The Palace of Illutions

6591999

The Palace of Illutions

Penulis: Chitra Banerjee Divakaruni

Alih bahasa: Gita Yuliani K.

Desain dan ilustrasi cover: Satya Utama Jadi

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 979-22-4556-1

Cetakan pertama, Juli 2009

496 halaman

pinjem mbak Sanie B. Kuncoro

Pernahkah kamu ketika membaca sebuah buku dan buku itu bercerita tentang sebuah kisah lain kamu menjadi sangat tertarik untuk membacanya? Saya pernah, sekali ini. Saya sampai memikirkannya berhari-hari dan ingin segera membaca buku tersebut. Saya sangat terpesona akan sosok Bima dan Ekalaya yang pernah diceritakan mbak Leila S. Chudori di buku Pulang, sejak saat itu saya ingin sekali membaca cerita Mahabharata, tentu waktu kecil saya pernah mendengarnya tapi saya sudah lupa dan saya ingin mengulang dan merasakan sendiri kehebatan salah satu Pandawa Lima itu. Awalnya saya ingin meminjam buku Mahabharata yang super tebal dan hardcover milik mantan King of Galau (berharap dapat buntelan buku ini juga), tapi dia menyarankan agar saya membaca The Palace of Illutions, kisah Mahabharata yang lebih ringan, yang lebih cocok untuk otak bulat saya. Dan saya tahu siapa yang punya.

Biasanya kisah Mahabharata diceritakan melalui sudut pandang orang pertama yaitu Byasa -orang bijak yang tahu segala, penyusun Mahabharata yang juga muncul di dalamnya sebagai salah satu tokoh. Di buku ini sudut pandangnya dari Dropadi atau Panchali putri Raja Panchala, istri dari Pandawa Lima. Melalui sudut pandangnya kita akan mengetahui bagaimana perasaan sesungguhnya seorang perempuan yang lahir Tidak Diundang, titisan Dewi Agni yang lahir dari api -bersama kembarannya Drestadumnya, yang diramalkan akan mengubah sejarah.

Suatu hari dia mendatangi si petapa bijak untuk mengatahui masa depannya, dan ramalan itu membuat Dropadi sangat hati-hati menjalani hidupnya.

Kau akan mengawini lima pahlawan terbesar pada masamu.

Kau akan menjadi ratu segala ratu, dicemburui semua dewi.

Kau akan menjadi pelayan. Kau akan menjadi penguasa istana paling hebat, lalu kehilangan itu.

Kau akan diingat karena menyebabkan perang terbesar pada masamu.

Kau akan menyebabkan kematian raja-raja jahat -dan anak-anakmu, dan kakakmu. Sejuta perempuan akan menjadi janda gara-gara kau. Ya, memamng, kau akan meninggalkan jejak pada sejarah.

Kau akan dicintai, meskipun kau tidak selalu tahu siapa yang mencintaimu. Meskipun kau mempunyai lima suami, kau akan mati sendirian, ditinggalkan pada akhirnya -sekaligus tidak ditinggalkan.

Si petapa juga berkata sifat Dropadi yang sombong, pemarah dan pendendam akan mempercepat proses takdir hidupnya, dan dia memberikan nasehat tentang tiga saat berbahaya yang akan menimpa Dropadi dan berharap mengurangi kedasyatan bencana yang akan datang. Yang pertama, tepat saat pernikahannya, pada saat itu Dropadi harus menahan pertanyaannya. Yang kedua, pada waktu suami-suaminya berada di puncak kekuasaan, pada saat itu Dropadi harus menahan tawanya. Yang ketiga akan datang waktu Drupadi dipermalukan begitu hebat dan dia harus menahan kutukannya.

Takdir Dropadi dimulai ketika turnamen besar di Hastinapura, ayahnya mengadakan ujian bagi siapa yang mampu menaklukkan tantangan yang ada dialah yang nantinya akan menjadi suami Dropadi. Salah satu Pandawa Lima hampir menempati posisi itu, dialah Arjuna sang pemanah handal. Lalu datanglah Karna, putra seorang kusir kereta yang sebenarnya mempunyai kemampuan lebih, yang membuat Dropadi selalu ingin memandang matanya. Karena statusnya itu dia tidak bisa mengikuti sayembara. Duryodana yang tidak ingin Pandawa selalu menang langsung mengangkat Karna sebagai penguasa Angga dan sahabatnya. Tetapi kehormatan lebih penting, Karna berasal dari kasta rendah dan dia akan menodai status Dropadi, Dre langsung siaga ketika Karna tidak mau menyerah mendapatkan Dropadi. Takut ramalan terjadi, kakak tersayangnya terbunuh, Dropadi melontarkan salah satu hal yang sebenarnya tidak boleh dia katakan, dia tidak bisa menahan pertanyaannya. Sejak saat itu Karna berjanji akan membalas dendam seratus kali lipat.

Awalnya Dropadi menikah dengan Arjuna, dia menolak semua fasilitas yang akan diberikan ayahnya dan memilih mengikuti Arjuna ke hutan belantara karena istana mereka habis dilalap api, di hutan itu tinggallah keempat saudara dan ibunya, Kunti. Kunti tidak senang dengan kehadiran Dropadi, membuat dia merasa mempunyai jarak dengan anak-anaknya, dia selalu memberikan ujian pada Dropadi, seperti memasak dengan bahan yang minim dan peralatan yang seadanya, untungnya Dropadi mempunyai aji-aji untuk mengatasinya. Karena tumbuh dan besar bersama baik susah maupun senang, Kunti mengajarkan kalau mereka harus selalu berbagi, tak terkecuali istri. Tidak mampu menolak permintaan ibunya, mereka kembali ke istana dan memberikan penawaran. Sang Byasa pun merancang bagaimana kehidupan pernikahan Dropadi. Dia akan menjadi istri untuk masing-masing saudara selama setahun penuh, mulai dari yang sulung sampai yang bungsu secara bergantian. Selama setahun itu saudara lainnya dilarang menyentuh, kalau berbicara harus menundukkan mata dan kalau melanggar dia akan dikucilkan selama setahun dari rumah tangga. Dropadi juga diberi aji-aji, setiap kali dia bersama saudara yang baru dia akan kembali perawan.

Meskipun Dhai Ma menghiburku dengan berkata akhirnya aku mempunyai kebebasan seperti yang dipunyai kaum laki-laki selama berabad-abad, keadaanku sangat berbeda dengan keadaan laki-laki yang mempunyai beberapa istri. Tidak seperti laki-laki, aku tidak punya pilihan dengan siapa aku akan tidur, dan kapan. Seperti gelas minum milik bersama, aku akan digilirkan dari tangan ke tangan, tidak peduli aku bersedia atau tidak.

Aku juga tidak begitu senang dengan aji-aji keperawanan itu, yang rupanya lebih dirancang demi keuntungan suami-suamiku daripada aku. Sepertinya begitulah selalu sifat aji-aji yang diberikan kepada kaum perempuan -diberikan kepada kami seperti hadiah yang tidak diinginkan.

Setelah menikah dengan para Pandawa Lima, Dropadi tinggal di istana baru yang megah dan indah, Istana Khayalan. Istana itu dibuat oleh Maya, yang mebangun istana-istana untuk para dewa, Arjuna pernah menyelamatkannya dari api, kini waktunya membalas budi. Istana itu akan membuat cemburu semua raja, Duryodana salah satunya. Untuk merayakannya sekaligus gelar Yudhistira sebagai raja, perta digelar selama berhari-hari, judi, minuman meraja lela, membutakan para Pandawa. Suatu waktu ketika semua tamu hampir pulang ke istananya masing-masing, hanya tinggal Duryodana, ia mencoba memasuki kawasan Dropadi tapi karena istana itu dirancang sedemikian rupa membuat Duryodana terjatuh ke telaga, membuat semua yang mlihatnya tertawa terbahak-bahak. Dropadi melupakan nasehat yang kedua.

Ketika gantian mereka yang diundang ke istana baru Duryodana, mereka berhasil terkena jebakan. Dulu sewaktu di Istana Khayalan Duryodana selalu kalah bermain judi dan sekarang Sengkuni berhasil mengalahkan Yudistira, membuat dia mengorbankan harta, istana, saudara bahkan istrinya. Justru Karna lah, laki-laki yang selalu diharapkan menjadi suami Drupadi berteriak kepada Duryodana agar semua Pandawa melepaskan pakaian dan perhiasan mereka dan berkata, “Kenapa Dropadi harus diperlakukan berbeda? Ambil pakaiannya juga.” Membuat Dropadi melupakan nasehat yang ketiga, yang menyebabkan pecahnya perang Kurukshetra.

