Normal is Boring

Normal_is_boring

Normal is Boring

Penulis: Ira Latief

Desainer: Hariadhi

Ilustrator: Milla Andriana

Penerbit: Gramedia

ISBN: 978-979-22-8347-1

Cetakan pertama, 2012

138 halaman

 

Normal is Boring adalah buku tentang cara-cara pikir di luar kebiasaan yang bisa memicu Anda untuk membuat terobosan-terobosan kreatif (Creativity Breaktrough) baru dalam hidup Anda.

Judulnya unik ya, awalnya saya kira buku ini berisi tentang bagaimana cara menjadi kreatif atau seperti buku motivasi yang sangat jarang sekali saya lirik itu, mungkin ada benarnya juga, tapi saya merasa penulis lebih ingin berbagi pengalaman orang-orang kreatif yang pernah dia tahu atau jumpai, sehingga kita nantinya bisa menarik kesimpulan sendiri bagaimana menjadi kreatif itu. Sesuai dengan tagline di sampul belakang buku ini ‘kreativitas bisa diciptakan dari hal sederhana dan “tidak normal” bukanlah suatu kesalahan,’ menjadi kreatif itu sebenarnya tidaklah susah, kreativitas bisa diasah.

Siapakah orang kreatif yang nagkring di buku ini?

David Tan, seorang eksekutif muda di Malaysia melamar pacarnya dengan membuat iklan di billboard.

Saat Anda menyadari bahwa Hidup ini adalah sesuatu yang Luar Biasa, Anda tak akan ragu lagi melakukan hal-hal yang luar biasa dalam hidup ini, bahkan jika itu termasuk untuk menunjukkan rasa cinta.

Alain Robert, sang pendaki gedung pencakar langit di seluruh dunia, The Real Spiderman.

Yoris Sebastian, penggagas strategi “I Don’t Like Mondays” menjadi “I Like Mondays.”

Berpikir terbalik adalah strategi jitu dalam menghasilkan sebuah karya kreatif.

Tricia, hobi travelling keliling dunia dengan cara mengunjungi suatu tempat apabila tempat tersebut baru saja terjadi suatu kejadian tidak mengenakan atau bencana alam, sehingga dia tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar.

Lady Gaga, dia tidak peduli apakah cantik atau jelek, yang penting dia harus terlihat nyentrik dan unik.

Orang-orang yang kreatif tidak pernah takut terlihat berbeda. Karena berbeda itu Aset.

Rumah sakit mungkin sudah tidak asing lagi dong, tapi kalau Rumah Sehat? Change the perspective.

Arief Rahman, membuat CV (Curriculum Vitae) di sebuah radio dengan cara berbeda dan unik, dia menuliskan CV-nya dengan format sebuah “cerpen” sepanjang satu halaman yang menceritakan segala hal unik tentang dirinya, ditulis dengan gaya santai dan humor. Hasilnya? Ia menjadi salah satu broadcaster andalan di radio tersebut.

Orang-orang kreatif tidak merasa perlu berkompetisi dengan banyak orang. Mereka menciptakan hal baru yang bisa memudahkan dirinya keluar sebagai pemenang.

Sheridan Simove, ketika dia kehabisan ide untuk menulis buku Apa yang Dipikirkan Pria Selain Seks, ia malah menerbitkan buku itu dengan 200 halaman kosong. Hasilnya? Buku tersebut berhasil mengalahkan penjualan Harry Potter dan Da Vinci Code di penjualan buku amazone.com.

Apakah sebuah kartu nama harus berbentuk kotak?

Hanya orang-orang kreatif yang punya ide gila dan bisa mewujudkannya menjadi sebuah hal yang digilai banyak orang.

Apakah hanya itu saja contoh orang kreatif di buku ini? Tentu masih banyak lagi, bahkan di luar sana pun banyak orang kreatif yang bisa kita jumpai, baca dan temukan sendiri :D.

Kegeniusan seseorang itu bukan hanya dilihat dari seberapa banyak pengetahuannya atau pemahamannya terhadap sesuatu. Kegeniusan seseorang itu bisa dilihat dari seberapa besar GAIRAH yang ia punya dalam melakukan hal yang ia cintai.

Dari contoh-contoh orang kreatif di atas kita bisa menarik kesimpulan bagaimana sebenarnya menjadi kreatif itu: be different, berpikir terbalik, berpikir luas, mengubah persepsi terhadap sesuatu, be uniqe, jangan takut berbuat gila, dan jangan takut meninggalkan zona nyaman.

Selain itu, penulis juga menuliskan bagaimana memancing kreativitas, hambatan menjadi kreatif, cara mendapatkan ide, dan tips kreativitas.

Sangat-sangat suka buku ini, tipis dan tidak butuh waktu yang lama untuk membacanya. Cara penulisannya pun asik, lebih banyak ilustrasi daripada kata-kata sehingga membuat buku ini lebih mudah dipahami. Pokoknya, kasih jempol gajah buat ilustrasinya. Buku ini sedikit kata-kata tapi banyak makna.

Lalu, hal kreatif apa yang telah dilakukan penulis? Salah satunya adalah penulis menerbitkan buku yang judulnya bisa diisi sendiri oleh pembacanya :D.

Normal_is

DOSA bukanlah GAGAL dalam melakukan sesuatu. DOSA adalah MENYESAL karena TIDAK BERANI melakukan sesuatu.

Dan sepertinya review ini juga tidak perlu panjang-panjang, nanti malah jadi boring bacanya :p.

4 sayap untuk Abnormal.

 

NB: launcing buku ini juga unik loh, di Kuburan :D.

 

The Heart Speaks

10278553

Angina adalah cara jantung berkomunikasi kepada pemiliknya dengan berseru, “PERHATIKAN!”

Sebenernya bingung mau menulis review buku ini karena pertama buku ini adalah non fiksi yang mengarah ke authobiographi dan kedua buku ini adalah buku kesehatan (di mana saya sudah munek-munek baca buku kuliah saya sendiri :p), mencernanya saja lama apalagi menulis ulang apa yang telah saya dapat setelah membacanya, saya memang tidak berbakat menjadi guru :D.

