The White Tiger

White_tiger

by Aravid Adiga

Penerjemah: Rosemary Kasauly

Editor: Benedicta Rini W.

Desain sampul: Ellen R. Sasaham

Penerbit: Sheila

ISBN: 978-979-29-1286-9

352 halaman

 

Hanya ada tiga negara yang tidak pernah membiarkan wilayah mereka dijajah orang asing: Cina, Afghanistan, dan Abyssinia. Hanya tiga negara inilah yang saya kagumi.

Karena saya menghormati sifat orang Cina yang sangat mencintai kebebasannya dan karena saya percaya bahwa masa depan dunia terletak di tangan orang-orang berkulit kuning serta berkulit cokelat setelah mantan penguasa kita, orang-orang kulit putih, tidak lagi berdaya akibat seks anal, penggunaan ponsel, dan kecanduan narkoba, maka saya menawarkan diri untuk memberikan informasi sebenarnya tentang Bangalore, gratis. Dengan menceritakan kisah hidup saya.

Pernah nonton film Slumdog Millionaire? Seorang pemuda miskin india yang berasal dari daerah kumuh berhasil menjadi pemenang Who Wants To Be a Millionaire? versi India, dia menjawab tiap pertannyaan di mana jawabannya berhubungan dengan masa lalunya. Buku ini tidak jauh berbeda dengan film itu. Bedanya adalah penulis menorehkan kisah hidup seorang laki-laki muda bernama Balram yang awalnya dari desa miskin, putus sekolah hingga akhirnya menjadi entrepeneur sukses. Sama-sama bercerita tentang bobroknya negara mereka. Saya penasaran sama buku ini karena label Winner of The Man Booker Prize, selain itu banyak review di Goodreads yang bilang buku ini bagus, sebuah satir kehidupan seorang pemuda di India. Jodohnya lagi, saya diminta teman untuk mengembalikan buku yang dipinjamnya, karena bosan dengan bacaan saya kala itu saya mencuri baca (lagi!), dan karena saya sangat menikmatinya, saya mencari buku ini dan membelinya untuk koleksi, nanti saya akan ceritakan kenapa buku ini layak dikoleksi. Oh, tidak lupa juga, bagi kamu yang ingin menjadi enterpreneur yang sukses juga wajib membaca buku ini.

Kisah bagaimana saya dibesarkan menunjukkan seseorang yang setengah matang dibentuk.

Tapi, perhatikan baik-baik, Pak Perdana Menteri, orang-orang yang terbentuk sempurna setelah menghabiskan dua belas tahun dibangku sekolah dan tiga tahun di bangku kuliah, semuanya berjas, bekerja kantoran, menghabiskan seumur hidup di perintah orang lain.

Para entrepreneur dicatak dari tanah liat setengah matang.

Buku ini di mulai dari surat seorang pemuda yang mempunyai julukan “Sang Harimau Putih” yang ditujukan kepada Perdana Menteri Cina, Wen Jiabao, yang rencananya akan bertandang ke India, kota Bangalore, dia ingin mendapatkan informasi yang sebenarnya tentang bangalore, dia ingin bertemu dengan beberapa enterpreneur India dan mendengarkan kisah sukses mereka secara langsung. Di mulailah cerita tentang kota tersebut atau lebih tepatnya kisah hidup Sang Harimau Putih. Dari tempat tinggalnya, penduduknya, semua dibeberkannya dengan jujur.

Sudah merupakan adat orang di negara saya untuk memulai sebuah cerita dengan berdoa kepada Yang Kuasa. Yang Mulia, saya rasa saya juga harus memulai dengan “menjilat bokong dewa.” Masalahnya, dewa yang mana? Ada begitu banyak pilihan.

Kaum Muslim punya satu Tuhan.

Orang Kristen punya tiga Tuhan.

Sementara, kami Penganut Hindu punya 36.000.000 dewa-dewi.

