Divergent

Divergent

Penulis: Veronica Roth

Penerjemah: Anggun Prameswari

Penerbit: Mizan Fantasy

ISBN: 978-979-433-697-7

Cetakan I, April 2012

540 halaman         

 

Selamat datang di Upacara Pemilihan. Selamat datang di hari di mana kita menghormati filosofi demokratis para leluhur kita, yang menyatakan bahwa setiap orang memiliki hak untuk memilih caranya menjalani hidup di dunia ini. Pera penerus kita sekarang telah berusia enam belas tahun. Mereka berdiri di tebing kedewasaan dan sekarang mereka yang menentukan sendiri akan menjadi apa mereka nantinya. Para leluhur membagi dunia dalam lima faksi yang bertujuan untuk menghapus sifat-sifat yang dianggap bertanggung jawab atas kekacauan di dunia.

Amity: mereka yang tidak menyukai peperangan, memberikan  para konselor dan perawat yang penuh pengertian. Lambangnya adalah pohon.

Erudite: mereka yang tidak menyukai ketidaktahuan, menyediakan guru-guru dan para peneliti yang pandai. Lambangnya adalah mata.

Candor: mereka yang tidak menyukai kepalsuan atau menghargai kejujuran, memberikan pemimpin vocal dan bisa dipercaya di dunia hukum. Lambangnya adalah timbangan.

Abnegation: mereka yang tidak menyukai pamrih dan egoism atau tidak mementingkan diri sendiri, memenuhi kebutuhan akan pemimpin tanpa pamrih di pemerintahan. Lambangnya adalah sepasang tangan menengadah terbuka seakan hendak menolong orang berdiri dan dihiasi lingkaran.

Dauntless: mereka yang membenci kepengecutan, mereka memberikan perlindungan. Lambangnya adalah lingkaran dengan nyala api di dalamnya.

Di faksi, kita menentukan makna, menentukan tujuan, menentukan hidup.

Beatrice Prior, tahun ini dia genap berusia enam belas tahun, usia di mana harus menentukan faksi. Bersama kakaknya, Caleb, mereka menjalani tes kecakapan, tes yang dimaksudkan untuk menilai sifat kita lebih mirip faksi yang mana. Misalnya, kalau keluarga kita berasal dari faksi Abnegation, kita cenderung akan masuk juga ke faksi tersebut, seperti sudah turun temurun, atau kita juga bisa berkhianat memilih faksi lain, sesuai minat kita sendiri tanpa memandang hasil tes kecakapan atau faksi keluarga kita. Namun, terjadi hal yang tidak biasa pada hasil tes kecakapan Beatrice, hasil tesnya tidak dapat disimpulkan. Hasil kecakapannya menunjukkan tingkat kecakapan yang seimbang antara Abnegation, Dauntless, dan Erudite. Beatrice adalah Divergent, mereka yang memiliki perbedaan.

Dilema, itulah yang dirasakan Beatrice ketika menghadiri Upacara Pemilihan. Dia tidak ingin mengecewakan keluarganya, tapi ada rasa terdalam kalau dia tidak cocok sebagai Abnegation. Dia tidak akan memilih Erudite yang membenci faksi Abnegation, dia egois, dia pemberani.

Batu abu-abu untuk Abnegation, air untuk Erudite, tanah untuk Amity, batu pijar untuk Dauntless, dan kaca untuk Candor.

Ketika gilirannya memilih, Beatrice meneteskan darah di atas batu bara berpijar, dia memilih berkhianat seperti kakaknya, dia memilih Dauntless.

