Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

1494179

Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

Penulis: Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup

Penerjemah: Ridwana Saleh

Penerbit: Penerbit Mizan

ISBN: 979-433-415-4

Cetakan I, Mei 2006

294 halaman

Sinopsis:

Dua saudara sepupu, Berit dan Nils, tinggal di kota yang berbeda. Untuk berhubungan, kedua remaja ini membuat sebuah buku-surat yang mereka tulisi dan saling kirimkan di antara mereka. Anehnya, ada seorang wanita misterius, Bibbi Bokken, yang mengincar buku-surat itu. Bersama komplotannya, tampaknya Bibbi menjalankan sebuah rencana rahasia atas diri Berit dan Nils. Rencana itu berhubungan dengan sebuah perpustakaan ajaib dan konspirasi dalam dunia perbukuan. Berit dan Nils tidak gentar, bahkan bertekad mengungkap misteri ini dan menemukan Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken. Melalui cerita yang bernuansa detektif ini, Jostein Gaarder, pengarang Sophies World, dan Klaus Hagerup, mengajak kita berpetualang dalam dunia buku dan perpustakaan. Tanpa sadar, Anda akan diperkenalkan dengan Klasifikasi Desimal Dewey, Winnie the Pooh, Anne Frank, teori sastra, teori fiksi, teori menulis, sejarah buku dan perpustakaan, dan masih banyak lagi. Dengan demikian, buku ini adalah pengantar kepada dunia buku yang dapat dinikmati pembaca kanak-kanak, remaja, maupun dewasa. Buku terbaik mengenai buku dan budaya-baca yang ada saat ini.” Oldenburgische Volkszeitung. Sebuah surat cinta kepada buku dan dunia penulisan.” Ruhr Nachricht

My Review

Buku ini sebenarnya saya baca setahun atau dua tahun yang lalu, mandeg karena merasa tidak jodoh dengan buku ini. Entahlah, beberapa kali membaca buku yang cara penulisannya seperti surat saya malah kurang tertarik, padahal sendirinya suka nulis yang dibuat seperti surat #ruwet. Dibagi menjadi dua bagian, bagian pertama bercerita tentang dua orang sepupu yang tinggal berjauhan, mereka saling berkirim surat yang berbentuk buku, bolak balik mengirimkannya dari Oslo dan Fjaerland (Norwegia). Kedua sepupu itu bernama Nils Boyum (12 tahun) dan Berit Boyum (10).

Bermula ketika Nills bertemu dengan wanita tua yang membawa buku, Bibbi Bokken, diketahui dari surat yang terjatuh dari buku yang dibawanya menggambarkan kalau Bibbi Bokken adalah seorang bibliografer dan wanita itu menyimban buku yang langka, buku yang akan terbit tahun depan dan disinyalir bakalan menakjubkan. Dari asumsi itulah Nills menuliskan surat yang berbentuk buku kepada sepupunya di Fjaerland, mendiskusikan dan menyelidiki siapa sebenarnya Bibbi Bokken dan buku apakah itu, buku yang hanya diketauhi berjudul ‘Perpustakaan Ajaib’, sebaliknya Bibbi Bokken malah penasaran dengan surat-buku yang ditulis kedua sepupu tersebut dan berusaha merebutnya, mereka saling mengejar dan menyelidiki. Di bagian kedua yang bersetting di perpustakaan kita akan menemukan semua jawaban teka teki bagian pertama.

Sebenarnya cukup menarik, di bab pertama sudut pandangnya adalah orang pertama, kedua sepupu dan di buku kedua lebih banyak dialog. Mungkin karena alurnya yang cukup lambat di awal membuat saya kehilangan selera membacanya. Tapi yangs aya suka adalah di buku ini banyak pengetahuan tentang buku seperti bibliografer yang berarti seseorang yang melakukan kegiatan bibliografi, hal-hal mengenai buku. Incunabula; buku-buku yang dicetak pada masa-masa awal percetakan bku dahulu, yaitu sekitar tahun 1500. Gutenberg; seni percetakan buku, dimana Gutenberg ini menggunakan huruf bongkar-pasang dari timah hitam. Dan informasi kalau setiap buku di perpustakaan setidaknya memiliki tiga kartu kartotek yang berbeda, ada tiga jenis kartu kartotek. Satu kartu memuat urutan berdasarkan pengarang secara alfabetis, kartu kedua menurut judul buku dan ketiga pengurutan berdasarkan registrasi kata kuncinya. Membaca bagian ini membuat saya ingin mengatur buku di lemari secara alfabetis :D. Selain itu ada biografi sedikit tentang Anne Frank, jadi pengen baca Buku Harian Anne Frank, buku ini beneran informatif sayangnya saya tidak berjodoh dengan buku ini.

Cover-Buku-Perpustakaan-Ajaib-Bibbi-BokkenSaya suka cover yang gold edition, nggak terlalu buruk sebenarnya cuman lebih eksklusif aja dan tampilannya lebih menggoda. Terjemahanya nggak ada masalah, saya enjoy aja bacanya dan minim typo juga, cuman yang edisi pertama bukunya agak kecil gitu, nggak tahu dengan versi terbarunya.