Jadi, saya harus memilih dari total 36.000.004 bokong suci.

Munna (yang berarti anak laki-laki) yang nantinya akan bernama Balram Halwai, Ashok Sharma, tidak sempat mempunyai nama. Ibunya sakit keras sehingga tidak mempunyai waktu untuk memberi nama, ayahnya penarik rickshaw tidak punya waktu untuk memberi nama, semuanya tidak punya waktu. Sang gurulah yang akhirnya memberi nama ketika mengabsen di kelas. Dia tinggal di kegelapan, desa miskin yang bernama Laxmangarh di distrik Gaya. Tiang listrik tidak berfungsi, keran air rusak, anak-anak kurus kekurangan gizi. Ada satu anggota keluarga balram yang paling penting, tergemuk, diktator di rumah, yaitu: Kerbau. Di desa kegelapan, para binatanglah yang paling makmur.

Singkat cerita pada masa lalu, ada sekitar seribu kasta serta garis nasib di India. Sekarang ini, hanya tinggal dua: Kasta Perut Buncit dan Kasta Perut Rata. Dan hanya ada dua nasib: makan atau di makan.

Keluarga Balram miskin seperti kebanyakan keluarga di india, dan lucunya ada adat yang mengharuskan apabila seorang perempuan dipersunting, maka keluarga perempuan itu harus memberikan mahar yang tak terkira pada keluarga mempelai laki-laki, pesta pernikahan yang meriah. Ada sepupu Balram yang dipersunting dan tamatlah riwayat keluarganya, dia harus berhutang pada di tuan takur aka tuan tanah aka si Bangau. Seperti di Indonesia, yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, orang kaya yang ada di desa Balram adalah tuan tanah si Kerbau, si Bangau, si Gagak Hitam, si Babi Hutan mereka paling berkuasa, mempunyai kekayaan melimpah dan rumah mewah, rakyat miskin harus membayar upah kepada mereka. Hal ini membuat Balram berhenti sekolah karena tidak sanggup membayar biaya dan harus bekerja kepada si Bangau untuk melunasi hutang keluarganya. Kakanya Kishan menyeretnya dari sekolah untuk bekerja di kedai teh, memecah batu bara, mengelap meja. Balram berasal dari kasta gula-gula sehingga dia hanya bisa bekerja di kedai teh, membuat gula-gula. Kakaknya juga putus sekolah akibat saudari sepupu lainnya menikah. Balram menjadi ejekan teman-temannya, karena sebelumnya ada seorang inspektur yang memuji kepandaian Balram dan memberikannya julukan Harimau Putih.

“Nak, kau anak yang cerdas, jujur serta, serta paling bersemangat di tengah segerombolan bocah lamban dan tolol ini. Di hutan, hewan apakah yang paling langka -sosok yang hanya muncul sekali dalam satu generasi?”

Saya berpikir sebentar, lalu menjawab, “Harimau putih.”

“Kau bagai harimau putih di tengah hutan ini.”

Lalu, ada kalimat Kishan yang membuat saya ngakak setelah menyerat Balram:

“Bayangkan setiap potong batu bara ini adalah batok kepalaku:pasti kau akan lebih mudah memecahkannya.”

Tibalah saat Balram bangkit, dia ingin keluar dari kegelapan dan memiliki hidup yang lebih baik. Pergi ke Dhandad sampai Delhi. Dengan berbagai usaha dia belajar menyetir mobil dan menawarkan jasanya dari rumah ke rumah. Hingga kerja kerasnya itu mempertemukannya dengan Mr. Ashok, anak dari si Bangau, menjadi sopir pribadi pengusaha batu baru tersebut, yang mungkin tak akan pernah dipikirkannya, kalau suatu hari nanti orang yang dipercayanya itu akan menggorok leher majikannya sendiri.

