9 dari Nadira

7049082

9 dari Nadira

Penulis: Leila S. Chudori

Perancang sampul: Wendie Artswenda

Ilustrator sampul dan isi: Ario Anindito

ISBN: 978-979-91-0209-6

Cetakan kedua, Oktober 2010

270 halaman

Pinjem Mas @tezarnet

9 dari Nadira adalah buku ketiga yang saya baca dari penulis yang mempunyai nama lengkap Leila Salikha Chudori, sebelumnya ada Pulang dan Malam Terakhir. Berbeda dengan Malam Terakhir yang sama-sama merupakan kumpulan cerpen, buku ini ada benang merah yang kuat antara cerita satu dengan lainnya, sedangkan Malam Terakhir berdiri sendiri, tidak terkait. Benang merah yang kuat itu adalah Nadira. Kita akan melihat kehidupan danΒ kompleknya keluarga Nadira dari berbagai sisi. Seperti yang pernah dijelaskan mbak Leila pada reriuangan yang pernah saya hadiri, semua novelnya bertema keluarga dan buku ini bercerita tentang keluarga Suwandi.

1. Mencari Seikat Seruni

Apa yang akan kamu lakukan jika melihat orang yang kamu sayang bunuh diri? Membaca Yasin dengan suara tertahan sambil mengusir air mata, menangis tersedu-sedu sampai melolong, atau mencari bunga seruni, bunga favoritnya?

Dan pertanyaan terbesar adalah kenapa? apakah tidak bahagia dengan hidupnya? padahal dia mempunyai suami yang dicintai dan anak-anak yang disayangi sepenuh hati.

Cerpen ini bercerita tentang Nadira dan ibunya, ada bagian flashback ketika pertama kali ibu Nadira, Kemala, bertemu dan akhirnya menikah dengan Bramantyo, suaminya.

2. Nina dan Nadira

Tentang Nadira dan kakak perempuannya, Nina. Semasa kecil dulu ada kejadian yang tak akan pernah mereka berdua lupakan, kejadian ketika Nina menenggelamkan kepala Nadira di jamban dengan tuduhan mencuri uang, padahal uang tersebut adalah hasil kepiawaian Nadira dalam bercerita. Kejadian itu membuat Nina merasa gagal sebagai seorag kakak, gagal menjadi kakak sulung yang baik, mengecewakan orangtuanya, mengecewakan ibunya karena ibunya ingin dia menyayangi dan merawat adik-adiknya.

3. Melukis Langit

Tentang Nadira dan ayahnya. Kematian Kemala merubah kehidupan suami dan anaknya. Nadira menjadi gila kerja, mengganggap kolong meja kerjanya sebagai rumah dan dia kehilangan emosi, kakak laki-lakinya, Arya memilih melarikan diri ke hutan, Nina memilih luar negeri untuk melupakan masa lalu dan ayahnya yang merindukannya ia selalu menginggat profesinya dulu sebagai wartawan handal. Hanya Nadira yang ada untuk ayahnya ketika dia mulai kehilangan semangat hidup, membereskan semua persoalan keluarganya.

4. Tasbih

Tentang Nadira dan profesinya. Ketika Nadira meliput bagian kriminalitas dan hukum, dia bertemu dengan Bapak X, seorang psikiater yang selalu melakukan pembunuhan pada perempuan paruh baya yang mempunyai anak lelaki, dan setelah itu mulut korbannya selalu dirobek. Alih-alih mengorek informasi tersangka, Bapak X malah bertanya tentang keluarga Nadira, tentang bagaimana ibunya bunuh diri, melihat kebencian Nadira kepada Nina. Di bagian ini juga dikisahkan masa kecil Nina, Arya dan Nadira.

Bunga seruni cocok untuk seseorang yang lelah dengan dunia… Seseorang yang ingin pensiun dari hidupnya.

5. Ciuman Terpanjang

Tentang Nadira dan laki-laki yang mencintainya. Ada seorang teman Nadira yang tidak berani mengungkapkan hatinya tapi dia selalu mencoba selalu ada. Ketika pemakaman ibunya dialah yang menemani mencari bunga seruni, ketika dia ingin memegang tasbih yang pernah diberikan kakuknya kepada ibunya, agar merasa lebih tenang, dia mencarikannya. Dia selalu menegur ketika Nadira tertidur di kolong mejanya, dia, dia, dia yang dengan bodohnya sulit mengucap kata cinta yang akhirnya terluka ketika Nadira menemukan seseorang yang membuatnya tertawa lagi, Niko Yuliar. Si Bodoh itu bernama Utara Bayu.

Tahukah Kang, selama bertahun-tahun sejak ibu pergi meninggalkan kita, ada sebuah batu besar yang membebani tubuhku, hatiku, jantungku, yang menyebabkan aku hanya bisa celentang di dalam kubur itu, tanpa bisa hidup, dan juga tidak mati?

Dan tahukah, Kang Arya, tidak ada satupun, tidak ada siapapun yang bisa menggangkatku dari lubang kubur. tara hanya bisa menjenguk diriku ke permukaan liang kubur dan memberikan wajah simpati. Seisi kantor hanya bisa kasak-kusuk mengasihani aku, seorang wartawan yang bernasip malang karena ibunya bunuh diri. Yang kemudian tak akan pernah berani menjalin hubungan yang serius dengan lelaki manapun. Di luar? sanak saudara kita tak merasa mempunyai reaksi yang tepat… antara rasa prihatin, sedih, kasihan sekaligus amarah.

Bertahun-tahun, setelah aku terpuruk di lubang kubur itu, aku tak kunjung mendapatkan jawaban: mengapa Ibu sengaja memutuskan pertalian kita. Mengapa Ibu memilih untuk meninggalkan kita dengan cara yang begitu sia-sia.

Sampai akhirnya hanya satu, ya satu lelaki yang datang dan menyodorkan tangannya. Dia langsung mengambil tanganku dan mengajakku untuk bangun dari lubang kubur itu. Tanpa ragu, tanpa jeda. Dia tak membutuhkan waktu untuk berpikir ulang, karenanya dia yakin aku harus bersama dia.

6. Kirana

Tentang Nadira dan Candra Kirana, putri Raja Daha yang teraniyana oleh ibu tirinya. Kirana melarikan diri dan menyamar sebagai Panji Semirang, dia mendirikan perkampungan Asmarantaka sembari mencari kekasihnya, pangeran Kediri Inu Kertapati. Dalam hidup selalu ada kesalahan yang pernah dilakukan, begitu juga degan Nadira, dia salah memilih. Tapi dari kesalahan itu dia belajar dan mendapatkan sesuatu yang berharga.

7. Sebilah Pisau

Tentang Nadira dan pengagum rahasianya. Kris pertama kali mengenal Nadira sebagai seorang perempuan yang penuh semangat, cerdas, malas berdandan, tidak banyak bicara, ekspresif, lebih suka menuangkannya dalam tulisan. Setelah dua tahun dia mendapati perubahan sangat besar pada Nadira, sejak ibunya bunuh diri. Nadira menjadi tidak punya emosi, jarang tersenyum dan menyiksa diri dalam pekerjaan. Dia menjadi pengamat, dia diam-diam menyimpan perasaan sama seperti wartawan serius di kantornya. Dia hanya mengungkapkan perasaan pada goresan tangannya, melalui sketsa-sketsa yang dibuatnya. Nadira punya dunianya sendiri dan Kris tidak bisa merabanya.

8. Utara Bayu

Tentang Nadira dan orang yang terluka karenanya. Keresahan orangtua yang anaknya enggan menikah, itulah yang dialami orangtua Utara Bayu. Meraka tahu kenapa anaknya tidak lekas menikah, karena sulit melupakan Nadira yang sudah menikah, bercerai dan pindah ke Kanada. Mereka pun mencoba menjodohkan Utara Bayu dengan reporter majalah Tera, tempat di mana anaknya bekerja.

9. At Pedder Bay

Kita membutuhkan jeda dari hiruk-pikuk aliran hidup kita.

Tentang Nadira dan Marc, yang membicarakan Arya. Undangan pernikahan kakaknya merobohkan niat Nadira untuk tidak kembali lagi ke Indonesia, sama seperti Nina, dia mengganggap dirinya tidak punya rumah dan sejarah. Percakapannya dengan Marc, mantan pacarnya zaman kuliah sedikit membuka matanya, demi Arya, demi ‘unfinished business’ yang bernama Tara.