Buku ini ditulis oleh dua penulis asal Norwegia, Jostein Garder yang terkenal dengan buku filsafat Dunia Sophie yang menjadi buku terlaris tahun 1995 dan Klaus Hagerup yang seorang penulis, penerjemah, penulis skenario, aktor dan sutradara yang terkenal dengan buku anak dan remaja.

Ada beberapa quote yang saya suka dibuku ini, diantaranya adalah:

Buku adalah teman terbaik.

Siapa yang bisa menemukan buku yang tepat, akan berada di tengah-tengah teman terbaik. Di sana kita akan berbaur dengan karakter yang paling pintar, paling intelek, dan paling luhur, di sana kebanggaan serta keluhuran manusia bersemayam.

Sebuah buku adalah dunia ajaib penuh simbol yang menghidupkan yang kekal kepada yang masih hidup. Sungguh tak dapat dibayangkan, fantastis, dan ‘ajaib’ bahwa kedua puluh enam huruf dalam alfabet kita bisa dipadukan sedemikian rupa sehingga bisa memenuhi rak raksasa dengan buku-buku dan membawa kita ke seluruh dunia yang tak pernah berujung. Dunia yang selalu bertumbuh dan bertumbuh, selama masih ada manusia di muka bumi ini.

Buku ini saya rekomendasikan bagi kamu yang sedang mencari buku tentang buku

3 sayap untuk kedua sepupu yang kurang kerjaan.

NB: posting bareng BBI buku tentang buku

Iklan

The Invention of Hugo Cabret

Hugo

Penulis: Brian Selznick

Penerjemah: Marcalais Fransisca

Cover: Brian Selznick

Ilustrasi isi: Brian Selznick

Penerbit: Mizan Fantasy

ISBN: 978-979-433-681-6

Cetakan I, Januari 2012

535 halaman

 

Sinopsis:

Kehadirannya bagaikan hantu. Hugo menyelinap dari satu bilik ke bilik lain, menyusuri lorong tak terlihat, dan mengendap-ngendap di bawah temaram lampu stasiun kota. tak seorang pun tahu, Hugo menyembunyikan sebuah rahasia besar warisan mendiang ayahnya, satu-satunya pengikat dirinya dengan masa lalu sekaligus masa depan. Namun, semua berubah ketika dia berjumpa seorang pria tua berwajah muram yang selalu berusaha menguak rahasia besar Hugo. Apa hubungannya antara pria tua itu dengan rahasia Hugo?

The Invention of Hugo Cabret, sebuah sajian unik yang bukan hanya memukau pembaca lewat jalinan kisah mengagumkan, tetapi juga menghibur lewat goresan ilustrasi yang matang dan kaya makna. Bertutur tentang rahasia yang hilang dan kekuatan mimpi, karya spektakuler ini layak disimak.

 

Penghargaan:

Quill Award

Finalis National Book Award

Finalis 2007 Borders Original Voices

Los Angels Times Favorite Children’s Book of 2007

Publishers Weekly Best Book of 2007

Caldecott Medal 2008

New York Times Best Illustrated Book of 2011

An American Library Association Notable Children’s Book

An American Library Association Best Book for Young Adults

 

My Review:

Buku ini Amazing!!! Baru pertama kali ini saya membaca buku dengan dua intepretasi sekaligus, ilustrasi gambar hitam putih dan tulisan. Buku ini tebal tapi dijamin sehari saja sudah selesai membacanya karena itu tadi, ilustrasinya lebih dominan dan tulisannya singkat, walau ada beberapa yang panjang. Kalu bisa, sebenarnya pengen juga membuat review ini dengan tulisan dan gambar, tapi saya payah sekali soal menggambar, biarlah dengan kata-kata saja 🙂

Bersetting tahun 1931 di kota Paris, Hugo Cabret seorang anak yatim piatu yang pandai memperbaiki jam tinggal di sebuah lorong stasiun, di balik jam-jam. Buku catatannya, buku yang sangat penting darinya diambil oleh kakek pemilik kios mainan yang mengira Hugo seorang pencuri dan mencuri buku itu dari seseorang. Hugo selalu membuntuti agar buku catatan tersebut kembali ke tangannya. Dia meminta seorang gadis yang pernah ditemuinya di stasiun, cucu dari kakek yang dia sebut Papa George itu tapi dia menolaknya bahkan malah menuduh Hugo lah yang seorang pencuri. Buku catatan itu adalah peninggalan almarhum ayahnya yang meninggal akibat kebakaran di museum, buku catatan itu berisi gambar-gambar tentang automaton.