Suka banget dengan buku ini, perasaan ketika membacanya adalah miris, ironi, ngakak, semuanya ada. Saya akan mencoba menuliskan beberapa poin yang ingin ditunjukkan penulis.

  • Desa kegelapan, mungkin tidak hanya di India saja, di Indonesia masih banyak desa kecil yang tak tersentuh tangan pemerintah. Rakyat miskin, tidak ada listrik dan air, anak-anak kekurangan gizi, sekolah yang mahal, miris sekali.
  • Binatang yang dianggap suci. Para wanita lebih ‘giat’ memberi makan kerbau daripada anaknya sendiri. ‘Mereka’ lebih gemuk, lebih sehat daripada manusia.
  • Perbedaan kasta. Di jaman yang semakin maju ini masih saja ada perbedaan yang melarang kita untuk menjalani hidup secara bebas, contohnya memilih pekerjaan. Balram yang kastanya hanya seorang pembuat gula-gula dia kebagian menjadi sopir kedua, dia mengemudikan mobil Maruti Suzuki, mobil yang kalah hebat dengan Honda City yang hanya boleh dikemudikan oleh si sopir nomor satu, Ram Pershad.
  • Minimnya fasilitas kesehatan. G
    eez saya miris sekali membaca ketika ayah Balram terkena tuberkulosis dan di mana rumah sakit? Mereka harus menyeberangi sungai, berkilo-kilo meter di tempuh setelah sampai apa yang di dapat? rumah sakit seperti kandang binatang, tahi kambing berceceran di lantai, kaca pecah, orang-orang sakit tak terurus, dokter datang tak tentu, rumah sakit gratis? bah!
  • Wanita lebih berkuasa. Benar-benar tradisi yang aneh, hanya demi pernikahan yang meriah orang-orang rela berhutang. Sial bagi keluarga yang mempunyai anak perempuan karena harus memberikan mahar dan pesta pernikahan itu. Selain itu, nenek Balram, Kusum, juga menguasai semua penghasilan anak cucunya. Balram harus menyerahkan setengah lebih gajinya untuk diberikan sang nenek.
  • Perbedaan agama. Ngakak sih waktu Balram memata-matai Ram Parshad, sopir nomor satu di keluarga si Bangau. Ram harus berpura-pura menjadi Hindu agar bisa bekerja, dia memajang gambar dewa-dewi di kamarnya dan sok religius, padahal dia seorang muslim dan dia ketahuan ketika Balram mengikutinya sholat di masjid, dan itu membuat dia terdepak dari posisi sopir nomor satu. Sampai segitukah, kita tidak memiliki kebebasan beragama? Di mana hak asasi manusia?
  • Korupsi meraja lela. Yeah, nggak cuman di Indonesia kalau politik itu penuh dengan uang haram. Di buku ini juga diceritakan kalau rakyat kecil tidak pernah memilih sendiri ketika pemilu, The Power of Duit.
  • Polisi yang gemuk. Berbuat suatu kejahatan? Sumpal saja mulut si polisi dengan uang, maka kesalahanmu akan dilimpahkan ke orang lain atau akan dilupakan begitu saja. 
  • Tuan takur. Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, kamu yang nggak punya kedudukan, jangan macam-macam!

Bagian yang nyesek selain mengetahui kondisi rumah sakit di India, ada lagi yang membuat miris yaitu para penegak hukumnya. Nyesek banget ketika membaca bagian ketika ada pendukung partai lain yang sedang berpromosi di partai lawan dia dipukuli habis-habisan oleh pemimpin partai lawan tersebut dan seorang polisi, tidak ada yang menolong, penegak hukum, hah?

Kalau saya boleh kembali menyinggung soal poster DICARI itu, Yang Mulia. Disebut pembunuh tidak apa-apa, tidak masalah, itu fakta, saya seorang pendosa, manusia bejat, tapi, disebut pembunuh oleh seorang polisi! Omong kosong besar.

