna di alam semesta, mereka adalah peri.

 

Laurel menyangkalnya, dia pergi meninggalkan mahkluk yang indah tersebut sendirian. Dia menelepon David dan menceritakan semuanya, kemudian mereka menyelidiki sendiri, apa sebenarnya Laurel itu. Beberapa fakta pun muncul, Laurel adalah seorang vagan, tidak pernah sakit, kulitnya selalu dingin dan dia tidak mempunyai detak jantung.

 

Laurel kemudian datang lagi kepada tamani untuk mencari tahu lebih banyak tentang dirinya yang sebenarnya, setelah sayapnya rontok. Laurel adalah peri Musim Gugur (ada empat jenis peri: Musim Semi, Musim Panas, Musim Gugur dan Musim Dingin), karena lahir di musim gugur dan alasan kenapa bunganya mekar di musim gugur. Dia bisa melakukan sihir yang kuat. Peri Musim Dingin yang terkuat di antara semua peri, dan yang paling jarang, hanya ada dua atau tiga di tiap generasi, dan mereka selalu menjadi pemimpin. Mereka punya kerajaan di antara tumbuhan. Anugerah terbear yang dimiliki oleh peri Musim dingin adalah kemampuan mereka menyimpan rahasia. Peri Musim Gugur adalah yang terkuat berikutnya, jumlah mereka lebih sedikit lagi. Peri Musim Gugur membuat sesuatu dari tumbuhan lain. Eliksir, ramuan cair dan ramuan tumbuk. Mereka mempunyai naluri magis terhadap tumbuhan dan dapat menggunakannya demi keuntungan kelompok, tidak semua peri bisa melakukannya. Peri Musim Panas sangat mencolok, mereka mencipotakan ilusi dan kembang api yang paling menakjubkan, hal-hal yang biasa dianggap sihir oleh manusia. Peri Musim Semi adalah yang paling lemah di antara semuanya. Dan Tanami adalah peri Musim Semi, seorang penjaga, buruh pekerja dan dia bisa melakukan mantra pemikat. Memikat Laurel agar menemuinya.

 

Tamani menceritakan kalau tugasnya adalah untuk mengawasi Laurel, sampai dia menghilang (pindah rumah). Laurel adalah scion, tumbuhan yang diambil dari satu tumbuhan lain dan diberikan pada tumbuhan yang lain lagi. Di ambil dari dunia peri dan di tempatkan di dunia manusia. Laurel di tempatkan di sini dua belas tahun lalu untuk menyatu dengan dunia manusia. Laurel adalah anak adopsi, dia ditemukan di depan pintu rumah lamanya. Tujuan utaman mengirim Laurel ke dunia manusia adalah untuk melindungi tanah para peri -yang sekarang mereka pijak. Tanah itu adalah wilayah yang sangat penting bagi para peri. Sangat penting jika tanah ini dimiliki oleh orang yang mengerti peran tanah itu. Itulah alasan utama Laurel ditempatkan bersama mereka, agar ibunya terikat padanya dan melupakan untuk menjual tanah itu, agar Laurel mewarisinya. Dengan keahliannya membuat lupa orang yang melihatnya, Tanami merasa aman karena rumah Laurel tidak diketahui siapa pun. Dan Tanami kaget ketika Laurel memberi tahu kalau ada orang yang ingin membeli rumah itu, hanya tinggal menandatangani saja.

 

Laurel mencoba membujuk ibunya agar menunda pembelian rumah itu, dan setuju. Namun, beberrapa waktu kemudian meeka dapat kabar kalau ayah Laurel dirawat di rumah sakit, ibunya memerlukan biaya yang banyak, dan dia terpaksa menetujui karena Mr. Barnes menaikkan tawaran harga untuk rumah lamanya. Laurel merasakan hal aneh pada diri Mr. Barnes. Dia mengajak David untuk menyelidikinya, dan penyelidikan itu hampir saja melenyapkan nyawa mereka.

 

Orang-orang yang mengincar rumah Laurel adalah para Troll. Tanami mengganggap tanah itu -rumah Laurel- sangat penting karena tanah itu adalah pintu masuk menuju dunia peri. Satu-satunya penghalang menuju gerbang Avalon. Sejak dulu para Troll ingin menguasai Avalon, tempat yang paling sempurna dari dunia, emas dan permata layaknya ranting dan batu. Avalon adalah harta karun.

 

Ceritanya sebenarnya menarik dan ini adalah kali pertama saya membaca dunia peri tanaman, cuman alurnya yang lambat dan terlalu lama membahas sayap Laurel membuat saya bosan. Mungkin itulah kenapa buku ini diberi judul Wings dan karena berseri, seri pertama ini lebih ingin membahas lebih dalam tentang asal mula atau jati diri Laurel sebenarnya. Selain itu dunia peri yang jeleskan tidak sebanyak yang saya harapkan, Tanami sedikit muncul dan dunia Avalon masih abu-abu. Konflik ceritanya pun kurang nendang, ada aksi heroik mengalahkan para Troll, namun tetap saja tidak cukup bagi saya. Saya berharap dunia peri lebih banyak di kupas lagi, dan semoga saja ada di buku keduanya.

 

Haduh, kenapa setelah membuat review ini saya malah agak enggan untuk menswapnya ya? Hehehe tidak boleh, Sulis!

