Amba

15995172Amba
Penulis: Laksmi Pamuntjak
Desain sampul dan isi: Ari Prameswari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-8879-2
Cetakan kedua, November 2012
494 halaman
Buntelan dari mbak @kenpetung

Sinopsis:

Dalam epik ini, kisah Amba dan Bhisma dalam Mahabharata bertaut (dan bertabrakan) dengan kisah hidup dua orang Indonesia dengan latar kekerasan tahun 1965.

Amba anak sulung seorang guru di Kadipura, Jawa Tengah. Ia meninggalkan kota kecilnya, belajar sastra Inggris di UGM dan bertunangan dengan Salwa Munir, seorang dosen ilmu pendidikan yang mencintainya. Pada suatu hari di Kediri, ia bertemu dengan Bhisma Rashad, seorang dokter muda lulusan Universitas Leipzig yang bekerja di sebuah rumah sakit.

Percintaan mereka yang intens terputus mendadak di tahun 1965, di tengah ketegangan dan kekerasan politik setelah Peristiwa G30S di Kediri dan Yogya.

Bhisma tiba-tiba hilang—ketika Amba hamil.

Beberapa tahun kemudian, setelah Amba menikah dengan seorang peneliti keturunan Jerman, datang kabar bahwa Bhisma meninggal. Ia meninggal di Pulau Buru.

Rupanya selama itu, sejak sebuah bentrokan di Yogya, Bhisma, dijebloskan dalam tahanan di Jawa, dan sejak akhir 1971 dibuang ke pulau itu, bersama 7000 orang yang dituduh ‘komunis’ oleh pemerintahan Suharto.

Amba, yang tak pernah berhenti mencintainya, datang ke pulau itu dengan ditemani seorang bekas tapol, seorang lelaki Ambon. Ia berhasil menemukan surat-surat Bhisma yang selama bertahun-tahun ditulisnya untuk dia—tetapi tak pernah dikirimkan, hanya disimpan di bawah sebatang pohon.

Dari surat-surat yang selama bertahun-tahun disembunyikan ini terungkap bukan saja kenangan kuat Bhisma tentang Amba, tetapi juga tentang pelbagai peristiwa—yang kejam dan yang mengharukan—dalam kehidupan para tahanan di kamp Pulau Buru.

Melalui penelitian bertahun-tahun, melalui puluhan interview dan kunjungan ke Pulau Buru, Laksmi menampilkan sejarah Indonesia yang bengis, tetapi justru dengan manusia-manusia yang mencintai. Dalam sepucuk suratnya kepada ayahnya Amba menulis:

Adalah Bapak yang menunjukkan bagaimana Centhini sirna pada malam pengantin… Adalah Bapak yang mengajariku untuk tidak mewarnai duniaku hanya Hitam dan Putih, juga untuk tidak serta-merta menilai dan menghakimi. Hitam adalah warna cahaya. Sirna adalah pertanda kelahiran kembali.

My Review:

Alasan kenapa pengen baca buku ini adalah tema yang sama dengan buku Pulang, tentang G30SPKI yang melatari cerita. Nggak sama plek, cukup berbeda sebenarnya kecuali peristiwa berdarah yan pernah terjadi di Indonesia. Kalau Pulang bercerita tentang orang-orang yang tidak bisa pulang buku ini lebih ke pencarian seseorang, tentang pulau Buru, tempat yang pernah menjadi pengasingan tapol.

Cerita diawali dengan ditemukannya dua perempuan yang sepertinya habis ‘bertempur’. Perempuan pertama dilukai perempuan kedua dan tak sadarkan diri, tidak tahu siapa dia sebenarnya, darimana asal usulnya, sedangkan perempuan kedua yang mencoba membunuhnya adalah warga asli Waeapo, pulau Buru. Kejadian itu membuat geger seluruh kampung. Perempuan pertama ditemukan di tengah hutan dengan mendekap sebuah gundukan tanah. Baru setelah seorang laki-laki bernama Samuel datang, misteri demi misteri mulai terungkap. Perempuan pertama itu bernama Amba, dia datang ke pulau Buru untuk mencari suaminya yang hilang pada peristiwa 1965, empat puluh satu tahun yang lalu.

Sejak kecil Amba sudah terlihat feminis, dia berbeda dengan kabanyakan perempuan yang hanya selalu menurut, dia sulung dari tiga bersaudara, anak dari seorang bapak yang menjadi kepala sekolah dan ibu yang mengabdikan sepenuhnya untuk keluarga, mereka tinggal di Kadipura, Kediri. Bukannya cepat-cepat menikah dia malah ingin melanjutkan pendidikan ke universitas, Amba memang cerdas dan punya pendirian yang kuat, tak peduli pendapat orang lain, dia juga tidak percaya akan pernikahan. Di usianya yang kedelapan belas, orang tua Amba terlebih ibunya sangat mengkhawatirkan status putrinya itu, umur delapan belas belum menikah sudah memasuki gelar perawan tua, Amba pun tak kuasa menolak ketika orang tuanya mengenalkannya pada Salwa, pemuda yang mengambil hati kedua orang tua dan saudara  Amba, yang juga menyukainya. Mereka tidak langsung menikah karena Amba diterima di fakultas sastra Gadjah Mada, mereka bertunangan.

Pada pertengahan 1965 Salwa mendapatkan pelatihan guru di Universitas Airlangga selama setahun, di satu sisi Salwa tidak ingin berpisah dengan Amba di sisi lain Salwa tahu kalau Amba belum siap menikah, mereka pun menjalani hubungan jarak jauh dengan saling berkirim surat. Amba tidak ingin hanya berdiam diri menunggu Salwa menyelesaikan pelatihannya, sebuah iklan di surat kabar membawanya ke sebuah rumah sakit di Kediri, menjadi penerjemah dokumen medis seorang dokter lulusan luar negeri.

“Seorang lelaki harus dibikin jatuh cinta selamanya pada seorang perempuan agar ia tak pergi. Tapi, ia tak mengucapkannya: ini adalah rahasia terdalam.

Bhisma Rashad, dialah sang dokter, dialah yang akan memporak-porandakan kehidupan Amba. Cinta mereka membara di tengah panasnya politik saat itu, Bhisma dicurigai menjadi salah satu yang kiri dan perpisahan mereka pada malam itu, pada malam penyerbuan di Universitas Res Publica, menjadi perpisahan selama-lamanya.

“Tentu saja, ia amat akrab dengan cerita itu. Bagaiamana tidak, dengaan namanya. Sebagaimana adik-adiknya. Amba tumbuh bersama kisah Putri Amba yang pada suatu hari, bersama kedua adik kembarnya Ambika dan Ambalika, diculik oleh Bhisma dari sebuah sayembara. Mereka akan dikawinkan dengan Raja Wichitawirya dari Kerajaan Hastinapura. Amba menyaksikan bagaimana tunangannya, raja muda Salwa, dipermalukan setelah ia menantang Bhisma dan dikalahkan di tengah hutan, di hadapan pasukannya. Setelah itu, kegilaan. Amba menyaksikan begaimana rasa kehormatan laki-laki mengalahkan semua emosi di muka bumi -dan ia, putri kerajaan, dicampakkan setelah kekalahan itu, karena Salwa malu, karena Salwa punya harga diri yang lebih tinggi ketimbang cintanya. Tapi putri itu jga ditolak oleh penculiknya, karena Bhisma, ksatria luhur itu, ingin membuktikan rasa bakti yang tinggi, lebih tinggi ketimbang rasa kemanusiaannya. Para dalang kemudian bercerita bahwa Putri Amba menyimpan dendam kesumat sebesar samudra. Seluruh hidupnya adalah persiapan pembalasan terhadap kaum laki-laki.”