Lalu ketika istri sang majikan Mr. Ashok, Pinky Madam yang ngotot ingin mengemudikan mobil ketika sedang mabuk yang akhirnya menabrak seseorang, siapa yang di salahkan? tentu saja si sopir yang hanya bisa menurut, ingin menjerit tidak terima tapi apa kedudukannya? hanya dari kasta rendahan. Dia dipaksa menandatangani bahwa dialah pelaku yang menabrak orang itu. Itulah awalnya Balram berani bangkit, berani memimpikan masa depan yang lebih terang, berani membuat rencana menggorok leher majikannya dan membawa tas merah berisi tujuh ratus ribu rupe, dan merintis karir sebagai entepreneur sukses.

Penjara Delhi penuh dengan sopir yang terkurung di balik jeruji karena mereka menanggung kesalahan yang diperbuat majikan kelas menangah mereka yang orang baik-baik. Kami sudah meninggalkan desa tapi para majikan tetap menguasai kami, tubuh, jiwa, dan bokong kami.

Ya itu benar. Kami semua hidup dalam demokrasi paling luar biasa di dunia.

Omong kosong besar.

Saya suka cara penulis bercerita, dia menuliskan kisah perjalanan hidup Balram dengan alur flashback, Balram seolah mengirim surat dan menceritakan bagaimana dia yang awalnya seorang pesuruh hingga akhirnya menjadi seorang entrepreneur sukses kepada orang Cina, orang yang dipercaya suatu saat nanti menguasai dunia, walaupun kita tahu sebenarnya dia bercerita secara monolog. Penulis menuliskan kisah Balram dengan kocak, dengan sarkasme, penuh ironi akan kenyataan yang ada. Saya jadi memikirkan Indonesia yang nasipnya tidak jauh berbeda, koropsi meraja lela, HAM yang entah sekarang apakah masih dianggap penting. Yang terpenting dari buku ini adalah bagaimana Balram bisa keluar dari kandang ayam.

Terjebak dalam kandang ayam, mereka tahu merekalah korban berikutnya. Namun, mereka tidak memberontak, tidak berusaha melarikan diri dari kandang.

Balram ingin keluar dari kandang ayam, ketika hanya ada satu cara yang dipikirkannya, dia terus maju, tidak peduli akan bahaya di belakangnya, yang terpenting dia berani mencoba, berani keluar dari kungkungan hidup.

Buku ini layak dikoleksi, buku ini sangat cocok untuk siapa saja yang ingin menjadi entrepreneur sukses.

 

4 sayap untuk sang sopir.

Iklan

Tic Toc Tic Toc: Quarter Life’s Tale

12379583

Penulis: Bunga Mega

Editor: Benedicta Rini W

Penerbit: Sheila, Andi Publisher

Cetakan: Maret, 2011

ISBN: 978-979-29-1714-7

280 halaman

 

3 cerita tantang 3 sahabat dengan jalan yang berbeda untuk menemukan kehahagiaan sejati.

Ilya, si pencari komitmen.

Seorang fashion & lifestyle editor majalah metropolitan terkenal di Jakarta. Mempunyai pacar putus-nyambung seorang anak basket dan si Womanizer, Wahyu. Hubungan mereka sebenarnya tidak disetujui para sahabatnya karena Wahyu terkenal playboy, Ilya pun sebenarnya juga menyadari kalau dia sering dibohongi dan diselingkuhi tapi mau bagaimana, dia sudah terlanjur cinta sama Wahyu. Ada juga Adam yang datang membawa angin sejuk di kehidupannya, pemilik sebuah cafe yang dulu pernah di liput Ilya, sejak saat itu Adam tertarik dan berusaha untuk bertemu dengan Ilya lagi. Ilya butuh komitmen, Ilya ingin segera menikah, siapa yang mampu memberikannya?

Donna, si tak peduli komitmen.