Automaton adalah patung putar, seperti kotak musik atau mainan, hanya saja lebih rumit. Automaton itu bisa menulis karena dia berwujud manusia yang sedang memegang pena dan duduk di meja, benda itu bekerja bila ada kunci yang memutarnya, letakkan selembar kertas di meja, dan diyakini ada pesan yng ingin ditunjukkan oleh automaton itu. Benda itu rusak sehingga ayah Hugo membawa pulang dan mencoba memperbaikinya karena dia pembuat jam (horologis) dan pasti mesin automaton tidak jauh berbeda dengan mesin jam, sayangnya sebelum selesai ayahnya meninggal karena kebakaran. Hugo menemukan automaton tersebut dan berusaha melanjutkan usaha ayahnya dengan membaca gambar yang dibuat di buku catatannya, berharap ada pesan dari ayahnya, dia mewarisi keahlian ayahnya sebagai pembuat dan memperbaiki jam, dia berusaha menguak apa yang akan ditulis mesin itu. Bersama Isabelle, anak angkat Papa George, mereka berdua berusaha mencari tahu apa yang dirahasiakan oleh mesin automaton itu.

Kamu tahu, tidak pernah ada bagian yangberlebih dalam sebuah mesin. Jumlah dan jenis setiap bagiannya tepat seperti yang mereka butuhkan. Jadi kupikir, jika seluruh dunia ini adalah sebuah mesin yang besar, aku pasti berada di sini untuk tujuan tertentu. Dan itu berarti, kamu di sini juga untuk tujuan tertentu.

Hugo1Hugo2Hugo3Hugo4Hugo5Hugo6

Waktu tidak akan berhenti. Bahkan tidak meskipun kita sangat menginginkannya.

Bagian menguak automaton itu seru sekali, saya membayangkan visualnya pasti keren sekali. Filmnya tentu saja sudah ada, diadaptasi oleh sutradara Martin Scorsese dan diberi judul Hugo, bahkan sukses meraih 11 nominasi Oscar 2012, paling banyak dan berhasil memboyong 5 kategori untuk Best Sound Mixing, Best Sound Editing, Best Art Directions, Best Visual Effects, dan Best Cinematography. Karakter tokoh-tokohnya pun tidak berlebihan, Hugo tidak besar kepala karena menjadi pemeran utama kalau dia harus mempunyai sifat sempurna, tidak. Dia dibesarkan hanya dengan seorang ayah kemudian setelah ayahnya meninggal dia terpaksa hidup dengan pamannya yang pecandu alkohol yang tinggal di stasiun dan bertugas merawat jam-jam. Selain itu, paman Claude juga mengajarinya mencuri, dan setelah pamannya menghilang, keahlian barunya itu digunakan untuk bertahan hidup, mencari makan. Isabelle juga hanya anak angkat, membuat mereka sama-sama kuat dalam menjalani hidup dan melakukan petualangan. Dengan banyaknya ilustrasi membuat alur buku ini cepat, konfliknya tidak banyak, tapi buku ini penuh misteri, penuh sulap dan penuh tentang film. Buku ini bisa dibilang mempunyai dua genre, children book dan biografi Georges Melies.

Hugo_posterHugomovieHugomovie2

Telah lama aku ingin menulis kisah tentang Georges Melies, tetapi cerita ini baru terbentuk setelah aku membaca buku berjudul Edisin’s Eve: A Magical History of The Quest for Machanical Life (Kisah Hawa Edison: Sejarah Menakjubkan tentang Pencarian Kehidupan Mekanis) karya Gaby Wood. Buku tersebut membahas koleksi automata karya Melies, yang disumbangkan kepada sebuah museum, yang di sana koleksi itu ditelantarkan di loteng yang lembab dan akhirnya dibuang. Aku membayangkan bahwa seorang bocah menemukan mesin-mesin itu di tempat sampah, dan pada saat itu, Hugo dan kisah ini lahir.

Georges Melies (1861-1938), salah satu sineas perfilman pertama di dunia,sewaktu ayahnya masih hidup, dia sering sekali mengajak Hugo nonton film, salah satunya film kesukaan ayahnya adalah A Trip To The Moon (1902), film saint-fiksi pertama di dunia dengan gambar roket yang menabrak bulan yang berwajah sehingga hanya mempunyai satu mata. Diawali dengan petualangan dan diakhiri dengan sejarah awal mula film ada.

Pembuat film George Melies memulai kariernya sebagai pesulap dan ia memiliki teater di Paris. Pekerjaannya sebagai pesulap membantunya memahami kemampuan media baru ini. Ia adalah salah satu orang pertama yang menunjukkan bahwa film tidak harus mencerminkan kehidupan nyata. Ia segera menyadari bahwa film memiliki kekuatan untuk mewujudkan mimpi. Melies mendapat banyak pengakuan karena menyempurnakan tipuan pengganti, atau efek khusus, yang memungkinkan benda-benada muncul dan menghilang di layar secara tiba-tiba, seolah-olah disulap. Hal ii mengubah tampilan film untuk seterusnya.

Triptothemoon

Perjalanan ke Bulan, film Melies yang paling terkenal, mengisahkan sekawanan petualangan yang pergi ke bulan, berperang melawan penghuni bulan, dan kembali membawa tawanan, lalu mendapat banyak pujian. Jika suatu hari kelak manusia benar-benar dapat terbang ke bulan, kita harus berterima kasih kepada Georges Melies dan film-filmnya karena membantu kita memahami bahwa jika kita memimpikan hal-hal besar, segalanya dapat tercapai. Sayangnya Georges Melies meninggal tidak lama setelah Perang Besar, dan banyak, kalau tidak semua, film buatannya hilang.