 

2 sayap untuk Tanami yang menyilaukan 😀

 

Dunia Adin

2208208

Penulis: Sundea
Ilustrator: Triyadi Guntur W.
Penerbit: Read! Publishing House
ISBN: 978-979-3828-56-5
Cetakan pertama, September 2007
268 halaman
Harga: pinjam mbak @sinta_nisfuanna

Saya mulai suka membaca, benar-benar tertarik pada dunia baca ketika saya SMP, itu pun lebih ke komik. Sebelumnya saya tidak tertarik dengan children literatur karena merasa sudah sok dewasa, bacaan yang pernah saya enyam waktu kecil pun novel romance, novel dewasa, hahaha, dewasa sebelum waktunya. Baca Bobo aja nggak tertarik. Kemudian tahun lalu saya mencoba merambah children literatur dalam proses perluasan genre bacaan saya, di mulai dengan meminjam buku anak dari penulis yang terkenal, Enid Blyton. Nggak tanggung-tanggung, mbak (berasa aneh penambahannya :p) Dewi meminjami saya dua boxset buku dari Enyd Blyton, seri Malory Towers dan St. Clare. Saya membaca terlebih dahulu seri Malory Towers karena banyak yang bilang bagus, keren, memorable, memicu orang untuk sekolah di asrama, tapi kesan yang saya dapat adalah cerita tentang anak-anak iri dengki, proses pendewasaan dengan berbagai drama, kata-kata/perbuatan kasar dan saya tidak nyaman membacanya. Saya bisa bertahan membaca keenam seri tersebut namun gagal dalam seri St. Clare, hanya membaca seri pertama dan itu pun ceritanya nggak jauh beda dari Malory Towers. Kemudian saya membaca fabel pertama di dunia, The Wind In The Willow yang juga gagal menarik hati saya. Yang menurut saya terlalu sulit dipahami untuk bacaan anak kecil. Bukan cerita kasar atau sulit dicerna yang ingin saya dapatkan dari buku bertema children literatur, saya membayangkan buku anak itu bercerita tentang kepolosan anak-anak, bagaimana dengan kepolosannya itu bisa merubah banyak hal. Saya temukan di buku dalam negeri, yap, nggak perlu jauh-jauh ke Inggris atau ke masa lalu untuk mendapatklan cerita anak sesuai dengan selera saya, saya menemukan buku anak yang benar-benar cetar membahana badai -meminjam istilah Syahrini- yang ditulis oleh penulis dalam negeri, tentang kepolosan anak kecil, cerita yang tidak kasar, mudah dipahami, mengandung pesan moril yang mungkin sering kita temui dikehidupan sehari-hari, cerita yang bisa diterima semua kalangan, Dunia Adin.

Seperti judulnya, Dunia Adin bercerita tentang kehidupan Adinda Alissa atau yang biasa disapa Adin atau gembul, gadis kecil berusia enam tahun yang polos dan disayangi semua orang. Di cerita awal kita akan dikenalkan kepada keluarga Adin, Papip dan Mamim-nya, tidak ketinggalan dengan keluarga besar yang tinggal di seberang rumah Adin, yang sangat menyukai Adin, keluarga Panggabean. Berbeda dengan keluarga Adin yang hanya berisi dirinya dan kedua orangtuanya, keluarga Panggabean sangat ‘ramai’. Ada Lambok Hasudungan atau biasa dipanggil Coki, teman klop Adin, mereka berusia sama. Abang tertua bernama Darwin, berumur enam belas tahun. Kemudian diikuti bang Ruli (yang suka memeriksa pe-er Adin dan Coki), bang Edu (suka bermain basket), bang Barry yang sangat usil. Yang terakhir ada Dodo yang ingin menjadi jagoan sehingga dia ikut les karate. Mereka muncul di kisah-kisah Adin.

Selain dua bab tentang pengenalan tokoh yang ada di buku ini, ada 20 cerita yang bisa berdiri sendiri, cerita yang akan membuatmu tertawa akan kepolosan seorang anak kecil, dan kita akan belajar dari tingkah polahnya.

Pak Angin yang Menyeberangkan Anak Balon: Adin khawatir dengan balon yang melintas di depan mobil yang sedang dikendarai oleh ibu dan dirinya. Adin takut balon itu di tabrak mobil. Dia ingat perkataan Mamim kalau anak kecil haruslah menyeberang dengan orang besar. Begitu juga dengan balon tersebut yang harus menyeberang dengan balon yang sudah besar atau benda apa pun yang lebih besar darinya.

Sebuah Cerita tentang Seekor Ikan Bernama Maub-Maub: Coki memperkanalkan teman barunya yang bernama Maub-Maub kepada Adin, seekor ikan mas. Karena takut abangnya, Barry yang mengancam akan memakannya, ikan itu dititipkan di rumah Adin. Setelah mendapatkan rumah yang cocok untuk Maub-Maub, mereka kebingungan memberi makan, dicoba dikasih roti dan nasi Mau-Maub nggak mau memakannya, Papip pun mengajak mereka ke toko ikan dan menemukan pelet, makanan yang pas untuk Maub-Maub. Sayangnya, keesokan harinya Maub-Maub nggak bangun dari tidurnya, dia tergeletak tak sadarkan diri di luar baskomnya. Adin langsung menangis. Untuk menghiburnya Mamim bercerita kalau Tuhan kasian melihat Maub-Maub kesepian, kemudian Dia menawarkan surga agar tidak kesepian lagi. maub-Maub langsung mau dan berkenalan dengan ikan-ikan yang lain di kolam surga, Maub-Maub sudah bahagia disana.

Domba-Domba Pak Dumdum: Adin tidak bisa tidur dan Mamim mengusulkan agar Adin menghitung domba-domba Pak Dumdum yang gendut-gendut dan lucu-lucu. Adin pun langsung mencoba saran Mamimnya dan dia langsung bertemu dengan Pak Dumdum.

Penyihir yang Menyihir Bang Ruli: Sekarang bang Ruli tidak punya waktu lagi untuk memeriksa pe-er Adin dan Coki, keluhan tidak hanya datang dari mereka berdua saja tapi semua adik-adiknya. Dodo terlambat latihan gara-gara bang ruli mengantar ceweknya, Kak Angla. Bang Edu kesel karena motornya selalu dibawa Bang Ruli. Pokoknya Bang Ruli benar-benar berubah, dia telah terkena sihir Kak Angla. Dodo dan Barry pun berniat mengerjai Kak Angla, tapi melihat kebaikan Kak Angla kepada Adin dan Ciko pendapat mereka jadi ragu, apakah benar Kak Angla seorang penyihir?