Seorang Pramugari yang mempunyai jam terbang tinggi dan juga pengalaman percintaan yang tak diragukan lagi, waktu kecil diadopsi oleh orang tua yang gay membuat dia tidak peduli dengan pernikahan. Tapi waktu Galih menawarkan komitmen Donna langsung menyetujuinya, padahal mereka baru berpacaran beberapa minggu. Para sahabat pun heran, seorang Donna memutuskan untuk menikah, Donna merasa capek dengan hidup yang dijalaninya selama ini, dia ingin ada kisah yang seru dihidupnya. Setelah menikah, dia tahu sisi lain Galih, suka memandangi baju-baju dan make-up Donna, dia freak. Apakah Donna mendapatkan pernikahan yang seru?

Shiva, si takut komitmen.

Berprofesi sebagai MC dan penyiar radio membuat pandangan dia tentang dunia entertainment itu semu sehingga dia tidak bisa memutuskan akan berjalan kmana hubungannya dengan Rasha, seorang anak band yang sedang tenal. Shiva juga fobia pernikahan, dia mengganggap pernikahan adalah judi terbesar dalam hidupnya. Dia takut kalau nanti menikah membuatnya bertanggung jawab, dia ingin bersenang-senang, takut salah pilih pasangan, takut kalau ada laki-laki di luar sana yang sedang menunggunya tapi dia terlanjur dengan laki-laki lain, dia ingin bebas. Tapi Rasya rajin sekali menghubunginya, sangat perhatian, dia juga sering memberikan tanda kalau serius dan ingin berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu pernikahan. Lalu datanglah Ernesto Kavy Rayendaz, seorang Program Director Musikita yang baru di tempat kerjanya, laki-laki yang sangat tampan, yang berhasil membuat Shiva bingung akan perasaannya sendiri, kadang Ernes bersifat baik dan menunjukkan rasa tertarik, kadang dia bersifat judes. Shiva pun tambah bingung dengan dua laki-laki yang menghampiri hatinya itu, siapa yang akan menjadi pangeran berkuda putih yang selama ini dimimpikannya itu?

30 tahun, usia kritis, jam biologis, masalah yang biasanya dihadapi oleh para wanita (terutama di kota besar) untuk segera mencari jodoh, itulah yang sedang dicari ketiga sahabat tersebut. Mengharuskan mereka bersaing dengan cewek bertubuh Barbie yang wara wiri disejitar mereka. Walaupun sekses dengan karier tapi mereka tidak mudah menemukan pasangan yang tepat, sewaktu mau mendapatkannya, masalah pun dating sebagai ujian, demi mendapatkan kebahagiaan yang diharapkan, mereka terus mencari.

Udah pernah baca tema yang serupa, wanita yang memasuki usia krisis yang mengharuskannya cepat-cepat cari jodoh, bedanya adalah penulis mencoba mengenalkan makna cinta dari sudut pandang yang berbeda. Ilya dengan Wahyu yang psiko, bertindak kekerasan kalau keinginannya tidak dipenuhi, orang tua Donna yang gay, dan Donna sendiri yang menikah dengan laki-laki yang kepengen menjadi perempuan, membuat pandangan akan cinta menjadi luas. Sayangnya yang nggak aku suka dari buku ini adalah ending dari cerita Ilya, padahal berharap banget dia sama yang itu (ups, nggak mau spoiler :D) dan bagian Shiva dengan pangeran punggungnya, menurutku bagian itu nggak realistis aja. Porsi Shiva disini juga lebih banyak daripada Ilya dan Donna. Yang aku suka dari buku ini adalah gaya bahasanya yang enak, kadang ada joke yang diselipin, karakter ketiga tokoh yang berbeda dan mempunyai khas sendiri yang ditulis dari sudut pandang mereka masing-masing, pandangan tentang cinta yang luas, selain itu covernya suka! 😀

Bagian yang membuat terharu itu ketika Galih minta Donna untuk kembali, di halaman 263:

“Maafin aku, sayang… maafin aku… maafin aku… Pleaseeee… I love you, much.. Aku.. tahu aku salah.. tapi aku bakalan lebih salah lagi kalau aku sampai kehilangan kamu,” suara Galih bergetar, matanya merah dan berkaca-kaca.