Cukup membingungkan kenapa ada dua unsur penting di dalam satu buku yaitu tentang petualangan bocah berusia 12 tahun dan sejarah film? Tidak perlu takut karena semua yang dilakukan Hugo bersama Isabelle di awal ada benang merahnya di akhir cerita. Mungkin buku ini dibuat Brian Selznick akan kerinduannya tentang awal dunia film terbentuk dan dengan bakatnya sebagai ilustrator dan desainer dia ingin menggabungkan keduanya.

 

4 sayap untul ilustrasinya yang keren banget.

 

NB: kunjungi 

<a href="http://www.theinventionofhugocabret.com/index.htm,&nbsp;

http://www.theinventionofhugocabret.com/index.htm, </p>

http://www.theinventionofhugocabret.com/slideshow_flash.htm

http://www.theinventionofhugocabret.com/brian_speech_video.htm

dan temukan kejutannya.

Divergent

Divergent

Penulis: Veronica Roth

Penerjemah: Anggun Prameswari

Penerbit: Mizan Fantasy

ISBN: 978-979-433-697-7

Cetakan I, April 2012

540 halaman         

 

Selamat datang di Upacara Pemilihan. Selamat datang di hari di mana kita menghormati filosofi demokratis para leluhur kita, yang menyatakan bahwa setiap orang memiliki hak untuk memilih caranya menjalani hidup di dunia ini. Pera penerus kita sekarang telah berusia enam belas tahun. Mereka berdiri di tebing kedewasaan dan sekarang mereka yang menentukan sendiri akan menjadi apa mereka nantinya. Para leluhur membagi dunia dalam lima faksi yang bertujuan untuk menghapus sifat-sifat yang dianggap bertanggung jawab atas kekacauan di dunia.

Amity: mereka yang tidak menyukai peperangan, memberikan  para konselor dan perawat yang penuh pengertian. Lambangnya adalah pohon.

Erudite: mereka yang tidak menyukai ketidaktahuan, menyediakan guru-guru dan para peneliti yang pandai. Lambangnya adalah mata.

Candor: mereka yang tidak menyukai kepalsuan atau menghargai kejujuran, memberikan pemimpin vocal dan bisa dipercaya di dunia hukum. Lambangnya adalah timbangan.

Abnegation: mereka yang tidak menyukai pamrih dan egoism atau tidak mementingkan diri sendiri, memenuhi kebutuhan akan pemimpin tanpa pamrih di pemerintahan. Lambangnya adalah sepasang tangan menengadah terbuka seakan hendak menolong orang berdiri dan dihiasi lingkaran.

Dauntless: mereka yang membenci kepengecutan, mereka memberikan perlindungan. Lambangnya adalah lingkaran dengan nyala api di dalamnya.

Di faksi, kita menentukan makna, menentukan tujuan, menentukan hidup.

Beatrice Prior, tahun ini dia genap berusia enam belas tahun, usia di mana harus menentukan faksi. Bersama kakaknya, Caleb, mereka menjalani tes kecakapan, tes yang dimaksudkan untuk menilai sifat kita lebih mirip faksi yang mana. Misalnya, kalau keluarga kita berasal dari faksi Abnegation, kita cenderung akan masuk juga ke faksi tersebut, seperti sudah turun temurun, atau kita juga bisa berkhianat memilih faksi lain, sesuai minat kita sendiri tanpa memandang hasil tes kecakapan atau faksi keluarga kita. Namun, terjadi hal yang tidak biasa pada hasil tes kecakapan Beatrice, hasil tesnya tidak dapat disimpulkan. Hasil kecakapannya menunjukkan tingkat kecakapan yang seimbang antara Abnegation, Dauntless, dan Erudite. Beatrice adalah Divergent, mereka yang memiliki perbedaan.

Dilema, itulah yang dirasakan Beatrice ketika menghadiri Upacara Pemilihan. Dia tidak ingin mengecewakan keluarganya, tapi ada rasa terdalam kalau dia tidak cocok sebagai Abnegation. Dia tidak akan memilih Erudite yang membenci faksi Abnegation, dia egois, dia pemberani.

Batu abu-abu untuk Abnegation, air untuk Erudite, tanah untuk Amity, batu pijar untuk Dauntless, dan kaca untuk Candor.

Ketika gilirannya memilih, Beatrice meneteskan darah di atas batu bara berpijar, dia memilih berkhianat seperti kakaknya, dia memilih Dauntless.