 

Di tempat yang baru, Beatrice lahir dengan nama yang baru juga, Tris. Ternyata tidak mudah menjadi seorang Dauntless, mereka, baik Dauntless asli atau anak pindahan seperti Tris harus melalu inisiasi terlebih dahulu (eliminasi), mereka akan dirangking, hanya sepuluh besar lah yang akan menjadi seorang Dauntless, bila gagal mereka akan menjadi factionless, gelandangan, tanpa Komunitas, lebih menakutkan daripada kematian. Rangking ditentukan dari kombinasi tiga tahap, dibimbing oleh Four, salah satu Dauntless yang akan mengawasi dan membimbing latihan mereka, juga tidak ketinggalan salah satu pemimpin Dauntless yang bertangan dingin, Eric. Pertama adalah latihan pertarungan, mereka harus mengalahkan teman seperjuangan, di sini Dauntless asli dipisah dengan anak pindahan, agar tidak terjadi kesenjangan karena Dauntless asli dari kecil sudah dididik untuk bertarung. Siapa yang paling sering mengalahkan lawan, dia akan berada di rangking pertama. Kedua adalah tahap simulasi, melatih mengendalikan emosi di tengah situasi yang menakutkan. Dan yang terakhir adalah ujian akhir: Ruang Ketakutan. Pada tahap kedua, mereka menyimpan data tentang ketakutan terburuk, baru kemudian di tahap terakhir ini mereka mengolahnya lebih spesifik, mereka mencari berapa jumlah ketakutan yang dimiliki peserta baru kemudian mengendalikannya baik emosi dan kemampuan fisik yang dipelajari di tahap pertama dengan penguasaan mental yang dipelajari di tahap kedua. Jadi, tahap pertama dan kedua akan berperan penting di tahap terakhir ini.

Selain beradaptasi dengan kebrutalan faksi Dauntless yang dianggap suatu kemberanian, Beatrice harus menyembunyikan Divergent-nya karena ada orang-orang yang bertujuan melenyapkan mereka, selain itu juga dia harus mencegah pemberontakan salah satu faksi dengan menggunakan kekuatan Dauntless untuk menghancurkan mantan faksinya, faksi di mana keluarga yang dikhianatinya tinggal, Abnegation.

 

Sukaaaaaaaa banget. Yang membuat saya menunggu-nunggu buku ini terbit adalah dystopia-nya, ide buku ini.

Dunia terbagi menjadi lima faksi dan kita akan masuk ke salah satu faksi tersebut. “Mereka berdiri di tebing kedewasaan dan sekarang mereka yang menentukan sendiri akan menjadi apa mereka nantinya”. Menentukan sendiri akan menjadi apa mereka nantinya, kalimat yang perlu digaris bawahi. Berarti Beatrice bebas memilih kan? Lalu kenapa sewaktu Beatrice memilih Dauntless, faksi yang tidak sama dianut oleh keluarganya dia di anggap penghianat? Dan jika gagal melalui proses inisiasi dia tidak bisa kembali ke faksi lamanya dan menjadi seorang factionless? Sepertinya makna kebebasan hidup harus dikaji lagi. Itulah inti buku ini.

Kedamaian itu penuh batasan; inilah kebebasan.

Saya sangat suka karakter Beatrice, kebingungan, dilemma dia di awal cerita tergambar jelas. Bagaimana dia memikirkan kalau dia tidak cocok seperti keluarganya, dia lebih membangkang tapi terbungkam dengan aturan tanpa pamrih yang dari kecil sudah ditanamkan. Mau tidak mau hati tetap akan menang, Beatrice sadar kalau dia egois, kadang dia mementingkan diri sendiri, dia ingin mencoba tantangan yang baru, dia tidak ingin terkungkung dengan aturan yang akan memenjarakan pilihannya, dia ingin bebas menjalani hidup tanpa batasan, maka dari itu kita akan paham kenapa Beatrice lebih memilih Dauntless daripada Abnegation.

Kupikir kita sudah membuat kesalahan. Kita semua mulai merendahkan kebaikan nilai faksi lain dalam proses pemahaman nilai kebajikan faksi kita sendiri. Aku tidak mau seperti itu. Aku mau jadi pemberani, dan tak memikirkan diri sendiri, dan pintar, dan baik, dan jujur.