Sedih setelah selesai membaca buku ini, bukan karena perangnya, oke sedikit sih akrena melihat Gatotkaca (anak Bima) dan Abimanyu (anak Arjuna) mati, tapi akan kisah cintanya. Sungguh tepat kalau sudut pandangnya dari Dropadi, kita seakan merasakan apa yang dia rasakan. Terlahir tanpa cinta membuat dia selalu mencari cinta. Tidak banyak yang benar-benar mencintai Dropadi, dia hanya mengenal Dre, Krishna sahabatnya yang jauh dan ibunya, Dhai Ma yang setelah menikah Dru kehilangan mereka dan merasa sendirian, padahal dia mendambakan seseorang yang bisa diajak berbicara secara pribadi. Dia diam-diam mencintai Karna tapi karena status dia memendamnya. Dari semua Pandawa Lima, hanya Arjuna yang benar-benar mengambil hati Dru sayangnya Arjuna tidak pernah sekali pun memperhatikannya, bahkan ketika berjalan di hutan dia meninggalkan jauh Dropadi di belakangnya, tanpa mengandeng tangannya. Hanya Bima yang benar-benar tulus mencintai Dru, dia selalu menanyakan apa yang diinginkan Dru, dia rela membunuh Kicaka agar kehormatan Dru tidak ternoda, yang menyebabkan penyamaran mereka terungkap. Hanya Bima yang rela mati demi Dru. Awalnya ketika saya membaca buku-buku mbak Leila saya sangat mengidolakan Bima, masih, hanya saja ada rangking pertamanya, dialah Karna. Nyesek banget baca kisahnya, hidupnya benar-benar tidak adil. Kalau di rangking idola saya dalam cerita Mahabharata ini adalah:

  1. Karna
  2. Bima
  3. Ekalaya
  4. Krishna
  5. Dre

Membaca dari sudut pandang Dropadi membuat Pandawa Lima tidak sekeren sebelumnya, saya sebel banget dengan Yudistira yang karena kebodohannya membuat keluarganya hancur, dan lebih sebel lagi dengan Arjuna, dia benar-benar laki-laki yang tidak setia, punya banyak istri dan licik. Tidak banyak dikisahkan rumah tangga Dropadi dengan para Pandawa, sedikit ketika bersama Yudistira, Arjuna dan Bima, sedangkan dengan Nakula dan Sadewa tidak ada bagian khusus. Bersama Yudhistira, Dropadi seperti penasehat, teman bertukar pendapat tentang mengurus kerajaan. Bersama Arjuna hanya membuat Dropadi terluka. Bersama Bima, Dropadi mendapatkan cinta yang menyakitkan. Bersama Karna, Dropadi mendapatkan nyesek di dada.

Harapan adalah seperti batu-batu tersembunyi dijalanmu -hanya membuatmu tersandung.

Buku ini bercerita tentang perjuangan Dropadi untuk meraih kebahagiaan, meraih cinta dan menerangkan kalau takdir tidak bisa diubah.

Buku ini saya rekomendasikan bagi kamu yang ingin membaca kisah Mahabharata.

4 sayap untuk cowok yang saya rangking.

NB: Bonus cerita

Inilah kisahnya, secara sederhana: Karna, Raja Angga, mencintai putri cantik dari dunia lain bernama peri hutan. Waktu diadakan sayembara untuk mencari pasangan sang peri, datanglah seorang manusia yang dengan pedenya ingin mengikuti sayembara tersebut. Ayahnya, si penguasa hutan belantara terang-terangan menolak karena mereka tidak satu rumpun. Laki-laki gagah itu tidak menyerah, dia memperlihatkan semua kemampuannya dan mengalahkan semua tantangan yang ada, tapi semua itu percuma, dari golongan perilah yang dapat mempersunting si peri cantik. Sejak pertama melihat mata pemuda itu, peri hutan seperti terhipnotis, tanpa ragu dia menambatkan hatinya, dia bisa membaca kesedihan lewat matanya karena merasa gagal. Tanpa berpikir panjang lagi, si peri hutan berkata kepada ayahnya, dia ingin bersama Karna, dia tidak peduli akan status yang membedakan mereka, dia yakin bersama Karna dia akan menemukan kebahagiaan. Dia pergi meninggalkan semua kemewahan dari dunia peri dan bersama Karna yang menggandeng tangannya, mereka menyongsong hari yang baru.

Iklan

Redfang

17089571

Redfang

Penulis: Fachrul R.U.N

Penyunting: Louis Javano

Ilustrator: Happy Mayorita

Ilustrasi sampul: V. Weyland

Pencipta hikayat: Amy Raditya

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-979-22-9092-9

Cetakan pertama, Desember 2012

452 halaman

hadiah dari @VandariaSaga

Sinopsis:

Delapan tahun silam, Cassius Redfang menghabisi adiknya demi menyandang gelar warisan sang ayah. Sekarang, dipandu mimpi ganjil istrinya, Cassius menemukan fakta mengejutkan, sang adik telah kembali mewujud di dunia. Dilanda kebingungan, Cassius mulai mencoba menyingkap teka-teki di balik kebangkitan adiknya. Mukjizat para Vanadis-kah? Tipuan? Ataukah…. orang itu justru berhubungan dengan hawa gelap yang menyeruak perlahan di negeri Blackmoon? Segalanya serba gelap…

***

Ini adalah kali kedua saya membaca novel dari Fachrul R.U.N, sebelumnya ada Hailstorm (review coming sooooooooooon) yang tidak memberi saya nafas akan pertarungannya. Setelah membaca buku ini saya mulai bisa mengikuti irama tulisan penulis. Sadis. Jangan harap ada cerita romantis yang manis-manis, yang ada adalah darah betebaran di mana-mana. Buku ini tidak kalah sadis dengan buku pertama hanya saja lebih kental aura misteriusnya sedangkan di buku pertama kental sekali aura peperangannya. Bisa saya bilang buku-buku karya Fachrul R.U.N ini cowok banget.

Sedikit sinopsis dari saya. Duke Cladius Redfang mewariskan takhta penguasa Canivius kepada putra keduanya, Velius Redfang. Sebagai putra pertama Cassius tidak terima, dialah yang seharusnya menguasai Cassius, begitu kata tradisi. Cassius adalah orang yang licik, dia selalu menggunakan cara kotor untuk meluluskan tujuannya berbeda dengan sang adik yang populer di masyarakat, dia cerdik, kuat dan suka memberontak. Cassius pun menantang duel adiknya, bagi yang menang nanti dialah yang menduduki singgasana Canivius. Sesuai dnegan sifatnya, dia berbuat curang dan berhasil membunuh adiknya sendiri. Pendapatnya salah ketika delapan tahun kemudian Velius datang kembali dan mulai meneror kehidupannya, ingin merebut apa yang seharusnya dia punya, Canivius.

Dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan bahkan seorang istri yang sangat dicintainya, mantan tunangan adiknya dulu, Avenia Mordino. Istrinya yang dianggap gila bermimpi bertemu dengan Velius dan dia merengek untuk dibawa ke tempat di mana dia melihat Velius, hutan di dekat Antipia, tempat Cassius membunuhnya. Dan ketika dia tak berdaya menolak permintaan istrinya, di tempat itulah Cassius bertemu lagi dengan Velius setelah delapan tahun yang lalu dia membunuhnya. Sejak saat itu, hidup Cassius tidak pernah tenang lagi. Cassius kembali mengerahkan orang kepercayaannya, Ninh, pengawalnya untuk menyelidiki keganjilan itu.

Konfliknya tidak berhenti sampai di situ, ada orang yang ingin memporak-porandakan Valta (wilayah paling timur di Kerajaan Blackmoon), mengadu domba tiga klan yang paling berkuasa di kerajaan tersebut; Hailstorm, Redfang dan Mordino sehingga perang besar tak terelakkan lagi.

Penuh misteri, sejak pertama baca saya sudah dibuat penasaran dengan siapa sesungguhnya Velius Redfang? Rasa penasaran inilah yang memacu saya membuka halaman demi halaman untuk mengetahui siapa sebenarnya orang yang sudah dikatakan meninggal bertahun-tahun yang lalu itu. Dan setelah saya mengetahuinya, saya kecewa. Sulit mengatakan alasannya karena nanti dianggap spoiler. Sedikit aja deh, saya lebih berharap kalau Velius Redfang lebih baik Deimos sungguhan aja, karena kenyataannya absurd banget, nggak habis dipikir dan menurut saya terlalu dipaksakan.

Itu aja yang membuat saya kurang puas, masih ada sedikit typo dan huruf yang lebih besar dari yang lain, selain itu tidak masalah. Covernya keren! Gambar Cassius Redfang dan dibawahnya Velius Redfang. Menggambarkan kalau kehidupan Cassius selalu dibayang-bayangi adiknya. Ilustrasinya juga oke banget, tidak malu-malu menggambarkan adegan sadis, apalagi bagaimana rupa Velius dengan kejinya dibunuh Cassius, sadisssssssss. Pengenalan tokoh di awal membuat kita mudah memahami karakter utama yang ada di buku ini. Ada juga peta kerajaan Valta yang membuat buku ini semakin komplit.

Perlu diketahui, di buku ini tidak ada tokoh protagonisnya, semua antagonis dan poin inilah yang membuat saya memberikan penilaian lebih, yang mengobati rasa kekecewaan saya.

Bener kata bang Dion, mungkin lebih lengkap kalau penulis membuat cerita tentang keluarga Mordino :p

Buku ini saya rekomendasikan bagi yang mencari buku fantasy yang cowok banget.

3 sayap untuk keluarga Redfang.

NB: Posting bareng BBI kategori Fantasy

Momo

2189720

Momo

Penulis: Michael Ende

Alih bahasa: Hendarto Setiadi

Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 979-22-0943-3

Cetakan pertama, Juli 2004

320 halaman

Harga: pinjem @pippopu

Anak perempuan kecil itu bernama Momo, penampilannya aneh dan selalu kotor, ia pendek dan kurus sehingga tidak ada yang tahu dia berusia delapan atau sudah dua belas tahun. Dia tinggal di reruntuhan amfiteater. Dia tidak tahu siapa orangtuanya, tidak tahu tentang asal usulnya tapi dia bersahabat dengan banyak orang, orang-orang dari lingkungan sekitar yang tidak jauh dari  tempat tinggalnya. Momo mempunyai bakat, sebuah bakat yang amat dibutuhkan. Kalau mereka tidak bisa menemui Momo maka dengan baik hati Momo akan datang membantu memecahkan masalah mereka, “Coba cari Momo!”. Bukan sebuah bakat yang luar biasa, sebuah bakat yang sebenarnya dimiliki setiap orang, kalau mereka sadar. Bakat yang dimiliki Momo kecil adalah: mendengarkan. Di mana hanya sedikit orang yang sanggup mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Dan kemampuan Momo mendengarkan tidak ada tandingannya.

Begitu pandainya Momo mendengarkan, sehingga orang bodoh pun mendadak bisa mendapatkan ide gemilang. Bukan karena Momo mengatakan atau menanyakan sesuatu yang bisa mengarahkan pikiran orang lain, bukan, ia hanya duduk mendengarkan orang itu dengan segenap perhatian dan dengan sepenuh hati. Ia akan menatap orang tersebut dengan matanya yang besar dan berwarna gelap, dan orang yang bersangkutan akan merasa bagaimana berbagai ide yang tak pernah disangka-sangka muncul dalam kepalanya.