Banyak yang bilang kalau buku ini sebenarnya novel karena bercerita tentang Nadira yang sama, banyak juga yang bilang kalau Kumcer karena berdiri sendiri dan bisa dibaca tanpa berurutan. Terserahlah, saya membacanya berurutan dan bisa dibilang saya memihak kalau buku ini sebenarnya novel. Alasannya adalah saya menemukan perkembangan setting waktu dan karakter di dalam buku ini. Di cerpen pertama kisah dibuka dengan kematian ibu Nadira dan di cerpen terakhir di tutup bagian di mana Nadira sudah melewati kisah yang begitu panjang, terluka bertahun-tahun karena ditinggal ibunya tanpa sebab, mulai menemukan kebahagaiaan, menikah, mempunyai anak, bercerai, pindah ke Amerika sampai pada dia ingin kembali dan menyelesaikan masalahnya, berurutan. Saya juga suka gaya bercerita mbak Leila, jenius! Berbeda dengan Malam Terakhir yang lumayan memaksa saya harus berkonsentrasi membacanya atau Pulang yang mudah dicerna. Buku ini bahasanya biasa kecuali Kirana yang sedikit banyak mengandung metafora, mencampuradukkan dengan cerita Panji Semirang, cerita rakyat yang berasal dari Jawa Timur. Buku ini juga banyak sekali menebar teka-teki dan jawabannya ada di cerpen lainnya, mencari jawaban teka teki itulah yang menarik. Misalnya saja di cerpen pertama kita akan sangat dibuat penasaran kenapa Kemala sangat menyukai Seruni, dan di cerpen Tasbih kita menemukan jawabannya.

Ada yang bilang lagi kalau cerita dibuku ini banyak terispirasi dari kisah nyata penulisnya sendiri. Saya pun mencoba mencocokkannya. Ayah mbak Leila adalah seorang wartawan di majalah Kantor Berita ANTARA, profesi Nadira dan mbak Leila pun sama, Nadira bekerja di majalah Tera dan mbak Leila adalah wartawan majalah Tempo sejak tahun 1989, sama-sama pernah mewawancarai Presiden Cory Aquino -Presiden Filipina- pada tahun 1989, pernah menikah dengan Yudhi Soerjoatmodjo, fotografer jurnalistik yang kerap membuat esai foto yang akhirnya bercerai dan dari hasil perkawinannya lahir putri satu-satunya, Rain Chudori-Soerjoatmodjo, Nadira juga punya satu anak yang bernama Jodi. Sama-sama pernah kuliah di Kanada, mbak Leila terpilih mewakili Indonesia mendapat beasiswa menempuh pendidikan di “Lester B. Pearson College of the Pacific (United World Colleges)” di Victoria, Kanada. Itulah beberapa kesamaan yang saya dapatkan antara Nadira dan mbak Leila. Dulu mbak Leila pernah bilang, terkadang dia memasukkan apa yang dia sukai ke dalam tulisannya seperti ibunya yang suka memberinya pesan kematian, siapa yang mewarisi apa, begitu juga dengan Kemala yang ketika dia meninggal dia ingin bunga seruni menghiasi makamnya, hal ini juga saya dapatkan di novel Pulang di mana sang tokoh utama, Dimas Suryo ingin dimakamkan di Karet. Tak jarang menyisipkan buku, musik atau film favoritnya, seperti beberapa penulis favoritnya yang sering disebut dibukunya; Virgina Woolf, Sylfia Plath, Franz Kafka, Dostoyewsky.

Tokoh favorit saya adalah Utara Bayu, karena selain ganteng saya suka bagaimana cara dia mencintai Nadira walau dibilang pengecut dan bodoh, saya suka perhatian yang dia berikan, manis sekali. Untuk tokoh yang paling waras saya kira hanya Arya, dia satu-satunya yang selesai dengan dirinya sendiri, berhasil mengatasi masalahnya, sempat menghilang karena kehilangan ibunya toh dia kembali dan mulai menata hidupnya, bahkan ketika membaca masa kecilnya, dia sudah terlihat kuat dan penyayang. Brahmantyo pun yang waktu muda punya semangat membara loyo ketika ditinggal istrinya dan jabatan barunya, dia seperti orang yang sudah tidak punya semangat hidup, selalu membayangkan waktu menjadi wartawan luar negeri sama seperti prestasi yang dihasilkan Nadira sekarang, dia selalu terbayang oleh masa lalu. Yang paling lemah adalah Nina, dia haus akan pengakuan, terlalu dilanda kecemburuan, dia ingin menjadi panutan tapi sayangnya keiriannya pada Nadira membutakannya sehingga kerap dia mengecewakan orangtuanya, terlebih ibunya. Selain Kemala, tokoh Nina merupakan tokoh yang sulit untuk saya pahami, mereka sama-sama komplek, banyak sekali masalah yang terjadi dan tidak bisa tertebak. Saya tidak mengerti kenapa dia tidak bisa minta maaf kepada Nadira padahal dia yang menyebabkan Nadira selalu memasukkan kepalanya ke dalam air ketika sedang stress, dampak perbuatannya waktu kecil yang meneggelamkan kepala Nadira di jamban, yang menyebabkan Nadira selain menyayangi sekaligus membencinya. Sama halnya dengan alasan Kemala bunuh diri. Nadira sebenarnya juga sulit dipahami, tapi saya mendapatkan pencerahan ketika membaca Ciuman Terpanjang, di surat yang ia tulis untuk kakaknya, yang tidak menyetujui pernikahannya dengan Niko.

Semua buku mbak Leila berbau suram, penuh kesedihan. Alih-alih ingin menampilkan kelemahan tokoh utamanya dia malah memperlihatkan kekuatan yang bisa dimiliki oleh Nadira. Nadira kuat ketika ibunya meninggal, dia tidak menangis seperti keluarga lainnya, walau sempat terpuruk dan kehilangan tawa dia kebali bangkit ketika menemukan cintanya, dia terluka lagi karena gagalnya pernikahan tapi dia bangun dan mencoba dan terus mencoba kuat.

Bagian yang saya sukai ada di cerpen Tasbih, bagian ketika Tara mencoba mencari sesuatu yang bisa membuatnya tenang.

“Aku ada sesuatu untukmu…,” Tara mengambil seikat bunga seruni berwarna putih dari laci. “Aku tak berhasil menemukan tasbih ibumu…”

“He?”

“Bawa saja…”

Nadira menerima seikat kembang itu dan menatapnya, masih tak percaya. Lalu dia mencabut tiga tangkai seruni dan memasukkannya ke dalam ranselnya.

Beberapa cerpen di buku ini pernah di muat di media masa, seperti Melukis Langit, cerita pertama tentang Nadira yang pertama kali diterbitkan di majalah Mantra pada tahun 1991 dan mengalami revisi pada 2009. Nina dan Nadira yang juga pernah diterbitkan di majalah yang sama pada tahun 1992 juga mengalami revisi. Cerpen pertama di buku ini malah terbit pertama kali di majalah Horison April 2009 diikuti dengan Tasbih di bulan September 2009. Tidak heran kalau buku ini masuk ke dalam nominasi Khatulistiwa Literary Award 2010 untuk kategori fiksi, melihat bagaimana mbak Leila menggabungkan cerita dari berbagai tahun menjadi satu kesatuan yang utuh, cerpen pertama yang dibuat malah menempati posisi ketiga di daftar isi.

Alurnya flashback, salah satu ciri dari tulisan mbak Leila, ada bulan dan tahun terjadinya cerita sehingga tidak akan membuat kita bingung, bahkan kalau kita cermat kita bisa menentukan kapan Nadira lahir dan kejadian lainnya. Karena berbentuk cerpen, sudut pandangnya mayoritas orang pertama dan ketiga, untuk cerpen Sebilah Pisau terasa yang paling berbeda karena sudut pandangnya dari Kris, teman kerja Nadira. Untuk covernya, kalau tidak salah mengartikan adalah gambar Kirana, diambil dari ilustrasi cerpen keenam. Di setiap bab akan ada iulustrasi yang keren karya Ario, ilustrasi yang mewakili inti setiap cerpen dan yang paling favorit adalah di cerpen Ciuman Terpanjang, gambar Nadira bangkit dari kubur dan mengeggam tangan seseorang. Untuk typo tidak perlu khawatir, hampir mulus, ada bagian yang bercetak miring yang dibuat untuk pembeda sudut pandang yang awalnya sedikit membingungkan tapi ketika kita menikmati ceritanya itu tidak menjadi masalah. Banyak yang mencak-mencak karena endingnya yang sangat sangat menggantung, kabarnya, mbak Leila sedang menggarap lanjutan 9 dari Nadira dan kumpulan cerita seorang pembunuh bayaran, Lembayung Senja, semoga saja ceritanya sekeren cerpen Tasbih yang berbau psikologi dan thriller. Tapi, ada cerpen kesepuluh tentang Nadira yang cukup membuat penasaran akan kelanjutannya dan cerpen ini pernah dimuat di majalah Femina edisi khusus Kartini, April 2010, cerpennya bisa dibaca di sini, enjoy ^^

Untuk keseluruhan, buku ini saya rekomendasikan buat kamu yang menyukai cerita keluarga yang komplek.