 

Di tempat yang baru, Beatrice lahir dengan nama yang baru juga, Tris. Ternyata tidak mudah menjadi seorang Dauntless, mereka, baik Dauntless asli atau anak pindahan seperti Tris harus melalu inisiasi terlebih dahulu (eliminasi), mereka akan dirangking, hanya sepuluh besar lah yang akan menjadi seorang Dauntless, bila gagal mereka akan menjadi factionless, gelandangan, tanpa Komunitas, lebih menakutkan daripada kematian. Rangking ditentukan dari kombinasi tiga tahap, dibimbing oleh Four, salah satu Dauntless yang akan mengawasi dan membimbing latihan mereka, juga tidak ketinggalan salah satu pemimpin Dauntless yang bertangan dingin, Eric. Pertama adalah latihan pertarungan, mereka harus mengalahkan teman seperjuangan, di sini Dauntless asli dipisah dengan anak pindahan, agar tidak terjadi kesenjangan karena Dauntless asli dari kecil sudah dididik untuk bertarung. Siapa yang paling sering mengalahkan lawan, dia akan berada di rangking pertama. Kedua adalah tahap simulasi, melatih mengendalikan emosi di tengah situasi yang menakutkan. Dan yang terakhir adalah ujian akhir: Ruang Ketakutan. Pada tahap kedua, mereka menyimpan data tentang ketakutan terburuk, baru kemudian di tahap terakhir ini mereka mengolahnya lebih spesifik, mereka mencari berapa jumlah ketakutan yang dimiliki peserta baru kemudian mengendalikannya baik emosi dan kemampuan fisik yang dipelajari di tahap pertama dengan penguasaan mental yang dipelajari di tahap kedua. Jadi, tahap pertama dan kedua akan berperan penting di tahap terakhir ini.

Selain beradaptasi dengan kebrutalan faksi Dauntless yang dianggap suatu kemberanian, Beatrice harus menyembunyikan Divergent-nya karena ada orang-orang yang bertujuan melenyapkan mereka, selain itu juga dia harus mencegah pemberontakan salah satu faksi dengan menggunakan kekuatan Dauntless untuk menghancurkan mantan faksinya, faksi di mana keluarga yang dikhianatinya tinggal, Abnegation.

 

Sukaaaaaaaa banget. Yang membuat saya menunggu-nunggu buku ini terbit adalah dystopia-nya, ide buku ini.

Dunia terbagi menjadi lima faksi dan kita akan masuk ke salah satu faksi tersebut. “Mereka berdiri di tebing kedewasaan dan sekarang mereka yang menentukan sendiri akan menjadi apa mereka nantinya”. Menentukan sendiri akan menjadi apa mereka nantinya, kalimat yang perlu digaris bawahi. Berarti Beatrice bebas memilih kan? Lalu kenapa sewaktu Beatrice memilih Dauntless, faksi yang tidak sama dianut oleh keluarganya dia di anggap penghianat? Dan jika gagal melalui proses inisiasi dia tidak bisa kembali ke faksi lamanya dan menjadi seorang factionless? Sepertinya makna kebebasan hidup harus dikaji lagi. Itulah inti buku ini.

Kedamaian itu penuh batasan; inilah kebebasan.

Saya sangat suka karakter Beatrice, kebingungan, dilemma dia di awal cerita tergambar jelas. Bagaimana dia memikirkan kalau dia tidak cocok seperti keluarganya, dia lebih membangkang tapi terbungkam dengan aturan tanpa pamrih yang dari kecil sudah ditanamkan. Mau tidak mau hati tetap akan menang, Beatrice sadar kalau dia egois, kadang dia mementingkan diri sendiri, dia ingin mencoba tantangan yang baru, dia tidak ingin terkungkung dengan aturan yang akan memenjarakan pilihannya, dia ingin bebas menjalani hidup tanpa batasan, maka dari itu kita akan paham kenapa Beatrice lebih memilih Dauntless daripada Abnegation.

Kupikir kita sudah membuat kesalahan. Kita semua mulai merendahkan kebaikan nilai faksi lain dalam proses pemahaman nilai kebajikan faksi kita sendiri. Aku tidak mau seperti itu. Aku mau jadi pemberani, dan tak memikirkan diri sendiri, dan pintar, dan baik, dan jujur.

Four, karakter lain yang paling saya sukai, seperti biasa kalau kalian suka membaca review saya, pasti cowok pendiam, sinis, jenius, sedikit posesif dan mengancam akan menarik perhatian saya, ahaha karena mereka biasanya tipe setia dan sangat mencintai pasangannya. Four mirip seperti itu. Yah, walau dari awal saya sudah bisa menabak identitas dia sebenarnya, tapi kejutan-kejutan yang dia berikan sangat menarik hati saya.

Bagian favorit saya tentu ketika Tris dan Four bersama, ketika mereka saling memandang, ketika mereka saling berbagi ketakutan, ketika mereka saling mencuri ciuman. Ahhh, pokoknya bagian itu lah yang terindah dan tidak sadis di buku ini. Baiklah, saya akan memberikan salah satu percakapan mereka yang paling berkesan.

“Kau berasal dari faksi apa Four?”

“Tidak p
enting,” jawabannya. Matanya tertunduk. “Inilah aku sekarang. Sosok yang akan kau ingat baik-baik.”

Udah segitu aja, lanjutannya baca sendiri :D.