Four, karakter lain yang paling saya sukai, seperti biasa kalau kalian suka membaca review saya, pasti cowok pendiam, sinis, jenius, sedikit posesif dan mengancam akan menarik perhatian saya, ahaha karena mereka biasanya tipe setia dan sangat mencintai pasangannya. Four mirip seperti itu. Yah, walau dari awal saya sudah bisa menabak identitas dia sebenarnya, tapi kejutan-kejutan yang dia berikan sangat menarik hati saya.

Bagian favorit saya tentu ketika Tris dan Four bersama, ketika mereka saling memandang, ketika mereka saling berbagi ketakutan, ketika mereka saling mencuri ciuman. Ahhh, pokoknya bagian itu lah yang terindah dan tidak sadis di buku ini. Baiklah, saya akan memberikan salah satu percakapan mereka yang paling berkesan.

“Kau berasal dari faksi apa Four?”

“Tidak p
enting,” jawabannya. Matanya tertunduk. “Inilah aku sekarang. Sosok yang akan kau ingat baik-baik.”

Udah segitu aja, lanjutannya baca sendiri :D.

 

Salah dua quote yang saya sukai:

Mungkin. Mungkin kita memang harus melakukan sesuatu lebih daripada yang telah kita lakukan. Tapi, kita hanya perlu membiarkan rasa bersalah itu menjadi penginggat agar kita menjadi lebih baik.

 

Tapi, terkadang bukan bertarunglah yang membuat seseorang berani, tapi bagaimana kau menghadapi kematian yang pasti datang.

Sedikit kekurangan dari buku ini, bukan typo yang saya acuhkan dan terjemahan yang tidak ada masalah karena bahasanya tidak ada yang membuat saya bingung, tapi lebih ke ceritanya. Terlalu cepat ketika satu faksi itu melakukan pemberontakan, baru juga Beatrice menyelesaikan ujian, tiba-tiba saja cerita menjadi seperti itu, Boom. Dan yang membuat saya agak kecewa adalah banyaknya tokoh yang meninggal yang tidak saya harapkan, huhuhu kenapa dia juga?

Cover, yeay sangat bersyukur penerbit Mizan mempertahankan cover aslinya, tidak seperti Delirium yang agak mengecewakan buat saya. Saya tahu maknanya kalau ternyata gambar lingkaran dengan api menyala itu adalah lambang Dauntless, dan saya rasa tepat. Karena buku ini memang sebagian besar bercerita tentang Dauntless. Dan saya merasa mendapat sedikit bocoran dengan cover buku kedua, yaitu melambangkan pohon, bisa menebak akan kemana Beatrice? ;p

Insurgent

5 sayap untuk berani, tanpa pamrih, pintar, baik, jujur, dan beda.

 

NB: untuk lebih mengenal penulisnya, silahkan mampir ke http://veronicarothbooks.blogspot.com/

Penghargaan: Goodreads

Goodreads Choice Award for Favorite Book of 2011 and for Best Young Adult Fantasy & Science Fiction (2011)ALA Teens’ Top Ten Nominee (2012)Children’s Choice Book Award Nominee for Teen Choice Book of the Year (2012)

Mockingjay

Mj

Seri terakhir dari The Hunger Games, disarankan membaca buku sebelumnya agar tidak binggung, review buku sebelumnya bisa dilihat di The Hunger Games dan Catching Fire. Sama seperti buku-buku sebelumnya, buku ini dibagi menjadi tiga bagian: Abu, Serangan dan Sang Pembunuh.