“Amba.” Ia tersenyum. “Dalam cerita wayang, nama itu nama tokoh wanita yang dicampakkan oleh dua lelaki.”

Kalau Pulang terispirasi kisah nyata, sepertinya buku ini juga, terispirasi dari seorang dokter ahli bedah keturunan Tionghoa, Dr. Oey yang mengapdikan diri seumur hidupnya di Irian Jaya, setelah kembali dari Stuttart, di buku ini Bhisma juga mengabdikan diri di Pulau Buru, dan lulusan dari Leipzig. Untuk kisah pewayangannya, kalau Pulang mengambik Drupadi dan Bima sebagai inspirasinya, di buku ini Amba dan Bhisma, saya lupa Amba ini apakah pernah disebutkan di buku The Palace of Illution – Divakaruni yan pernah saya baca, yang jelas kisah cinta yang saya tahu adalah Srikandi dan Bhisma, apakah Srikandi reinkarnasi dari Amba? Saya lupa. Srikandi dibuku ini digambarkan adalah anak dari Amba dan Bhisma.

G30SPKI, terinspirasi dari kisah nyata, dan ada kisah pewayangan yang disisipkan, itulah sedikit kesamaan dengan Pulang. Mau nggak mau saya menyamakan dan membandingkannya, tapi seperti yang saya katakan di awal, kedua buku ini berbeda. Peristiwa ’65 hanya ‘tempelan’ saja di Pulang, tema utama yang diusung penulis adalah kisah keluarga dan kisah cintanya pun sangat terasa, berbeda dengan Amba, bisa dibilang kebalikan dari Pulang, kisah cintanya hanya ‘tempelan’, buku ini banyak bercerita tentang keadaan sebelum dan sesudah ’65 meledak, bercerita tentang orang-orang yang tidak tahu apa-apa namun menjadi tersangaka peristiwa ’65, sedikit keadaan para tahanan di pulau Buru dan yang paling utama adalah pencarian untuk berdamai dengan masa lalu.

Jujur saja, saya sedikit bosan ketika membaca buku ini karena kisah cintanya tidak menonjol, hahahaha, saya emang mudah bosan baca buku sejarah, harus ada penyemangatnya dan buku ini sedikit sekali memberi dorongan, berbeda dengan Pulang yang alasannya bisa dibaca di reviewnya :p. Bukan berarti tidak menarik, melihat bagaimana penulis melakukan riset (sampai ke pulau Buru) tentu membuat buku ini wajib dikoleksi bagi pengumpul sejarah. Diksinya pun oke, kadang menyisipkan bahasa jawa atau asing yang pada tempatnya.

“Bukankah berpisah, mengucapkan selamat tinggal adalah salah satu kritis terhebat dalam kehidupan manusia?”

Saya sebenernya sebel banget sama Bhisma, sikapnya yang nggak tegas, mengantung perasaan Amba dan merasa tidak ada tempat tujuan pulang ketika sudah ‘enak’ di Buru sangat sangat menyebalkan. Yah, melihat kisah aslinya di buku Mahabharata, bukannya Bhisma memang diceritakan berjanji tidak akan menikah? Kadang kita harus menerima cerita yang memang semestinya berakhir adanya.

3 sayap untuk kisah cinta Amba dan Bhisma.

Katarsis

17786536Katarsis
Penulis: Anastasia Aemilia
Editor: Hetih Rusli
Desain dan ilustrasi cover: Staven Andersen
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-9466-8
Cetakan pertama, April 2013
264 halaman
Pinjem @ndarow

Sinopsis:

Tara Johandi, gadis berusia delapan belas tahun, menjadi satu-satunya saksi dalam perampokan tragis di rumah pamannya di Bandung. Ketika ditemukan dia disekap di dalam kotak perkakas kayu dalam kondisi syok berat. Polisi menduga pelakunya sepasang perampok yang sudah lama menjadi buronan. Tapi selama penyelidikan, satu demi satu petunjuk mulai menunjukkan keganjilan.

Sebagai psikiater, Alfons berusaha membantu Tara lepas dari traumanya. Meski dia tahu itu tidak mudah. Ada sesuatu dalam masa lalu Tara yang disembunyikan gadis itu dengan sangat rapat. Namun, sebelum hal itu terpecahkan, muncul Ello, pria teman masa kecil Tara yang mengusik usaha Alfons.

Dan bersamaan dengan kemunculan Ello, polisi dihadapkan dengan kasus pembunuhan berantai yang melibatkan kotak perkakas kayu seperti yang dipakai untuk menyekap Tara. Apakah Tara sesungguhnya hanya korban atau dia menyembunyikan jejak masa lalu yang kelam?

My Review:

Sinting. Sinting. Sinting.
Itulah yang saya rasakan ketika memahami hampir semua karakter tokoh yang ada di buku ini. Jujur saja, saya bukan pecinta thriller terlebih buku ini masuk kedalam ketegori genre psychology thriller, di mana masih agak asing ditelinga saya karena saya tidak bisa menginggat apakah ada buku dari penulis Indonesia yang pernah mengambil tema yang sama. Biasanya saya lebih suka menikmati versi visualnya, lebih mudah bagi saya untuk menebak siapa dalang semua kejadian. Tapi, melihat cover buku ini yang simple memudahkan saya mengetahui siapa pelaku sebenarnya dari awal saya membaca.

Seorang pemuda ditemukan tubuhnya termutilasi dan potongan tubuhnya berceceran di sekitar rumahnya, ibunya Sasi Johandi dan pamannya Bara Johandi tewas dengan banyak luka tusukan di tubuh mereka. Suami Sasi, Arif Johandi masih dalam keadaan kritis. Hanya satu orang yang ditemukan hidup walau dalam keadaan dehidrasi dan syok berat karena ditemukan di dalam kotak perkakas, dia adalah keponakan dari Sasi dan Arif, sepupu Moses, anak Bara, dia gadis berumur 18 tahun yang sekarang tinggal di Rumah Sakit Jiwa, dia bernama Tara Johandi.

Cerita tidak berhenti akan misteri pembunuhan keluarga Johandi dan siapa yang menaruh Tara di kotak perkakas selama dua hari sampai ditemukan pihak berwajib, muncul kembali psikopat yang menaruh korbannya di kotak perkakas beserta koin lima rupiah setalah bertahun-tahun absen.

Awalnya saya mengira kalau pelakunya hanya ‘dia’ ternyata semakin kebelakang semakin tak terduga, cerita mleber kemana- mana, tapi, karena penulis mengambil sudut pandang orang pertama dan ada dua orang yang menceritakannya secara langsung, cerita di buku ini mudah sekali diprediksi ditambah dengan adanya alur flashback yang sangat memperjelas. Mungkin tujuan utama penulis bukanlah memberi kejutan siapa pelakunya tapi lebih menampilkan sisi psikologis para tokohnya. Tara hidup dengan keluarga yang broken home, sejak kecil dia sudah melihat perlakuan keji ayahnya yang sering memukul ibunya dan selingkuh dengan orang lain, menyebabkan dari kecil Tara tidak mau dipanggil dengan namanya dan tidak mau memanggil kedua orang tuanya dengan ayah dan ibu, membenci kedua orang tuanya.