Awalnya agak males karena tahu pasti lemot mencernanya, tapi ada rasa penasaran besar terhadap buku ini karena bercerita tentang jantung. Selain karna buku ini satu-satunya terbitan serambi yang ada di tumpukan buku yang akan dibaca, yang membuat saya terus melirik kemudian membacanya adalah judul dan gambar stetoskop berbentuk daun hati, trus juga taglinenya yang menyebutkan Kisah Seru Kardiolog Mengungkap Bahasa Rahasia Penyembuhan. Bayangan pertama saya adalah ada cara lain untuk menyembuhkan penyakit jantung selain mengkonsumsi obat-obatan atau kateterisasi jantung!

Pas baca di bagian pendahuluan tentang Riwayat Hidup Jantung yang membuat saya lebih tertarik lagi untuk terus membacanya adalah ada kesamaan antara saya dan dr. Mimi yaitu punya masa lalu yang buruk dengan jantung. Ketika berumur delapan tahun, Mimi kehilangan Ibunya karena serangan jantung, Ibunya terkena Infark Miokard (kematian otot jantung akibat penyumbatan mendadak arteri koroner oleh bekuan darah). Satu dasawarsa berikutnya, dia kehilangan ayahnya karena penyakit jantung juga.

Sebagian alasan saya menjadi dokter adalah untuk mengatasi ketidakberdayaan yang saya rasakan sebagai seorang gadis kecil pada malam itu di Brooklyn, ketika Ibu direnggut dari sisi saya. Mungkin dengan menjadi seorang kardiolog, saya berusaha dalam usaha simbolik untuk kembali ke masa itu dan menyembuhkan sang jantung di tangan keluarga kami yang berhenti berdenyut terlalu cepat.

Oleh karena itu, buku ini adalah kisah bagaimana saya dulu dilatih untuk melihat jantung sebagai pompa mekanis sederhana, kemudian saya dituntun oleh pasien-pasien saya untuk menghargainya sebagai inti dari kompleksitas dan kekuatan yang besar.

Dalam The Heart Speaks, saya akan menjelajahi apa yang pasien-pasien saya  ungkapkan pada saya mengenai sifat sejati organ kompleks dan penuh lapisan ini dengan membagi kisah hidup mereka, selain penemuan terbaru yang menempatkan jantung sebagai pusat kecerdasan, pusat pengambilan keputusan, dan ingatan.

Apa sih rahasia penyembuhan dr. Mimi? Kita akan menemukan jawabannya dari kisah para pasiennya. Saya akan menceritakan dalam dua versi, yaitu versi panjang dan versi singkat. Berikut yang versi panjangnya terlebih dahulu. Siap-siap menerima pelajaran dari ibu guru :p.

Bagian I: Mitos tentang Pompa Mekanis, lebih banyak menceritakan tentang kehidupan Mimi waktu kecil dengan sejarah jantung di keluarganya sampai ia mengambil spesialis di bidang kardiologis. Dikenalkan juga dengan singkat makna jantung bagi kehidupan kita. Tidak terlalu suka bagian ini, karena di bagian Pendahuluan sudah menjelaskan garis besar sejarah jantung keluarga Mimi, tapi ada kalimat dari dosen Mimi, seorang dokter tua yang memberikan pealajaran berharga buat Mimi dan saya:

Jika kalian membiarkan pasien berbicara dan menceritakan kisahnya, dan kalian sungguh-sungguh mendengarkan, mereka akan memberitahu diagnosisnya pada kalian. Tetapi jika kalian terus menyela sehingga mereka enggan menyampaikan kisahnya, kalian terpaksa akan terus menyuruh mereka menjalani ters-tes dan uji lab dan kalian akan melewatkan jawaban yang sesungguhnya, tepat di depan mata kalian.

Bagian II: Bahasa Jantung. Bagian yang paling saya suka. Bagian ini menceritakan kisah hidup pasien-pasien Mimi, kisah penyakit jantung mereka, di mana mereka adalah ilmu pengetahuan yang tidak akan pernah kita temui di buku pelajaran mana pun.

Paul, dia adalah seorang yang gila kerja, mendapatkan serangan jantung karena stress. Dia terkena penyakit yang disebut ‘windowmaker’, suatu penyumbatan mematikan di salah satu pembuluh darah utama yakni pembuluh anterior yang menurun di bagian kiri.

Bertemu seorang dokter baru, terutama setelah mengalami serangan jantung, boleh jadi terasa seperti bertemu dengan Tuhan. Orang asing ini memiliki tidak hanya data diri Anda tetapi juga memahami arti dari data itu, kunci pengobatan di masa depan. Tetapi saya menganggap bekerja dengan pasien jantung adalah seperti kolaborasi di mana kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Memecahkan masalah jantung membutuhkan lebih dari sekedar keahlian teknis. Agar perubahan jangka panjang dapat terjadi, tidak cukup bagi saya untuk masuk begitu saja ke dalam sebuah masalah seperti seorang montir dengan berusaha menghilangkan sumbatan arteri atau mengatasi kebocoran katup. Pasien harus benar-benar dilibatkan dalam penyembuhannya sendiri.

Melalui Paul juga, Mimi sadar kalau dia juga mempunyai tingkat stress yang tinggi karena pekerjaannya, yang dapat memicu serangan jantung. Selain itu, Mimi juga belajar dari pasiennya yang melakukan diet, olah raga, obar herbal dari Cina, yoga, meditasi bisa sembuh dari penyakit koroner.

Russ, terpuruk karena penyakit arteri koroner yang parah, tidak mampu lagi bekerja, berjalan atau berolah raga tanpa mengalami angina (berkurangnya oksigen secara sementara ke otot jantung sehingga memberi isyarat bahwa otot jantung tidak menerima cukup darah. Biasanya ditandai dengan nyeri dada hebat sampai ke punggung). Ditambah, ia tidak mempercayai dokter manapun karena mereka telah melakukan hal yang yang tak termaafkan: mencabut harapannya dan menghabisinya. Dokter pertama yang ditemuinya mengatakan kalau dia sebaiknya menyelesaikan urusannya sebelum meninggal.