Penyakit Batuk Selamanya: Akhir-akhir ini Edu sering membawa teman perempuannya yang serba bisa, jago maen game, basket dan karate, dia periang dan cepat akrab dengan orang lain. Tapi suara Dhamma saat berbicara terdengar aneh, serak. Adin heran dengan suara kak Dhamma, dia selalu ingin berdeham untuk menormalkan suara kak Dhamma. Adin berpendapat kak Dhamma batuk nggak sembuh-sembuh. Barry langsung nyletuk kalau kak Dhamma mengidap penyakit BS, singkatan dari Batuk Selamanya, menakut-nakuti Adin dan Coki kalau keseringan maen sama kak Dhamma mereka bisa ketularan. Mereka percaya saja dengan bualan Barry, mereka menghindari Dhamma dan perempuan itu mengira kalau mereka marah padanya. Suatu hati ketika bangun tidur Adin demam dan suaranya menjadi serak, dia ketakutan karena merasa sudah tertular penyakit kak Dhamma.

Bambang Suharjiwan, Papip, dan Mamim: Adin kedatangan teman baru dikelasnya, namanya Bambang Suharjiwan. Adin merasa aneh dengan nama Bambang, seperti bapak-bapak. Bambang juga heran kenapa Adin memanggil papa dan mamanya dengan sebutan Papip dan Mamim. Kata-kata Bambang membuat Adin berpikir kenapa dia bisa menyebutnya begitu? Karena berasa aneh, Adin menganti sebuatan kedua orang tuanya menjadi papi dan Mami, dia juga mengganti nama bambang menjadi Dodi agar terdengar keren. Sebuah kejadian menyadarkan Adin, panggilan Mamim begitu lekat di hatinya.

Celana Pendek Seperti Milik Bambang dan Dimas: Waktu istirahat, Bambang, Dimas dan Adin bermain polisi-maling. Bambang dan Dimas berperan sebagai maling sedangkan Adin menjadi polisinya. Adin hampir menangkap kedua maling tersebut ketika berhasil memojokkan mereka antara dinding SD dan SMP. Bambang dan Dimas langsung memanjat tembok tersebut yang kemudian diikuti Adin. Naasnya, rok Adin sobek ketika memanjat. Adin curhat sama Papip kalau dia ingin memakai celana saja kayak Bambang dan Dimas biar kalau mau manjat lebih gampang. Keesokan harinya Papip mengajak Adin ke rumah eyang untuk panen jambu air. Papip bertugas mengambil jambu dan Adin menangkapnya. Sayangnya trik ini membuat tangkapan Adin meleset. Kemudian tante Alya datang dan mengusulkan memakai cara pemadam kebakaran. Papip melempar ‘orang-orang jambu’ ke arah Adin, mengganggap kalau jambu tersebut adalah korban kebakaran di gedu
ng. Jambu-jambu tersebut ditangkap dengan memakai rok Adin, selayaknya trampolin pemadam kebakaran. Kalau Adin pakai celana mana bisa dia bermain pemadam kebaran yang sangat mengasikan?

Teman Tante Alya yang Bertampang Berantakan: Waktu tante Alya berkunjung ke rumah Adin dia bercerita kalau punya teman yang bertampang berantakan. Adin bingung, kira-kira tampang berantakan itu seperti apa? Dia pun mulai mencoba membuat gambar teman tante Alya yang bertampang berantakan tersebut.

Lampu Kerja Papip: Papip sebal karena lampu kerja yang ingin diagunakan tidak mau menyala. Adin mendengar keluh kesah Papipnya dan dia mencoba membantu mengatasi masalah Papip. Dengan lembut dan manis Adin berkata sama si lampu, membujuknya agar menyala.

“Kadang orang dewasa tidak mengerti kalau benda-benda pun mempunyai perasaan. Mereka bisa menjadi sahabat kita, bisa juga marah kepada kita. Sama seperti manusia, mereka cuma perlu diperlakukan dengan baik dan penuh kasih sayang.”

Tidak Semua Dinding Boleh Digambari: Karena ada temannya yang tidak bisa membaca tulisan di papan dengan jelas, Adin bertukar tempat duduk dengan temannya sehingga kini dia duduk di pojok belakang. Adin duduk sendirian dan dia lama-lama bosan, kemudian dia melihat dinding di sebelah abngkunya yang berwarna putih bersih, mirip dinding di kamarnya. Bedanya dinding Adin ada gambarnya, dia lalu menyimpulkan sendiri kalau dinding kamar Adin mirip dengan dinding kelas, berarti dinding kelas juga boleh digambari. Sejak itu Adin mempunyai kegiatan baru dan tidak terlalu kesepian lagi. Dia juga mengajak dua teman yang duduk di depannya untuk berpartisipasi dalam membuat komik di dinding, yang tidak lama kemudian kena marah sama gurunya.

Saya kasih percakapan mereka yang menurut saya beginilah seharusnya para orang tua menjelaskan dan membenarkan kesalahan anaknya.

“Mim,misalnya nih ya, misalnya Adin gambar-gambar di dinding pas nggak lagi belajar boleh nggak? Terus, kenapa sih, Mim, dinding kamar Adin boleh digambar-gambar, tapi dinding sekolah nggak?” tanya Adin di dalam angkot.
“Misalnya nih, misalnya ya Din. Adin punya mainan yang Adin sayaaang … banget. Terus Dimas merebut mainan dan merusak mainan itu karena menurut Dimas, mainan itu mirip dengan miliknya, Adin marah, nggak?” Mamim malah balik bertanya.
“Ya marah! Mainan itu, kan, punya Adin!” jawab Adin segera.
“Nah, soal dinding juga begitu. Dinding sekolah bukan punya Adin. Jadi aturannya, biarpun dinding itu mirip dengan dinding kamar Adin, kamu nggak boleh seenaknya mencoret-coret. Kenapa di jalan ada rambu lalu lintas? Kenapa kita harus bilang terima kasih setelah ditolong? Kenapa kita tidak boelh merusak barang milik orang lain? Karena ada aturan dan sopan santun, Din. Sesuatu yang harus dilakukan supaya hubungan kita dengan orang lain di sekitar kita tetap baik.” terap Mimim panjang lebar.
“Ooo …,” tanggap Adin sambil menggangguk-angguk paham.
“Tapi, Din, aturan di setiap tempat berbeda-beda, lho. Misalnya begini, Adin boleh mencoret-coret dinding kamar Adin sendiri, tapi Dimas dan Azmi belum tentu. Anak yang baik adalah anak yang tahu menempatkan diri. Waktu Adin datang ke rumah Dimas atau Azmi, Adin harus mengikuti aturan di rumah mereka. Kalau di sana dinding kamarnya tidak boleh docoret-coret, Adin tidak boleh mencoret-coretnya. Kalau di sana tidak boleh pake sepatu di dalam rumah, Adin jangan pakai sepatu di dalam rumah. Dengan begitu, Adin akan disayang oleh semua orang, di mana pun Adin berada.” tambah Mamim sambil tersenyum.