Kekurangan buku ini atau yang disayangkan dari buku ini adalah minimnya kisah cinta, hahahaha tetep ya. Sebenarnya saya berharap banyak dengan Alfons -dokter jiwa yang merawat Tara- hanya saja sejak kemunculan Ello, teman masa kecil Tara tiba-tiba datang kembali dan membuat saya bingung akan perasaan Tara. Di satu sisi, Alfons adalah satu-satunya orang yang bisa dipercaya Tara, yang bisa membuatnya tenang, di sisi lain, dengan kemisteriusan Ello, Tara dibuat klepek-klepek, inginnya sih Tara lebih konsisten siapa yang dia suka, yasudahlah, namanya juga buka novel romance, Lis.

Saya baru kali pertama ini membaca novel dari Anastasia Aemilia, sebelumnya saya pernah membaca cerpennya di buku antologi Autumn Once More, ternyata selain piawai menulis kisah cinta, buku pertamanya yang bergenre psycology thriller ini sama sekali tidak mengecewakan, ide pembunuhan yang meletakkan para korban di kotak perkakas itu jenius dan sinting sinting sinting!

Buat kamu yang ingin mencoba membaca genre pcycology thriller dalam negeri, coba di mulai dari buku ini, kalau selanjutnya ketagihan, bukan tanggung jawab saya loh dan yang ngaku thriller freak, buku ini pantes kok untuk nambah koleksi buku bergenre thrillermu 😀

4 sayap untuk daun mint.

Forrest Gump

9878405

Forrest Gump

Penulis: Winston Groom

Alih bahasa: Hendarto Setiadi

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 979-605-103-6

Cetakan kelima, September 1997

304 halaman

buntelan dari @_marsh113_

Sinopsis

“Pokoknya, nggak enak deh jadi idiot,” tapi, “paling nggak aku bisa bilang hidupku nggak ngebosenin.” Begitulah kata Forrest Gump, tokoh novel yang lucu ini. Ketika tim football University of Alabama menarik Forrest dan menjadikannya bintang, itu baru permulaannya. Keluar dari tim fottball, ia terjun ke Perang Vietnam dan menjadi pahlawan, lalu menjadi atlet pingpong kelas dunia, pengulat, dan konglomerat. Ia bertemu dengan Lyndon Johnson dan Richard Nixon, juga mengalami pasang surutnya cinta sejati. Dan akhir kisahnya… benar-benar tak terduga.

My Review

Itulah yang bisa dilakukan oleh seorang yang dikatakan idiot, absurd memang, seperti ketika membaca Life of Pi, kita tidak akan mempercayai kisahnya namun tetap saya menarik untuk diikuti. Yang paling absurd lagi itu ketika menjadi astronot kemudian tersesat di pulau terpencil dan disekap sama kanibal, hahaha ironis banget. Buku ini direkomendasikan sama Nana ketika pada saat itu saya curhat di twitter kalau saya sulit ketawa membaca buku komedi. Dia bilang buku ini buku terlucu yang pernah dia baca, saya penasaran dan dengan baik hatinya dia menghibahkan buku ini kepada saya. Bagi saya, buku lucu itu ketika saya membacanya tiba-tiba saya ketawa begitu saja dan ketika selesai membaca buku tersebut kemudian menginggat kembali adegan yang membuat saya ketawa maka saya akan ketawa lagi, itu yang namanya buku komedi. Binggung ya? Pokonya gitu lah. Dan adegan yang paling membuat saya ngakak-ngakak nggak jelas di kamar adalah pada saat Forrest lagi bertanding catur demi mendapatkan hadiah, gara-gara menerapkan strategi yang nggak jelas dari lawan sebelumnya dia hampir aja kalah, Forrest ini jago banget matematika, fisika dan bisa dengan mudah memainkan alat musik harmonika, dan dalam bermain catur belum ada yang bisa mengalahkannya. Tiba-tiba aja dia kentut dan menang. Si lawan protes dong kalau itu termasuk kecurangan, hahahahahahahahahahaha lucu banget pokoknya. Setidaknya ada tiga kali saya ngakak tiba-tiba ketika membaca buku ini. Dan saya baru tahu kalau buku ini berseri, padahal endingnya udah mantap banget T.T

Begini, Forrest, kadang-kadang hukum-hukum itu memang nggak ngenakin, tapi tetap saja berlaku. Kayak kalau macan ketemu monyet di hutan -sial untuk si monyet, tapi untung untuk si macan. Memang begitu adanya.

Untuk terjemahannya, not bad lah kalau menurutku, mungkin penerjemah ingin menampilkan sosok orang idiot, sang naratornya, jadi bahasanya kayak anak kecil, nyantai banget, nggak ada formalnya sama sekali, ya itulah Forrest Gump.

4 sayap untuk “aku kebelet”

The Palace of Illutions

6591999

The Palace of Illutions

Penulis: Chitra Banerjee Divakaruni

Alih bahasa: Gita Yuliani K.

Desain dan ilustrasi cover: Satya Utama Jadi

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 979-22-4556-1

Cetakan pertama, Juli 2009

496 halaman

pinjem mbak Sanie B. Kuncoro

Pernahkah kamu ketika membaca sebuah buku dan buku itu bercerita tentang sebuah kisah lain kamu menjadi sangat tertarik untuk membacanya? Saya pernah, sekali ini. Saya sampai memikirkannya berhari-hari dan ingin segera membaca buku tersebut. Saya sangat terpesona akan sosok Bima dan Ekalaya yang pernah diceritakan mbak Leila S. Chudori di buku Pulang, sejak saat itu saya ingin sekali membaca cerita Mahabharata, tentu waktu kecil saya pernah mendengarnya tapi saya sudah lupa dan saya ingin mengulang dan merasakan sendiri kehebatan salah satu Pandawa Lima itu. Awalnya saya ingin meminjam buku Mahabharata yang super tebal dan hardcover milik mantan King of Galau (berharap dapat buntelan buku ini juga), tapi dia menyarankan agar saya membaca The Palace of Illutions, kisah Mahabharata yang lebih ringan, yang lebih cocok untuk otak bulat saya. Dan saya tahu siapa yang punya.

Biasanya kisah Mahabharata diceritakan melalui sudut pandang orang pertama yaitu Byasa -orang bijak yang tahu segala, penyusun Mahabharata yang juga muncul di dalamnya sebagai salah satu tokoh. Di buku ini sudut pandangnya dari Dropadi atau Panchali putri Raja Panchala, istri dari Pandawa Lima. Melalui sudut pandangnya kita akan mengetahui bagaimana perasaan sesungguhnya seorang perempuan yang lahir Tidak Diundang, titisan Dewi Agni yang lahir dari api -bersama kembarannya Drestadumnya, yang diramalkan akan mengubah sejarah.

Suatu hari dia mendatangi si petapa bijak untuk mengatahui masa depannya, dan ramalan itu membuat Dropadi sangat hati-hati menjalani hidupnya.

Kau akan mengawini lima pahlawan terbesar pada masamu.

Kau akan menjadi ratu segala ratu, dicemburui semua dewi.

Kau akan menjadi pelayan. Kau akan menjadi penguasa istana paling hebat, lalu kehilangan itu.

Kau akan diingat karena menyebabkan perang terbesar pada masamu.