Sebagai kardiolog, saya sadar bahwa tugas terberat yang saya miliki bukanlah mengerjakan angioplasti atau menyisipkan stent ke dalam arteri yang tersumbat. Kenyataannnya, prosedur ini begitu mudah dibandingkan dengan tugas yang menanti di depan saya, yakni berusaha menyalakan harapan di dalam hati pria yang telah membeku ini.

Saya meletakkan alat-alat medis dan buku resep, dan membiarkan pasien saya berbicara.

Budaya kita berakar dari tradisi bercerita.

Ada sesuatu dalam diri setiap orang yang ingin menceritakan kisah hidupnya dan ingin didengarkan. Penelitian menunjukkan bahwa ketika kita mendengarkan baik-baik dan merespon baik pula, terjadi pertukaran terapi yang dapat membantu menyembuhkan luka emosi dan fisik.

Joe dan Jean, dua pasien yang mengalami depresi. Depresi bisa menyebabkan penyakit jantung. Karena penyakit jantung, bisa menyebabkan seseorang menjadi depresi. Hubungan yang rumit.

Mengapa depresi begitu jahat bagi jantung? Depresi dan gangguan kecemasan dapat meningkatkan tekanan darah, merusak ritme jantung, mengubah pembekuan darah, dan menyebabkan naiknya insulin serta kadar kolesterol. Faktor-faktor ini, bersama dengan obesitas, membentuk kumpulan sinyal dan gejala yang sering kali bertindak sebagai factor pemicu penyakit jantung. Depresi juga membuat kadar hormone stress meningkat secara kronis, seperti kortisol dan adrenalin. Sehingga dapat menaikkan tekanan darah, trigliserida dan LDL atau kolesterol “jahat”.

Milly, ia menderita aritmia jantung yang disebut fibrilasi atrium (ritme jantung yang kacau dan tak teratur di ruang jantung bagian a
tas, penyebab: tekanan darah tinggi atau ketidakseimbangan elektrolit seperti magnesium atau kalium yang rendah. Gejalanya: napas tersengal-sengal, berkeringat, rasa tak nyaman di dada, pusing, pingsan, kelelahan yang ekstrem) yang tak dapat ditangani oleh-obat-obatan. Milly memperkenalkan Mimi pada dimensi spiritual, keajaiban, kekuatan doa.

Pertama kali Anda menyaksikan praktisi non-tradisional berhasil menghilangkan nyeri dada atau membuat pasien yang menderita dapat beristirahat atau dapat menghentikan serangan jantung tanpa obat-obatan atau alat di sisi tempat tidur pasien, Anda akan berkata, ‘kebetulan yang hebat.’ Kalau itu terjadi dua kali, Anda akan berkata, ‘Ini menarik.’ Tetapi, ketika itu terjadi tiga kali, Anda akan berkata, ‘Kita harus mempelajarinya.

Pernah menyangka kalau patah hati, kematian, tenggelam dalam kesedihan bisa menyebabkan penyakit jantung? Ken Rafle, pria yang terlihat sehat ini ternyata mengalami penyumbatan kritis di dua arteri koronernya. Dibalik tampilannya yang sehat, dia mempunyai kisah jantung yang kelam, luka yang tak ingin diungkapkan.

Dalam suasana penuh kepedihan, tubuh dibanjiri oleh limpahan hormone stress dari system syaraf simpatik yang meningkatkan denyut jantung dan mengerutkan arteri.

Terlalu panjang ya? Ambil napas panjang dulu kalau begitu :p. Sebenernya masih ada satu bab lagi nih, Bagian III: Di Balik Jantung Ragawi. Tapi sebaiknya kalian baca sendiri, nggak seru kalau semua bagian terseru saya ceritakan di sini. Lebih mudah menjelaskan isi buku ini dengan mencomot bagian yang saya anggap penting, selain tahu kisah jantung pasien-pasien dr. Mimi dan bagaimana cara dr. Mimi mengatasinya, kita juga akan mendapatkan pengetahuan tentang seluk beluk jantung. Suka cara dr. Mimi bercerita terlebih tentang penjelasan tentang penyakit-penyakit jantung, mudah dipahami, bagi orang awam yang merasa asing dengan istilah asing di buku ini tidak perlu takut, dia menulis seperti menjelaskan kepada pasiennya tentang penyakitnya dengan bahasa yang mudah dicerna. Lalu apa kekurangan buku ini? Saya sempat mandeg baca buku ini karena bosan, seperti halnya buku pelajaran lainnya yang membuat saya tidak pernah betah membacanya, mungkin karena tidak ada konflik XDD.

Ada percakapan dr. Mimi dengan pasiennya yang jleb banget, begini bunyinya:

“Laurie, apa yang paling penting untuk dilakukan seorang dokter agar semua masalah yang kau hadapi selama bertahun-tahun ini menjadi lebih baik?”

“Kau baru saja melakukannya, dr. Guarneri. Kau meluangkan waktu untuk mendengarkan.”

Oh ya, saya belum menuliskan versi singkat buku ini ya? Rahasia penyembuhan yang dilakukan dr. Mimi adalah mendengarkan dan memberi perhatian kepada pasiennya. Itulah obat yang paling mujarab (Jangan dianggap spoiler, ini buku kesehatan yang tidak ada konflik di dalam ceritanya :p).

Setiap orang bertanya mengapa saya memilih untuk mengabil spesialisasi di bidang kardiologi, saya akan menjawab bahwa dengan jantung, ada banyak cara untuk menolong. Ada prosedur seperti stent dan bedah bypass yang benar-benar dapat mengubah hidup seseorang dan memungkinkan mereka untuk menjalani hidup secara produktif selama bertahun-tahun. Apa yang lebih menyenangkan daripada membuka arteri dan membiarkan darah segar mengalir ke dalam jantungnya yang lapar?

Buku ini cocok untuk dokter dan tenaga media lainnya. Buku ini juga cocok untuk orang yang mau mendengarkan isi jantungnya.

 

3.5 sayap untuk dag dig dug J


The Heart Speaks (Dengarlah Jantung Anda Bicara)

Penulis: Mimi Guarneri, M.D.