Begitu pandainya Momo mendengarkan, sehingga orang yang semula bingung atau ragu-ragu mendadak tahu persis apa yang ia inginkan, orang yang pemalu menjadi bebas dan berani, dan orang yang tidak bahagia dan tertekan pun berbesar hati dan merasa gembira. Jika ada orang yang merasa hidupnya sia-sia dan tak berani dan bahwa ia hanya satu di antara sekian juta orang, bahwa ia tidak penting dan dapat diagantikan semudah mengganti panci yang rusak, dan ia mencari Momo kecil untuk mencurahkan isi hatinya, maka sambil berbicara ia akan sadar sendiri bahwa ia keliru, bahwa ia, sebagaimana adanya, tak ada duanya, dan bahwa karena itu ia pun penting bagi dunia.

Begitu pandainya Momo mendengarkan!

Momo mempunyai banyak teman, baik itu orang dewasa atau anak-anak. Momo juga menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan permainan baru, bukan, bukan dia yang memberikan usul, dia hanya datang dan ikut bermain, justru itulah yang menjadikan anak-anak menjadi kreatif. Walau mempunyai banyak teman, Momo mempunyai dua sahabat karib yang setiap hari berkunjung dan berbagi segala hal. Yang satu masih muda dan yang satunya lagi sudah tua, Momo sangat menyanyangi keduanya. Sahabatnya yang tua bernama Beppo Tukangsapujalanan, dia dipanggil seperti itu karena pekerjaannya adalah tukang sapu jalanan, ia sangat pendek, agak bungkuk, kepalanya besar agak miring, dipenuhi uban dan memakai kacamata, dia tinggal di sebuah gubuk yang tidak jauh dari amfiteater. Dia dianggap kurang waras karena dia tidak pernah menjawab jika ditanya dan hanya tersenyum, hanya Momo yang sabar dan mengerti, Beppo hanya membutuhkan waktu agar tidak mengatakan sesuatu yang tidak benar. Menurut Beppo, seluruh kemalangan di dunia disebabkan oleh banyaknya kebohongan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, yang timbul semata-mata karena orang terburu-buru atau kurang teliti. Sahabat yang satu lagi masih muda dan sangat berlawanan dengan Beppo Tukangsapujalanan, ia tampan tapi tidak bisa diam, dia suka sekali tertawa dan bercerita. Ia tidak mempunyai pekerjaan tetap. Namanya Girolamo, tetapi semua orang memanggilnya Gigi Pemanduwisata, sama seperti Beppo, bedanya namanya diambil dari salah satu pekerjaan tidak tetapnya. Dari ocehannya, Gigi bermimpi menjadi terkenal dan kaya raya.

Ada suatu rahasia besar yang sangat misterius, namun sekaligus sangat dikenal. Semua orang terlibat, semua orang mengetahuinya, tetapi jarang sekali ada yang pernah memikirkannya. Sebagian besar orang menerimanya begitu saja, tanpa merasa heran sedikit pun. Rahasia itu adalah waktu.

Kita mempunyai penanggalan dan jam untuk mengukur waktu, namun itu tidak berarti banyak, sebab kita semua tahu bahwa satu jam bisa terasa seakan-akan tanpa akhir, tetapi bisa juga terasa bagaikan sekejap mata -tergantung apa yang kita alami selama satu jam itu. Sebab waktu adalah kehidupan. Dan kehidupan berpusat di dalam hati.

Tua kelabu sangat paham nilai satu jam, satu menit, bahkan satu detik kehidupan, mereka seperti lintah darat. Mereka sudah mempunyai rencana untuk waktu yang dimiliki semua orang, tak seorang pun tahu tentang keberadaan tuan kelabu, mereka sering berkeliaran tanpa menarik perhatian sehingga tujuan mereka tidak diketahui siapa pun. Mereka akan mendekati orang-orang yang boros waktu; orang yang suka mengobrol, tidur selama delapan jam, berbelanja, kegiatan yang selalu kita lakukan setiap hari dengan berlama-lama dianggap terlalu banyak membuang waktu dengan cara yang tidak bertanggung jawab. Tuan kelabu menghitung jumlah waktu yang terbuang yang sebenarnya bisa ditabung, begitulah cara mengelabuinya. Tuan kelabu adalah Bank Waktu, mereka menyimpan waktu dan membayar bunga, mereka membuat orang-orang berhemat dengan waktu yang mereka miliki, melakukan hal yang seperlunya saja tanpa berlama-lama mengerjakannya, membuat orang menghindari semua hal yang tidak perlu. Orang-orang kini menjadi anggota masyarakat penabung waktu, orang-orang kini tidak mengenal ungkapan, “Coba cari Momo!”.

Sepertinya tak seorang pun sadar bahwa upaya menghemat waktu sekaligus menyebabkan penghematan dalam hal lain. Tak seorang pun mau mengakui bahwa hidupnya semakin miskin, semakin seragam, dan semakin dingin. Yang paling merasakan hal itu adalah anak-anak, sebab untuk mereka pun tak ada waktu lagi.

Tetapi waktu adalah kehidupan. Dan kehidupan berpusat di dalam hati.

Dan semakin getol orang-orang menghemat, semakin sedikit yang dapat mereka nikmati.

Lama-kelamaan orang-orang dewasa jarang menemui Momo, sebaliknya anak-anak jadi sering membawa mainan dan mengajak Momo dan kedua sahabatnya untuk bermain dan bercerita. Mereka bercerita kalau sekarang ayah mereka jarang mendongeng, ibu mereka pergi sepanjang hari, setibanya di rumah mereka kecapekan dan tidak ada waktu bagi anak-anak. Mereka juga berpesan kalau tidak boleh menemui Momo dan kedua sahabatnya lagi dikarenakan mereka mencuri waktu dari Tuhan, mereka selalu punya banyak waktu sedangkan orang lain semakin kehabisan waktu. Momo ingin membuktikan sendiri, dia pergi menemui beberapa teman yang dulu sering mengunjungi dan meminta pertolongannya. Mereka semua berubah, mereka seperti dikejar setan, tapi kedatangan Momo sedikit menyadarkan mereka dan berjanji akan menemui Momo lagi. Tanpa disadarinya, Momo menghalangi rencana tuan kelabu. Tuan kelabu tidak tinggal diam, dia langsung menemui Momo dan memberikan banyak boneka, memberikan barang-barang mewah, tapi mereka tidak bisa disayangi, tidak seperti teman-temannya. Momo tidak bisa dibohomgi dan dipengaruhi oleh tuan kelabu.

Kemudian Momo menceritakan kejadian itu kepada kedua sahabatnya, dan mereka mempunyai rencana memberitahu semua orang tentang keberadaan tuan kelabu yang kehadirannya tidak diketahui sehingga mereka bisa bekerja secara diam-diam. Mereka melakukan demonstrasi anak-anak secara besar-besaran, membuat poster dan spanduk untuk menarik perhatian warga kota dan menjelaskan duduk perkaranya. Tapi tidak ada yang datang, orang-orang dewasa yang sebenarnya paling berkepentingan tidak mendatangi undangan dan mengacuhkan pawai anak-anak.

“Anak-anak,” sang hakim menjelaskan, “adalah musuh alami untuk kita. Andai kata tidak ada anak-anak, seluruh umat manusia sudah lama bisa kita kuasai. Anak-anak jauh lebih sulit diajak menghemat waktu daripada orang lain. Karena itu, salah satu peraturan kita yang paling penting berbunyi: Anak-anak selalu mendapat giliran terakhir….”

Suatu hari Momo kedatang tamu tak diundang, dia adalah seekor kura-kura bernama Kassiopeia di mana di atas cangkangnya akan muncul sebuah tulisan, perantara untuk berbicara dengan Momo. Kura-kura itu menyuruh Momo untuk mengikutinya, melalui jalan yang aneh dan berliku hingga akhirnya mereka sampai disebuah papan bertuliskan Gang Antah-Berantah yang bisa dilalui hanya dengan berjalan mundur. Setelah itu sampailah mereka di depan rumah yang melintang di ujung gang, rumah itu bernama Wisma Antah-Berantah, yang dipenuhi lilin dan berbagai macam jam. Momo tiba di sumber waktu dan orang yang tinggal di dalamnya bernama Empu Secundus Minutius Hora, Empu Hora, sang pengelola waktu, yang bertugas mengatur agar setiap orang memperoleh waktu yang menjadi haknya. Empu Hora menyuruh Kassiopeia menjemput Momo karena dia sedang dalam bahaya. Tuan kelabu ingin menangkap Momo karena dia melakukan hal terburuk, Momo ingin membeberkan keberadaan mereka ke semua orang. Tapi untungnya Kassiopeia memiliki kemampuan dapat melihat setengah jam ke masa depan, sehingga tuan kelabu tidak bisa menemukan Momo walaupun Momo sebenarnya ada di sekitar mereka. Momo tinggal sehari di Wisma Antah-Berantah yang berarti setahun di dunia nyata. Momo tidak tahu kalau segalanya telah berubah, kedua sahabatnya menghilang dan tidak ada lagi anak-anak yang bermain dengannya, amfiteater kiri sepi dan kosong dan dengan sia-sia momo menunggu kedatanganmereka semua. Kemudian Momo menyelidiki semua perubahan itu bersama dengan Kassiopeia, ada rumah yang bernama “Depot Anak-Anak” si seluruh bagian kota, yaitu rumah-rumah besar tempat anak-anak yang tidak sempat diurus bisa dititipkan, untuk kemudian dijemput lagi begitu ada kesempatan, sehingga tidak ada waktu bagi mereka untuk bermain di luar. Momo tidak pantang menyerah untuk menemukan sahabatnya yang sudah terpengaruh oleh tuan kelabu, tapi tidak akan mudah karena kali ini tuan kelabu berjanji tidak akan gagal lagi menangkap Momo.