 

Salah dua quote yang saya sukai:

Mungkin. Mungkin kita memang harus melakukan sesuatu lebih daripada yang telah kita lakukan. Tapi, kita hanya perlu membiarkan rasa bersalah itu menjadi penginggat agar kita menjadi lebih baik.

 

Tapi, terkadang bukan bertarunglah yang membuat seseorang berani, tapi bagaimana kau menghadapi kematian yang pasti datang.

Sedikit kekurangan dari buku ini, bukan typo yang saya acuhkan dan terjemahan yang tidak ada masalah karena bahasanya tidak ada yang membuat saya bingung, tapi lebih ke ceritanya. Terlalu cepat ketika satu faksi itu melakukan pemberontakan, baru juga Beatrice menyelesaikan ujian, tiba-tiba saja cerita menjadi seperti itu, Boom. Dan yang membuat saya agak kecewa adalah banyaknya tokoh yang meninggal yang tidak saya harapkan, huhuhu kenapa dia juga?

Cover, yeay sangat bersyukur penerbit Mizan mempertahankan cover aslinya, tidak seperti Delirium yang agak mengecewakan buat saya. Saya tahu maknanya kalau ternyata gambar lingkaran dengan api menyala itu adalah lambang Dauntless, dan saya rasa tepat. Karena buku ini memang sebagian besar bercerita tentang Dauntless. Dan saya merasa mendapat sedikit bocoran dengan cover buku kedua, yaitu melambangkan pohon, bisa menebak akan kemana Beatrice? ;p

Insurgent

5 sayap untuk berani, tanpa pamrih, pintar, baik, jujur, dan beda.

 

NB: untuk lebih mengenal penulisnya, silahkan mampir ke http://veronicarothbooks.blogspot.com/

Penghargaan: Goodreads

Goodreads Choice Award for Favorite Book of 2011 and for Best Young Adult Fantasy & Science Fiction (2011)ALA Teens’ Top Ten Nominee (2012)Children’s Choice Book Award Nominee for Teen Choice Book of the Year (2012)

Delirium

Delirium

 

Gejala-Gejala Amor Deliria Nervorsa

STADIUM SATU

kegirangan; sulit berkonsentrasi

mulut kering

banyak berkeringat, telapak tangan berkeringat

pusing dan bingung

berkurangnya kesadaran mental; pikiran yang berpacu; hilangnya kemampuan menalar

 

STADIUM DUA

periode euforia; tertawa histeris dan energi yang meluap-luap

periode putus asa; lesu

perubahan nafsu makan; penurunan atau penambahan berat badan yang cepat

keterpakuan terhadap satu hal; kehilangan minat terhadap hal-hal lain

kerusakan kemampuan logika; penolakan realitas

kacaunya pola tidur; insomnia atau kelelahan terus-menerus

pikiran dan tindakan yang obsesif

ketakutan berlebihan, cemas

 

STADIUM TIGA (KRITIS)

sulit bernapas

nyeri di dada, tenggorokan, atau perut

sulit menelan; tidak mau makan

kehilangan akal sehat; tingkah laku yang tidak konsisten; pikiran dan fantasy yang bengis; halusinasi dan delusi

 

STADIUM EMPAT (FATAL)

kelumpuhan emosi atau fisik (sebagian atau total)

kematian

 

Jika Anda takut diri Anda atau orang

yang Anda kenal mungkin telah terjangkit deliria,

silakan menghubungi layanan telepon bebas pulsa

1-800-PENCEGAHAN untuk mendiskusikan obat-obatan

dan perawatan yang harus segera diberikan.

 

Apa jadinya dunia kalau cinta merupakan sebuah penyakit yang berbahaya?

Menikah adalah Keteraturan dan Keseimbangan, dan merupakan ciri masyarakat yang Sehat “Asas-Asas dalam Mayarakat,” Kitab Psst.

Sastra dan puisi masuk dalam “Kompilasi Lengkap Kata-Kata dan Ide-Ide Berbahaya”.

Keluarga hanya sebuah ikatan tanpa kasih sayang.

Tertawa bahagia dianggap melanggar hukum.

Binatang. Orang yang jatuh cinta dianggap binatang.

Amor deliria nervosa. Hal yang mematikan dari semua yang mematikan.

Hal yang mematikan dari yang mematikan: cinta akan tetap membunuhmu, tak peduli apakah kau memilikinya atau tidak.

Bersetting di Portland, Amerika Serikat di mana sudah enam puluh empat tahun cinta dianggap sebagai penyakit dan empat puluh tiga tahun para ilmuwan sudah menemukan penawarnya.

Magdalena Ella Haloway, namanya diambil dari Maria Magdalena, wanita yang hampir saja terbunuh oleh cinta. “Tubuhnya terinfeksi deliria cukup parah. Dia juga melanggar perjanjian-perjanjian dalam masyarakat, jatuh cinta dengan laki-laki yang takkan pernah bisa memilikinya dan takkan mampu menjaganya.” (Kitab Ratapan, Maria 13:1). Dan dia adalah orang pertama yang disembuhkan dari deliria (penyakit cinta). Kurang dari sembilan puluh lima hari lagi Lena akan berusia delapan belas tahun, usia wajib melakukan prosedur penyembuhan, penawar akan bekerja dengan benar.