Penerjemah: Ella Elviana

Penerbit: Serambi

ISBN: 978-979-1275-09-5

Cetakan pertama, Oktober 2007

257 halaman

 

Atas Nama Jiwa

Cover-atas-nama-jiwa-1

Atas Nama Jiwa 

penulis: Nova Riyanti Yusuf

penerbit: Jakartabeat.net

penyunting: Yus Ariyanto

cover: Catherine Rahadi

cetakan I, September 2011

ISBN: 978-602-9149-41-8

 

“Buku ini sebenarnya esay dari berbagai isu dalam berbagai kontak dan upaya-upaya untuk melakukan inklusi sosial. Dalam buku ini memang terdapat analisis perkembangan dan fenomena di negara dengan perspektif ilmu kedokteran jiwa.” (metrotvnews.com)

Buku ini berisi kumpulan essay dan opini penulis tentang kesehatan jiwa. Awal baca buku ini bertanya-tanya apa sih kesehatn jiwa itu? Dan apa tujuannya punulis ingin pembaca ikut mendukung Rancangan Undang-Undang Kesehatan Jiwa sehingga menjadi prioritas RUU (sisa waktu: 2012-2014)? Saya akan mencoba menuliskannya/merangkum opini penulis walaupun tidak akan sebagus tulisan dari M. Taufiqurrahman tentang Nova Riyanti Yusuf :D.

Kesehatan jiwa adalah perasaan sehat dan bahagia serta mampu menghadapi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya dan mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain.

Gangguan jiwa dapat mempengaruhi semua orang, dari mulai anak, remaja, usia lanjut, orang kaya, orang miskin, orang kota, dan orang desa. Gangguan jiwa banyak dikumpai di masyarakat, begitu variatif seperti skizofrenia, gangguan bipolar, depresi, gangguan cemas dan panik, gangguan ketergantungan zat, alkohol, dan rokok, gangguan kesehatan jiwa anak dan remaja (autisme, Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif), dan lain-lain. Orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) bisa diobati di puskesmas, RSUD, RS Jiwa, dan dibantu peran serta masyaraka.

Penulis juga memaparkan beberapa kejadian yang dekat dengan kita yang juga layak diperhatikan kesehatan jiwanya, seperti adanya bencana alam yang sering menimpa negara kita, Tsunami, gempa, dan gunung berapi. Para korban tidak hanya terluka secara fisik tapi secara psikis juga, mereka kehilangan keluarga, tetangga, teman, harta benda, dan semua itu tidak bisa diobati secara fisik. Ada juga mengupas tentang beban jiwa timnas yang kalah, euforia pornografi, kondisi kejiwaan para TKI, kejiwaan anak jalanan, memahami kampung yang berisi ‘orang gila’, kesehatan jiwa para tahanan di luar negeri, bahkan sampai musik-musik yang sangat dekat dengan bunuh diri.

Bunuh diri, mungkin sudah menjadi momok di luar negeri sana dengan maraknya pembullyan. Indonesia juga tidak jarang, masalah sepele pun bisa menyebabkan orang untuk bunuh diri, bahkan kemiskinan bisa memicu lebih besar timbulnya gangguan jiwa, cemas, depresi, tidak ada koping yang adekuat, kemudian memilih bunuh diri.

Manusia absurd tidak akan memilih bunuh diri; dia ingin hidup, tanpa menyerahkan kepastian hidupnya, tanpa masa depan, tanpa harapan, tanpa ilusi… dan tanpa rasa menyerah sama sekali. Dia menghadang langsung kematian dengan pandangan penuh kagum namun ketertarikan ini pada saat yang sama membebaskan dia. 

Bunuh diri adalah sebuah patologi yang harus segera ditangani, betapapun kompleks solusi yang hendak diciptakan.

WHO menegaskan bahwa tidak semua tindakan bunuh diri dapat dicegah, tetapi mayoritas bisa. Beberapa pendekatan untuk mencegah terjadinya bunuh diri adalah membatasi akses seseorang terhadap ‘alat’ bunuh diri, membuat program pencegahan komunitas, membuat standar pelaporan media masa seperti tidak menampilkan detil perilaku bunuh diri (foto, metode bunuh diri), tidak membuat berita sensasional agar tidak ditiru. Dan yang terakhir adalah para profesional yang terkait dengan kesehatan jiwa sebagai ujung tombak program, meningkatkan pengetahuan  klinis tentang bunuh diri, bisa dilakukan oleh dokter umum.

Bagi legislator, peran UU yang tegas untuk ikut mengawal program preventif dan promotif sebagai program andalan dan tidak melulu penaganan berbasis rumah sakit akan ikut menumbuhkan kesadaran nasional untuk ikut mencegah siapa pun melakukan tindakan bunuh diri.

Bagian yang paling saya sukai adalah Bagian Tiga: Musik dan Ilmu Kedokteran Jiwa. Dari lagu-lagu Ost 500 Days of Summer dan Ost New Moon, Smashing Pumkins, Gin Blossoms, Nirvana, Soundgarden, Hole, Garbage, Portishead, Primitive Radio Gods, Radioheads, Better than Ezra, Weezer, dll, NoRiYu merefleksikan dua hal, pertama, adanya gngguan jiwa (catatan: gangguan jiwa begitu luas; dari ringan sampai berat, dari depresi sampai skizofrenia, dari neurosis sampai psikosis). Kedua, lirik mereka mengandung terapeutik, baik berperan sebagai perasat ventilasi bagi yang menyanyikan dan mendengarkan, tetapi bisa juga karena menawarkan pemahaman empatik dari penyanyi ke pendengar tentang rasa sakit, kehilangan, amarah, keterkungkungan. Jadi jika melodi musik alternatif kadang memekakan telinga dan meninggalkan pertanyaan, justru bagi penggemar alternatif genre musik ini memberikan alternatif atas eksistensi musiknya, yaitu penawar toksin atas kepedihan hidup, tanpa harus menjadi melodramatik. 

Seniman masih termasuk salah satu makhluk terjujur dalam berekspresi karena justru dengan kejujuran dirinya, ia berkomunikasi empatik dengan para penikmat karyanya.