“Kalau begitu, para tuan kelabu bukan manusia?”

“Bukan, mereka hanya tampil sebagai manusia.”

“Tapi apa mereka sebenarnya?”

“Sebenarnya mereka bukan apa-apa.”

“Dan darimana mereka datang?”

“Mereka muncul karena diberi kesempatan oleh orang-orang. Itu saja sudah cukup. Sekarang mereka bahkan diberi kesempatan untuk menguasai orang-orang. Itu juga sudah cukup untuk membuanya benar-benar terjadi.”

Pertama tahu buku ini adalah ketika saya mebaca review mbak @annisa_anggiana di mana dia sampai rela jam dua pagi ingin mengulang membaca buku ini. Ada apa? apa specialnya buku ini? Saya pun menjadi sangat penasaran. Terimakasih sekali kepada mbak @pippopu yang sudah dengan baik hatinya meminjamkan buku ini, maaf kalau lama balikinnya :p

Mungkin bagi beberapa orang ketika membaca sinopsisnya sedikit absurd, “Kisah Momo berlangsung di negeri khayalan yang tidak terikat waktu dan tempat, di masa kini yang abadi. Namun ceritanya bukan mengenai pangeran, penyihir, dan peri. Kisah Momo diangkat dari kehidupan kita sehari-hari. Duanianya adalah sebuah kota besar modern di selatan Eropa.” Itulah pertama kali yang saya rasakan, ini buku bercerita tentang apa sih? Membaca kata penutup pengarangnya semakin bingung, dia berkata, “saya ceritakan seakan-akan telah terjadi. Sebenarnya, saya juga bisa menceritakannya seolah-olah baru akan terjadi di masa depan. Bagi saya tidak banyak bedanya.” Untuk menjawab semua penasaran saya, saya pun tidak bertanya lagi dan menemukan jawabannya sendiri, dan benar, ketika selesai membaca buku ini, kapan pun cerita ini muncul tidak akan ada bedanya.

Kapan kita benar-benar mendengarkan seseorang? kapan kita benar-benar punya waktu untuk orang terdekat kita? Keluarga, sahabat, teman? Itulah inti dari buku ini. Penulis mewakilinya dengan seorang sosok anak kecil yang sering sekali dirugikan dengan orang dewasa yang semakin hari semakin sibuk dengan urusannya sendiri. Penulis menciptakan tokoh anak kecil yang benar-benar mau mendegarkan dengan tulus segala persoalan mereka. Anak kecil yang polos, bahkan itu kekuatan yang dimiliki seorang anak kecil, kepolosannya, ketulusannya yang tanpa pamrih. Bahkan, tuan kelabu sebenarnya ada di diri kita masing-masing, kita menciptakan tuan kelabu versi kita sendiri sehingga kadang kita tidak punya waktu untuk saling mendengarkan, betegur sapa, bercerita selayaknya seorang anak kecil yang tanpa kesulitan mencurahkannya kesesama temannya.

Alurnya maju dan diceritakan oleh orang ketiga, saya cukup membutuhkan waktu untuk membaca buku ini, untuk mencerna apa pesan yang ingin penulis sampaikan, yang sebenarnya memang tidak jauh dari kehidupan sehari-hari kita. Ketika membacanya, saya berharap sosok Momo beneran nyata, sosok yang sekarang sulit ditemukan. Dan ketika membaca buku ini saya agak sedikit bersukur dengan waktu yang saya buang, termasuk malas boros kalau bisa dibilang :p. Saya bisa tidur lebih dari delapan jam, bisa ngobrol sampai lupa waktu, suka berlama-lama di kamar mandi, lupa waktu kalau sudah membaca, dsb, kalau tuan kelabu melihat waktu yang saya buang, saya yakin mereka akan langsung menunjukkan kalau saya miskin tabungan waktu di bank, haha. Yang penting adalah saya menikmati setiap waktu yang saya buang, saya merasa tidak rugi.

Kekurangan buku ini apa ya? Buku ini bisa dikategorikan ke dalam fantasy dan Children Literature, nah, untuk children literatur tampaknya akan sulit dipahami tanpa didampingi orang yang lebih besar, mungkin itu saja, sejauhnya buku ini memiliki pesan moral yang dasyat :D.

endeMichael Ende lahir pada tahun 1929 di Jerman Selatan. Dia putra pelukis surealis Edgar Ende. Dari tahun 1948-1950 dia bersekolah di Otto Falckenberg High School of Dramatic Art di Munich. Sejak tahun 1943 Michael Ende sudah menulis puisi dan cerita pendek. Suksesnya sebagai penulis bermula pada tahun 1961, ketika buku anak-anak keryanya Jim Button and Luke the Engine Driver, mendapatkan penghargaan Deutsche Jugendliteraturpreis (German Youth Literature Prize). Buku tersebut diterbitkan pada tahun 1960 oleh Thienemann’s Publishing House, setelah ditolak lebih dari 12 penerbit.

Sejak tahun 1970, Michael Endetinggal di Italia. Di sanalah dia menyelesaikan penulisan novel Momo pada tahun 1972. Momo juga mendapatkan penghargaan Deutsche Jugendliteraturpreis pada tahun 1974. Pada tahun 1979, buku The Never Ending Story diterbitkan. Melalui buku inilah Michael Ende mendapatkan penggemar di seluruh dunia. Buku ini diterjemahkan ke dalam 35 bahasa dan memantapkan reputasi Michael Ende sebagai salah satu penulis paling penting dan sukse. Selain menulis buku anak-anak, Michael Ende juga menulis buku-buku dewasa yang diterbitkan oleh Weitbrecht Verlag –The Mirror in the Mirror dan Prison of Freedom– serta naskah-naskah drama untuk teater, puisis, balada, dan lagu-lagu.

Pada tahun 1989 Michael Ende menerbitkan buku terakhirnya, The Wish Punch (The Night of Wishes) yang telah diterjemahkan ke dalam 25 bahasa dan dibuat serial kartun TV-nya. Michael Ende meninggal pada tahun 1995 di dekat Stuttgart. Pada tahun 1998, Michael Ende Museum dibuka di International Youth Library di Munich (Sumber: Gramedia).

Ada bagian yang paling saya suka, yaitu bagian Empu Hora memberi pertanyaan kepada Momo, menginggatkan saya akan buku The Hobbit yang juga ada tebak-tebakannya, saya kasih pertannyaannya ya 😀

“Di suatu rumah tinggal tiga bersaudara, namun tapang mereka tiada serupa, ketika mau membedakan mereka bertiga, maka yang satu menjadi mirip yang dua. Si Sulung sedang tidak ada, dia baru mau pulang ke rumah. Si Tengah sedang tidak ada, rupanya dia pergi sudah. Di rumahnya hanya Si Bungsu yang ada, sebab tak kan ada yang dua tanpa dia. Tetapi si Bungsu yang dimaksud oleh kita, ada hanya karena si Sulung jadi nomor dua. Dan setiap kali kita memandangnya, yang tampak selalu salah satu kakak. Sekarang katakanlah: Apakah yang tiga hanya satu? Atau hanya dua? Atau malah sama sekali tidak ada? Jika kau sanggup menyebut nama mereka, kau akan mengenali tiga raja yang sangat berkuasa. Kerajaan besar mereka perintah bersama -yang sekaligus merupakan jati diri mereka.”

Ada yang bisa jawab? Ada lima jawaban akan pertannyaan di atas. Ayo coba tebak, jawaban yang paling benar akan mendapatkan hadiah dari saya (khusus bagi yang belum pernah baca bukunya dan tidak punya bukunya, di mohon kejujurannya ya :D), giveaway terselubung ini berlangsung sampai ada yang menjawab dengan tepat. Dan hadiahnya apa? buku pilihamu sendiri dengan IDR 50k dan satu buku dari timbunan saya, The Fetch by Chris Humphreys hanya satu orang warga negara Indonesia yang bisa mendapatkannya 😀

Selamat menebak teka-tekinya, oh ya lupa,

4 sayap untuk tuan kelabu yang abu-abu 😀

Wings (Sayap Peri)

13433017

Penulis: Aprilynne Pike

Alih Bahasa: Andreas Priyo Adianto

Cover: eMTe

Penerbit: Gramedia

ISBN: 978-979-22-7944-3

Cetakan pertama, Januari 2012

296 halaman

Harga: 36k (48k diskon 25% di Gramedia Slamet Riyadi)

 

 

Sinopsis:

Laurel benar-benar terpesona. Itu luar biasa indah -terlalu indah untuk digambarkan dengan kata-kata. Laurel berbalik menghadap cermin lagi, matanya menelusuri kelopak yang melayang di kedua sisi kepalanya. Itu terlihat seperti sayap.

 

Sepasang sayap yang mirip kelopak bunga tumbuh di punggung Laurel. Sejak itu duanianya berubah. ia bertemu dengan Tamani. Pria itu melihat Laurel mengembangkan sayapnya di dekat sungai, lalu berbicara dengannya seolah sudah mengenalnya sejak lama. Tamani mengatakan sesuatu yang sangat tidak masuk akal. Dia bilang Laurel adalah peri, sama seperti dirinya. tapi Laurel berada di dunia manusia untuk mengemban tugas penting, yaitu menjaga gerbang masuk Avalon, dunia peri, dari makhluk-makhluk jahat seperti troll. Sementara menghadapi takdirnya yang baru Laurel pun berbagi antara cintanya pada Tamani dan David, sahabat manusianya….