4 sayap untuk cerita tentang Nadira.

Iklan

Malam Terakhir

7252844

Malam Terakhir

Penulis: Leila S. Chudori

Perancang sampul: Wendie Artswenda

Ilustrator sampul: Maryanto

Penerbit: Kepustakaan Populer Graedia (KPG)

ISBN: 978-979-91-0215-7

Cetakan pertama, November 2009

117 halaman

Harga: 20k (titip Bang @tezarnet di Gramedia Semarang)

Sejak membaca Pulang, saya sudah mentasbihkan kalau Leila S. Chudori adalah salah satu penulis favorit saya tahun ini. Saya sangat terpesona dengan cerita yang dia buat. Pulang mudah saya terima walau memiliki tema yang berat, berbeda dengan buku yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1989 ini, tepat sebelum Leila menjadi wartawan Tempo, ada beberapa cerpen yang perlu saya baca berulang-ulang agar mengerti maksudnya. Berikut kesembilan cerpen yang ada di buku Malam Terakhir:

1. Paris, Juni 1988

Cerpen ini salah satu yang tidak saya mengerti, kalau membaca bagian akhir kira-kira intinya adalah tentang kebebasan. Seorang laki-laki yang terjebak oleh khayalan yang dibuatnya.

Janou tak bisa menguasai Jean-Gilles; dia tak bisa menguasai gairahku; isi hatiku yang paling dalam. janou menyadari, jika dia bercinta denganku, dia hanya bercinta dengan tubuhku…,kamu tahu…” Marc tiba-tiba memegang dada sang gadis, “Ada sesuatu dalam hati, satu sekat ruang yang tak bisa dimiliki siapa-siapa barang seusapanpun?”

2. Adila

Adila adalah seorang anak yang tak dibatasi oleh konvensi. Ia bisa melakukan apa saja menembus garis-garis ruang dan waktu. Ia hidup tanpa pagar.

Memiliki ibu yang otoriter, selalu menginginkan kesempurnaan tapi sayangnya dia tidak memberikan perhatian yang lebih kepada anaknya membuat si anak merasa terpenjara, merasa apa yang selalu dilakukannya selalu salah. Lalu si anak menciptakan teman khayalannya sendiri, Ursula -salah satu tokoh dalam novel The Rainbow karya D.H Lawrence, Bapak Neill -pendiri sekolah Summerhill, dan Stephen Dedalus, mengajarkan Dila apa arti kebebasan.

3. Air Suci Sita

“Sayang, engkau ternyata seorang perempuan yang teguh dan kukuh. Sedangkan aku hanyalah lelaki biasa,” tunangannya mengusap pipi perempuan itu dengan mata yang berkaca-kaca. “Engkau begitu tegap, mandiri, dan mempertahankan kesucianmu seperti yang diwajibkan oleh masyarakat; sedangkan aku adalah lelaki lemah, payah, manja, tak bisa menahan diri. Kami. para lelaki, dimanjakan dengan apa yang dianggap kodrat, kami diberi permisi seluas-luasnya. Kalau kau yang berkhianat, pastilah kau dianggap nista. Tetapi jika aku yang berkhianat, maka itu dianggap biasa…”

Jadi, kalau lelaki boleh selingkuh perempuan nggak boleh? Enak bener.

4. Sehelai Kain Hitam

“Salikha, setiap kali aku tampil di tempat umum, aku harus mengenakan baju berwarna putih. Mereka menginginkan aku berwarna putih. Seputih tulisan-tulisanku. Mereka menolak melihat bahwa di antara warna putih, ada noda, ada titik-titik kotor… Mereka tak ingin melihat aku sebagai manusia biasa.”

Cerpen kedua yang cukup sulit saya pahami. Kira-kira artinya adalah seseorang yang berpura-pura sempurna di mata orang lain. Cerita ini juga berbau religius.

“Tidak… Kau banar. Aku lemah. Pengecut. Aku telah terbentuk, secara tidak kusadari, oleh masyarakat. Aku didekte oleh masyarakat untuk berbicara dan menulis apa yang ingin mereka baca dan dengar. Mereka terlanjur melihatku sebagai sebuah sosok, tokoh, idola, atau sebutan apapun yang memberikan beban luar biasa. Mereka menyangka aku yang memiliki kekuasaan untuk mengangkat taganku dan mengerakkan mereka untuk melakukan sesuatu. Tapi, sebetulnya, merekalah yang telah begitu berkuasa memerintahkan alu untuk mengenakan pakaian putih, tanpa boleh meletakkan benang-benang hitam, tanpa boleh ada noda… Tidak. Aku tak menyalahkan siapa-siapa. Dengan sadar, kupilih jalan ini.”

5. Untuk Bapak

“Srikandi dan Arjuna mengepung Bhisma, dan dengan tenang dia berdiri karena dia sudah memilih hari akhirnya. Panah-panah Srikandi kemudian menusuk tubuhnya beruntun, Tap! Tap! Tap! Bhisma runtuh tetapi badannya tidak menyentuh tanah, karena rangkaian panah itu menyangga tubuhnya, Hingga perang Bharatayudha berakhir, Pak, ia tetap hidup sambil menatap langit…”

Cerita favoritku! Salah satu yang saya sukai dari tulisan mbak Leila adalah dia selalu menyisipkan cerita Mahabharata. Kali ini bercerita tentang cinta seorang anak kepada Bapaknya, yang mengganggap Bapaknya seperti Bhisma, laki-laki yang selama hidupnya dikenal sangat setia pada sumpahnya.

“Anakku, panah-panah Bhisma itu sudah menjadi urat nadi Bapak. Tapi kamu tetap menjadi jantungku,” demikian kau menulis pada ulangtahunku yang ke-15.

Hiks.

6. Keats

Cerita ketiga yang saya baca berulang-ulang, maaf saja saya tidak punya otak prima, adanya otah bulat jadi yah perlu tenaga ektra untruk memahami bahasa yang penuh metafora :p. Intinya adalah sebuah keluarga yang tidak menyetujui pilihan hidupseseorang lalu mereka menjodohkan dengan orang yang terlihat sempurna, padahal belum tentu dalamnya sebaik tampilan luar. Tami mencurahkan semua perasaannya itu pada John Keats, penyair Inggris awal abad ke-19 yang terkenal dengan sajak “Tentang Mati”. Btw, John Keats ini merupakan salah satu penyair favorit mbak Leila, semua bukunya selalu ada cuplikan sajak tentang kematian ini.

7. Ilona

Tentang pernikahan. Gagalnya pernikahan orangtuanya, membuat Ona dia tidak percaya pada pernikahan.

“Rasa sepi itu selalu menyerang setiap orang yang menikah maupun yang tidak menikah. Barangkali rasa sepi akan terasa lebih perih bagi mereka yang mengalami kegagalan dalam perkawinan. Mereka terbiasa berbagi, lalu mereka terpaksa menjadi sendiri.”

8.Sepasang Mata Menatap Rain

Seorang anak kecil dengan rasa ingin tahu yang besar, Rain namanya, dia melihat bukti nyata dari kelaparan dan peperangan di Burundi ketika tak sengaja ikut menonton majalah yang dibaca ibunya. Tak lama setelah itu, dia melihat bukti nyata di depan matanya, bukti nyata seorang pengamen yang nasibnya tidak jauh berbeda dari korban perang dan kelaparan. Kritik sosial sangat kental di cerpen ini, terlebih teguran untuk para orangtua agar memberi penjelasan apa pun dan jujur dalam segala hal kepada anaknya, bahwa di luar sana banyak orang yang masih menderita. FYI, anak mbak Leila S. Chudori juga bernama Rain, entah terispirasi oleh anaknya atau bukan, cerpen ini sungguh bagus, terasa nyata.