Wow, saya baru nyadar kalau lirik lagu itu bisa sebagai obat kejiwaan 🙂

Masih banyak masyarakat yang salah kaprah mengartikan kesehatan jiwa, mereka dikucilkan bahkan ada hukum pasung yang jelas-jelas melanggar HAM. Maka dari itu, penulis ingin mengajak semua masyarakat Indonesia mendukung RUU Kesehatan Jiwa agar segera diundangkan, kesehatan jiwa itu sama pentingnya dengan kesehatan fisik, membutuhkan wadah yang tepat dan penaganan yang benar.

WHO melaporkan, dari 10 masalah kesehatan utama yang menyebabkan disabilitas, lima diantaranya adalah masalah Kesehatan Jiwa: depresi (1), alkoholisme (4), gangguan bipolar (6), skizofrenia (9), dan obsesif kompulsif (10). Berbagai negara telah memberlakukan UU Kesehatan Jiwa, Korea, Italia (1978), Inggris (1983), Rusia (1992), Belarusia (1999), Jepang (1950), Austria, Argentina (1991), Pakistan (2001), Tunisia (1992), Cina, bahkan negara Sri Lanka pun juga membuat The Mental Health Policy of Sri Lanka (2005-2015) sebagai respon pasca tsunami.

Membaca buku ini seperti kembali lagi ke bangku kuliah, saya pernah praktek di RSJ bertemu pasien dengan berbagai faktor penyebab, ada yang hanya tidak dibelikan sepeda motor oleh ayahnya bisa menyebabkan anak remaja mengalami gangguan jiwa, tetangga saya ada yang mengalami gangguan jiwa, bahkan  saya juga mempunyai keluarga yang mempunyai gangguan jiwa karena masalah rumah tangga. Banyak sekali di jalanan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa tapi tidak ada yang memedulikannya. Sangat dekat dengan sekitar kita bukan? Tidak mudah memang menyembuhkan mereka, butuh waktu yang lama dan kedisiplinan dalam berobat, tapi saya percaya jika Tuhan menciptakan suatu penyakit pasti Dia juga menciptakan penawarnya.

Ayo dukung RUU Kesehatan Jiwa dengan memberikan petisi online di www.novariyantiyusuf.net

TIDAK ADA KESEHATAN TANPA KESEHATAN JIWA

 

4 sayap untuk NoRiYu yang cerdas 🙂

Curcol Kantor

Curcol_kantor

Curcol Kantor: Asal Usil Anak Kantoran

by Anjar Oktaviani

editor: Anwar Syafrani & Mahir Pradana

cover: Gita Mariana

ISBN: 602-220-001-6

cetakan I, Juli 2011

242 halaman

 

… Padahal tau gak? Kita semua tuh bikin akun baru, khusus buat si Bos. Masing-masing nge-add si Boss. Dia nggak ngeh kalo invite-an dia dicuekin trus malah di-add pake akun baru sama kita-kita. Dan dengan riang gembira ngeklik tombol accept atas friend request kita.

Lagian nggak seru amat, kalo besok-besok mau update status harus mikir-mikir dibaca sama Bos apa nggak ya…

Kalo gini kan bebas berekspresi di ruang publik tanpa takut ancaman somasi, hehe…

Status facebook boongan gue hari ini: “Kerjaan hari ini memang banyak. tapi harus semangat biar hasilnya maksimal. Kalo perlu nanti dibawa pulang! Caiyo…”

Dan status tersebut berbuahkan sebuah jempol gede dari si Bos tanda dia like sama status gue.

Status Facebook asli gue hari ini: “Dasar Bos gila! Kerjaan yang kemaren aja belum selesai dan nyuruh ngerjain yang lain…!!!!”

Dan status jujur tersebut menggondol puluhan jempol dari temen-temen yang senasib dan sepenanggungan…

Cuplikan di atas adalah salah satu bagian yang membuat saya terkikik.

Buku ini termasuk PELIT (Personal Literature) yang tercetak di covernya, awalnya maksudnya apa tuh? Ternyata kisah nyata dari si penulis, boleh juga nih kalo ada cerita lucu dikehidupan kita bisa dibuat buku komedi :). Mungkin sebagian orang yang sudah bekerja pernah mengalami hal yang sama seperti penulis membeberkan pengalamannya di buku ini (nggak tau dia pake nama samaran beneran atau nggak). Dijadiin ‘babu’, takut sama yang sudah lama bekerja atau senior di kantor, nggak berkutik akan perintah Bos yang nyebelin banget, teman-teman kantor yang bikin emosi mendidih, dsb. Selain bercerita tentang kesehariannya di kantor, penulis juga menceritakan orang-orang sekantornya (yang tentu saja disamarkan), Onyet, cs-an penulis yang usil banget, si Bos yang pede banget, suka narsis kalo foto dan seenaknya saja kalo nyuruh, Mbak Ayu yang gila kerja dan nggak bisa jauh dari kerjaannya, Ari si pakar komputer yang apa-apa harus telpon istri barunya dulu, Krisna yang 11-12 kayak si Bos yang narsis dan jutek, dan beberapa tokoh figuran lainnya. 

Awal baca buku ini agak jenuh tapi makin kebelakang lumayan lucu juga, cerita di tiap bab nggak terlalu banyak sehingga nggak garing dan nggak berbelit-belit, ada beberapa typo tapi nggak terlalu bermasalah dan covernya lucu. Ceritanya mengalir, enak, sayangnya saya nggak suka pada bab pertama dimana penulis menyinggung autis sebagai bahan bercandaan, saya kurang suka kalo kekurangan seseorang dijadiin ‘guyon’. Selebihnya oke kok, buat yang jenuh akan pekerjaannya dan sebel sama si Bos bolehlah membaca buku ini, mumpung ada temannya 🙂

2.5 sayap untuk si Cumi

Life Traveler

Life_traveler

Life Traveler: Suatu Ketika di Sebuah Perjalanan

by Windy Ariestanty

editor: Alit T. Palupi

cover: Jaffri Fernando

penerbit: Gagasmedia

ISBN:979-780-444-5

cetakan I, 2011

382 halaman

 