Demikian beberapa cerita yang sangat berkesan, penggennya menceritakan semua sayangnya durasi waktunya nggak cukup #loh.

Saya yakin, menulis cerita anak tidaklah mudah, penulis harus benar-benar bisa menyelami pikiran anak kecil, berperan sebagai sosok anak kecil yang polos, mempunyai rasa tahu sangat tinggi dan tanpa sadar kecerobohan atau kesalahan yang dilakukannya bisa membuat orang tersenyum. Sundea berhasil menjelma sebagai anak kecil tersebut, dia menciptakan karakter Adin yang loveable, di sukai banyak orang dan pemikirannya benar-benar…. pengen nyubit pipinya :D. Begitulah seharusnya anak kecil, polos apa adanya, yang awalnya nggak tahu apa-apa (Adin yang menggambar daun dengan spidol agar warnanya tetap awet), belajar dari kesalahannya (Adin yang mencoret-coret tembok), menyayangi tanpa pamrih dan orang yang lebih besar pun memberikan penjelasan yang sekirannya mudah dicerna oleh si anak tersebut. Cerita seperti inilah yang ingin saya temukan pada children literatur. Di balik kisah si anak polos tersimpan pesan moril yang fun.

2012-11-09_232012-11-09_232012-11-09_232012-11-09_232012-11-09_232012-11-09_232012-11-09_23

Selain cerita-cerita yang seru, ada ilustrasi kece di tiap bab yang mewarnai buku ini, memudahkan membayangkan isi cerita. Setelah membaca buku ini saya jadi ketagihan ingin membaca tulisan Sundea lainnya, terutama yang tentang children literatur :D.

Buku ini recomended banget bagi setiap orang tua yang ingin mendongeng kepada anaknya, banyak ilmu yang bisa dipetik yang tidak jauh-jauh dari keseharian kita, yang m
ungkin pernah juga kita alami.

Oh ya, saya juga merekan beberapa cerita di buku ini yang awalnya saya buat untuk ini, cekidot buat yang ingin dengar http://soundcloud.com/peri_hutan, maaf saja kalau masih kagok, baru pertama ini bercerita, sekalian minta ijinnya ya mbak Sundea 😀

 

4 sayap untuk Adin yang unyu 😀

13 Reasons Why

12814659

Coba bayangkan seandainya saja jika kau pulang dari sekolah dan menemukan kotak sepatu berisi 13 rekaman dalam 7 kaset yang direkam oleh gebetanmu, kaset yang berisi alasan kenapa dia bunuh diri dua minggu sebelumnya? Mungkin kau akan merasa seperti Clay Jensen, tidak percaya, ingin muntah dan bagaimana bisa? Terlebih dia menjadi salah satu alasan Hannah Baker bunuh diri. Setiap kaset memiliki nomor yang ditulis dengan cat kuku berwarna biru tua di sudut kanan atas, setiap sisi kaset memiliki nomor yang berbeda. Nomor satu dan dua di kaset pertama, nomor tiga dan empat di kaset kedua, dan seterusnya. Tugas bagi si penerima adalah mendengarkan dan mengedarkan. Setelah selesai dia harus mengirim ke orang berikutnya yang sudah terencana. Tidak hanya kaset itu, Clay juga mendapatkan peta kota dengan sekitar selusin bintang berwarna merah yang menandai tempat yang berbeda-beda di sekitar kota, peta yang akan mendukung kejadian yang dialami Hannah. Mungkin kalian sudah tidak sabar mendengarkan isi kaset tersebut bukan? aku ambil walkman dulu, dan, Play:

KASET 1: SISI A –> Justin Foley, dia ciuman pertama Hannah.

KASET 1: SISI B –> Alex Standall, yang membuat daftar Kelas Satu — Yang Sexy/ Yang Tidak Sexy

KASET 2: SISI A –> Jessica Davis, orang yang pernah sama-sama melakukan Olly-olly-oxen-free

KASET 2: SISI B –> Tyler Down, juru foto buku tahunan

KASET 3: SISI A –> Courtney Crimsen, salah satu cewek paling populer di sekolah

KASET 3: SISI B –> Marcus Cooley. Oh My Dollar Valentine!

KASET 4: SISI A –> Zach Demsey, menyabotase surat-surat Hannah

KASET 4: SISI B –> Ryan Shaver, yang memncuri puisi Hannah

KASET 5: SISI A –> Clay Jensen. Romeo, oh Romeo

KASET 5: SISI B –> Justin Foley. Pesta awal segala bencana

Hampir selesai, jangan menekan tombol Stop dulu ya

KASET 6: SISI A –> Jenny Kurtz, pemandu sorak dari kantor OSIS

KASET 6: SISI B –> Bryce Walker, kotoran di kehidupan Hannah

KASET 7: SISI A –> Mr. Porter, satu-satunya orang dewasa yang terlibat dalam masalah Hannah

KASET 7: SISI B –> *suara dengungan statis* …….

Klik.

Apa yang dilakukan oleh ke-13 orang di atas pada Hannah?