9. Malam Terakhir

Tentang ketidakadilan dan kekuasaan, dan seorang gadis melihat ketidakadilan tersebut dilakukan oleh ayahnya sendiri yang penuh kuasa di pemerintahan.

“Ulat-ulat kecil…,” isak si Kurus tiba-tiba, “akan hancur diinjak sepatu bergerigi itu. Tapi, ulat kecil itu akrab berdekapan dengan tanah. Dan mereka akan menyuburkan bumi ini dengan udara kebenaran.”

8417548

cover tahun 1989, gambarnya mewakili cerpen 1989

Ada banyak tema yang bisa diambil dari kesembilan cerpen di atas, tentang feminisme, kebebasan, tentang komitmen, pernikahan, issue sosial dan politik, ketidakadilan, kasih sayang kepada orang tua, tentang kehilangan, kepura-puraan, bahkan ada yang berbau religius. Untuk gaya bahasanya, di buku ini banyak mengunakan metafora, seperti di cerpen Adila dimana dia mempunyai fantasy berteman dengan orang-orang yang terkenal akan kebebasannya, cerpen Keats yang terasa aura suramnya karena adanyanya burung gagak dan John Keats yang berdialog dengan Tami, di cerpen Malam Terakhir ada seorang tahanan wanita yang alat vitalnya digerogoti oleh tikus, seperti itu. Buat saya yang pemula dalam membaca buku sastra, saya harus mencernanya pelan-pelan bahkan membacanya berulang-ulang untuk mengerti maksud sebenarnya. Memang sedikit berbeda dengan Pulang yang gaya bahasanya lebih ‘apa adanya’, tidak banyak bahasa metafora sehingga lebih mudah saya terima.

Untuk tokoh favorit saya sebenarnya suka Marc, dia menginggatkan saya akan Segara Alam (salah satu tokoh di Pulang), persetan dengan kegilaannya dia terlihat keren dengan goresan yang dihasilkannya. Sedangkan untuk tokoh perempuan, saya suka Ilona, dia wanita yang kuat, tahu apa yang dia mau meskipun bertentangan dengan moral dan agama, yang penting dia bahagia menurut versinya.

17729972

cover tahun 2012, gambarnya mewakili cerpen Adila

Covernya suka, hanya saja saya tidak tahu gambar di cover tahun 2009 mewakili cerpen apa, berbeda dengan dua cover pertama dan terbaru sangat jelas terlihat. Minim typo dan fontnya juga sedang, tidak mengganggu ketika kita membacanya. Buku ini tidak ada ilustrasi seperti di novel Pulang atau kumcer 9 dari Nadira, cukup disayangkan, walaupun kadang susah dimengerti, ilustrasi yang ada di tiap bab mewakili isi ceritanya, membuat kemasannya semakin menarik. Buku ini juga mengalami seleksi dari edisi lama, dipilih beberapa cerita pendek yang mewakili penulis dan zamannya, gaya sederhana yang memiliki kompleksitas cerita. Sayangnya tida disebutkan berapa jumlah cerpen di edisi pertama yang diterbitkan oleh Pustaka Utama Graffiti. Setelah membaca ketiga bukunya saya tidak menemukan perubahan besar dalam gaya tulisan mbak Leila, setelah dua puluh tahun vakum menerbitkan buku, di buku terbarunya saya masih mendapati sajak kematiannya John Keats, salah satu penyair favoritnya, tokoh-tokoh dalam Mahabharata, ruang-ruang pribadi bagi tokoh perempuannya, tema keluarga yang selalu diangkat ke dalam ceritanya, mungkin di buku terbarunya, Pulang, saya merasa lebih cocok karena bahasanya yang lebih ringan tanpa mengindahkan tema berat di dalamnya.

Buku ini saya rekomentasikan buat pecinta sastra indonesia, khususnya bagi pemula seperti saya πŸ˜€

3 sayap untuk yang ditabrak malam.

Memoritmo

16136026

Memoritmo
Ada Cerita dalam Setiap Nada
Penulis: Anto Arief, Galih Sakti, Hasief, Kartika Jahja, Maradilla Syachridar, Meng, Michael, Vabyo, Ade Paloh, Sarah Deshita, Rain Chudori, Eross Chandra, Sammaria Simandjutak, Cholil Mahmud.
Editor: Syafial Rustama
Desain Sampul: Gita Mariana
Penerbit: Bukune
ISBN: 602-220-072-5
Cetakan pertama, September 2012
180 halaman
Harga: pinjam @asdewi

Berawal dari lagu yang sangat disukainya, Maradilla membuat project, sebuah buku kumpulan memoir lagu yang bermakna bagi banyak orang. Ada 14 cerita yang ditulis oleh penulis dari berbagai kalangan, baik yang memiliki profesi di dunia musik (penyanyi, pencipta lagu, penyiar radio) maupun di luar profesi tersebut, menjadikan musik penyemangat mereka. Seperti yang ditulis Maradilla Syachridar di bagian intro, sebuah lagu bisa berarti banyak bagi seorang pendengarnya.

“Mungkin itulah yang dilakukan lagu-lagu tertentu terhadap setiap orang, memunculkan kenangan, dan yang lebih hebat lagi, menciptakan sebuah koneksi. Ibarat sedang cinta-cintanya kepada seseorang, kita tidak begitu peduli apakah sebenarnya itu yang terbaik atau bukan, kita hanya sadar bahwa ada yang terhubung di sana. Dimulai dari kecintaan terhadap melodi atau liriknya hingga cerita pribadi dibaliknya. Perasaan atau sensai yang ditimbulkan karena mendengarkan lagu yang berkaitan dengan kita dapat menjadi sesuatu yang begitu manis atau bahkan kelewat pahit hingga kita benci terhadapnya.”

Saya suka sekali mendengarkan musik, saya garis bawahi mendengarkan. Entah itu lagu barat atau dalam negeri, penyanyi terkenal atau karbitan, asal lagunya enak dikuping, puter aja. Saya jarang mengartikan atau memaknai liriknya, asal melodinya cocok dikuping maka lagu tersebut saya masukin ke playlist. Jadi ketika membaca buku ini kesan saya biasa aja, para penulis punya caranya sendiri-sendiri dalam menceritakan lagu yang sangat membekas dalam hidup mereka bahkan mempengaruhi musik mereka, contohnya: lagu Across the Universe dari The Beatles menjadi self healing bagi Eross Chandra, Maradilla Syachridar menceritakan lagu Strings That Tie To You kepada seseorang lewat sebuah email, Galih Wismoyo membuat sebuah cerpen yang mempunyai makna seperti lagu Yeh Go Halka Saroor Hae, Sarah Deshita dalam lagu True Love Waits mengajak kita untuk mencari makna cinta yang sebenarnya. Itu beberapa contohnya, ada yang mengartikan lagunya lewat sebuah cerpen, melalui cerita pribadi, ada juga lewat sebuah dialog.

Mungkin karena saya jarang memaknai sebuah lagu inilah saya menjadi kurang ‘dekat’ dengan buku ini. Tapi ada dua cerita yang setidaknya menarik menurut saya, cerita bagiannya Cholil Mahmud dan Vabyo. Cholil Mahmud bercerita tentang lagu Terbunuh Sepi, lagu Slank dari album Generasi Biru. Yang saya suka adalah bagaimana Cholil menceritakan bagaimana awal mula dia berkenalan dengan lagu tersebut yang kemudian sangat mempengaruhi musiknya, bahkan dia berharap dialah yang menciptakan lagu tersebut. Salah satu lagu Efek Rumah Kaca, Melankolia adalah contoh betapa Terbunuh Sepi merasuki musikalitas dari Efek Rumah Kaca.

“Ada kalanya lagu bagus berarti lagu yang menghibur dan catchy, atau kadang mengispirasi, atau sesekali melakukan terobosan dan tidak takut berekplorasi, atau yang kira-kira nanti akan menjadi heavy rotation di surga sana, atau, ya… hanya sekadar lagu bagus yang tidak perlu dianalisa, hanya perlu dirasa. Rasa itu datang, kadang bergantian, kadang bersamaan.”
“Yang saya tangkap dari lirik ‘Terbunuh Sepi’-nya Slank adalah sepi dalam arti yang negatif. Sepi yang membunuh, kondisi yang ingin segera diakhiri. Uniknya, saya justru merasakan yang berbeda jika mendengarkan lagu tersebut secara keseluruhan (bukan hanya membaca liriknya). Jalinan komposisi berbagai instrumen yang tak berlebihan dipadu dengan lirik yang bernuansa negatif, entah mengapa justru di respon positif oleh alam bawah sadar saya. Ia seperti harapan, terus menyala memberi semangat.”