“Semua orang bisa pergi ke Vietnam, Paris bahkan Pluto. Tapi, hanya beberapa saja yang memilih pulang membawa buah tangan yang mampu menghangatkan hati. Windy berhasil menyulap perjalanan yang paling sederhana sekalipun jadi terasa mewah. Bahkan, celotehannya dalam kesendirian terdengar ramai. Ramai membuat nyaman.” – @vabyo

Sekilas buku ini tidak jauh berbeda dengan buku traveling lainnya, tapi yang membuat special adalah penulis bukan hanya membawa kita ke Ha Noi (Viet Nam), Kamboja, Amerika Serikat, Czech Republic, Jerman, Swiss, Prancis, Belanda dengan traveler’s tip, traveler’s note, traveler’s trick, traveler’s fact yang sangat bermanfaat kalau kita berkunjung kesana tetapi penulis juga mengamati orang asing yang ditemuinya, bertemu dengan orang asing yang tidak membuatnya asing di negeri orang, menemukan rumah. Sederhana, ya, kisah perjalanannya sederhana, tidak membeberkan berapa total bujet yang harus dikeluarkan, mengunjungi semua tempat yang terkenal, dengan mengamati segala sesuatu disekitarnya dan menikmati perjalanannya, kisah ini begitu mewah.

Saya tidak akan menulisakan keindahan dari kota/negara yang dikunjungi penulis, kisah cinta yang penulis temui atau alami dan siapa saja yang membuat dia menemukan keluarga di luar rumah, saya akan menulisankan pemikiran penulis tentang perjalanan menurut versinya, agak banyak karena tulisan dia benar-benar indah 🙂

 

Saya ingin menemukan cerita untuk ditulis. Cerita tentang apa saja selama perjalanan ini. Saya mengamati setiap orang yang saya temui. Mencoba menemukan kisah mereka. Menjelajah setiap sudut tempat yang saya kunjungi. Menangkap pesan yang tersembunyi. Atau bahkan isyarat yang tak saya pahami. Saya seperti si pemungut remah yang mengumpulkan remah yang tercecer di sepanjang jalan.

 

Kisah tentang mereka yang hanya ingin menjauh sejenak untuk bisa menemukan jalan pulang. A way to go home, finding themselves.

 

 

..keanehan selalu menjadi awal untuk sesuatu yang tidak akan bisa dilupakan. Something that you do not expect bring a surprise to your life. I called it ‘friends’.

 

Buat saya, hidup sendiri adalah sekumpulan daftar mana yang penting dan mana yang kurang penting. Dan kita harus bergerak cepat.

 

Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri. And yes, wherever you feel peacefulness, you might call it home.

 

Kadang, kita menemukan ‘rumah’ di tempat yang tidak kita duga. Menemukan teman, sahabat, saudara. mungkin juga cinta. Mereka-mereka yang memberikan ‘rumah’ itu untuk kita, apa pun bentuknya.  Tapi yang paling menyenangkan  dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri.

 

Buat saya, bukan berapa lama waktu yang saya miliki. Buat saya, bukan berapa lama waktu yang saya miliki dalam sebuah perjalanan, tetapi apa yang bisa saya temukan dalam perjalanan.

 

Dalam sebuah perjalanan, ketika merasa tak ada seorang pun mengenalnya, manusia bisa lebih leluasa mengekspresikan diri. Lebih leluasa menjadi dirinya sendiri. Dan kadang, batas mengekspresikan diri ini menjadi kabur. Meniadakan keberadaan yang lain.

 

Saya percaya, ada bahasa yang tak bersuara. Ada aksara yang tak memerlukan kata-kata. Dan itu cinta.

Cinta adalah sebuah perjalanan yang tak bisa ditempuh dalam satu atau dua hari. Tidak juga dalam sebulan atau satu tahun. Tak ada peta untuk menemukan tempat bernama cinta. Tak ada buku panduan traveling yang bisa menuntun kita ke sana. Mana ada pula panduan menghemat bujet untuk tiba di sana.

Cinta adalah perjalanan panjang, ia tumbuh tua bersama waktu dan manusia. Dan ia, tak pernah benar-benar jauh. Selalu memeluk manusia dengan erat. Mengisi celah yang mungkin hanya sejengkal itu. Memberi kita alasan untuk selalu pulang.

 

Untuk menguasai Bahasa Dunia ini hanya dibutuhkan satu hal: keberanian untuk memahami.

Ada bahasa yang tumbuh besar bersama manusia tanpa membutuhkan kamus, bahasa ‘memahami’.

 

Semua tahu mereka butuh ‘pulang’. Butuh rehat. Butuh mencari hangat. Bukan dari sinar matahari, bukan dari nyala api di tungku, atau hawa panas yang dikeluarkan mesin penghangat. Mereka mencarinya dari sebuah kebersamaan. Keintiman yang menjauhkan mereka dari keterasingan.

 

Menunggu memang seperti jebakan . Bersembunyi di antara sela-sela waktu yang tak terduga. Ketika saya ingin bergegas, ia justru membuat saya harus memelankan langkah. meminta saya melihat sesuatu lebih jeli. Memberi saya sedikit ruang untuk menarik napas dan menikmati apa pun tanpa tergesa.

 

Waktu memang tak pernah menunggu. Ia membuai. Membuat kita lelap. Entah di sudut mana, ia meninggalkan kita dalam rasa sesal karena kehabisan waktu. Padahal, waktu tak pernah habis. Ia hanya terus bergulir. Dengan iramanya yang konstan, ia meninabobokan kita hingga lupa untuk bergegas.

Kehidupan ini ibarat sebuah penutup botol sampanye yang jauh di sungai dan terbawa oleh aliran air. Supaya bahagia, kita hanya  harus  mengkuti alirannya. – Auguste Renoir

 

Home is a place where you feel more comfortable. Home is a place where you can be and find yourself.