Anggota keluarganya telah melakukan prosedur penyembuhan termasuk ibunya yang mati bunuh diri ketika Lena berusia enam tahun, dia tidak sanggup menghadapi infeksi deliria, tiga kali melakukan prosedur penyembuhan tetap gagal. Tapi kakaknya Rachel berhasil melaluinya, walaupun awalnya dia divonis mengidap deliria tapi berhasil disembuhkan dan menikah dengan orang yang terpilih. Sangat miris ketika membaca pacar yang dicintainya itu menikah dengan sahabatnya sendiri, dan setelah disembuhkan itu mereka biasa saja, duduk bersama dan mengobrol, benar-benar tidak ada perasaan cinta yang tertinggal. Ayahnya meninggal saat Lena berusia delapan bulan. Sekarang dia tinggal bersama bibi dan pamannya yang sangat menantikan proses penyembuhan Lena serta keponakannya Jenny dan Gracie. Banyak yang takut menjalani prosedur, orang yang sudah di sembuhkan akan mempunyai tiga bekas luka kecil di leher, tapi tidak dengan Lena. Dia tidak takut sama sekali dan sudah tidak sabar, dia ingin terlahir kembali, dengan wujud yang lebih baru, lebih segar dan lebih baik.

Tapi harapannya hancur ketika dia bertemu dengan Alex, seorang pemuda dengan kulit berwarna karamel dan rambut coklat keemasan seperti dedaunan di musim gugur. Seseorang yang mengenalkannya pada keindahan, kebebasan, kebahagiaan, dan cinta.

Awalnya Lena mengira kalau Alex adalah orang yang sudah disembuhkan karena memiliki tiga bekas luka kecil di lehernya, sehingga merasa aman jika bersamanya, tapi ternyata Lena salah. Alex adalah seorang invalid, dia membuat luka itu sendiri dan yang lebih mengagetkan adalah dia berasal dari Alam Liar, dunia penuh penyakit dan tidak ada yang bisa pergi ke sana karena ada tembok yang memisahkan dan dipenuhi dengan aliran listrik. Rencana hidupnya pun kacau balau ketika Alex mengatakan kalau dia suka pada Lena. Lena menyangkal, itu semua salah, tidak lama lagi dia akan menjalani prosedur, yang sudah sangat dinantikannya dan dia pun juga sudah memiliki pasangan hidup. Setelah lulus kuliah dia akan menikah dengan orang yang terpilih tersebut. Tapi, sewaktu ada razia para Regulator dan kakinya digigit anjing, Alex datang menolong, membawanya ke tempat yang aman, mengobati lukanya, kedekatan mereka pada malam itu membuka mata Lena.

“Kenapa?” Dia nyaris berbisik. Tangannya menemukan wajahku, ujung jarinya membelai kening dan pipiku, “Apa yang kau takutkan?”

“Kau harus mengerti. Aku hanya ingin bahagia.” Aku nyaris tak bisa mengeluarkan kata-kata. Pikiranku dipenuhi kabut. “Aku hanya ingin hidup normal, seperti orang lain.”

“Apa kau yakin menjadi orang lain akan membuatmu bahagia?” bisiknya serasa mendekat.

….

“Aku tak tahu apa lagi yang bisa membuatku bahagia.” Tak bisa kurasakan bibirku yang terbuka, dan tak bisa kurasakan kata-kata yang keluar dan mengambang di kegelapan.

“Biar kutunjukkan padamu,”
katanya.

Dia menciumku.

Setelahnya, Lena mendapati dirinya terkena deliria fase awal, bingung dan susah berkonsentrasi, rasa antusias untuk melihat Alex sehingga membuat nafsu makannya bertambah, dan muncul gejala yang tak pernah dijelaskan sebelumnya: menjadikan Lena pembohong. Ini akan membunuhku, ini akan membunuhku, ini akan membunuhku, dan aku takkan peduli.

Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku telah melakukan sesuatu dengan kemauan dan pilihanku sendiri, bukan karena seseorang mengatakan bahwa itu baik atau buruk.

 

Pertama tahu buku ini sudah sangat penasaran pengen baca, sejak membaca salah satu buku yang bergenre dystopia dan sangat menikmatinya, saya menjadi ketagihan, ingin mencari buku-buku lain bergenre sama, apalagi buku ini versi dystopia Romeo and Juliet, dystopia romance. Jadi buat pecinta romance pasti sangat menikmati buku ini. Dan lebih seneng lagi sewaktu tahu kalau Penerbit Mizan akan menerjemahkannya apalagi saya dikasih secara gratis :D.

Saya sangat menyukai ide penulis di mana menganggap cinta itu sebuah penyakit. Selain itu dia juga menciptakan Kitab Ratapan yang berisi semua penjelasan tentang bahaya deliria. Bukan itu saja, menciptakan aturan-aturan sendiri, membuat Undang-Undang, pedoman, membuat tatanan negara semau imaginasinya, yang bisa kita temui di tiap awal bab atau di ceritanya sendiri. Sungguh ide yang baru saya temui kali ini.