Dannnn, quote yang paling aku sukai adalah yang ini :))

Sejelek-jeleknya sandal jepit kiri, pasti diciptakan berpasangan dengan sandal jepit kanan.

3 sayap untuk mereka yang mengalami Quarter life’s crisis.


NB: Tentang Penulis

Bungamega

Bunga Mega, lahir di Jakarta 27 tahun lalu, tepatnya 19 Agustus 1983. Hobinya travelling dan bercita-cita menjadi backpaker berkeliling dunia. Anak kedua dari tiga bersaudara ini, mulai menyukai dunia menulis sejak duduk di SMP, namun baru ditekuni dengan serius ketika lulus kuliah. Cerpen-cerpennya sempat dimuat di beberapa majalah.

Prestasi yang pernah diraih penulis yang sangat menyukai warna hijau dan coklat ini cukup banyak:

  • finalis gosh dancing girl 2002
  • semifinalis miss point break 2003
  • the winner VJ urban campuss 2002

Untuk bidang menulis:

  • Sempat masuk dalam jajaran 50 ide cerita terbaik LA Light Indifest Movie 2007 regional Jakarta
  • Kumpulan Cerpen Terbaik Escaeva-BukuKita.Com “Antologi Bukit Tembang Kapur” dengan cerpen berjudul “Aku Seorang Junkie Kasih Sayang” , Desember 2007
  • Kumpulan Cerpen KitadanKata, melalui Nulisbuku.com (Self
    -Publishing), dalam rangka pemecahan Rekor MURI #99writers , November 2010
  • Kumpulan Cerpen “Be Strong Indonesia” #Buku 1, dalam rangka Penulis Peduli Bencana Indonesia, Januari 2011
  • Novel “Tic Toc Tic Toc : Quarter Life’s Tale” , penerbit Andi Publisher (Maret,2011)  yang telah diterima dengan baik oleh masyarakat , terbukti dengan menjadi local best seller di beberapa toko buku. 

Dia juga pendiri komunitas www.cewequat.com (@cewequat) dan GengsIndonesia (@gengsindonesia)

Twitternya: @bungamega

 

 

Bubble Love

12394500

Penulis: Fei & Lia Indra Andriana

Editor: Benedicta Rini W

Penerbit: Sheila, Andi Publisher

Cetakan: I, 2011

ISBN: 978-979-29-2612-5

158 halaman

 

Sebenernya baca ini duluan daripada Khokkiri tapi nulis reviewnya belakangan. hehehehe. Terimakasih banyak kepada mbak @artikamaya yang udah ngasih #buntelan ini dan saya suka! :))

Masih berbau Korea, cerita dimulai dari perubahan drastis seorang Vivian, si gadis lugu dan pemalu menjadi seorang wanita dewasa yang seksi dalam balutan baju mini. Dia melakukan semua itu untuk balas dendam kepada Seon-Ho, pacar yang berdarah Korea yang tiba-tiba saja memutuskannya secara sepihak dan mlah pacara sama gadis SMA. Vivian juga berpacara dengan Andros Riviera, playboy paling cakep dan tajir. Dia melakukan semua perubahan itu untuk menarik perhatian Seon-Ho, ingin membuat mantannya itu cemburu, ingin tahu kenapa dia memutuskannya karena sebernarnya dia masih sangat mencintai Seon-Ho. Perubahan Vivian juga berdampak buruk bagi persahabatannya dengan Sinae, seorang guru Bahasa Korea. Sinae tidak suka akan perubahan Vivian yang berdandan menor dan berbaju minim, apalagi waktu datang kerumahnya pada tengah malam Vivian mabuk berat, tidak Vivian yang biasanya, selain itu, yang membuat Sinae marah besar adalah dia sekarang berpacaran dengan Andros, laki-laki yang diam-diam dicintainya.