“Makna sebuah lagu menjadi monopoli penciptanya hanya saat proses pembuatannya. Ketika lagu itu sudah selesai diciptakan/diaransemen kemudian diperdengarkan kepada publik, maka dimulailah perjalanan spiritual lagu tersebut dalam mencari dan memperluas makna yang lahir darinya. Ia berkelana, mencari jalan hidupnya. Sang pencipta tak lagi bisa memaksakan makna dari lagu itu kepada yang menikmatinya.”

Wow, saya suka banget tulisannya Cholil, baru kali ini saya membaca tulisan yang lebih panjang darinya, biasanya hanya membaca lirik dari lagu Efek Rumah Kaca, dan saya langsung terpesona. Membaca cerita ini membuat saya sangat penasaran dengan lagu Terbunuh Sepi, ingin membandingkan dengan lagu Melankolia dan mencari kesamaannya, mencari rasa yang pernah didapat Cholil. Sedangkan untuk ceritanya Vabyo yang berjudul Sahabat Gelap, lagu dari band kombinasi darkwave, heavy metal, electrinoc, Kubik, seperti biasa, di sini Vabyo membuat cerita kocak, gaya tulisan lebaynya, tokoh yang tersia-sia, dipalak sama sahabatnya sendiri dan dia berusaha menghindar dan mengelak. Ketika membacanya tetap aja bikin ketawa.”

Walau hanya dua cerita yang saya suka, bukan berarti buku ini jelek, setiap orang punya lagunya sendiri-sendiri, kalau beberapa lagu yang kamu suka ada di buku ini mungkin kamu lebih akan bisa mencernanya, merasakannya. Sedangkan saya sama sekali asing dengan kebanyakan lagu di buku ini, selebihnya saya hanya menikmati bagaimana penulis membagi pengalaman mereka. Ada beberapa penulis, terlebih yang memakai bahasa inggris membaut saya males membacanya, lebih sulit mencernanya. Saya suka banget sama covernya, bahkan masuk ke dalam best book covers versi saya di tahun kemaren, kaset adalah salah satu media musik disajikan, buku ini bercerita tentang kenangan sebuah lagu yang membekas bagi penulisnya, sangat cocok sekali covernya.

Buku ini cocok bagi kamu yang suka banget mencerna sebuah lagu.

Untuk cerita di setiap nada, saya kasih 3 sayap.

Filosofi Kopi

Filosofi_kopi

 

Penulis: Dee

Penyunting: Dhewiberta

Cover: Fahmi Ilmansyah

Penerbit: Bentang Pustaka

ISBN: 978-602-8811-61-3

Cetakan pertama, Januari 2012

 

Buku Dee yang saya baca setelah Perahu Kertas, Rectoverso dan Madre. Entah kenapa sampai sekarang saya belum tertarik membaca Supernova. Perahu Kertas tergolong cerita yang biasa, yang berisi tentang kisah cinta sepasang anak muda, impian dan berbagai bumbu penyedap yang sudah tidak asing lagi. Untuk pertama kalinya membaca karya Dee, saya cukup menikmatinya. Untuk Madre, isinya hampir sama dengan Filosofi Kopi yang berisi cerita pendek, puisi atau prosa. Saya tidak terlalu suka dengan puisi atau prosa, saya sering tidak bisa memahaminya, makanya saya jarang beli atau baca buku yang berisi antologi. Cerpen yang ada dibukulah yang membuat saya mampu bertahan membaca kedua buku ini. Kalau di Madre ada dua cerpen yang sangat saya sukai, di Filosofi Kopi ini ada dua cerita yang sangat saya sukai juga dan dua cerita yang cukup menarik.

1. Filosofi Kopi

Ada seseorang yang sangat tergila-gila pada kopi. Pergi berkeliling dunia untuk mendapatkan kopi terbaik, belajar dari para pakar peramu kopi, barista kakap demi mengetahui takaran yang paling pas untuk berbagai jenis kopi. Setelah menyerap berbagai ilmu perkopian, Ben, membuat kedai kopinya sendiri dan menjadi barista terandal di Jakarta.

Akan tetapi, yang benar-benar membuat tempat ini istimewa adalah pengalaman nhgopi-ngopi yang diciptakan Ben. Dia tidak sekadar meramu, mengecap rasa, tapi juga merenungkan kopi yang dia buat. Ben menarik arti, membuat analisa, hingga terciptalah satu filosofi untuk setiap jenis ramuan kopi.

Tidak hanya berhenti sampai di situ, Ben membuat terobosan baru, dalam daftar minuman dia mendiskripsikan secara singkat filosofi setiap ramuan, merubah nama kedai yang awalnya kedai Koffie BEN & JODY menjadi FILOSOFI KOPI, Temukan Diri Anda di Sini, sehingga pengunjung tidak hanya mendapatkan minuman yang lezat namun mendapatkan bonus tentang makna di balik kopi pilihannya.

Bukan berarti kesuksesan Ben tanpa halangan. Suatu hari ada pria yang menantang Ben untuk membuat kopi yang mempunyai arti: Kesuksesan adalah wujud kesempurnaan hidup!, ditantang membuat kopi dengan rasa sesempurna mungkin, ketika selesai meminumnya kita akan menahan napas saking takjubnya dan berkata, “hidup ini sempurna.”

Dengan susah payah, menggunakan seluruh waktu dan tenaganya, Ben berhasil menciptakan secangkir kopi yang sempurna, yang diberi nama BEN’s PERFECTO.

BEN’s PERFECTO sangat laris, benar-benar kopi yang sangat enhak, banyak pengunjung yang memesan kopi tersebut. Namun, ada satu orang yang mengganggap kopi itu rasanya lumayan. Ben sangat tertohok, dia pun mencoba kembali menemukan kopi yang sempurna.

Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.

Pesan dari cerita ini adalah tidak ada yang sempurna di dunia ini. Say suka dengan karakter Ben, penuh ambisi, bekerta keras demi menggapai tujuannya, serius dan tidak asal-asalan. Walaupun kesannya ngotot, dia tahu apa yang dia lakukan, apa yang ingin dia capai, ingin membuat kopi terenak yang hasilnya tidak hanya membuat dirinya sendiri bangga tapi bisa membahagiakan orang yang meminum kopinya. Dia punya tujuan. Dia punya passion.

Ketika membaca ini, saya merasakan aura yang sama ketika membaca Madre. Ada kesamaan yaitu proses pembuatan dan bahannnya yang unik. Kalau di Filosofi Kopi ini Kopi Tiwus, di Madre bahan utamanya adalah adonan biang. Selain itu usaha keras tokoh utamanya dalam membuatnya juga sama, ada orang tua yang memotivasi juga.

Cappucino: untuk orang yang menyukai kelembutan sekaligus keindahan. Cappucino adalah kopi yang paling genit. Seorang penikmat Cappucino sejati pasti akan memandangi penampilan yang terlihat di cangkirnya sebelum mencicipi. Kalau dari pertama sudah kelihatan acak-acakan dan tak terkonsep, bisa-bisa mereka enggak mau minum.

Kopi tubruk: lugu, sederhana, tapi sangat memikat kalau kita mengenalnya lebih dalam. Kopi tubruk tidak peduli penampilan, kasar, membuatnya pun sangat cepat. Seolah-olah tidak membutuhkan skill khusus. Kedasyatan kopi tubruk terletak pada temperatur, tekanan, dan urutan langkah pembuatan yang tepat. Semua itu akan sia-sia kalau Anda kehilangan tujuan sebenarnya, aroma.

Kamu termasuk kopi yang mana? Coba kalau lebih banyak lagi jenis kopi yang diartikan, kita bisa menentukan kita cocoknya dengan kopi apa atau sebaliknya πŸ™‚

2. Spasi

Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?

Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyanyang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.

Sukaaaa baget dengan prosa (?) di atas, maknanya jleb banget. Dalam sebuah hubungan hendaklah jangan terlalu overprotective, terlalu mengekang, membuat kita tidak bebas. Harus ada ruang agar kita bisa benapas lega.