Selain tulisannya yang indah, buku ini dilengkapi dengan foto-foto yang mendukung kisah perjalanannya dan ilustrasi yang apik di tiap bab-nya. Ada dua bonus kisah perjalanan sahabat penulis yang lumayan seru juga. Cover dan pembatas bukunya suka banget. Bagian yang saya suka adalah bab 5 tentang A Sleeping Beauty On the Sleeping Bus, saya benar-benar ingin merasakan tidur di sleeping bus dan ikut mengamati beragam ekspresi dari penumpang lainnya, melihat pemandangan Viet Nam hanya dengan tiduran, benar-benar terlihat seru.

Buku ini menjadi berbeda dengan buku traveling lainnya, kita akan memahami bahwa walaupun kita berada sangat jauh dari rumah, kita tetap akan bisa menemukan ‘rumah’ itu dan kita tetap akan bisa menjadi diri sendiri.

4 sayap untuk perjalanan yang tidak biasa

Kedai 1001 Mimpi

Cover-kedai-1001-mimpi

Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI

penulis: Valiant Budi

editor: Alit Tisna Palupi

Cover: Jeffri Fernando

ISBN: 979-780-497-6

Cetakan I: 2011

444 halaman

 

Sinopsis

Valiant Budi adalah seorang penulis yang tergila-gila dengan dunia Timur Tengah. Salah satu ambisinya yaitu menulis sebuah buku travel dari belahan bumi 1001 mimpi ini. Kesempatan datang, ia akhirnya tinggal di Saudi Arabia sambil bekerja di salah satu kedai kopi international. Ternyata, terjun langsung sebagai TKI membuatnya menemukan berbagai peristiwa ganjil yang tak pernah ia ingin ketahui, apalagi ikut merasakannya. Ambisinya terkubur, berubah menjadi keinginan kuat untuk kembali tinggal di tanah air tercinta. Buku ini berdasarkan pengalaman Valiant Budi dan beberapa rekan TKI yang bertahan hidup di Saudi Arabia dan selalu rindu Indonesia.

 

My Review

Waktu kecil saya bercita-cita ingin keliling dunia, salah satu caranya adalah dengan bekerja di luar negeri. Nggak tahu sih dimana tepatnya, yang jelas impianku itu bisa terwujud. Lalu waktu kuliah ada dosen yang bilang kalau di Timur Tengah, profesi saya banyak yang dibutuhkan. Tapi, setelah membaca buku ini, saya akan membelokkan pesawat ke timur lagi menuju Korea atau Jepang saja, di sana banyak boy band unyu :p.

Buku ini bercerita tentang kisah nyata Vibi ketika menjadi TKI, percaya atau tidak. Melalu proses panjang akhirnya, pada pertengahan Mei 2009 impiannya mulai terwujud, sayangnya dia tidak di tempatkan di kota yang sebelumnya sudah terjadwal, dia nyasar ke kota bernama Dammam – Kingdom of Saudi Arabia

Begitu sampai culture shock mulai menyerang dan lama-lama meradang. Mulai dari cuaca, bahasa, sampai perilaku aneh orang-orang yang ditemuinya. Singkat cerita selama bekerja di Sky Rabbit, selma tinggal beberapa bulan di Arab banyak pengalaman yang mungkin banyak orang tidak akan percaya. Dimulai dari dituduh maling ponsel, kontrak akomodasi yang kacau, dikira orang Filipini, menjadi tukang pel dan lap meja, bos berkepribadian ganda, ditawar dan dikejar-kejar om-om tengah malam, sakit dan mendapati rumah sakit yang aneh, bertemu keluarga dengan kisah yang menakjubkan, bekerja bersama dengan orang yang berperilaku menjijikan jika tidak senang dengan pembeli, dipaksa berbuat curang dalam bekerja.

Aku mungkin binal dan begundal, tapi ada hal-hal yang tetap aku junjung tinggi sebagai prinsip hidup.

Banyak hal yang sangat membuat saya terkejut, ternyata di negara yang kata orang paling suci, negar surga ternyata tidak sesuci yang saya bayangkan. Di sana ada juga homo, pelacuran, makanan haram yang dicari, berbuat curang dalam bekerja pun dilakukan, bahkan katanya kalau datang ke arab itu sia-siap juga untuk di perkosa. Miris sekali bukan, negara yang setiap tahunnya berjuta-juta orang untuk naik haji, untuk lebih dekat denganNya, tenryata membawa juga sejuta derita.

Menyedihkan membaca buku ini? Ya. Apa sampai membuat berlinang air mata? TIDAK. Kenapa? saya kasih contoh ya:

Ouuh jiwa terasa melayang, ketombeku pada terbang. Hari yang dinanti telah datang! Badai pasir kuadang, pohon kaktus kutebang, demi iqama-ku sayang.

LOL, saya malah banyak ngakaknya baca buku ini, tiap kali mau ikut sedih dengan pengalaman atau cerita yang didapatkannya Vibi disana, ga jadi. Karena tiap kali dia nulis mengharu biru, berikutnya dia akan membuat kaliamat yang membatalkan kesedihan kita. Kocak abis deh gaya lebay-nya.

Bagian paling favorite dari buku ini adalah Botol Kecap dan Kue Apem. Awalnya heran kok nggak nyambung gini judulnya, ternyata XD. Di bagian ini saya merasakan kelegaan Vibi ketika dia bertemu ‘keluarga’ yang senasip dengannya, meluangkan waktu untuk bertemu dan saling bercerita, menjaga dia tetap waras diantara orang yang sinting.

Ada baiknya para TKI berpikir ulang kalau mau bekerja di luar (ada baiknya lagi baca buku ini sebagai pengalaman), kalau memang ingin dan terpaksa sebaiknya dipersiapkan lebih, mulai dari mental, ketrampilan dan bahasa. Banyak kasus yang sudah terjadi yang berakhir mengenaskan, jangan sampai terulang lagi.

Maaf, tapi di negara miskin saya itu, saya lebih banyak tersenyum. Tak terbeli dengan ribuan riyal. Lagi pula, semua kebusukan negara saya, Indonesia, ada di negara lain, kok. Tapi keindahan Indonesia belum tentu dimiliki negara lain.