Suicide. Bunuh Diri. Tindakan yang dilakukan oleh orang yang depresi, putus asa akan masalah yang dialaminya dan memilih jalan tersebut untuk menyelesaikannya. Mungkin masalah awal sepele, tapi begitu merentet ke masalah yang lainnya, seperti bola salju, masalah itu akan menumpuk dan kita tidak tahu seberapa besar jadinya. Waktu membaca ini rasanya seperti membaca After-nya Amy Efaw, memahami keadaan psikis seorang remaja. Sendirian dalam menghadapi masalah. Rasanya sakit ketika membaca bagian Clay setiap kali bilang, “Ada aku.” Tapi dia terlambat, tidak bisa menyelamatkannya. Hannah yang termasuk orang baru di kotanya, tidak mempunyai teman dekat, dua orang yang sangat dipercaya menjadi musuh, orang tua yang sibuk, sampai pelecehan sexual. Dan ketika dia meminta bantuan orang dewasa untuk menyelesaikan masalahnya, pilihannya adalah menghadapi atau melupakan. Bagi Hannah, masa remaja tak seindah kata orang-orang.

Saat mengejek seseorang, kau harus bertanggung jawab saat orang itu bereaksi terhadap ejekanmu.

Seperti kalimat yang ditulis oleh penulis di bagian Tiga Belas Alasan (Yang Tersirat), 13 pertanyaan untuk Jay Asher, dia berkata:

Pada dasarnya, meskipun Hannah mengakui bahwa keputusan bunuh diri benar-benar keputusannya sendiri, kita perlu berhati-hati dalam memperlakukan orang lain. Meski ada orang yang tampaknya tak acuh terhadap komentar kita atau tidak terpengeruh oleh suatu rumor, kita tidak mungkin tahu segala hal yang terjadi pada kehidupan orang lain itu, dan mungkin saja kita malah menambah rasa sakitnya. Orang-orang dapat menimbulkan dampak pada kehidupan orang lain, dan itu tidak bisa disangkal.

Kadang awalnya kita menganggap ejekan itu semacam “guyon” tapi kalo yang diejek itu tidak terima dan bersikap “karep mu” yang disimpan sendiri, itu bisa menjadi duri dalam daging, bumerang, selalu terbayang kalau kita dijuluki si itu, padahal kita tidak suka.

Geez, saya seperti Clay yang tidak bisa berhenti mendengarkan rekaman dan sangat penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya, apa kesalahannya? Saya tidak bisa berhenti membacanya, benar-benar menguras habis cadangan kesabaran saya. Sejak membaca sinopsisnya sudah sangat tertarik sekali, idenya benar-benar jenius, tema yang mungkin udah tidak asing lagi tapi disuguhkan dengan cara bercerita tidak biasa, rekaman kaset. Alurnya pun cepat, melompat-lompat, dan mulus, cerita buku ini hanya berlangsung kurang lebih dalam satu hari saja, kita seperti berada di samping Clay dan mengikuti perjalan sehari dengannya, menguak isi kaset tersebut. Covernya juara! Lebih suka cover terjemahannya daripada versi aslinya, benar-benar menggambarkan isi cerita. Saya pun bisa terhanyut akan karakter Hannah dan Clay, betapa sedihnya mereka menghadapi masalah, betapa susahnya mereka bicara satu sama lain. Tidak ada yang tidak saya suka dari buku ini.

 

5 sayap untuk ke-13 rekaman.

 

13 Reasons Why

by Jay Asher

Penerjemah: Mery Riansyah

Penerbit: Matahati

ISBN: 1595141715

Cetakan: I, September 2011

287 halaman

 

NB: Thirteen Reasons Why adalah novel pertama Jay Asher, bayak sekali penghargaan yang didapat, keren ya, berikut daftarnya:

  1. New York Times Bestseller
  2. Publisher Weekly Bestseller
  3. Best Book for Young Adults (YALSA)
  4. Association of Booksellers for Children — Best Book
  5. Barnes & Noble — Top 1- Best for Teens
  6. Kirkus Review Editor’s Choice
  7. California Book Award Winner

*Review ini saya ikutkan dalam Annual Contest yang diadakan oleh Oky, dengan syarat: ada “angka” pada judul buku.*

Zero Moment – Titik Nol (The Joshua Files #3)

zero_moment.jpg.scaled500

Penulis: M.G. Harris

Penerjemah: Nina Andiana

Cover: Martin Dima

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-979-22-7688-6

Cetakan pertama, Oktober 2011

357 halaman

 

“Ini belum selesai.” Itulah kata-kata terakhir ayah Josh sebelum tewas di gunung bersalju. Tapi bagi Josh, semuanya sudah berakhir. Ia sudah menemukan Codex Ix—buku kuno bangsa Maya yang memuat cara menyelamatkan umat manusia dari supergelombang galaksi pada tahun 2012. Ia juga berhasil mendapatkan Gelang Itzamna—alat yang semestinya berfungsi sebagai mesin waktu.

Jadi Josh berusaha menjalani kehidupan normal. Tetapi sepertinya bahaya memang tak pernah meninggalkan Josh. Ketika berada di Brasil untuk mengikuti kejuaraan capoeira, Josh sadar musuh-musuhnya masih terus membuntuti. Dan kali ini, mereka juga mengancam keselamatan ibu serta teman-temannya.

Josh harus bertindak, dan mungkin saja ini akan menjadi titik nol baginya, awal baru dalam petualangannya mencari kebenaran.

Josh kembali ke rutinitas normalnya, seorang remaja yang sekarang berusia lima belas tahun dan sebentar lagi mengikuti kejuaraan dunia capoeira, membuat dia semakin dewasa. Hubungannya dengan Ixchel pun semakin akrab, mereka melakukan chat rahasia untuk membicarakan Kau Tahu Apa. Di chat itu, Ixchel memberitahu tentang inskripsi di Adaptor -benda aneh yang di curi Simon Madison yang kemudian mereka temukan di tangan Sekte Huracan dalam ruangan aneh di bawah piramida Becan- sandi inskripsinya telah berhasil dipecahkan oleh Lorena, kepala ilmuan di Ek Naab. Ixchel berkata kalau Gelang Itzamna yang sekarang di tangan Josh membutuhkan kunci kristal. Josh membutuhkan kunci kristal Josh ingin mencoba kekuatan Gelang Itzamna, Josh ingin menyelamatkan ayahnya.