 

***

 

Baca bukunya udah hampir setahun yang lalu, hahahaha. Sebenernya buku ini saya tunggu banget terjemahannya karena baca beberapa review di Goodreads mengetakan kalau bukunya bercerita tentang Peri Hutan, ehehehe. Jadi langsung ngacir beli ketika tahu udah ada di toko buku terdekat. Tapi, setelah membaca beberapa halaman-mandeg-lanjut lagi-mandeg-selesein deh naggung- saya kecewa dengan buku ini. Buku ini alurnya lambat banget, lebih banyak nyeritain galaunya Laurel punya sayap baru, trus dekat sama temen sekolahnya, di rumahnya yang lama dia bertemu dengan peri, Tanami -yang di awal muncul sedikit kemudian lama banget baru muncul lagi- trus cerita sedikit sejarah tentang bagaimana Laurel bisa punya sayap. Udah ngublek itu aja. Tanami aja jarang muncul, padahal kalau dia tampil lebih banyak, saya akan jauh lebih menyukai buku ini. Setengah halaman lebih cuman ngebahas perkembangan sayap dan dari mana asalnya. Buku keduanya udah terbit juga tapi karena  kecewa dengan buku pertamanya saya urung untuk melanjutkan, nanti pinjem aja deh sama temen, toh buku ini juga akan saya swap (iya, review ini sebagai salam perpisahan gitu).

 

Setelah sepuluh tahun mengenyam Homeschooling, Laurel Sewell, di kota barunya Crescent City, mencoba hal yang baru dengan bersekolah di SMA umum, tapi dia tidak terlalu menyukainya. Walau tidak menyukai lingkungan dan tatapan orang padanya, Laurel bertemu cowok yang sepertinya tertarik dan selalu mengisi harinya, David. Alasan keluarga Laurel meninggalkan kota kecil lamanya, Orick, adalah ayahnya membeli toko buku di Washington Street. Kemudian ada orang yang bernama Jeremiah Barnes tertarik membeli rumah Laurel yang di Orick namun urusan itu belum selesai sampai Laurel pindah.

 

Suatu pagi Laurel merasakan benjolan aneh dan sangat mengganjal di tulang belikatnya. Laurel dibesarkan dengan anggapan tubuh manusia tahu bagaimana mengurus dirinya sendiri, akan memperbaiki diri sendiri bila sakit. Jadi mereka tidak pernah ke dokter. Selain itu profesi ibu Laurel adalah seorang naturopathic, seseorang yang pada dasarnya membuat obat-obatan dari tanaman. Laurel yakin benjolan tersebut hanyalah jerawat biasa yang lama-lama akan hilang sendiri.

 

Benar, benjolan itu hilang dengan sendirinya, tapi sesuatu yang lain telah menggantikannya, sesuatu yang panjang dan dingin. Sesuatu yang panjang dan berwarna putih kebiruan menjulang di balik kedua bahunya. Garis-garis seperti kelopak bunga muncul di titik tempat benjolan itu dulunya berada, dengan lembut membentuk lekuk bintang bersudut empat di punggungnya. Kelopak yang paling panjang -menyembul melebihi bahu dan mengintip di balik pinggangnya- panjangnya lebih dari tiga puluh senti dan selebar telapak tanganya. Kelopak-kelopak yang lebih kecil -sekitar dua puluh sentimeter- membentuk spiral di tengah, mengisi ruang yang kosong. Bahkan ada beberpa daun kecil tumbuh di titik tempat bunga yang sangat besar itu terhubung dengan kulit Laurel. Semua kelopak itu memiliki semburat berwarna biru tua di pangkalnya lalu memudar menjadi biru langit lembut di tengah dan putih di ujung. Ujung kelopak itu bergelombang dan terlihat mengerikan seperti violet Afrika yang dipelihara dengan cermat oleh ibunya di dapur. Sepertinya ada sekitar dua puluh garis mirip kelopak yang lembut, mungkin lebih. Kelopak itu hampir seperti sayap.

 

Kemudian Laurel meminta bantuan David untuk menyelidiki apa yang sebenarnya tumbuh di tubuhnya, dia membawa sempel kelopak bunga -bagian dari tubuhnya- tersebut yang menelitinya dengan microskop milik David. Hasilnya adalah mereka melihat sel-sel tumbuhan. Ada tumbuhan yang tumbuh di tubuh Laurel. Laurel menceritakan keanehan yang terjadi pada David, menjalani harinya dengan membawa kelopak besar di punggungnya.

 

Ketika Laurel mengunjungi rumah lamanya, yang sebentar lagi akan dijual ke Mr. Banes, Laurel menyusuri hutan di belakang rumah, menemukan sungai, melepas ikatan sayapnya dan menyanyikan lagu kesukaannya, meraih kebebasannya. Kemudian datang seorang laki-laki yang sepertinya sudah mengenal Laurel lama, Tamani. Awalnya Lauren ingin segera pergi dari orang asing tersebut tapi Tamani mengatakan kalau dia mempunyai semua jawaban atas pertanyaan yang beberapa hari ini mengganggu hidup Laurel. Laurel bertanya apakah benda yang tumbuh ditubuhnya, benda itu adalah bunga yang sedang mekar, tidak bertahan selamanya, akan hilang namun akan mekar lagi tahun depan. Mereka adalah sejenis. Tamani menyebutkan kalau laurel adalah tanaman, bukan manusia. Bukan sekadar tanaman, wujud mahkluk yang berevolusi paling sempurna di alam semesta, mereka adalah peri.

 

Laurel menyangkalnya, dia pergi meninggalkan mahkluk yang indah tersebut sendirian. Dia menelepon David dan menceritakan semuanya, kemudian mereka menyelidiki sendiri, apa sebenarnya Laurel itu. Beberapa fakta pun muncul, Laurel adalah seorang vagan, tidak pernah sakit, kulitnya selalu dingin dan dia tidak mempunyai detak jantung.

 

Laurel kemudian datang lagi kepada tamani untuk mencari tahu lebih banyak tentang dirinya yang sebenarnya, setelah sayapnya rontok. Laurel adalah peri Musim Gugur (ada empat jenis peri: Musim Semi, Musim Panas, Musim Gugur dan Musim Dingin), karena lahir di musim gugur dan alasan kenapa bunganya mekar di musim gugur. Dia bisa melakukan sihir yang kuat. Peri Musim Dingin yang terkuat di antara semua peri, dan yang paling jarang, hanya ada dua atau tiga di tiap generasi, dan mereka selalu menjadi pemimpin. Mereka punya kerajaan di antara tumbuhan. Anugerah terbear yang dimiliki oleh peri Musim dingin adalah kemampuan mereka menyimpan rahasia. Peri Musim Gugur adalah yang terkuat berikutnya, jumlah mereka lebih sedikit lagi. Peri Musim Gugur membuat sesuatu dari tumbuhan lain. Eliksir, ramuan cair dan ramuan tumbuk. Mereka mempunyai naluri magis terhadap tumbuhan dan dapat menggunakannya demi keuntungan kelompok, tidak semua peri bisa melakukannya. Peri Musim Panas sangat mencolok, mereka mencipotakan ilusi dan kembang api yang paling menakjubkan, hal-hal yang biasa dianggap sihir oleh manusia. Peri Musim Semi adalah yang paling lemah di antara semuanya. Dan Tanami adalah peri Musim Semi, seorang penjaga, buruh pekerja dan dia bisa melakukan mantra pemikat. Memikat Laurel agar menemuinya.

 

Tamani menceritakan kalau tugasnya adalah untuk mengawasi Laurel, sampai dia menghilang (pindah rumah). Laurel adalah scion, tumbuhan yang diambil dari satu tumbuhan lain dan diberikan pada tumbuhan yang lain lagi. Di ambil dari dunia peri dan di tempatkan di dunia manusia. Laurel di tempatkan di sini dua belas tahun lalu untuk menyatu dengan dunia manusia. Laurel adalah anak adopsi, dia ditemukan di depan pintu rumah lamanya. Tujuan utaman mengirim Laurel ke dunia manusia adalah untuk melindungi tanah para peri -yang sekarang mereka pijak. Tanah itu adalah wilayah yang sangat penting bagi para peri. Sangat penting jika tanah ini dimiliki oleh orang yang mengerti peran tanah itu. Itulah alasan utama Laurel ditempatkan bersama mereka, agar ibunya terikat padanya dan melupakan untuk menjual tanah itu, agar Laurel mewarisinya. Dengan keahliannya membuat lupa orang yang melihatnya, Tanami merasa aman karena rumah Laurel tidak diketahui siapa pun. Dan Tanami kaget ketika Laurel memberi tahu kalau ada orang yang ingin membeli rumah itu, hanya tinggal menandatangani saja.

 

Laurel mencoba membujuk ibunya agar menunda pembelian rumah itu, dan setuju. Namun, beberrapa waktu kemudian meeka dapat kabar kalau ayah Laurel dirawat di rumah sakit, ibunya memerlukan biaya yang banyak, dan dia terpaksa menetujui karena Mr. Barnes menaikkan tawaran harga untuk rumah lamanya. Laurel merasakan hal aneh pada diri Mr. Barnes. Dia mengajak David untuk menyelidikinya, dan penyelidikan itu hampir saja melenyapkan nyawa mereka.

 

Orang-orang yang mengincar rumah Laurel adalah para Troll. Tanami mengganggap tanah itu -rumah Laurel- sangat penting karena tanah itu adalah pintu masuk menuju dunia peri. Satu-satunya penghalang menuju gerbang Avalon. Sejak dulu para Troll ingin menguasai Avalon, tempat yang paling sempurna dari dunia, emas dan permata layaknya ranting dan batu. Avalon adalah harta karun.

 

Ceritanya sebenarnya menarik dan ini adalah kali pertama saya membaca dunia peri tanaman, cuman alurnya yang lambat dan terlalu lama membahas sayap Laurel membuat saya bosan. Mungkin itulah kenapa buku ini diberi judul Wings dan karena berseri, seri pertama ini lebih ingin membahas lebih dalam tentang asal mula atau jati diri Laurel sebenarnya. Selain itu dunia peri yang jeleskan tidak sebanyak yang saya harapkan, Tanami sedikit muncul dan dunia Avalon masih abu-abu. Konflik ceritanya pun kurang nendang, ada aksi heroik mengalahkan para Troll, namun tetap saja tidak cukup bagi saya. Saya berharap dunia peri lebih banyak di kupas lagi, dan semoga saja ada di buku keduanya.