Kau akan menyebabkan kematian raja-raja jahat -dan anak-anakmu, dan kakakmu. Sejuta perempuan akan menjadi janda gara-gara kau. Ya, memamng, kau akan meninggalkan jejak pada sejarah.

Kau akan dicintai, meskipun kau tidak selalu tahu siapa yang mencintaimu. Meskipun kau mempunyai lima suami, kau akan mati sendirian, ditinggalkan pada akhirnya -sekaligus tidak ditinggalkan.

Si petapa juga berkata sifat Dropadi yang sombong, pemarah dan pendendam akan mempercepat proses takdir hidupnya, dan dia memberikan nasehat tentang tiga saat berbahaya yang akan menimpa Dropadi dan berharap mengurangi kedasyatan bencana yang akan datang. Yang pertama, tepat saat pernikahannya, pada saat itu Dropadi harus menahan pertanyaannya. Yang kedua, pada waktu suami-suaminya berada di puncak kekuasaan, pada saat itu Dropadi harus menahan tawanya. Yang ketiga akan datang waktu Drupadi dipermalukan begitu hebat dan dia harus menahan kutukannya.

Takdir Dropadi dimulai ketika turnamen besar di Hastinapura, ayahnya mengadakan ujian bagi siapa yang mampu menaklukkan tantangan yang ada dialah yang nantinya akan menjadi suami Dropadi. Salah satu Pandawa Lima hampir menempati posisi itu, dialah Arjuna sang pemanah handal. Lalu datanglah Karna, putra seorang kusir kereta yang sebenarnya mempunyai kemampuan lebih, yang membuat Dropadi selalu ingin memandang matanya. Karena statusnya itu dia tidak bisa mengikuti sayembara. Duryodana yang tidak ingin Pandawa selalu menang langsung mengangkat Karna sebagai penguasa Angga dan sahabatnya. Tetapi kehormatan lebih penting, Karna berasal dari kasta rendah dan dia akan menodai status Dropadi, Dre langsung siaga ketika Karna tidak mau menyerah mendapatkan Dropadi. Takut ramalan terjadi, kakak tersayangnya terbunuh, Dropadi melontarkan salah satu hal yang sebenarnya tidak boleh dia katakan, dia tidak bisa menahan pertanyaannya. Sejak saat itu Karna berjanji akan membalas dendam seratus kali lipat.

Awalnya Dropadi menikah dengan Arjuna, dia menolak semua fasilitas yang akan diberikan ayahnya dan memilih mengikuti Arjuna ke hutan belantara karena istana mereka habis dilalap api, di hutan itu tinggallah keempat saudara dan ibunya, Kunti. Kunti tidak senang dengan kehadiran Dropadi, membuat dia merasa mempunyai jarak dengan anak-anaknya, dia selalu memberikan ujian pada Dropadi, seperti memasak dengan bahan yang minim dan peralatan yang seadanya, untungnya Dropadi mempunyai aji-aji untuk mengatasinya. Karena tumbuh dan besar bersama baik susah maupun senang, Kunti mengajarkan kalau mereka harus selalu berbagi, tak terkecuali istri. Tidak mampu menolak permintaan ibunya, mereka kembali ke istana dan memberikan penawaran. Sang Byasa pun merancang bagaimana kehidupan pernikahan Dropadi. Dia akan menjadi istri untuk masing-masing saudara selama setahun penuh, mulai dari yang sulung sampai yang bungsu secara bergantian. Selama setahun itu saudara lainnya dilarang menyentuh, kalau berbicara harus menundukkan mata dan kalau melanggar dia akan dikucilkan selama setahun dari rumah tangga. Dropadi juga diberi aji-aji, setiap kali dia bersama saudara yang baru dia akan kembali perawan.

Meskipun Dhai Ma menghiburku dengan berkata akhirnya aku mempunyai kebebasan seperti yang dipunyai kaum laki-laki selama berabad-abad, keadaanku sangat berbeda dengan keadaan laki-laki yang mempunyai beberapa istri. Tidak seperti laki-laki, aku tidak punya pilihan dengan siapa aku akan tidur, dan kapan. Seperti gelas minum milik bersama, aku akan digilirkan dari tangan ke tangan, tidak peduli aku bersedia atau tidak.

Aku juga tidak begitu senang dengan aji-aji keperawanan itu, yang rupanya lebih dirancang demi keuntungan suami-suamiku daripada aku. Sepertinya begitulah selalu sifat aji-aji yang diberikan kepada kaum perempuan -diberikan kepada kami seperti hadiah yang tidak diinginkan.

Setelah menikah dengan para Pandawa Lima, Dropadi tinggal di istana baru yang megah dan indah, Istana Khayalan. Istana itu dibuat oleh Maya, yang mebangun istana-istana untuk para dewa, Arjuna pernah menyelamatkannya dari api, kini waktunya membalas budi. Istana itu akan membuat cemburu semua raja, Duryodana salah satunya. Untuk merayakannya sekaligus gelar Yudhistira sebagai raja, perta digelar selama berhari-hari, judi, minuman meraja lela, membutakan para Pandawa. Suatu waktu ketika semua tamu hampir pulang ke istananya masing-masing, hanya tinggal Duryodana, ia mencoba memasuki kawasan Dropadi tapi karena istana itu dirancang sedemikian rupa membuat Duryodana terjatuh ke telaga, membuat semua yang mlihatnya tertawa terbahak-bahak. Dropadi melupakan nasehat yang kedua.

Ketika gantian mereka yang diundang ke istana baru Duryodana, mereka berhasil terkena jebakan. Dulu sewaktu di Istana Khayalan Duryodana selalu kalah bermain judi dan sekarang Sengkuni berhasil mengalahkan Yudistira, membuat dia mengorbankan harta, istana, saudara bahkan istrinya. Justru Karna lah, laki-laki yang selalu diharapkan menjadi suami Drupadi berteriak kepada Duryodana agar semua Pandawa melepaskan pakaian dan perhiasan mereka dan berkata, “Kenapa Dropadi harus diperlakukan berbeda? Ambil pakaiannya juga.” Membuat Dropadi melupakan nasehat yang ketiga, yang menyebabkan pecahnya perang Kurukshetra.

Sedih setelah selesai membaca buku ini, bukan karena perangnya, oke sedikit sih akrena melihat Gatotkaca (anak Bima) dan Abimanyu (anak Arjuna) mati, tapi akan kisah cintanya. Sungguh tepat kalau sudut pandangnya dari Dropadi, kita seakan merasakan apa yang dia rasakan. Terlahir tanpa cinta membuat dia selalu mencari cinta. Tidak banyak yang benar-benar mencintai Dropadi, dia hanya mengenal Dre, Krishna sahabatnya yang jauh dan ibunya, Dhai Ma yang setelah menikah Dru kehilangan mereka dan merasa sendirian, padahal dia mendambakan seseorang yang bisa diajak berbicara secara pribadi. Dia diam-diam mencintai Karna tapi karena status dia memendamnya. Dari semua Pandawa Lima, hanya Arjuna yang benar-benar mengambil hati Dru sayangnya Arjuna tidak pernah sekali pun memperhatikannya, bahkan ketika berjalan di hutan dia meninggalkan jauh Dropadi di belakangnya, tanpa mengandeng tangannya. Hanya Bima yang benar-benar tulus mencintai Dru, dia selalu menanyakan apa yang diinginkan Dru, dia rela membunuh Kicaka agar kehormatan Dru tidak ternoda, yang menyebabkan penyamaran mereka terungkap. Hanya Bima yang rela mati demi Dru. Awalnya ketika saya membaca buku-buku mbak Leila saya sangat mengidolakan Bima, masih, hanya saja ada rangking pertamanya, dialah Karna. Nyesek banget baca kisahnya, hidupnya benar-benar tidak adil. Kalau di rangking idola saya dalam cerita Mahabharata ini adalah:

  1. Karna
  2. Bima
  3. Ekalaya
  4. Krishna
  5. Dre

Membaca dari sudut pandang Dropadi membuat Pandawa Lima tidak sekeren sebelumnya, saya sebel banget dengan Yudistira yang karena kebodohannya membuat keluarganya hancur, dan lebih sebel lagi dengan Arjuna, dia benar-benar laki-laki yang tidak setia, punya banyak istri dan licik. Tidak banyak dikisahkan rumah tangga Dropadi dengan para Pandawa, sedikit ketika bersama Yudistira, Arjuna dan Bima, sedangkan dengan Nakula dan Sadewa tidak ada bagian khusus. Bersama Yudhistira, Dropadi seperti penasehat, teman bertukar pendapat tentang mengurus kerajaan. Bersama Arjuna hanya membuat Dropadi terluka. Bersama Bima, Dropadi mendapatkan cinta yang menyakitkan. Bersama Karna, Dropadi mendapatkan nyesek di dada.

Harapan adalah seperti batu-batu tersembunyi dijalanmu -hanya membuatmu tersandung.

Buku ini bercerita tentang perjuangan Dropadi untuk meraih kebahagiaan, meraih cinta dan menerangkan kalau takdir tidak bisa diubah.

Buku ini saya rekomendasikan bagi kamu yang ingin membaca kisah Mahabharata.

4 sayap untuk cowok yang saya rangking.

NB: Bonus cerita

Inilah kisahnya, secara sederhana: Karna, Raja Angga, mencintai putri cantik dari dunia lain bernama peri hutan. Waktu diadakan sayembara untuk mencari pasangan sang peri, datanglah seorang manusia yang dengan pedenya ingin mengikuti sayembara tersebut. Ayahnya, si penguasa hutan belantara terang-terangan menolak karena mereka tidak satu rumpun. Laki-laki gagah itu tidak menyerah, dia memperlihatkan semua kemampuannya dan mengalahkan semua tantangan yang ada, tapi semua itu percuma, dari golongan perilah yang dapat mempersunting si peri cantik. Sejak pertama melihat mata pemuda itu, peri hutan seperti terhipnotis, tanpa ragu dia menambatkan hatinya, dia bisa membaca kesedihan lewat matanya karena merasa gagal. Tanpa berpikir panjang lagi, si peri hutan berkata kepada ayahnya, dia ingin bersama Karna, dia tidak peduli akan status yang membedakan mereka, dia yakin bersama Karna dia akan menemukan kebahagiaan. Dia pergi meninggalkan semua kemewahan dari dunia peri dan bersama Karna yang menggandeng tangannya, mereka menyongsong hari yang baru.

Ten Little Niggers (Sepuluh Anak Negro)

2172799Sinopsis:

Sepuluh orang diundang ke sebuah rumah mewah dan modern di Pulau Negro, di seberang pantai Devon. Walaupun mereka masing-masing menyimpan suatu rahasia, mereka tiba di pulau itu dengan penuh harapan, pada suatu sore musim panas yang indah.

Tetapi tiba-tiba saja terjadi serentetetan kejadian misterius. Pulau itu berubah menjadi pulau maut yang mengerikan… Panik mencekam orang-orang itu ketika mereka satu demi satu meninggal… satu demi satu…

Novel Agatha Christie yang paling mencekam dan menegangkan!

Cerita detektif – tanpa detektif!

***

Judul asli: And Then There Were None (Lalu Semuanya Lenyap)

Penulis: Agatha Christie

Alih bahasa: Mareta

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Cetakan ketiga, Oktober 1994

264 halaman

Pinjem mbak @destinugrainy

Sepuluh anak negro makan malam;

Seorang tersedak, tinggal sembilan.

Sembilan anak Negro bergadang jauh malam;

Seorang ketiduran, tinggal delapan.

Delapan anak Negro berkeliling Devon;

Seorang anak tak mau pulang, tinggal tujuh.

Tujuh anak Negro mengapak kayu;

Seorang terkapak, tinggal enam.

Enam anak Negro bermain sarang lebah;

Seorang tersengat, tinggal lima.

Lima anak Negro ke pengadilan;

Seorang ke kedutaan, tinggal empat.

Empat anak Negro pergi ke laut;

Seorang dimakan ikan herring merah, tinggal tiga.

Tiga anak Negro pergi ke kebun binatang;

Seorang diterkam beruang, tinggal dua.

Dua anak Negro duduk berjemur;

Seorang hangus, tinggal satu.

Seorang anak Negro yang sendirian;

Menggantung diri, habislah sudah.

Sepuluh orang dengan latar belakang berbeda diundang ke Pulau Negro oleh seseorang yang sangat misterius, Ulick Norman Owen. UNKNOWN. Mereka semua tidak tahu bahaya yang akan mereka hadapi, bahwa satu per satu dari mereka mati oleh kesalahan yang tak pernah tercium hukum. Namun, ada satu orang yang tahu kesalahan terpendam mereka, dan dia, dimulai dari kesalahan yang paling kecil mengeksekusi satu per satu sesuai dengan sajak anak Negro.

“Anda semua bertanggung jawab atas tuduhan berikut:

‘Edward George Amstrong, apa yang Anda kerjakan pada tanggal 14 Maret 1925, menyebabkan kematian Louisa Mary Clees.’

‘Emily Caroline Brent, pada tanggal 5 Nopember 1931 Anda bertanggung jawab atas kematian Beatrice Taylor.’

‘William Henry Blore, Anda menyebabkan kematian James Stephen Landor pada tanggal 10 Oktober 1928.’

‘Vera Elizabeth Claythorne, pada tanggal 11 Agustus 1935 Anda membunuh Cyril Ogilve Hamilton.’

‘Philip Lombard, pada bulan Pebruari 1932 Anda bersalah atas kematian dua puluh satu orang suku Afrika Timur.’

John Gordon Macarthur, pada tanggal 14 Januari 1917 Anda dengan sengaja membunuh pacar istri Anda, Arthur Richmond.’

‘Anthony James Marston, pada tanggal 14 Nopember tahun lalu Anda bersalah atas kematian John dan Lucy Combes.’

‘Thomas Rogers dan Ethel Rogers, pada tanggal 6 Mei 1929 Anda menyebabkan kematian Jennifer Brady.’

‘Lawrence John Wargrave, pada tanggal 10 Juni 1930 Anda bersalah atas kematian Edward Seton.’

Terdakwa, apakah Anda ingin mengajukan pembelaan?”