Berikutnya, cerita yang menarik menurut saya:

1. Sikat gigi

Ceritanya sebenernya biasa, jatuh cinta pada sahabat sendiri tapi yang dicintai itu mencintai orang lain. Yang paling saya suka adalah bagaimana penulis membuat sebuah sikat gigi menjadi sangat berarti.

Waktu saya menyikat gigi, saya tak mendengar apa-apa selain bunyi sikat. Dunia saya mendadak sempit… cuma gigi, busa dan sikat. Tidak ada ruang untuk yang lain. Hitungan menit, Tio, tapi berarti banyak.”

2. Rico De Coro

Cerita yang sangat unik. Tokoh utamanya adalah seekor kecoak yang mencintai seorang manusia remaja yang berparas manis, Sarah, yang sangat membenci kecoak. Ayah Rico adalah seorang kecoak ningrat, sebagai anak raja, Rico harus melindungi semua warganya yang tinggal di rumah Sarah. Tidak mudah, disamping dia sangat mengagumi Sarah, dia harus menerima kenyataan kalau sewaktu-waktu dia bisa dibunuh oleh orang yang dicintainya.

Kocak banget, ada aja ide Dee, semua hal terkecil pun di dunia ini bisa menjadi sebuah cerita yang apabila diramu dengan benar maka akan sangat menarik. Ketika membaca cerpen ini, bukannya saya jijik, saya merasa kasihan pada para kecoak, saya merasa cerpen ini mewakili isi hati para kecoak kalau mereka berhak hidup juga. Cuman ketika Tuan Absurdo muncul, ceritanya benar-benar menjadi aneh, kembali jijik deh.

Selain keempat cerita di atas masih ada empat belas lagi cerita pendek atau prosa. Ada Hera yang tidak pernah putus asa mencari Herman dalam cerpen Mencari Herman, Surat Yang Tak Pernah Sampai yang mungkin artinya kasih tak sampai, ada Salju Gurun, Kunci Hati, Selagi Kau Lelap, kemudian Jembata Zaman yang maknanya bisa kita temukan di awal dan di akhir kalimat. Kuda Liar, Sepotong Kue Kuning, Diam, Cuaca, Lara Lana, Lilin Merah, Cetak Biru, Budha Bar yang memiliki pesan terselubung dimana otak prima saya tidak bisa mencerna dengan baik apa maknanya. Sudah saya tegaskan di awal, saya tidak terlalu suka puisi atau prosa, jadi mungkin beda lagi kalau kamu ahli dalam hal ini, dan mungkin buku ini akan sangat cocok denganmu :D.

Suka membaca kumpulan cerita pendek, puisi atau prosa? Buku ini bisa men
jadi pilihan.

 

3 sayap untuk Kopi Tiwus.

Kisah-Kisah Tengah Malam

Kisah2_tengah_malam

Sinopsis:

Kisah-Kisah Tengah Malam berisi tiga belas cerita pendek karya klasik Edgar Allan Poe. Masing-masing cerita di sini akan membawa pembaca menuju pengalaman unik yang penuh ketegangan, teror, dan misteri. Beberapa cerpen Edgar Allan Poe yang terkenal seperti Black Cat, The Fall of the Usher, dan Tell-Tale Heart bisa Anda temukan dalam kumpulan cerpen ini.

Saat membaca Kisah-Kisah Tengah Malam, Anda akan diajak memasuki rumah tua misterius, pembalasan, hingga terombang ambing dalam badai di lautan. Dan pada akhirnya, cerpen-cerpen pilihan di sini akan membawa Anda terkagum-kagum pada master horor gotik, Edgar Allan Poe.

 

Review

Masing-masing cerita di sini adalah sebuah legenda – pengalaman unik bagi pembaca. Berbeda dengan penulis lain seangkatannya, kekuatan Poe terletak pada ironi dan dark humor. Dia saat Charles Dickens, Nathaniel Hawthore dan Mark Twain sibuk mempelopori cerita saga berpesan moral (era Romantisme), Poe menoreh warna baru dalam kancah kesusastraan dunia. Suspens. Misteri. Macabre – Maggie Tiojakin.

Membaca sinopsis dan Catatan Tengah Malam yang ditulis oleh penerjemah, saya sangat penasaran sekali dengan buku yang ditulis oleh master horor gotik, Edgar Allan Poe. Beberapa kali membaca cerita bergenre dark saya selalu suka, sehingga saya berharap banyak akan buku ini. Setelah selesai membaca, keinginan saya terkabul.

Berisi tiga belas cerpen, yaitu:

  1. Gema Jantung yang Tersiksa (1893): Bercerita tentang seseorang yang tidak suka dengan tatapan mata lelaki tua kemudian dia merencanakan pembunuhan. Dia memutilasi mayatnya, memotong kepala, lengan, kaki, dan tubuhnya. Kemudian Dia menyembunyikan mayat tersebut di bawah lantai. Ketika ada petugan kepolisian memeriksa, mereka tampak puas dengan alibinya, si pembunuh malah merasa terganggu karena ada suara-suara yang menghantuinya, dia menjadi gelisah.
  2. Catatan Dalam Botol (1833): Badai besar menerjang kapal, terombang-ambing di tengah lautan. Kemudian ‘aku’ melihat kapal perang yang terangkat tinggi di tengah badai besar yang mengamuk di perairan misterius, bangkit dari air.
  3. Hop-Frog (1849): adalah seorang pelawak kontet mempunyai seorang sahabat yang sama-sama memiliki tubuh kontet,Trippetta. Ketika Raja mendorong tubuh Trippeta dan menuangkan anggur kemukanya, Hop-Frog melancarkan balas dendam dengan memberikan usul sebuah permainan yang akan disukai oleh Raja, Delapan Orangutan.
  4. Potret Seorang Gadis (1842): lukisan seorang gadis dengan kecantikan yang unik, wajah yang selalu dihiasi senyuman, terlihat sangat nyata.
  5. Mengarungi Badai Maelstrom (1841): kita akan diajak ke pusaran air Moskoe-strom, menunggangi ombak, merasakan terombang ambing di pinggiran pusaran air seperti gelembung udara di atas ombak.
  6. Kotak Persegi Panjang (1844): perkenalkan Mr. Cornelius Wyatt, seorang seniman muda, membawa kotak persegi panjang dengan lubang di tengahnya ketika menumpangi kapal Kapten Hardy, kotak persegi panjang itu berisi mayat istrinya.
  7. Obrolan dengan Mummy (1845): bagaimana rasanya ketika kamu akan membedah Mummy yang berusia 700 tahun dan tiba-tiba Mummy itu bangun?
  8. Setan Merah (1842): Pangeran Prespo menantang si ‘Setan Merah’
  9. Kucing Hitam (1843): seorang suami menanam ujung bilah kapak di kepala istrinya, kemudian menyimpan mayat tersebut di dinding ruangan penyimpanan anggur. Kucing hitam itu yang merasukinya!
  10. Jurang dan Pendulum (1842): seorang tahanan Toledo yang sedang menunggu hukumannya.
  11. Pertanda Buruk (1846): berjumpa dengan monster yang amat dekay dengan kita, dan amat mirip.
  12. William Wilson (1842): ada sesosok orang yang sangat mengangguku, dia suka sekali meniru apa yang aku lakukan, bahkan dia juga memiliki nama yang sama denganku, aku amat membencinya, dan akan membunuhnya.
  13. Misteri Rumah Keluarga Usher (1839): kita akan berwisata ke rumah yang dikelilingi asap mistis seperti kabut.

Seriously, saya membaca buku ini pada malam hari dan tidak merasakan takut sama sekali. Cerita favorit saya adalah Gema Jantung yang Tersiksa, Hop-Frog dan Kucing Hitam, cerita yang sadis-sadis, hehehe. Kadang saya terbawa sama perasaan si pembunuh, ikut merasa gelisah dan bertanya-tanya. Bukannya tidak menakutkan, hanya saja memang kebanyakan sadis. Mungkin yang sedikit horor adalah Potret Seorang Gadis dan Misteri Rumah Keluarga Usher. Bahkan saya menganggap Kotak Persegi panjang itu romantis, Obrolan dengan Mummy membuat saya tersenyum, Catatan Dalam Botol dan Mengarungi Badai Maelstrom berbau fantasy. Yup, komplit, semua genre masuk tapi tetap ada polesan gloomy-nya.