 

Haduh, kenapa setelah membuat review ini saya malah agak enggan untuk menswapnya ya? Hehehe tidak boleh, Sulis!

 

2 sayap untuk Tanami yang menyilaukan 😀

 

Zero Moment – Titik Nol (The Joshua Files #3)

zero_moment.jpg.scaled500

Penulis: M.G. Harris

Penerjemah: Nina Andiana

Cover: Martin Dima

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-979-22-7688-6

Cetakan pertama, Oktober 2011

357 halaman

 

“Ini belum selesai.” Itulah kata-kata terakhir ayah Josh sebelum tewas di gunung bersalju. Tapi bagi Josh, semuanya sudah berakhir. Ia sudah menemukan Codex Ix—buku kuno bangsa Maya yang memuat cara menyelamatkan umat manusia dari supergelombang galaksi pada tahun 2012. Ia juga berhasil mendapatkan Gelang Itzamna—alat yang semestinya berfungsi sebagai mesin waktu.

Jadi Josh berusaha menjalani kehidupan normal. Tetapi sepertinya bahaya memang tak pernah meninggalkan Josh. Ketika berada di Brasil untuk mengikuti kejuaraan capoeira, Josh sadar musuh-musuhnya masih terus membuntuti. Dan kali ini, mereka juga mengancam keselamatan ibu serta teman-temannya.

Josh harus bertindak, dan mungkin saja ini akan menjadi titik nol baginya, awal baru dalam petualangannya mencari kebenaran.

Josh kembali ke rutinitas normalnya, seorang remaja yang sekarang berusia lima belas tahun dan sebentar lagi mengikuti kejuaraan dunia capoeira, membuat dia semakin dewasa. Hubungannya dengan Ixchel pun semakin akrab, mereka melakukan chat rahasia untuk membicarakan Kau Tahu Apa. Di chat itu, Ixchel memberitahu tentang inskripsi di Adaptor -benda aneh yang di curi Simon Madison yang kemudian mereka temukan di tangan Sekte Huracan dalam ruangan aneh di bawah piramida Becan- sandi inskripsinya telah berhasil dipecahkan oleh Lorena, kepala ilmuan di Ek Naab. Ixchel berkata kalau Gelang Itzamna yang sekarang di tangan Josh membutuhkan kunci kristal. Josh membutuhkan kunci kristal Josh ingin mencoba kekuatan Gelang Itzamna, Josh ingin menyelamatkan ayahnya.

Sewaktu tiba di Brasil untuk mengikuti pertandingan capoiera, Josh kedatangan tamu, Montoyo, Benicio dan Ixchel. Bukannya menambah semangat, Josh malah merasakan kemarahan dan kecemburuan. Dia tidak suka Montoyo dekat dengan Mum, dan dia merasa cemburu ketika Ixchel sangat dekat dengan sepupunya. Josh mulai menyadari perasaan dia pada Ixchel.

Masalah mulai muncul, Josh mendapatkan kode baru di buku John Lloyd Stepens, ada Buggy yang mengejar Buggy yang ditumpangi Mum, Ixchel dan Tyler yang seharusnya ditumpangi dirinya bukannya Ixchel, karena Josh marah pada Ixchel. Mereka diculik, dan mereka mengingginkan Josh sebagai gantinya.

Hal-hal aneh terjadi lagi seperti di buku kedua -di gua ketika Josh dan Ixchel terjebak dan mereka bermimpi menjadi sepasang bangsa Maya- Josh mendapatkan pesan dari kakaknya, Camila yang sudah meninggal, menyuruh Josh untuk berkunjung ke makamnya. Mengajak Josh ke sebuah tempat dan menyuruh menghafal sebuah nomer. Petunjuk menemukan Mum dan Ixchel diculik.

Bersama Benicio dan Tyler yang selamat dan masih terluka, mereka mencoba menemukan keberadaan Mum dan Ixchel. Kali ini musuh Josh semakin kuat, Gaspar, salah satu anggota sekte Hurakan membuat Josh kewalahan, bahkan dia bisa menangkis dengan mudah jurus capoieranya. Dengan senjata yang Josh dan Tyler curi dari laboratorium Lorena, mereka berhasil menyelamatkan Mum, sayangnya Ixchel tertahan dan Josh menyerahkan diri. Sekte Hurakan sekarang lebih tertarik dengan Josh daripada Codex Ix, mereka ingin melakukan eksperimen pada tubuh Josh, merubah susunan DNA-nya.

Book trailer:

Masih seru!

Masih sama, di awal saya merasa sedikit bosan tapi begitu memasuki bagian tengah kebelakang membuat saya ngos-ngosan, mungkin itu cara penulis menyihir saya. Di buku ini tidak banyak teka teki seperti dibuku kedua tapi lebih banyak menguak teka teki di buku sebelumnya. Teka tekinya hanya kode baru pada Adaptor, hantu Camila dan cara membuat kunci gelang Itzamna, selebihnya adalah kejar-kejaran! Di mana Josh mencoba menyelamatkan Mum dan Ixchel, berhasil dan mereka gantian dikejar sama Sekte Huracan. Simon Madison makin dendam sama Josh karena dia berhasil lari terus. Bahkan pengejaran sampai ke Swiss. Sekte Hurakan tidak kenal lelah memburu Josh. Tapi Josh sekarang juga cerdik, dengan Gelang Itzamna ditangannya dan mengetahui cara kerjanya, dia ingin mengembalikan waktu, ingin membuat ayahnya hidup kembali. Oh ya, keberadaan Sekte Hurakan juga semakin jelas, pertanyaan terbesar saya tentang mereka adalah apa yang mereka inginkan dan lakukan pada tubuh Josh? Mungkin jawabannya ada di buku Dark Paralel.
Pengen baca buku yang penuh ketegangan? Baca buku ini! 🙂

 

3.5 sayap untuk Sekte Huracan.

 

NB:

Misteri Bangsa Maya Mengenai Tahun 2012

Sebagian pembaca The Joshua Files bertanya apakah ada kebenaran dalam “ramalan 2012” yang muncul di petualangan Josh Gracia ini.

Faktanya, tanggal terakhir dalam kalender Maya memang benar-benar 22 Desember 2012.

Tetapi, jangan khawatir -detail lain mengenai tahun 2012 dalam The Joshua Files ada yang fiktif, disadarkan pada beberapa teori yang lebih bersifat menghibur mengenai apa yang akan terjadi pada tahun itu. Tidak ada bukti bahwa memang akan terjadi bahaya besar pada tanggal itu.

Fakta atau fiktif?

Fakta:

  • Peradaban Maya kuno dulu berkembang di negara-negara yang kini kita kenal dengan nama Mexico, Guatemala, Honduras, dan Belize.
  • Antara tahun 500 dan 900 Masehi, peradaban ini mengalami “zaman keemasan” yang ditandai dengan pembangunan kota dan budaya menulis.
  • Ahli-ahli astronomi bangsa Maya melakukan observasi  yang luar biasa akurat dan menggunakan Kalender Panjang mereka untuk merayakan kejadian-kejadian historis dan astronomis.
  • Sama seperti kalender Gregorian dan Julian, yang dimulai pada tanggal yang dianggap merupakan hari kelahiran Yesus dari Nazaret, Kalender Panjang (Haab) juga memiliki tanggal awal.
  • Tetapi, tidak seperti kalender-kalender tadi, Haab juga memiliki tanggal akhir.
  • Tanggal awal Haab adalah 11 Agustus 3114 SM.
  • Tanggal akhir Haab adalah tiga belas baktun berikutnya -yang berarti tanggal 22 (atau 21) Desember 2012.

Jika tanggal awal kalender memperingati kejadian paling penting yang bisa diingat suatu masyarakat, kira-kira peringatan apa yang mungkin ditandai oleh tanggal akhirnya?

Fiktif:

  • Codex Ix dari Buku-Buku Itzamna adalah fiktif.
  • Petualangan Josh Gracia terjadi di dunia fiksi, tempat ancaman 2012 memang ada.

Apa yang ditulis bangsa Maya kuno mengenai tahun 2012:

Hampir tidak ada. Sangat mengejutkan bukan? Jika mereka memang percaya bahwa tanggal itu merupakan akhir dunia, kau pasti menduga tanggal itu merupakan akhir dunia, kau pasti menduga tanggal itu akan sering disebut-sebut. Tetapi, dalam buku-buku Maya dan inskipsi di kuil yang berhasil selamat, hanya ada SATU yang menunjuk pada tanggal 13 Baktun -22 Desember 2012. Inskipsi itu dikenal dengan nama monumen 6 Tortuguera.

Seperti yang bisa kalian lihat, sama sekali tidak jelas apakah sebenarnya “ramalan 2012” itu, dan apa artinya. Berarti kita bisa menggunakan imajinasi masing-masing. Sebagian besar yang akan kalian dengar soal 2012 memang hanya itu -imajinasi murni.

Jik kalian ingin tahu lebih banyak soal bangsa Maya atau misteri-misteri 2012, silahkan kunjungi situs khusus mengenai topik tersebut yang ditulis oleh M.G. Harris di www.mayan2012kids.com (Sumber: Gramedia).

http://www.joshuafiles.co.uk/

Ice Shock – Kejutan di Gunung Es (The Joshua Files #2)

Ice_shock

Penulis: M.G Harris

Penerjemah: Nina Ardiana

Cover: Martin Dima

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-979-22-6494-4

Cetakan pertama, Desember 2010

367 halaman

 

Josh bertemu kakaknya, Camila, dia mati karena apa yang dia ketahui. Josh juga hampir mati, Codex Ix yang dicari ayahnya sungguhan ada, Josh berhasil menemukannya. Josh bertemu orang-orang atau keluarga Dad yang sebenarnya di Mexico. Mereka tinggal di kota tersembunyi bernama Ek Naab. Dan mereka keturunan bangsa Maya kuno. <ereka melindungi rahasia kuno -rahasia yang bahkan lebih tua daripada peradaban Maya itu sendiri. Buku-buku berisi pengetahuan kuno mereka bisa membunuh orang yang menyentuhnya kecuali yang mempunyai faktor genetis yang diturunkan hanya kepada anak laki-laki.