Akhirnya saya merasakan salah satu mahakarya The Queen of Crime, eyang Agatha Christie, ternyata lumayan seru juga :p Dari dulu saya sering lihat karya beliau di toko buku tapi entah kenapa tidak berminat sama sekali, bahkan saya kira dia penulis asal Indonesia yang ternyata lahir di Devon, Inggris tempat yang sering dia gunakan untuk setting ceritanya, mungkin saking banyak bukunya jadi bingung mau mulai yang mana dulu. Nah, dari berpuluh-puluh buku yang pernah dia buat entah kenapa lagi saya tertarik dengan Sepuluh Anak Negro ini yang dalam judul aslinya berjudul And Then There Were None, mungkin juga karena saya baca sajak anak Negro yang kayaknya kok seru banget ya sepuluh orang mati berurutan sesuai dengan sajak tersebut.

Yang paling asik ketika membaca buku thriller adalah kita tidak akan menemukan jawaban yang paling benar kalau tidak menyelesaikan sampai akhir buku tersebut, jadi mengasah kesabaran kita :p dan yang paling seru lagi adalah menebak siapa dalang semua masalah yang terjadi, kita ikut-ikutan jadi detektif!

Buku ini tidak tebal dan alurnya cepat, tips membaca buku ini adalah hafalkan semua tokoh yang ada di buku ini, kita harus jeli karena semua tokoh di buku ini mati dan pelakunya salah satu dari mereka. Saya bisa menebak kalau pasti pelakunya salah satu dari sepuluh orang yang diundang tapi tetap saja kebingunggan ketika orang kesepuluh mati dan siapa pelakunya???? Untung saya orangnya sabar 😀

2630972Kekurangan buku ini menurut saya adalah saya orangnya pelupa dan saya nggak hafal para tokohnya jadi bolak balik ngulang baca biar ngeh ‘ini tadi yang mana ya?’ hahahaha, soalnya kebanyakan sudut pandangnya orang pertama dan di buku ini cukup banyak isi kepala yang harus dicerna dengan baik-baik jadi saya nggak bisa baca cepet dan ada korban yang mati tidak sesuai dengan sajak jadi menurut saja kurang nendang. Saya lebih suka cover terbarunya, sesuai banget dengan isi buku ini.

Untuk kesan pertama saya tidak kapok dan pengen nyoba baca buku penulis yang pada tahun 1971 dianugerahi gelar Dame Commander of the British Empire ini, tapi yang mana????? banyak banget bahkan lebih dari 80 novel yang bercerita tentang detektif, jadi saya pengen nyoba yang mainstream dulu aja 😀 ada saran dan ada yang mau minjemin atau buntelin? #KutuBokek XD

Oh ya, buat yang pengen tahu lebih banyak  tentang Agatha Christie dan karya-karyanya coba deh berkunjung ke selselkelabu.blogspot.com recomended banget dan ada postingan yang keren banget yang dibuat oleh mbak Astrid tentang Hercule Poirot, salah satu tokoh ciptaan Agatha Christie yang paling sering muncul di buku-bukunya yang terkenal dengan sel-sel kelabunya, A Tribute to Hercule Poirot.

Buku ini saya rekomendasikan untuk yang pengen nyoba kaya Agatha Christie untuk pertama kalinya dijamin bikin nagih 😀

Dan seperti kebanyakan tips dari orang-orang setelah membaca buku ini, jangan buka halaman terakhirnya.

3.5 sayap untuk The Queen of Crime

Redfang

17089571

Redfang

Penulis: Fachrul R.U.N

Penyunting: Louis Javano

Ilustrator: Happy Mayorita

Ilustrasi sampul: V. Weyland

Pencipta hikayat: Amy Raditya

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-979-22-9092-9

Cetakan pertama, Desember 2012

452 halaman

hadiah dari @VandariaSaga

Sinopsis:

Delapan tahun silam, Cassius Redfang menghabisi adiknya demi menyandang gelar warisan sang ayah. Sekarang, dipandu mimpi ganjil istrinya, Cassius menemukan fakta mengejutkan, sang adik telah kembali mewujud di dunia. Dilanda kebingungan, Cassius mulai mencoba menyingkap teka-teki di balik kebangkitan adiknya. Mukjizat para Vanadis-kah? Tipuan? Ataukah…. orang itu justru berhubungan dengan hawa gelap yang menyeruak perlahan di negeri Blackmoon? Segalanya serba gelap…

***

Ini adalah kali kedua saya membaca novel dari Fachrul R.U.N, sebelumnya ada Hailstorm (review coming sooooooooooon) yang tidak memberi saya nafas akan pertarungannya. Setelah membaca buku ini saya mulai bisa mengikuti irama tulisan penulis. Sadis. Jangan harap ada cerita romantis yang manis-manis, yang ada adalah darah betebaran di mana-mana. Buku ini tidak kalah sadis dengan buku pertama hanya saja lebih kental aura misteriusnya sedangkan di buku pertama kental sekali aura peperangannya. Bisa saya bilang buku-buku karya Fachrul R.U.N ini cowok banget.

Sedikit sinopsis dari saya. Duke Cladius Redfang mewariskan takhta penguasa Canivius kepada putra keduanya, Velius Redfang. Sebagai putra pertama Cassius tidak terima, dialah yang seharusnya menguasai Cassius, begitu kata tradisi. Cassius adalah orang yang licik, dia selalu menggunakan cara kotor untuk meluluskan tujuannya berbeda dengan sang adik yang populer di masyarakat, dia cerdik, kuat dan suka memberontak. Cassius pun menantang duel adiknya, bagi yang menang nanti dialah yang menduduki singgasana Canivius. Sesuai dnegan sifatnya, dia berbuat curang dan berhasil membunuh adiknya sendiri. Pendapatnya salah ketika delapan tahun kemudian Velius datang kembali dan mulai meneror kehidupannya, ingin merebut apa yang seharusnya dia punya, Canivius.

Dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan bahkan seorang istri yang sangat dicintainya, mantan tunangan adiknya dulu, Avenia Mordino. Istrinya yang dianggap gila bermimpi bertemu dengan Velius dan dia merengek untuk dibawa ke tempat di mana dia melihat Velius, hutan di dekat Antipia, tempat Cassius membunuhnya. Dan ketika dia tak berdaya menolak permintaan istrinya, di tempat itulah Cassius bertemu lagi dengan Velius setelah delapan tahun yang lalu dia membunuhnya. Sejak saat itu, hidup Cassius tidak pernah tenang lagi. Cassius kembali mengerahkan orang kepercayaannya, Ninh, pengawalnya untuk menyelidiki keganjilan itu.

Konfliknya tidak berhenti sampai di situ, ada orang yang ingin memporak-porandakan Valta (wilayah paling timur di Kerajaan Blackmoon), mengadu domba tiga klan yang paling berkuasa di kerajaan tersebut; Hailstorm, Redfang dan Mordino sehingga perang besar tak terelakkan lagi.

Penuh misteri, sejak pertama baca saya sudah dibuat penasaran dengan siapa sesungguhnya Velius Redfang? Rasa penasaran inilah yang memacu saya membuka halaman demi halaman untuk mengetahui siapa sebenarnya orang yang sudah dikatakan meninggal bertahun-tahun yang lalu itu. Dan setelah saya mengetahuinya, saya kecewa. Sulit mengatakan alasannya karena nanti dianggap spoiler. Sedikit aja deh, saya lebih berharap kalau Velius Redfang lebih baik Deimos sungguhan aja, karena kenyataannya absurd banget, nggak habis dipikir dan menurut saya terlalu dipaksakan.