Dilain pihak, sebenarnya Seon-Ho masih sangat mencintai Vivian juga, tapi dia harus wajib militer, dia tidak ingin Vivian terus memikirkannya, menunggu untuk waktu yang sangat lama, jadi dia berpikir lebih baik kalau mereka berpisah dan Vivian mencari penggantinya, mendampingi dan menjaganya setiap saat. Awalnya dia menolak tawaran Minnie untuk menjadi pacar gadungannya, gadis SMA itu ingin membuat cemburu adik sepupunya, Park Tae-Sik yang cuek, tapi dia malah membuat alasan tersebut untuk putus dengan Vivian. Pada waktu Vivian menunjukkan perubahannya pertama kali, Seon-Ho kena batunya sendiri, dia shock dan sadar kalau tidak bisa kehilangan Vivian, tapi Andros tidak mau melepaskan cewek yang sudah diincarnya dari dulu itu, dia sudah terlanjur cinta mati. Nah lo, siapa yang bakal dipilih Vivian? :))

Covernya keren, lucu imut, walaupun banyak banget kebetulan, dimana hubungan tokoh satu dengan yang lainnya, tapi nggak membuat bingung kok, malah bisa ketebak. Sebenarnya suka banget sama karakter Andros, tipikal playboy yang tobat, katanya sih meraka malah jauh lebih setia kalau udah nemu cinta sejatinya, nggak tau yang bener yang mana, wakakaka, sayangnya di cerita dia dibuat menjadi jahat. Eh tapi Tae-Sik boleh juga loh ;p. Dari segi cerita udah biasa, bedanya disini disisipin unsur Korea, bahasa Korea yang berseliweran, dikenalkan dengan sedikit budaya Korea yaitu wajib militer yang harus dilakukan selama dua tahun bagi laki-laki dan lock of love di Namsam yang lebih tepatnya terletak di Seoul Tower, dimana dipagari banyak sekali gembok yang dipasang di pinggiran teras sebagai lambang cinta abadi bagi pengunjung Seoul Tower. Ini gambarnya:

455-locks-of-love-at-n-seoul-towerTumblr_l1hzssrzmn1qzgc8bo1_500

Ahhh jadi pengen kesana, romantis banget yah :))

Ngomong-ngomong soal romantis, ada bagian yang aku suka dan menurutku romantis abis, di halaman 104 waktu Tae-Sik nembak Minnie :))

I Love You (Love You)

I Want You (Want You)

I Need You (Need You)

‘Cause I choose you (Choose you)

Minnie mendengarkan reff lagu I Love You sambil menatap Tae-Sik dengan bingung. Tae-Sik menarik napas dan mendekat, ia berbisik, tepat ditelinga Minnie. Ia mengucapkan satu kalimat lanjutan dari lagu, “ijeya gaseumeseo haneunmal, neoreul mannagoya paenmal.”

Satu tarikan napas panjang lagi, Minnie bisa merasakan telinganya terbelai desahan napas Tae-Sik. “I love you, Minnie. Be my girlfriend..”

Bisa ditiru tuh untuk yang mau nembak :))

Quote favorit:

Cinta itu seperti gelembung sabun, cinta itu ringkih sehingga kita harus menjaganya baik-baik. Dan yang terpenting, cinta itu harus transparan karena jika kamu perhatikan baik-baik, di permukaan transparan gelembung sabun itu terdapat percikan warna pelangi yang sangat indah.

 

Let’s make our love just like a bubble love. Let’s make it transparent so that we can see the rainbows in our love. And i swear that this bubble love in the most precious love that i will never pop.

3 sayap untuk si gelembung cinta :))