Sewaktu tiba di Brasil untuk mengikuti pertandingan capoiera, Josh kedatangan tamu, Montoyo, Benicio dan Ixchel. Bukannya menambah semangat, Josh malah merasakan kemarahan dan kecemburuan. Dia tidak suka Montoyo dekat dengan Mum, dan dia merasa cemburu ketika Ixchel sangat dekat dengan sepupunya. Josh mulai menyadari perasaan dia pada Ixchel.

Masalah mulai muncul, Josh mendapatkan kode baru di buku John Lloyd Stepens, ada Buggy yang mengejar Buggy yang ditumpangi Mum, Ixchel dan Tyler yang seharusnya ditumpangi dirinya bukannya Ixchel, karena Josh marah pada Ixchel. Mereka diculik, dan mereka mengingginkan Josh sebagai gantinya.

Hal-hal aneh terjadi lagi seperti di buku kedua -di gua ketika Josh dan Ixchel terjebak dan mereka bermimpi menjadi sepasang bangsa Maya- Josh mendapatkan pesan dari kakaknya, Camila yang sudah meninggal, menyuruh Josh untuk berkunjung ke makamnya. Mengajak Josh ke sebuah tempat dan menyuruh menghafal sebuah nomer. Petunjuk menemukan Mum dan Ixchel diculik.

Bersama Benicio dan Tyler yang selamat dan masih terluka, mereka mencoba menemukan keberadaan Mum dan Ixchel. Kali ini musuh Josh semakin kuat, Gaspar, salah satu anggota sekte Hurakan membuat Josh kewalahan, bahkan dia bisa menangkis dengan mudah jurus capoieranya. Dengan senjata yang Josh dan Tyler curi dari laboratorium Lorena, mereka berhasil menyelamatkan Mum, sayangnya Ixchel tertahan dan Josh menyerahkan diri. Sekte Hurakan sekarang lebih tertarik dengan Josh daripada Codex Ix, mereka ingin melakukan eksperimen pada tubuh Josh, merubah susunan DNA-nya.

Book trailer:

Masih seru!

Masih sama, di awal saya merasa sedikit bosan tapi begitu memasuki bagian tengah kebelakang membuat saya ngos-ngosan, mungkin itu cara penulis menyihir saya. Di buku ini tidak banyak teka teki seperti dibuku kedua tapi lebih banyak menguak teka teki di buku sebelumnya. Teka tekinya hanya kode baru pada Adaptor, hantu Camila dan cara membuat kunci gelang Itzamna, selebihnya adalah kejar-kejaran! Di mana Josh mencoba menyelamatkan Mum dan Ixchel, berhasil dan mereka gantian dikejar sama Sekte Huracan. Simon Madison makin dendam sama Josh karena dia berhasil lari terus. Bahkan pengejaran sampai ke Swiss. Sekte Hurakan tidak kenal lelah memburu Josh. Tapi Josh sekarang juga cerdik, dengan Gelang Itzamna ditangannya dan mengetahui cara kerjanya, dia ingin mengembalikan waktu, ingin membuat ayahnya hidup kembali. Oh ya, keberadaan Sekte Hurakan juga semakin jelas, pertanyaan terbesar saya tentang mereka adalah apa yang mereka inginkan dan lakukan pada tubuh Josh? Mungkin jawabannya ada di buku Dark Paralel.
Pengen baca buku yang penuh ketegangan? Baca buku ini! 🙂

 

3.5 sayap untuk Sekte Huracan.

 

NB:

Misteri Bangsa Maya Mengenai Tahun 2012

Sebagian pembaca The Joshua Files bertanya apakah ada kebenaran dalam “ramalan 2012” yang muncul di petualangan Josh Gracia ini.

Faktanya, tanggal terakhir dalam kalender Maya memang benar-benar 22 Desember 2012.

Tetapi, jangan khawatir -detail lain mengenai tahun 2012 dalam The Joshua Files ada yang fiktif, disadarkan pada beberapa teori yang lebih bersifat menghibur mengenai apa yang akan terjadi pada tahun itu. Tidak ada bukti bahwa memang akan terjadi bahaya besar pada tanggal itu.

Fakta atau fiktif?

Fakta:

  • Peradaban Maya kuno dulu berkembang di negara-negara yang kini kita kenal dengan nama Mexico, Guatemala, Honduras, dan Belize.
  • Antara tahun 500 dan 900 Masehi, peradaban ini mengalami “zaman keemasan” yang ditandai dengan pembangunan kota dan budaya menulis.
  • Ahli-ahli astronomi bangsa Maya melakukan observasi  yang luar biasa akurat dan menggunakan Kalender Panjang mereka untuk merayakan kejadian-kejadian historis dan astronomis.
  • Sama seperti kalender Gregorian dan Julian, yang dimulai pada tanggal yang dianggap merupakan hari kelahiran Yesus dari Nazaret, Kalender Panjang (Haab) juga memiliki tanggal awal.
  • Tetapi, tidak seperti kalender-kalender tadi, Haab juga memiliki tanggal akhir.
  • Tanggal awal Haab adalah 11 Agustus 3114 SM.
  • Tanggal akhir Haab adalah tiga belas baktun berikutnya -yang berarti tanggal 22 (atau 21) Desember 2012.

Jika tanggal awal kalender memperingati kejadian paling penting yang bisa diingat suatu masyarakat, kira-kira peringatan apa yang mungkin ditandai oleh tanggal akhirnya?

Fiktif:

  • Codex Ix dari Buku-Buku Itzamna adalah fiktif.
  • Petualangan Josh Gracia terjadi di dunia fiksi, tempat ancaman 2012 memang ada.

Apa yang ditulis bangsa Maya kuno mengenai tahun 2012:

Hampir tidak ada. Sangat mengejutkan bukan? Jika mereka memang percaya bahwa tanggal itu merupakan akhir dunia, kau pasti menduga tanggal itu merupakan akhir dunia, kau pasti menduga tanggal itu akan sering disebut-sebut. Tetapi, dalam buku-buku Maya dan inskipsi di kuil yang berhasil selamat, hanya ada SATU yang menunjuk pada tanggal 13 Baktun -22 Desember 2012. Inskipsi itu dikenal dengan nama monumen 6 Tortuguera.