Itu aja yang membuat saya kurang puas, masih ada sedikit typo dan huruf yang lebih besar dari yang lain, selain itu tidak masalah. Covernya keren! Gambar Cassius Redfang dan dibawahnya Velius Redfang. Menggambarkan kalau kehidupan Cassius selalu dibayang-bayangi adiknya. Ilustrasinya juga oke banget, tidak malu-malu menggambarkan adegan sadis, apalagi bagaimana rupa Velius dengan kejinya dibunuh Cassius, sadisssssssss. Pengenalan tokoh di awal membuat kita mudah memahami karakter utama yang ada di buku ini. Ada juga peta kerajaan Valta yang membuat buku ini semakin komplit.

Perlu diketahui, di buku ini tidak ada tokoh protagonisnya, semua antagonis dan poin inilah yang membuat saya memberikan penilaian lebih, yang mengobati rasa kekecewaan saya.

Bener kata bang Dion, mungkin lebih lengkap kalau penulis membuat cerita tentang keluarga Mordino :p

Buku ini saya rekomendasikan bagi yang mencari buku fantasy yang cowok banget.

3 sayap untuk keluarga Redfang.

NB: Posting bareng BBI kategori Fantasy

Water for Elephants

9410658

Air Untuk Gajah

Penulis: Sara Gruen

Alih Bahasa: Andang H. Sutopo

Desain Cover: Marcel A.W.

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-979-22-6252

Cetakan pertama, September 2010

512 halaman

Yang membuat saya ingin membaca buku ini adalah karena buku ini sudah di filmkan, bukan, bukan karena pemain utamanya pernah menjadi vampir yang menghabiskan bedak, lebih karena penasaran apa yang membuat buku ini layak diangkat ke layar lebar. Saya selalu yakin bahwa pasti ada sesuatu yang sangat menarik kenapa sebuah buku dijadikan film, walau pasti banyak orang yang berpendapat tetap versi bukulah yang sangat menarik, saya pun seperti itu, hanya saja kadang sebuah film bisa mewujudkan fantasy kita, selalu ada pembeda tapi tetap dalam inti yang sama. Selain menduduki #1 New York Times bestseller ketika pertama kali terbit, mendapatkan penghargaan untuk Book Sense Book of the Year Award for Adult Fiction (2007), ALA Alex Award (2007), The Quill Award Nominee for General Fiction (2006) dan diterjemahkan ke dalam 44 bahasa, yang sangat menarik dari buku ini adalah bercerita tentang rombongan sirkus pada awal tahun 1930-an.

Untuk judulnya sendiri sangat manarik, ada bagian ketika Jacob menuduh temannya berbohong ketika dia bercerita kalau dulunya pernah bekerja membawa air untuk gajah, itu tidak mungkin terjadi. Jacob tahu lebih dari siapa pun. Faktanya adalah seekor gajah minum 25-75 galon atau 100-300 liter air per hari, sesuatu yang sangat mustahil dilakukan oleh seorang manusia. Air Untuk Gajah memiliki ungkapan yang berarti membawa beban yang sangat berat, seperti membawa suatu rahasia yang tidak bisa diceritakan kepada siapa pun, termasuk orang yang sangat dicintainya.

Diceritakan dari sudut pandang orang pertama, Jacob Jankowski yang berumur 90 tahun atau 93 tahun dan ketika dia berusia 23 tahun. Pertama-tama kita disuguhkan sebuah prolog yang sedikit menegangkan, membuat sangat penasaran, membuka sedikit rahasia besar Jacob Jankowski yang dibawanya selama tujuh puluh tahun, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya tak terkecuali istrinya sendiri, dan dia membaginya kepada kita, hanya kepada para pembaca.

Alurnya flashback, bab pertama kita akan melihat bagaimana Jacob Jankowski tua sangat cerewet menghadapi aturan di panti jompo tempat dia tinggal di masa tua. Dia merasa dikekang dengan aturan-aturan sehingga sering sekali menyusahkan para perawat, contohnya adalah dia bosan sekali makan bubur, kacang tumbuk, bubur bayi, dia mengganggap kalau daging panggang, jagung yang masih ada tongkolnya, apel adalah makanan surga. Bab berikutnya berganti dengan kehidupan Jacob muda, walau porsi Jacob muda lebih banyak, selang-seling itulah cara Sara Gruen menggungkapkan kisah hidup perjalanan Jacob Janskowski.

Kabar kematian orangtua Jacob merobohkan impiannya  menjadi dokter hewan, selain hanya tinggal dia seorang, orang tuanya tidak meninggalkan warisan seperserpun, ayahnya yang seorang dokter hewan tidak berpenghasilan banyak, rumah dan harta lainnya digunakan untuk membayar hutang di bank, yang Jacob ketahui itu semua demi membayar biaya pendidikannya di universitas terkemuka, Cornell University. Dia tidak bisa berpikir, dia merasa sendirian di dunia, tidak punya tujuan pulang, dia ingin meninggalkan Itacha, meninggalkan tempat yang menorehkan luka yang sangat dalam. Ketika Jacob kembali ke sekolah dan menghadapi ujian akhir dia tidak sanggup lagi, memilih mundur, memilih kabur. Tidak ada tempat tujuan baginya, dia berjalan menyusuri kota dan mengikuti jalur rel kereta api, ketika dia melihat sebuah lokomotif besar yang mempunyai banyak gerbong, tanpa berpikir lagi dia berlari dan melompat, mendaratkan tubuhnya ke Flying Squadron Benzini Bersaudara Pertunjukan Paling Spektakuler di Dunia, sebuah rombongan sirkus.

Di rumah barunya Jacob bertemu orang-orang yang menajubkan, salah satunya adalah Camel yang dengan baik hatinya tidak mengusir dan menawarinya bekerja dalam rombongan sirkus. Menyekop tahi, menjaga ketertiban ketika Barbara sedang beraksi melucuti pakaiannya satu per satu sampai pada akhirnya riwayat pendidikan Jacob diketahui yaitu mahasiswa semester akhir kedokteran hewan. Alan Bunkel, atau biasa dipanggil Paman Al, Ringmaster Extraordinaire, Penguasa Seluruh Alam Raya Yang Diketahui Maupun Yang Tidak Diketahui, pemilik sirkus Benzini Brother tidak mementingkan apakah Jacob sudah lulus atau belum, yang dia tahu adalah Jacob bisa mengobati binatang-binatang kesayangannya, rombongannya belum mempunyai dokter hewan seperti Ringling saingannya dan itu sudahlah cukup. Sejak saat itu kedudukan Jacob naik setingkat, dia tidak lagi tidur bersama Camel yang seorang pekerja, dia ditempatkan bersama Kinko -kalau sudah menjadi teman bisa memanggilnya Walter- seorang performer, bertubuh cebol yang tinggal bersama Queenie, anjing kesayangannya, seseorang yang memiliki buku lengkap karya Shakespeare dan komik-komik cabul. Selain Paman Al, orang yang sangat berpengaruh di Benzini Brother adalah August Rosenbluth, direktur pertunjukan kuda dan pengawas hewan-hewan. Dia memiliki kepribadian ganda, di satu sisi dia bisa sangat baik dan di sisi lain bisa sangat kejam. Contohnya ketika dia sedang baik hati; dia mengundang Jacob makan malam bersama istrinya, meminjaminya pakaian bagus, dan memberinya tempat tinggal yang layak daipada para pekerja. Ketika dia sedang jahat; dia mempersilahkan Jacob memberi makan kepada Rex, kucing besar yang sudah tidak memiliki gigi, seekor harimau. Dia juga sangat kasar kepada Rosie, seekor gajah yang baru dibeli Paman Al dari sirkus yang sudah bangkrut. Rosie dianggap gajah dungu karena tidak pernah mau mengikuti perintah August sehingga tidak jarang dia menyiksanya, yang dilakukannya hanyalah makan dan mengacau, Rosie juga belum pernah melakukan pertunjukan sirkus, padahal gajah itu sangatlah cerdas, hanya Jacob yang bisa memahaminya. Hanya dua orang yang tahu kalo August mengidap paranoid schizophrenic, Paman Al dan Marlena, istrinya. Pertama kali melihat Marlena beraksi dengan kuda Arab cantik, Jacob sangat terpesona, dia tidak bisa melupakannya.