Covernya juara! Saya suka sekali, unik, serem dan lucu. Setuju juga seperti yang dikatakan sang penerjemah, detail, misterius, dan ironis, sangat mengambarkan cerita-cerita yang dibuat Edgar Allan Poe. Saya juga sangat suka setiap kali penulis mengakhiri cerita, mengandung kejutan dan tak terduga. Terjemahannya bagus, tidak ada yang membuat saya bingung dan saya merasa tidak ada typo. Hanya saja di buku ini tidak ada profil penulis, di mana Kisah-Kisah Tengan Malam ini adalah karya Edgar Allan Poe yang pertama saya baca, saya ingin tahu buku apa saja yang pernah dia buat dan sejarah singkat tentang dirinya. Tapi, tidak mengurangi alasan kenapa buku ini harus dibaca. Bacalah tengah malam, dan siapkan selimut ketika membacanya.

4 sayap untuk master horor gotik kita.

 

Kisah-Kisah Tengah Malam

penulis: Edgar Allan Poe

penerjemah: Maggie Tiojakin

editor: Hetih Rusli

penerbit: Gramedia

ISBN: 978-979-22-6537-8

cetakan I, Desember 2010

245 halaman

Satsuki Sensei

13074860

Satsuki Sensei dan kisah-kisah lain tentang cinta dan harapan

by Primadonna Angela

Penerbit: Gramedia

Cover: maryna_design@yahoo.com

ISBN: 978-979-22-7759-3

Cetakan I: November 2011

216 halaman

 

Mbak Donna adalah penulis yang sangat rajin menulis, buku ini adalah karya beliau yang kesembilan belas, mengagumkan bukan? Awal-awal baca Teelit, karya beliau juga lah yang nagkring di kamar menemani masa remaja saya #tsahh. Semenjak saya beranjak dewasa, saya berganti haluan dengan bacaan yang dewasa juga, saya menjadi pemilih kalau mau baca genre Teenlit, salah satu pilihannya adalah buku dari penulis yang sudah dari dulu saya ikuti karyanya, setidaknya saya sudah familiar dengan gaya dia bercerita. Satsuki Sensei adalah kumcernya yang ketiga setelah Ratu Jeruk Nipis dan cerita-cerita lain yang asam-manis dan Katakan Cinta dengan Warna. Saya sangat suka dengan kumcer Katakan Cinta dengan Warna, walaupun kebanyakan bercerita tentang penyesalan dan sad ending saya sangat menikmatinya, ibaratnya adalah kopi pahit, apabila diresapi kita akan menemukan rasa manis. Nah, sedangkan Satsuki Sensei dan Kisah-Kisah Lain Tentang Cinta dan Harapan ini saya ibaratkan adalah kopi manis, kita tidak perlu mencari-cari rasa manis karena ketika kita mulai membaca, kita akan langsung mendapatkan rasa yang memanjakan lidah itu πŸ™‚

Buku ini berisi 10 kumcer yang saling mempunyai benang merah, berikut sedikit ulasannya:

Rahasia Debora

Debora terpaksa pasrah di peras oleh Venna, temannya yang sangat licik karena dia mempunyai bukti yang akan menghancurkan keluarganya, Venna mempunyai surat yang berisikan kalau Debora sebenarnya adalah anak haram, dia bukan anak dari ayahnya yang sekarang ini, ayah yang sangat mencintai Debora. Karena takut rahasia tersebut akan terdengar ayahnya, Deborah pun menggunakan kekayaan ayahnya untuk menyumpal mulut Venna.

Di cerita ini kita akan memahami betapa pentingnya berterus terang, terlebih kepada keluarga sendiri.

Objet d’Art

Nino merasa bosan karena beristirahat terus menerus akibat kecelakaan yang dialaminya, hanya ada satu yang tidak membuat dia bosan, melihat gadis yang sering berlalu lalang di depan rumahnya, dia pun mendapatkan ide untuk melukis gadis tersebut.

Memafkan seseorang itu tidak susah kok.

Bintang dan Lazuardi

Bintang sangat sedih ketika diputus dengan tidak hormat oleh pacar pertamanya yang ternyata cuma memanfaatkannya, selingan sampai mantannya yang dulu kembali. Dia mencoba menahan amarah dan berjanji akan mencari cowok lebih baik dari mantan barunya itu, seseorang yang akan membuat semua orang iri, cowok yang lebih tinggi, lebih dewasa, dan menyukai Bintang apa adanya. Dan ketika dia bertemu dengan cowok impiannya, yang sayangnya salah satu melenceng dari persyaratan, lebih muda dari Bintang, apakah Bintang bisa menerima dia apa adanya?

Kenapa sih harus peduli dengan pendapat orang lain? Cinta nggak mengenal perbedaan usia :p

Satsuki Sensei

Satsuki gondok ketika dia harus piket bareng Evan, cowok yang sering usil dan sering menggoda Sansuki dengan sebutan Cewek Jagoan, Cewek Perkasa, dan yang membuat tenar nama Satsuki Sensei, Evan menyebut Satsuki seperti itu karena dia dulu pernah kalah dala pertandingan Judo dengan Satsuki. Yang lebih menyebalkan lagi Evan tidak mau bekerja sama dalam piket! Evan akan membantu Satsuki dengan syarat mereka harus melakukan pertandingan Judo. Apabila Evan yang menang, berarti Satsuki harus menjadi pacarnya. Apakah Satsuki akan mengalahkan Evan lagi?

Nggak ada salahnya kok kalau cewek lebih kuat dari cowok πŸ™‚

Transformasi Sita

Sita kecewa ketika sahabatnya Bintang dan Satsuki tidak merespon akan perubahan yang dilakukan pada dirinya, memakai make up. Mereka cenderung mengejek, hanya ada satu orang yang selalu mendukungnya, yang mengajarinya menjadi lebih cantik, Leoni. Ketika Leoni genjar mendekati Eko, pacarnya. Sita tidak tahu siapa sebenarnya yang telah menikamnya dari belakang.

Kita memang harus jeli memilih sahabat, ada kalimat yang aku sukai di cerpen ini:

Di depan sahabat, tidak perlu pura-pura.

Di antara teman sejati, wajah aslimu tetap akan dihargai dan disayangi.

Kalau kau tersandung, mereka akan mengulurkan tangan. Meski kau menampik, mereka akan menanti, sabar, memberi pertolongan kalau kau memintanya.

Dewi Inspirasi

Dewi hanya bisa diam saja, pasrah ketika Leoni menjadi tenar akan ide-idenya yang sangat bermanfaat untuk sekolah. Memangnya bisa apa Dewi? Dia hanya anak ibu kantin, penjual gorengan, dia hanya lulusan SMP. Tidak ada yang tahu kalau sebenarnya ide itu muncul dari isi kepala Dewi, hanya ada satu orang yang mengetahui rahasia itu, Debora.

Bau bangkai lama-lama akan tercium juga bukan?

Tuhan akan memberikan petunjuk. Meski kadang kamu harus membabat duri dan semak yang menghalangi, sebelum bisa menemukan jalan setapak.

Kopdar

Hmm, mungkin judul ini nggak asing buat yang sering aktif di dunia maya lalu ingin aktif juga di dunia nyata, yap dengan Kopdar atau Kopi Darat kita akan bertemu langsung dengan orang yang sebelumnya hanya bercengkrama di internet. Aini juga mengalaminya, atau lebih tepatnya Aquamarine, dia sedang menunggu teman yang dikenalnya di dunia maya dengan id Rocket. Bgaimana kalau wujud Rocket jauh dari bayangan Aini selama ini? Walaupun orangnya asik tapi kalau fisiknya jelek apakah Aini masih mau berteman dengannya lagi?

 Kadang hati lebih utama daripada fisik.

Kabarnya…

Kabarnya, kalau ingin permintaanmu terkabul, letakkan apel terhijau yang kaumiliki di bawah pohon beringin pada malam hari. Esok harinya apelmu akan diganti dengan sesuatu yang berguna. Mungkin nggak akan secara langsung berkaitan dengan dirimu, tapi (kabarnya lagi) benda itu akan membantumu mewujudkan keinginanmu.

Bagaimana jadinya kalau awalnya hanya iseng tapi terjadi sungguhan? Apakah kita akan mensyukurinya atau malah menyesalinya?