Setelah mengalami petualangan yang mendebarkan dan menyedihkan, Josh kembali ke Inggris, mencoba melupakan kenangan buruk akan kematian Camila dan ingin hidup layaknya pemuda empat belas tahun lainnya. Dia masih yakin kalau kematian ayahnya bukan kecelakaan semata, ditambah ada kabar dari salah seorang temannya Dad kalau sewaktu ayahnya meninggal dia justru bertemu dengan Dad. Aneh. Josh kembali mencari jejak terakhir ayahnya, dia pergi ke Saffron Walden. Di rumah itu dia bertemu kembali dengan si Nissan Biru. Josh lebih unggul, dia berhasil mencuri dokumen milik J. Eric Thompson, seorang arkeolog ahli Maya yang memiliki relikui Maya, yang pernah menimbulkan kejadian mengerikan pada seseorang yang menyentuhnya. Benda itu sudah diserahkan Thompson ke Aurelio Garcia (kakek Josh) karena yakin benda itu terkutuk.

Sayangnya, ada penghianatan diantara Tyler atau Ollie, dokumen yang sudah susah payah dia curi ditukar orang. Untungnya Josh sempat menscan halaman-halaman itu, dia pun berusaha memecahkan sendiri tanpa bantuan orang lain karena dia hanya mempercayai dirinya sendiri. Buku-buku Itzamna ditulis menggunakan kode, Hieroglif Maya, Josh pun menebak kalau mungkin saya halaman itu ditulis menggunakan kode yang sama. Berhasil, halaman-halaman itu mengatakan Codex Ix berisi cara melindungi teknologi komputer agar tidak punah akibat gelombang elektromagnetik dahsyat yang akan datang bersama super gelombang pada tahun 2012. Mereka perlu tiga benda “Adaptor”, “Kontainer”, “Kunci”.

Codex Ix merupakan dokumen yang berisi instruksi-instruksi. Codex itu berisi fakta, bukan teori. Di tangan yang salah. fakta bisa berakibat fatal.

Codex Ix merupakan salah satu buku Itzamna.

Josh mencari tahu siapa penghianat yang sebenarnya, yang akhirnya membuat dia berhadapan dengan Simon Madison lagi, kali ini Josh cukup kewalahan menghadapinya, untungnya dia berhasil lolos dan diselamatkan oleh Benicio -sepupunya, menggunakan Muwan dan kembali ke Ek Naab. Montoyo bertanya tentang isi dari dokumen yang berhasil dicuri Josh yang sekarang hilang, Josh tidak mengatakan kalau dia berhasil menerjemahkannya, dia tidak percaya pada siapa pun, dia hanya mengatakan kalau dia ingat ada sebuah logo, simbol hieroglif Maya yang mirip badai, seperti angin ribut. Simbol itu adalah simbol Sekte Huracan. Mereka memuja Huracan, dewa badai bangsa Maya -pembawa air Bah- yang dikira sudah lenyap berabad-abad lalu. Mereka adalah sekte kematian, sekte paling berbahaya yang pernah ada, merekalah yang merencanakan kehancuran peradaban Maya.

Josh bertemu kembali lagi dengan Ixchel, gadis yang membawanya ke Ek Naab, sekaligus tunagannya. Ixchel punya rahasia tentang Simon Madison, dia pernah membuntuti si Nisan Biru yang masuk ke salah satu reruntuhan kuil, sebuah jalan rahasia yang mungkin mengarah ke Daerah Terdalam, di bawah kota. Mereka pun menyelidiki, hanya berdua, tanpa sepengetahuan siapa pun, bahkan Montoyo. Mereka mendengar percakapan antara orang yang bernama Marius Martineau dengan orang yang dipanggil Profesor. Dari percakapan itu, Josh dan Ixchel tahu kalau sekte Huracan mempunyai jalan lain ke Ek Naab, ada mata-mata dan yang lebih mencenggangkan lagi, mereka menginginkan Josh hidup-hidup untuk subjek eksperimen, terapi gen. Selain itu, mereka memiliki artefak lainnya -Adaptor.

BecanBecan2

Di sana mereka mengalami petualangan yang cukup tegang sekaligus romantis. Tidak hanya berhenti sampai di situ, Josh berhasil mengartikan kartu pos – kartu pos yang datang secara misterius di rumahnya, foto kota maya dan beberapa kata. Awalnya tidak mudah memecahkan kode di dalamnya, kemudian dia mendapatkan sinyal dari salah seorang temannya mungkin saja kode itu mengunakan Sandi Caesar -kode yang sering dipake Julius Caesar untuk menulis surat kepada jendral-jendralnya- huruf yang sebenarnya dipakai adalah huruf ketiga sebelum huruf yang tertulis. Kartu pos itu adalah sebuah peringatan dan menyuruh Josh agar pergi ke Hacotalpan, kota kecil di negara Veracruz. Ketika sampai di sana, ada orang yang sudah menunggu kedatangan Josh sejak lama. Ada kebenaran di lereng-lereng Gunung Orizaba.

Book trailer:

Semakin seru! semakin banyak teka teki di buku kedua ini. Sama halnya di buku pertama, awalnya akan serasa lambat sekali tapi begitu memasuki bagian tengah ke belakang semakin tidak bisa berhenti baca. Dari awal kita sudah di buat bingung dengan datangnya kartu pos- kartu pos aneh, dokumen sang arkeolog, penghianatan temannya, sekte Huracan, Gelang Itzamna, eksperimen yang ingin di lakukan kepada Josh, status ayahnya, keberadaan Aurelio, what the… panen konflik pokoknya. Penulis tidak menjabarkan semuanya, tapi dia memberi potongan-potongan yang mungkin jawabannya ada di buku lanjutannya, mau nggak mau kita harus bersabar untuk mendapatkan jawaban yang penuh.

Karakter Josh pun semakin dewasa, dengan banyaknya masalah di umur empat belas tahun, mungkin akan sangat sulit dihadapi oleh remaja seusianya. Penulis tidak membuat karakter Josh sempurna, beberapa kali dia kalah melawan Madison secara fisik, harus bersusah payah untuk mendapatkan apa yang dia cari dan yang kerasa dia belum bisa menerima kematian ayahnya, masih denial, apalagi di akhir-akhir cerita. Josh juga mengalami pergolakan asmara, sempat patah hati dan sedikit demi sedikit merasakan apa itu yang namanya cinta, di buku selanjutnya perasaan Josh akan lebih terasa. Dan yang paling saya suka dari Josh adalah, dia sangat menyayangi ibunya dan berusaha ibunya tidak dalam bahaya.

Mau baca cerita fantasi yang unik dan beda? mari kita menyusuri rahasia bangsa Maya kuno di seri Joshua Files ini.

 

3.5 sayap untuk Gelang Itzamna.

 

NB:

Capoeira

Auregional

 Capoeira merupakan sebuah olah raga bela diri yang dikembangkan oleh budak Afrika di Brasil pada sekitar tahun 1500-an. Gerakan dalam capoeira menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasanya diiringi oleh musik dan disebu
t Jogo. Capoeira sering dikritik karena banyak orang meragukan keampuhannya dalam pertarungan sungguhan, dibandingkan seni bela diri lainnya seperti Karate atau Taekwondo. (Sumber)

Beberapa gerakan dalam Capoeira:

  1. Ginga
  2. Handstand
  3. Backflip
  4. Headspin
  5. Handstand Whirling

Tekhnik Dan Jurus Dasar Capoeira

1. Ginga

Ginga ( Jin gah ) adalah Gerakan dasar pada Capoeira.

Pada Capoeira Angola Ginga dilakukan Secara bebas dan sangat individualistis, sedangkan pada Capoeira Regional Biasanya terstruktur, namun Style Pribadi masih diijinkan.

Ginga merupakan sebuah perwujudan Expresi dan Style Pribadi. Ginga dilakukan sebagai persiapan untuk melakukan gerakan-gerakan yang lain, misalnya menyerang, menghindar, mengelak dan gerakan lainnya.

2 . Passape (pah-sah-pay)

Lebih dikenal dengan sebutan meia lua de frente merupakan tendangan setengah putaran depan dengan arah dari luar ke dalam.

Sasarannya adalah daerah muka lawan, selain untuk serangan langsung biasanya dikombinasikan dengan gerakan lainnya semisal Au atau armada.

2. Queixada (kay-sha-da)

Tendangan ini hampir mirip dengan kebalikan passape, dengan arah putaran dari dalam ke luar, sasaran masih daerah muka dan kepala, perputaran kaki dihasilkan oleh momentum dari perputaran tubuh.

paling sering digunakan karena mudah, cukup powerful dan mudah dikombinasikan dengan gerakan lain

3. Armada (ar-mah-dah)

Tendangan memutar, dengan memanfaatkan kekuatan otot dan momentum perputaran tubuh sebelum tangan. Usahakan memutar tubuh lalu melihat lawan dulu sebelum melakukan tendangan. (Sumber)

 

Capoeira merupakan beladiri yang Josh kuasai, di buku selanjutnya dia akan banyak mempertontonkan keahliannya ini, gerakan capoeira yang paling dia sukai adalah Mariposa.

Gerakan mariposa a.k.a. Butterfly Twist memang terlihat sulit, tapi
kalau sudah dicoba ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Yang
terpenting dalam melakukan gerakan mariposa adalah jangan menciptakan
momentum dan putaran dengan tungkai kaki. Momentum dan putaran harus
berasal dari badan, bukan kaki.