Selain menceritakan kicah cinta terlarang Jacob dan Marlena, buku ini banyak bercerita tentang kehidupan di balik layar para pekerja sirkus. Ada perbedaan yang mencolok antara para pekerja dan para performer/kinker, sangat penting dari Departemen mana seseorang berasal, apakah dari  ring stock, baggange stock atau managerie (tenda binatang liar). Ada tingkatan-tingkatan yang jelas, para performer tinggal di gerbong yang lebih bagus dan dekat dengan lokomotif dan para pekerja ada dibelakangnya, kadang satu gerbong dengan binatang. Bahkan, binatang dianggap lebih berharga daripada para pekerja. Paman Al tidak akan segan-segan bila terjadi sesuatu dengan asetnya dan apabila ada pekerjanya yang sudah tidak sanggup melakukan lagi pekerjaannya, dia akan langsung ‘dilampumerahkan’ yang berarti dibuang dari kereta ketika kereta sedang berjalan. Upah kerja pun menjadi masalah, para performer selalu mendapatkan gaji yang banyak dan tepat waktu sedangkan para pekerja tidak jarang mengalami penundaan. Itulah yang dilihat Jacob di sirkus Benzini Brother, dia takut ketika Camel mengidap jake leg, mengalami kelupuhan di tangan, kaki dan organ vital bagi laki-lagi gara-gara mengkonsumsi Jamaica ginger paralysis -minuman ekstrak jahe Jamaica. Dia takut kalau Camel akan dilampumerahkan oleh Paman Al yang hanya mementingkan hewan sirkus dan orang aneh asli sehingga dia menyembunyikannya di kamarnya. Belum lagi menghadapi August yang gila, yang mampu berbuat apa pun yang bisa menyakiti Marlena, yang mulai mencium hubungan terlarang mereka dan di tempat itulah dia menyimpan rahasia terbesarnya.

ringling-brothers-circus-performing-elephant

Tema buku ini sangat menarik, bergenre historical fiction yang menceritakan sejarah sirkus tahun 1930-an, di bagian catatan penulis kita akan mengetahui bagaimana Sara Gruen melakukan riset sejarah sirkus Amerika untuk menguatkan cerita yang dia buat. Walau Benzini Brother hanya rekayasa penulis, The Ringling Brother nyata adanya. Kelompok sirkus tersebuat dibuat oleh Ringling bersaudara pada tahun 1884 bahkan ada Ringling Circus Museum yang terletak di Florida. Kejadian yang dialami Camel juga merupakan tragedi nyata yang dialami oleh sekitar seratus ribu orang Amerika pada tahun 1930-1931 yang mengalami kelumpuhan yang disebabkan oleh minuman keras oplosan seperti Jamaica ginger. Ada juga kisah nyata yang mirip dengan gajah cantik Rosie. Water for Elephants adalah buku ketiga Sara Gruen, sebelumnya dia menerbitkan seri Riding Lessons (Riding Lessons dan Flying Changes) yang bercerita tentang kuda, sedangkan buku terbarunya; Ape House bercerita tentang kera. Sara Gruen memang sangat mencintai dunia binatang, semua karyanya berbau binatang. Ia mendukung berbagai organisasi amal penyayang binatang dan lingkungan hidup.

Selain tema dan faktanya yang menarik, buku ini juga diwarnai tokoh-tokoh yang unik. Paman Al yang ambisius, August yang gila tapi briliant, Marlena yang cantik nan menawan, Jacob yang polos (yang entah kenapa saya merasa Jacob tua dan muda sangat berbeda, kalau Jacob muda lebih pendiam, Jacob tua sangat cerewet) dan para pekerja sirkus yang tak pernah patah semangat walau mereka sering tidak diperlakukan secara layak. Hidup mereka hanya untuk sirkus, mereka berusaha menampilkan performa yang menarik disamping segala kekurangan yang mereka miliki. Terjemahan buku ini juga tidak ada masalah, hanya saja saya berharap ada beberapa istilah sirkus yang sebaiknya lebih dijelaskan seperti departemen ring stock dan baggange stock, saya masih belum mengerti departemen itu mengurus bagian apa, berbeda dengan managerie yang sering disebut, yang dikuhususkan untuk tenda binatang liar. Untuk covernya sebenarnya tidak kalah dengan cover aslinya, hanya saja saya berharap gambar gajah dihilangin, toh cerita sebenarnya bukan tentang Rosie, hewan itu hanya merupakan salah satu pelengkap cerita. Untuk ukuran huruf dan kertasnya juga tidak masalah, tidak terlalu kekecilan dan memakai kertas buram yang luwes di tangan.

Sebenarnya saya berharap akan ada pertunjukan sirkus yang spektakuler namun hanya ada beberapa pertunjukan yang dijelaskan secara lengkap, seperti pertunjukan Barbara yang menari erotis, Marlena dengan kuda Arab dan gajah Rosie, saya menginginkan lebih banyak lagi karena seumur-umur saya belum pernah melihat sirkus. Entah di Indonesia sudah pernah ada atau belum, yang saya tahu hanya cembreng dan pasar malam, sehingga saya berharap mendapatkan cerita tentang sirkus di sini. Buku ini lebih banyak menyorot kehidupan dibalik layarnya. Mungkin versi film menjawab penasaran saya, melihat trailernya kemegahan sebuah sirkus cukup tergambarkan, dibintangi oleh aktor yang tidak asing lagi, si pemeran vampir tampan di film Twilight, Robert Pattinson dan aktris peraih Oscar, Reese Witherspoon yang saya rasa keduanya cocok memerankan Jacob dan Marlena. Buat yang terkesan dengan film I Am Legend dan yang sedang menunggu tidak sabar untuk film Catching Fire, Francis Lawrence tidak perlu diragukan lagi kehebatannya sebagai sutradara.

index

Bagian yang paling mengharukan adalah ketika Jacob tua menunggu kedatangan anak-anak mereka untuk melihat sirkus. Sedih banget rasanya ketika mereka tidak datang. Jacob memiliki lima anak dan tidak ada seorang pun yang menginggat ayahnya, seperti tidak ada tempat bagi Jacob di kehidupan anak-anaknya. Ketika membaca bagian ini saya merasa terpecut, tersengat untuk lebih memperhatikan keberadaan orang tua kita.

Quote favorit saya:

Umur adalah pencuri yang jahat. Sewaktu kau mulai terbiasa dengan hidupmu, ia membuat kakiu lemah dan punggungmu bungkuk.

Bila dua orang ditakdirkan untuk bersatu, mereka akan bersatu. Itu takdir.

3 sayap untuk Benzini Bersaudara Pertunjukan Paling Spektakuler di Dunia