Surat Cinta

Gimana sih rasanya mendapatkan surat cinta dari orang yang misterius? Apakah takut atau malah senang? Farah mencoba menyelidiki siapa orang yang menjadi secret admirer-nya, dan ketika asumsi terakhirnya jatuh pada Calvin, TIDAK MUNGKIN!

Devon, Itu Nama Gue

Devon, itu nama gue. Keren, itu nama tengah gue.

Cakep-cakep profesinya sopir, iya, sopir untuk adiknya, Evan, yang belum punya SIM jadi kemana-mana harus dianter sekaligus mengawasinya dan pacarnya, Bintang. Dia jadi sering senewen karena waktunya habis untuk sang adik apalagi kalau lagi belanja, kapan giliran dia punya pacar kalau kerjaannya jadi baby sitter terus?

Keseluruhan saya suka b
anget sama buku ini, covernya keren, di setiap bab ada kalimat yang indah, apalagi ceritanya. Awalnya cerita favoritku jatuh pada Bintang dan Lazuardi tapi setelah memasuki bab terakhir dan selesai membacanya, i’m falling in love with Devon. Di cerita Bintang dan Lazuardi udah ada sih sedikit tentang Devon, nggak taunya saya dikasih kejutan di cerita terakhir, mbak Donna bikin buku khusus Devon dong, ya ya ya, hehehe. Yang bikin menarik adalah ada benang merah di setiap cerita, ibaratnya (lagi) adalah sebuah puzzle yang tercecer, ketika disatukan kembali hasilnya, sempurna!

4 sayap untuk si kopi manis

Empat Elemen

10496359

by The Hermes & Friends

penyunting: Jia Effendie

penerbit: The Hermes

cetakan I: Januari 2011

ISBN: 978-979-18103-6-4

205 halaman

 

Empedocles, seorang filsuf sicilia yang hidup di tahun 490-430 sebelum masehi mengatakan, bahwa ada empat elemen pembangun materi, yakni tanah, udara, api, dan air. Semua proses alam disebabkan oleh menyatu atau terpisahnya keempat elemen ini. Perubahan terjadi karena elemen itu saling terpisah atau saling mendekap. Kelahiran, kehidupan dan kematian dipengaruhi oleh campur tangan keempat elemen tersebut, saling berkonspirasi untuk mewujudkan keinginan kita, atau malah menjauhkannya. – Pengantar Editor

Buku ini dipersembahkan untuk membantu para korban bencana alam di Mentawa dan Merapi. Berisi 29 cerpen/puisi/prosa dari 30 kontributor yang tiap cerita memiliki unsur api, air, tanah, dan air. Sesuai tema buku ini ditujukan, kebanyakan cerita berisi cerita-cerita tentang kepedihan, kehilangan, kesedihan dan pilu. Selain untuk membantu korban yang terkena musibah, buku ini juga berpesan agar kita mencintai lingkungan agar dia tidak marah dan rusak. Ada beberapa cerita yang saya mengerti, sedikit dan tidak sama sekali, hehehe. Maklum, saya tidak suka cerita yang berat-berat. Oke, review ini akan cukup panjang karena saya akan menjelaskan secara singkat komentar tentang cerita yang ada 29, siapkan tenagamu πŸ™‚

  1. Demi Api Aku Mencintainya by @yuyaone: Suka, mengagetkan di akhir cerita. Bercerita tentang Shinta yang mencintai Rahwana yang mati di tangan Sri Rama. Kerasa sekali kesedihan Shinta, betapa dia mencintai Rahwana.
  2. Karnaval by @JiaEffendie: Agak binggung dengan ceritanya, mungkin ceritanya tentang kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita mau, belajar ikhlas.
  3. Malam Itu, Saya Tak Membawa Api by @frezask: Sorry,saya tak mngerti apa maksud cerita ini.
  4. Buta by @rezaterpuji & @dinirahmi: Unik ceritanya, tapi saya binggung hehehe. Entah yang gila si ibu atau si pencerita.
  5. Gadis Api by @ksatria_cahaya: Sebuah puisi, saya tidak ahli dalam hal mencerna puisi, tapi cerita ini saya ibaratkan sebagai gunung berapi.
  6. Fluida dalam kandang by @mistchegeo: Saya mencerna si pencerita adalah air, apa lagi yang bisa menghidupkan baling-baling?
  7. Hujan dan Kedai Kopi by @seeska: Cukup ringan ceritanya, tidak mengandung pesan terselubung, hehe. Diputus oleh pacar lewat sms, tentang kenangan yang terhapus oleh hujan.
  8. Negeri Salju Abu-Abu by @9lights: Banyu, dia adalah para relawan bencana alam yang tidak pernah lelah mencari para korban yang hilang.
  9. Elegi Buat Seruni by @zeventina: seorang gadis yang sedih karena kehilangan, tapi ketika bertemu dengan anak jalanan, dia sadar ada kesedihan yang lebih mendalam di luar sana.
  10. Laila: Perempuan Berkekasihkan Ombak by @oijaw: Seorang perempuan yang merasa cintanya tak sebesar cinta selingkuhan pacarnya.
  11. Majimu by @danti25: Seorang ibu yang harus memilih menyelamatkan salah satu anaknya, dimana dua anaknya tertindih bongkahan kayu, hanya satu yang bisa diselamatkan. Aku suka cerita ini, harus memilih yang prioritas.
  12. Si Air Mungil by @iampandu: Tokoh utamanya adalah air, ia bisa menyamar jadi apa pun.
  13. Partitur Musim by @therendra: mengartikan empat elemen ke dalam empat musim.
  14. Selamat Pagi Jakarta! by @galoeh11: Jakarta yang kotor, panas, dan bau.
  15. Tiket by @tantehijau: Ibuu yang menyuruh anaknya untuk membuang tiket jackpot, karena dia tahu kalau menukarnya sama saja dengan bunuh diri.
  16. Membingkai Kenangan by @luckygs: Aku adalah anak gunung Krakatau, ceritanya unik, mengandung makna terselubung. Ternyata si pustakawati pandai merangkai kata juga :).
  17. Semua Hilang Dengan Hal-Hal Seperti Ini by @faridasusanty: Nah, muncul juga cerita dari penulis favorit saya, hehe. tetap ya ceritanya dark, seorang suami yang berselingkuh, ketika si selingkuhan ini mau membeberkan semua aksinya ke pada sang istri, si suami tidak akan membiarkan si selingkuhan mengambil apa yang dia punya.
  18. Pesan by @densapar: Bima menemukan kapsul waktu, dia menemukan kenangan Sophie, yang mencintainya.
  19. Air Mata by @arievrahman: Aku suka cerpen ini, simpel dan ngena. Mulai dari laki-laki yang melamar pacarnya, menikah, punya anak. Sampai suara lengkingan telepon yang merubah kehidupan Maria.
  20. Jika Cinta Jangan Mati by @ilaiana: Apa pun cara kita menghindari kematian, dia akan tetap selalu menang.
  21. Shunya by @putrafara: Lumayan juga cerita ini, walau sedikit membingungkan, gabungan empat elemen ke dalam satu cerita terbilang unik.
  22. Cinta Sepasang Batu dari Masa Lalu @sitttyasiah: Binggung, tentang kerinduan?
  23. Rindu by @myARTasya: seorang relawan yang mencari korban seorang anak tuna rungu di tengah letusan gunung yang sedang batuk.
  24. Sebuah Kotak dari Masa Depan by @piazakiyah: Binggung.
  25. Tanah Airku by @samdputra: Pak Darmo, tukang ojeg yang baik hati.
  26. Jiwa Ezra by @gembrit: Cukup binggung juga, reinkarnasi?
  27. Phoenix Api dan Keabadian by @aMrazing: Bara, sia api yang selalu membara, empat elemen dalam persahabatan empat orang.
  28. Senyawa by @rahneputri: Selain jago gombal, jago bikin puisi juga πŸ™‚
  29. Fiksi Mini Dedi Rahyudi by @dedirahyudi: kumpulan beberapa fiksimini yang bertema empat elemen dari penulis.

Nah, kalau pengen lebih panjang lagi baca aja bukunya #pfft. Yak itulah penilaian subjektif dari saya, jadi belum tentu yang nggak saya suka berari jelek, cuman masalah selera aja. Masing-masing penulis punya ciri sendiri, ada yang penulisannya apa adanya, ada yang punya maksud terselubung di dalam cerita. saya sangat suka covernya! Buku ini bisa juga dibeli di www.hermesian.wordpress.com

3 sayap untuk tanah, air, api, dan udara