4 sayap untuk sang barista kita, Pibi 🙂

Liaison Officer Forever

10401685

by Melanie Subono

 

Thank to kak @adia311 yang sudah ngasih buku ini secara gratis (CD agnezmo masih tersegel, tapi sebelum akhir tahun akan di buka kok, ada voucher es krim gratis soalnya, hehehe), tetep ya bukunya nggak jauh-jauh dari musik :).

Saat elo menjadi seorang LO, lo nggak bisa menolak satu dan lain hal kalau itu bukan hal ilegal hanya atas dasar pendapat pribadi.

Pasti semua orang ngebayangin kalau menjadi orang di balik sebuah konser itu enak banget terlebih artis luar negeri, bisa ketemu langsung, foto-foto, peluk-pelukan, secara mereka cakep-cakep :p. Setelah membaca buku ini, ehmmm, pikir-pikir dulu deh.

Pertama-tama apa sih Liaison Officer (LO) itu? Jawabannya ada di buku pertama OUCH !! dan sayangnya saya belum baca dan pengen banget baca :(. Tapi, setelah membaca saya memahami LO adalah orang yang mengurus semua, mulai dari datang sampai pulang keperluannya si artis. Mereka yang bertanggung jawab penuh tentang si artis itu. LO ini mempunyai kitab suci, namanya Rider (daftar keperluan si artis selama berada di negara yang mereka kunjungi). Jenis Rider pun bermacam-macam, ada Production Rider (yang menggurusi alat musik), Security Rider dan Hospitality Rider. Di bab-bab awal kita akan lebih jauh mengerti tentang tugas-tugas mereka.

Nah, yang paling seru di buku ini adalah penulis membeberkan tingkah polah si artis di belakang panggung, jangan tanya gimana performa mereka di atas panggung, pasti spektakuler dong. Di balik semua itu, mereka sangat merepotkan bagi seorang LO. Mereka mempunyai keinginan, kesukaan, dan hobi yang berbeda-beda yang tidak jarang membuat seorang LO kewalahan. Contohnya, di buku pertama yang menjadi artis paling dasyat dan ribet, Mariah Carey alias si Mimi, dia meminta setiap karpet di kamar hotel-nya diganti dengan bulu-bulu pink, hihihi bulu domba siapa yang dicabut mb XD.

Di buku kedua ini, artis yang sering nonggol adalah Saosin, My Chemical Romance, Good Charlotte, BJORK, Brandon Boyd – Incubus, BEP, Flo Rida, Pit Bull, dsb. Banyak kemauan mereka yang sangat merepotkan LO, mulai dari barang bawaannya yang berjibun, makanan, baju, sampai kebiasaan yang aneh. Berikut apa saja kelakuan mereka :)):

  • Forever The Sichest Kids: mereka meminta menu makan yang yang spesifik, karena sebagian besar dari mereka adalah vegetarian murni.
  • Andrea Corrs: dia memesan bantal yang bukan dari bulu angsa, karena dia alergi.
  • Avenged Sevenfold: band cadas ini ternyata norak juga. Band yang terkenal dengan inisial A7X ini ternyata nggak jauh beda sama ABG alay, mereka suka banget foto, di mana saja.
  • Saosin: band yang hobi banget salaman sama fansnya, mereka juga nggak ribel masalah koper, satu koper untuk rame-rame, hehehe. Mereka juga suka makanan ekstrim.
  • BEP: mereka agak ngirit juga soal koper, mereka kan beberapa anggota, koper yang dibawa hanya 100. Fergie, kalau makan dia harus diterangkan apa saja komposisi makanannya (diet bok!)
  • BJORK: Dia menjadi saingan Mimi nih dalam soal heboh dan ribet, dia hanya satu orang dan koper yang dibawa kurang lebih ada 70 koper, setdah.
  • Westlife: Mereka membawa 5 pasang baju bengkel (ingat video Uptown Girl?), di punggung baju itu terdapat nama masing-masing personil, awalnya mb Mel seneng soalnya cucian mereka sedikit, ternyata setelah dikasih tau menager Westlife, tulisan nama mereka itu terbuat dari berlian asli, alhasil mb Mel mencuci pake tangan deh :D.
  • Brandon Boyd – Incubus: Dia jorok banget, nggak pernah ganti baju.
  • Benji dan Joel – Good Charlotte: Mereka suka barang KW. Band mereka juga suka banget sama makanan Indonesia, lebih tepatnya makanan anak kos, Indomie rasa soto.
  • Lost Prophet: Suka ngebungkus makanan kayak emak-emak yang habis pulang dari kondangan.
  • G-Way, vocalis My Chemical Romance: Gila, porsi makannya nyaingin akuh!
  • Flo Rida: Dia yang menggantikan award si Mimi di buku kedua ini, apa yang dilakukannya? Saya tidak bisa menjelaskan, baca tingkahnya aja melelahkan #piuh.

Itulah beberapa kebiasaan absurd band/penyanyi tersayang kita, masih banyak lagi terlebih penulis mengkategorikannya, contohnya jawara dari segi keanehan. Well, buku ini asik banget, kapan lagi coba kita mengetahui fakta tentang mereka? Paparazi malah kalah, yang jelas ini fakta karna si penulis alias si LO yang mengalaminya sendiri. Ada satu yang sangat menggangu di buku ini, TYPO! terlebih tanda bacanya. gaya penulisannya sih enak, nyantai, kayak kita cerita pengalaman kita ke temen-temen, lebih banyak kocaknya dari pada sedih, penulis bersenang-senang di atas penderitaan sendiri. Yah cuman itu sih kekurangannya, perlu seorang editor biar rapi dikit, hehehe. Saya rasa buku ini self publishing, soalnya saya tidak mendapati orang-orang dibalik buku ini selain penulisnya sendiri. Saya nggak bosan ngebacanya, ngakak terus, ditunggu kesengsaraan LO di buku selanjutnya, penasaran siapa yang menjadi The Next Bjork and Brandon Boyd =))

Dan kalau pun dari beberapa cerita ini lo menemukan hal-hal yang enggak banget, inget aja bahwa konser dan lagu-lagu mereka keren abis.

 

3 sayap untuk Inem si LO :p