Seperti yang bisa kalian lihat, sama sekali tidak jelas apakah sebenarnya “ramalan 2012” itu, dan apa artinya. Berarti kita bisa menggunakan imajinasi masing-masing. Sebagian besar yang akan kalian dengar soal 2012 memang hanya itu -imajinasi murni.

Jik kalian ingin tahu lebih banyak soal bangsa Maya atau misteri-misteri 2012, silahkan kunjungi situs khusus mengenai topik tersebut yang ditulis oleh M.G. Harris di www.mayan2012kids.com (Sumber: Gramedia).

http://www.joshuafiles.co.uk/

Ice Shock – Kejutan di Gunung Es (The Joshua Files #2)

Ice_shock

Penulis: M.G Harris

Penerjemah: Nina Ardiana

Cover: Martin Dima

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-979-22-6494-4

Cetakan pertama, Desember 2010

367 halaman

 

Josh bertemu kakaknya, Camila, dia mati karena apa yang dia ketahui. Josh juga hampir mati, Codex Ix yang dicari ayahnya sungguhan ada, Josh berhasil menemukannya. Josh bertemu orang-orang atau keluarga Dad yang sebenarnya di Mexico. Mereka tinggal di kota tersembunyi bernama Ek Naab. Dan mereka keturunan bangsa Maya kuno. <ereka melindungi rahasia kuno -rahasia yang bahkan lebih tua daripada peradaban Maya itu sendiri. Buku-buku berisi pengetahuan kuno mereka bisa membunuh orang yang menyentuhnya kecuali yang mempunyai faktor genetis yang diturunkan hanya kepada anak laki-laki.

Setelah mengalami petualangan yang mendebarkan dan menyedihkan, Josh kembali ke Inggris, mencoba melupakan kenangan buruk akan kematian Camila dan ingin hidup layaknya pemuda empat belas tahun lainnya. Dia masih yakin kalau kematian ayahnya bukan kecelakaan semata, ditambah ada kabar dari salah seorang temannya Dad kalau sewaktu ayahnya meninggal dia justru bertemu dengan Dad. Aneh. Josh kembali mencari jejak terakhir ayahnya, dia pergi ke Saffron Walden. Di rumah itu dia bertemu kembali dengan si Nissan Biru. Josh lebih unggul, dia berhasil mencuri dokumen milik J. Eric Thompson, seorang arkeolog ahli Maya yang memiliki relikui Maya, yang pernah menimbulkan kejadian mengerikan pada seseorang yang menyentuhnya. Benda itu sudah diserahkan Thompson ke Aurelio Garcia (kakek Josh) karena yakin benda itu terkutuk.

Sayangnya, ada penghianatan diantara Tyler atau Ollie, dokumen yang sudah susah payah dia curi ditukar orang. Untungnya Josh sempat menscan halaman-halaman itu, dia pun berusaha memecahkan sendiri tanpa bantuan orang lain karena dia hanya mempercayai dirinya sendiri. Buku-buku Itzamna ditulis menggunakan kode, Hieroglif Maya, Josh pun menebak kalau mungkin saya halaman itu ditulis menggunakan kode yang sama. Berhasil, halaman-halaman itu mengatakan Codex Ix berisi cara melindungi teknologi komputer agar tidak punah akibat gelombang elektromagnetik dahsyat yang akan datang bersama super gelombang pada tahun 2012. Mereka perlu tiga benda “Adaptor”, “Kontainer”, “Kunci”.

Codex Ix merupakan dokumen yang berisi instruksi-instruksi. Codex itu berisi fakta, bukan teori. Di tangan yang salah. fakta bisa berakibat fatal.

Codex Ix merupakan salah satu buku Itzamna.

Josh mencari tahu siapa penghianat yang sebenarnya, yang akhirnya membuat dia berhadapan dengan Simon Madison lagi, kali ini Josh cukup kewalahan menghadapinya, untungnya dia berhasil lolos dan diselamatkan oleh Benicio -sepupunya, menggunakan Muwan dan kembali ke Ek Naab. Montoyo bertanya tentang isi dari dokumen yang berhasil dicuri Josh yang sekarang hilang, Josh tidak mengatakan kalau dia berhasil menerjemahkannya, dia tidak percaya pada siapa pun, dia hanya mengatakan kalau dia ingat ada sebuah logo, simbol hieroglif Maya yang mirip badai, seperti angin ribut. Simbol itu adalah simbol Sekte Huracan. Mereka memuja Huracan, dewa badai bangsa Maya -pembawa air Bah- yang dikira sudah lenyap berabad-abad lalu. Mereka adalah sekte kematian, sekte paling berbahaya yang pernah ada, merekalah yang merencanakan kehancuran peradaban Maya.

Josh bertemu kembali lagi dengan Ixchel, gadis yang membawanya ke Ek Naab, sekaligus tunagannya. Ixchel punya rahasia tentang Simon Madison, dia pernah membuntuti si Nisan Biru yang masuk ke salah satu reruntuhan kuil, sebuah jalan rahasia yang mungkin mengarah ke Daerah Terdalam, di bawah kota. Mereka pun menyelidiki, hanya berdua, tanpa sepengetahuan siapa pun, bahkan Montoyo. Mereka mendengar percakapan antara orang yang bernama Marius Martineau dengan orang yang dipanggil Profesor. Dari percakapan itu, Josh dan Ixchel tahu kalau sekte Huracan mempunyai jalan lain ke Ek Naab, ada mata-mata dan yang lebih mencenggangkan lagi, mereka menginginkan Josh hidup-hidup untuk subjek eksperimen, terapi gen. Selain itu, mereka memiliki artefak lainnya -Adaptor.