Ada ancang-ancang khusus yang harus diambil sebelum melakukan
mariposa. Ancang-ancang ini sangat membantu membangun momentum.
Pertama-tama ambil satu langkah kedepan dengan kaki kanan. Kemudian
ayunkan badan sambil berbalik membentuk lingkaran melalui posisi
rendah. Ayunkan tangan untuk membantu perputaran.

Dari posisi rendah, teruskan mengayun sambil berbalik ke posisi
tinggi. Aliran ayunan tidak boleh terputus. Manfaatkan tenaga ayunan
ini untuk memutar badan kearah kiri bawah. Saat sudah ada di posisi
tertinggi, tendangkan kaki kanan setinggi-tingginya. Bantu lagi
ayunan dengan tangan. Tendangan ini akan menghasilkan ketinggian yang
cukup. Perputaran tetap mengandalkan badan.

Jadi intinya kaki menciptakan ketinggian, dan badan menciptakan
perputaran. (Sumber)

Invisible City – Kota Yang Hilang (The Joshua Files #1)

Joshua_files_1

Penulis: M.G. Harris

Alih bahasa: Nina

Cover: Martin Dima

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 979-22-4710-6

Cetakan pertama, Juni 2009

380 halaman

Pesawat Cesna yang disewa ayah Josh Garcia jatuh dan dia dikabarkan mati. Josh tidak langsung percaya begitu saja karena semuanya begitu janggal. Josh ragu dan curiga, dia mempunyai firasat kalau kematian ayahnya bukanlah sebuah kecelakaan, tapi pembunuhan bahkan dia yakin kalau ayahnya masih hidup. Begitu mengetahui kabar tersebut, Josh langsung menyelidiki jejak terakhir ayahnya, apakah ada pesan sebelum ia meninggal.

Josh mulai menyelidiki dari email ayahnya dan dia mendapati kalau ayahnya dalam masalah serius. Dad menemukan inskripsi Maya yang mungkin akan mengarahkannya pada penemuan paling berharga dalam dunia arkeologi Maya. Buku yang sudah lama hilang atau biasa disebut codex, yang menuliskan ramalan bangsa Maya tentang hari kiamat pada tahun 2012. Banyak petunjuk dari email-email Dad, yang terpenting adalah penemuan manuskrip Maya yang sepertinya ditulis kepada penguasa di Calakmul (terletak di Mexico selatan, di negara bagian Capeche).

Surat Calakmul ini bertanggal 653 Masehi. Surat ini menyebutkan dengan jelas tentang keberadaan buku bernama Codex Ix, buku yang mirip dengan wahyu bangsa Maya, tentang hari kiamat pada tahun 2012, tepatnya 22 Desember 2012. Surat itu juga menyebutkan nama dua kota Maya. Chechan Naab dan Ek Naab. Dan tidak ada seorang pun ada di mana kota tersebut, juga di peta.

Tidak mudah perjuangan Josh, sedikit demi sedikit dia berhasil menemukan bukti ‘keberadaan’ ayahnya dan juga dia begitu tertarik dengan Codex Ix, dia berusaha meneruskan pencarian ayahnya dan tentu saja membuktikan apakah ayahnya meninggal atau masih hidup. Bukan Josh saja yang mengincar Codex Ix, ada orang yang mengobrak-abrik rumahnya dan dia kehilangan buku karya John Lloyd Stephens yang berjudul Incidents of Travel in Central America, Chiapas and Yucatan. Untuk mencari tahu ada apa dengan buku tersebut, Josh pergi ke Oxford, tempat di mana ayahnya bekerja. Di ruang kerjanya, di tempat yang tersembunyi, Josh menemukan manuskrip itu, Surat Calakmul. Ayahnya juga menuliskan sesuatu di luar surat tersebut, bahwa dirinya dalam bahaya dan Josh harus segera melenyapkan manuskrip itu. Bersama Ollie, sang TopShopPrincess -orang yang suka berkomentar di blognya Josh- dan Tyler -temannya di kelas Capoeira, mereka mencoba mengartikan manuskrip yang ditulis dalam huruf hieroglief Maya itu.

Mereka berhasil menerjemahkannya, manuskrip itu terdiri dari dua set inskripsi, masing-masing ditulis dalam dua kolom, kalimat terakhir hilang. Josh tidak bisa mengartikan kalimat terakhir, tidak bisa meneliti jejak Codex Ix. Tapi, ada satu misteri yang hampir terpecahkan lagi, mimpi yang pernah dialaminya tentang Bahabix sedikit terurai berkat inskripsi.

Bakab adalah tokoh dalam mitologi Maya. Salah satu dari keempat anak dewa Maya, Itzamna. Itzamna sendiri merupakan salah satu dewa tertinggi -pembuka tulisan dan pertanian bagi bangsa Maya. Hanya Dewa Pencipta yang kedudukannya lebih tinggi daripada Itzamna. Dalam mitologi Maya, Itzamna menikah dengan dewi bernama Ixchel. Mereka punya empat anak laki-laki yang diberi nama Ix, Cauac, Muluc, dan Kan.

Keputusan dibuat, ayah Josh meninggal karena mencari Codex Ix, dan dia harus meneruskan pencarian ayahnya. Josh mengikuti jejak terakhir ayahnya, pergi ke Mexico bertemu dengan wanita Chetumal yang terakhir ditemui ayahnya, mencari tahu keberadaan Carlos Montoyo, orang yang tahu keberadaan Codex Ix, orang terakhir yang berkirim email dengan Dad. Bersama Ollie dan tyler, Josh pergi ke Mexico untuk memecahkan misteri pembunuhan ayahnya dan mencari Codex Ix.

Hanya Bakab yang bisa menemukan Codex. Seorang bakab mempunyai kekuatan khusus, kekuatan untuk melawan kutukan Codex. Buku-buku Itzamna dilindungi kutukan kuno. Semua orang, kecuali Bakab akan mati kalau menyentuh salah satu Codex itu. Para Bakab ada empat, namanya Muluc, Cauac, Kan dan Ix. Keluarga Josh mewarisi Bakab Ix dan mereka pelindung Codex Ix.

Rudolfo Jaguar: Bakab Muluc

Lizard Paw: Bakab Cauac

Blanco Vigones: Bakab Kan

Joshua Gracia: Bakab Ix

Perjuangan Josh tidak gampang, ada orang yang selalu mengikuti kemana Josh melangkah, orang yang juga mengincar Codex Ix, orang yang mengancam keselamatan Josh, teman-temannya, Ibunya, bahkan bangsa Maya sekalipun.

Keraguan akan membuatmu kehilangan segalanya.

Buku ini sangat menarik, beda, lain daripada yang lain, penuh teka teki di sisi lain kadang membuat saya bingung dan bosan. Di awal saya merasa cerita sangat berbelit-belit, alurnya serasa lambat sekali, mungkin karena buku pertama penulis bermaksud membuat suatu fondasi akan tema utamanya, yaitu sejarah tentang bangsa Maya kuno. Dia menjelaskan sedikit demi sedikit fakta tentang bangsa Maya yang kemudian dia campur dengan fiksi buatannya, ketika Josh mencari jejak ayahnya, menjadikan konflik utamanya. Seru, walau kadang kita akan dibuat binggung karena banyak hal yang belum terungkap, kadang kita akan dibuat ngos-ngosan mengikuti jejak Josh. Alurnya cepat ketika Josh bertemu dengan Ixchel -gadis bangsa Maya kuno, menemukan kota yang hilang, nggak bisa berhenti baca saking serunya. Berharap penulis lebih banyak mengungkap tentang bangsa Maya, karena jujur saya baru pertama ini membaca cerita tentang sejarah bangsa Maya kuno, terutama lebih membahas kekuatan para Bakab.

Minim typo, suka terjemahannya, ketika saya membaca blog yang dibuat Josh, saya jadi ikut bersemangat untuk rajin posting. Alasan kenapa buku ini disebut sebagai Joshua Files adalah Josh selalu menuliskan pengalaman petualangannya di blog, awalnya dia tampilkan secara public tapi demi menghindari jejaknya tercium musuh dia membuat blognya dalam kondisi private, hanya dia dan nantinya ibunya saja yang tahu. Suka banget sama covernya, menurut saya cover terjemahannya paling the best daripada cover yang lainnya, terutama cover aslinya.

Berikut kelima seri The Joshua Files, sudah diterjemahin semua, kurang baca seri keempat dan kelima 😀

JfJf2Jf3Jf4Jf5

Invisible City

Ice Shock

Zero Moment

Dark Paralel

Apocalyse Moon

Dan berikut book trailernya:

Buat kamu yang menyukai kisah petualangan fantasi berbau sejarah dan kospirasi, buku ini akan membuatmu tidak bisa berhenti membaca, terus dan terus mencari tahu kebenarannya.

3.5 sayap untuk Codex Ix

NB:

Tentang Penulis

Mgharris

M.G Harris lahir di Mexico City. Ketika ia berumur lima tahun, orangtuanya berpisah dan M.G pindah ke Frankfurt, Jerman lalu akhirnya Manchester, Inggris. Saat remaja, dalam kunjungan-kunjungan ke Mexico untuk bertemu sang ayah, M.G mulai tertarik pada dunia arkeologi Maya. Berkali-kali ia pergi ke reruntuhan Maya di Yucatan dan Chiapas, dan perjalanan itu menumbuhkan bibit-bibit kisah yang akhirnya menjadi The Joshua Files: Invisible City.

M.G mempelajari biokimia di St Catherine’s College, Oxford University dan melanjutkan program doktornya di St. Cross College, Oxford. Pada tahun 2004, menggabungkan dua hal ia cintai: arkeologi dan biokimia, The Joshua Files: Invisible City mulai ditulis ketika M.G harus beristirahat setelah menjalani operasi akibat kecelakaan ski di Swiss. Pada tahun 2008, M.G adalah penulis debut yang novelnya terjual paling cepat dalam kategori anak-anak. (Sumber: Gramedia)

Untuk tahu lebih banyak tentang M.G. Harris dan buku-bukunya kunjungi saja:

www.mgharris.net

Facebook

Twitter