Untuk karakter tiap tokoh, saya jatuh cinta sama Alex, dia tipe orang yang bebas, berani, dan mampu membawa Lena keluar dari aturan-aturan, menerjang tembok yang selama ini memenjarakan Lena, membuat dia percaya diri, tidak pernah berhenti mendukung, membuatnya nyaman, selalu mendengarkan, mengenalkannya pada kebahagiaan, pada cinta. Penampilannya juga terkesan cuek, dia juga sangat misterius dan penuh rahasia. Lena sendiri cenderung tertutup, mungkin karena masa lalu ibunya yang membuat dia mendapatkan imange jelek di masyarakat kalau keluarga yang mengidap deliria itu biasanya menurun sehingga membuat dia tak banyak bergaul, tidak bisa lepas seperti sahabatnya, Hana yang lebih cuek dan ceria.

Awalnya agak bosan, alurnya cenderung lambat, cerita berkisar tentang keluarga Lena dan persiapan penyembuhannya. Kemunculan Alex samar. Tapi setelah bertemu dengan sang Romeo, niscaya akan mengalir lancar membacanya. Apalagi di bagian ketika Alex membawa Lena ke Alam Liar yang membuat saya ikut deg-degan seperti Lena, menyusuri penjara bawah tanah, Kriptus, untuk menyusuri masa lalu Lena dan Alex sendiri, serta endingnya yang membuat mata saya berkaca-kaca, huhuhu pengen cepet baca Pandemonium lanjutannya, tapi kayaknya masih lama lawong di amrik saja bukunya baru rencana terbit bulan Februari tahun ini :((. Selain itu banyak teka teki yang belum terpecahkan, masih banyak misterius, seperti Alam Liar, siapa saja para Simpatisan dan invalid, dan keberadaan ibunya Lena yang ternyata masih hidup. Adegan heroiknya tidak terlalu banyak, inti ceritanya saja tentang cinta tentu lebih main ke perasaan :D. Tapi percaya deh, kalau sudah baca bagian Lena dan Alex sangat menghibur dan mengharukan, bagaimana penjuangan Alex, pengorbanan Alex tidak bisa dilewatkan.

Bagian yang menjadi favorit saya selain Alex bilang “Biarkan kutunjukkan padamu” adalah ketika dia berhasil membawa Lena ke Alam Liar beberapa jam, menunjukkan ‘rumahnya’, berbaring berdampingan di kasur yang sempit, lengan Alex berada di bawah leher Lena, sambil menatap atap yang penuh dengan bintang, Alex membacakan puisi cinta, di mana sebelumnya Lena tidak tahu apa itu puisi. Romantis bangetttt, ikut senang membacanya.

Terjemahannya juga sangat suka, tidak ada kalimat yang membuat saya bingung, luwes dan tidak kaku, sangat pas dan minim typo. Untuk cover, sebenarnya saya lebih suka yang asli, entah ya, simpel saja.

Delirium_cov

Quote fave saya adalah:

Aku mencintaimu. Ingat itu. Mereka tak bisa mengambilnya.”

 

Kebencian bukanlah hal yang paling berbahaya, kata Alex. Ketidakpedulian, ya.

 

Cinta: satu kata, suatu hal tipis, sebuah kata tak lebih panjang daripada sebuah garis. Itulah cinta: sebuah garis, sebilah pisau cukur. Dia menelusuri pusat kehidupanmu, memotong semuanya menjadi dua. Sebelum dan sesudah. Seluruh dunia terbelah dan jatuh ke dalam dua sisi.

Sebelum dan sesudah–dan di antara itu, momen yang tak lebih besar atau lebih panjang daripada sebuah garis.

 

Cinta, hal yang paling mematikan dari semua yang mematikan.

Cinta akan membunuhmu, baik ketika kau memilikinya atau tidak.

Cinta akan membunuh sekaligus menyelamatkanmu.

Sebenarnya ada satu quote lagi tapi ada di akhir cerita, takut spoiler jadi kalau pengen tahu baca sendiri saja :p

Buku ini pernah mendapatkan penghargaan Amazon Best Book of The Month in February 2011, The Nomination of 2011 Goodreads Awards dan rencana akan difilmnkan oleh Fox 2000.

Kalau kau suka kisah Romeo and Juliet, maka kau akan menyukai kisah Alex and Lena ini, dan hati-hati, Amor deliria nervosa akan menjangkitimu.

5 sayap untuk Kitab Psst.

 

Delirium

penulis: Lauren Oliver

penerjemah: Vici Alfanani Purnomo

penerbit: Mizan

ISBN: 978-979-433-646-5

cetakan I, Desember 2011

515 halaman

NB: Sebenarnya pengen menyertakan twit tentang Delirium versi saya yang membuahkan hasil buku ini, sayang setelah mengubek-ubek tidak ditemukan, di telan oleh deliria 😦