BecanBecan2

Di sana mereka mengalami petualangan yang cukup tegang sekaligus romantis. Tidak hanya berhenti sampai di situ, Josh berhasil mengartikan kartu pos – kartu pos yang datang secara misterius di rumahnya, foto kota maya dan beberapa kata. Awalnya tidak mudah memecahkan kode di dalamnya, kemudian dia mendapatkan sinyal dari salah seorang temannya mungkin saja kode itu mengunakan Sandi Caesar -kode yang sering dipake Julius Caesar untuk menulis surat kepada jendral-jendralnya- huruf yang sebenarnya dipakai adalah huruf ketiga sebelum huruf yang tertulis. Kartu pos itu adalah sebuah peringatan dan menyuruh Josh agar pergi ke Hacotalpan, kota kecil di negara Veracruz. Ketika sampai di sana, ada orang yang sudah menunggu kedatangan Josh sejak lama. Ada kebenaran di lereng-lereng Gunung Orizaba.

Book trailer:

Semakin seru! semakin banyak teka teki di buku kedua ini. Sama halnya di buku pertama, awalnya akan serasa lambat sekali tapi begitu memasuki bagian tengah ke belakang semakin tidak bisa berhenti baca. Dari awal kita sudah di buat bingung dengan datangnya kartu pos- kartu pos aneh, dokumen sang arkeolog, penghianatan temannya, sekte Huracan, Gelang Itzamna, eksperimen yang ingin di lakukan kepada Josh, status ayahnya, keberadaan Aurelio, what the… panen konflik pokoknya. Penulis tidak menjabarkan semuanya, tapi dia memberi potongan-potongan yang mungkin jawabannya ada di buku lanjutannya, mau nggak mau kita harus bersabar untuk mendapatkan jawaban yang penuh.

Karakter Josh pun semakin dewasa, dengan banyaknya masalah di umur empat belas tahun, mungkin akan sangat sulit dihadapi oleh remaja seusianya. Penulis tidak membuat karakter Josh sempurna, beberapa kali dia kalah melawan Madison secara fisik, harus bersusah payah untuk mendapatkan apa yang dia cari dan yang kerasa dia belum bisa menerima kematian ayahnya, masih denial, apalagi di akhir-akhir cerita. Josh juga mengalami pergolakan asmara, sempat patah hati dan sedikit demi sedikit merasakan apa itu yang namanya cinta, di buku selanjutnya perasaan Josh akan lebih terasa. Dan yang paling saya suka dari Josh adalah, dia sangat menyayangi ibunya dan berusaha ibunya tidak dalam bahaya.

Mau baca cerita fantasi yang unik dan beda? mari kita menyusuri rahasia bangsa Maya kuno di seri Joshua Files ini.

 

3.5 sayap untuk Gelang Itzamna.

 

NB:

Capoeira

Auregional

 Capoeira merupakan sebuah olah raga bela diri yang dikembangkan oleh budak Afrika di Brasil pada sekitar tahun 1500-an. Gerakan dalam capoeira menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasanya diiringi oleh musik dan disebu
t Jogo. Capoeira sering dikritik karena banyak orang meragukan keampuhannya dalam pertarungan sungguhan, dibandingkan seni bela diri lainnya seperti Karate atau Taekwondo. (Sumber)

Beberapa gerakan dalam Capoeira:

  1. Ginga
  2. Handstand
  3. Backflip
  4. Headspin
  5. Handstand Whirling

Tekhnik Dan Jurus Dasar Capoeira

1. Ginga

Ginga ( Jin gah ) adalah Gerakan dasar pada Capoeira.

Pada Capoeira Angola Ginga dilakukan Secara bebas dan sangat individualistis, sedangkan pada Capoeira Regional Biasanya terstruktur, namun Style Pribadi masih diijinkan.

Ginga merupakan sebuah perwujudan Expresi dan Style Pribadi. Ginga dilakukan sebagai persiapan untuk melakukan gerakan-gerakan yang lain, misalnya menyerang, menghindar, mengelak dan gerakan lainnya.

2 . Passape (pah-sah-pay)

Lebih dikenal dengan sebutan meia lua de frente merupakan tendangan setengah putaran depan dengan arah dari luar ke dalam.

Sasarannya adalah daerah muka lawan, selain untuk serangan langsung biasanya dikombinasikan dengan gerakan lainnya semisal Au atau armada.

2. Queixada (kay-sha-da)

Tendangan ini hampir mirip dengan kebalikan passape, dengan arah putaran dari dalam ke luar, sasaran masih daerah muka dan kepala, perputaran kaki dihasilkan oleh momentum dari perputaran tubuh.

paling sering digunakan karena mudah, cukup powerful dan mudah dikombinasikan dengan gerakan lain

3. Armada (ar-mah-dah)

Tendangan memutar, dengan memanfaatkan kekuatan otot dan momentum perputaran tubuh sebelum tangan. Usahakan memutar tubuh lalu melihat lawan dulu sebelum melakukan tendangan. (Sumber)

 

Capoeira merupakan beladiri yang Josh kuasai, di buku selanjutnya dia akan banyak mempertontonkan keahliannya ini, gerakan capoeira yang paling dia sukai adalah Mariposa.

Gerakan mariposa a.k.a. Butterfly Twist memang terlihat sulit, tapi
kalau sudah dicoba ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Yang
terpenting dalam melakukan gerakan mariposa adalah jangan menciptakan
momentum dan putaran dengan tungkai kaki. Momentum dan putaran harus
berasal dari badan, bukan kaki.

Ada ancang-ancang khusus yang harus diambil sebelum melakukan
mariposa. Ancang-ancang ini sangat membantu membangun momentum.
Pertama-tama ambil satu langkah kedepan dengan kaki kanan. Kemudian
ayunkan badan sambil berbalik membentuk lingkaran melalui posisi
rendah. Ayunkan tangan untuk membantu perputaran.

Dari posisi rendah, teruskan mengayun sambil berbalik ke posisi
tinggi. Aliran ayunan tidak boleh terputus. Manfaatkan tenaga ayunan
ini untuk memutar badan kearah kiri bawah. Saat sudah ada di posisi
tertinggi, tendangkan kaki kanan setinggi-tingginya. Bantu lagi
ayunan dengan tangan. Tendangan ini akan menghasilkan ketinggian yang
cukup. Perputaran tetap mengandalkan badan.

Jadi intinya kaki menciptakan ketinggian, dan badan menciptakan
perputaran. (Sumber)