Namaku Katniss Everdeen. Umurku tujuh belas tahun. Rumahku di distrik 12. Aku ikut Hunger Games. Aku melarikan diri. Capitol membenciku. Peeta dijadikan tawanan. Dia dianggap sudah tewas. Kemungkinan besar dia tewas. Mungkin yang terbaik baginya jika dia tewas…

Pemberontakan mulai beraksi, distrik 12 musnah, distrik 13 ternyata masih ada, selama tujuh puluh lima tahun terpendam di bawah tanah, merencanakan pemberontakan, dipimpin oleh seorang wanita berusia sekitar lima puluhan, Alma Coin. Sejak insiden Hunger Games ketujuh puluh lima, semua menjadi kaca balau. Katniis, Finnick, dan Beetee selamat dan dibawa ke distrik 13, sedangkan Peeta, Johanna dan Enobaria entah nasipnya seperti apa di Capitol.

apa yang akan kulakukan?

Insiden itu juga membuat Katniss terpuruk, desanya hancur tidak bersisa kecuali Desa Pemenang, ibunya, adiknya dan sahabatnya Gale aman, tetapi Katniss merisaukan nasip Peeta di tangan Capitol. Bukan hanya Katniss saja yang menjadi sinting, Finnick seperti orang gila yang juga memikirkan nasip kekasihnya, Annie. Katniss membenci Haymitch, membenci kenapa dia tidak memberitahu rencana pemberontakan, malah sibuk untuk mencari sekutu yang sebenarnya sehingga menyebabkan Katniss dan Peeta berpisah. Sampai ketika Katniss menonton acara televisi di mana Caesar Flickerman, pembaca acara Hunger Games, wewancarai bintang tamunya, Peeta. Ya, Peeta masih hidup, itu yang penting dan Katniss akan menyelamatkannya.

Namaku Katniss Everdeen. Umurku tujuh belas tahun. Rumahku di distrik 12. Aku ikut Hunger Games. Aku melarikan diri. Capitol membenciku. Peeta dijadikan tawanan. Dia masih hidup. Dia penghianat tapi masih hidup. Aku harus menjaganya agar tetap hidup…

apa yang akan kulakukan?

“Aku akan menjadi Mockingjay.”

Mockingjay adalah burung hasil kawin silang Jabberjay dan Mockingbird betina, menghasilkan spesies baru yang bisa meniru siulan burung dan siulan manusia.

Saya mengartikan makna Mockingjay untuk Katniss adalah dia menjadi simbol pemberontakan, meniru, mewakili suara masyarakat Panem untuk mengakhiri perang.

Sejak mengetahui Peeta masih hidup, Katniss menjadi bersemangat lagi, dia mengikuti sesi latihan yang sudah terjadwal, bersama Gale sahabatnya, harinya mulai berwarna. Dan syarat yang diajukannya kalau dia menjadi Mockingjay adalah boleh memelihara kucing Buttercup, berburu bersama Gale di hutan, saat perang berakhir dan menang, Katniis ingin Peeta diampuni beserta para pemenang lainnya. Dan syarat terakhir adalah yang membunuh Presiden Snow harus Katniss sendiri.

Beetee juga berperan penting, selain berhasil menyabotase sistem komunikasi Capitol, dia membuatkan senjata khusus untuk Katniss, Gale dan Fiinick. Trisulanya keren, ada alat yang bisa dipencet kemudian Trisula itu akan kembali ke Finnick, Beetee memang jenius!

Plutarch Heavensbee, kepala Juri Petarungan yang mengorganisir para pemberontak di Capitol menjelaskan misi ke Katniss, semua distrik saat ini berperang dengan Capitol kecuali Distrik 2. Distrik 2 memperoleh lebih banyak makanan dan kondisi hidup lebih baik, setelah Distrik 13 musnah, Distrik 2 menjadi pusat pertahanan Capitol yang baru. Distrik 2 tidak hanya memproduksi senjata, mereka bahkan melatih dan menyediakan persediaan untuk para Penjaga Perdamaian. Tujuan pemberontak adalah mengambil alih distrik satu per satu, terakhir Distrik 2, memotong jalur persediaan Capitol, membuat lemah baru kemudian menyerang Capitol.

Memang arena sudah tidak ada lagi, tapi jangan salah di buku ini masih ada ketenganngan, lebih banyak bom, lebih banyak mutt, lebih banyak kesedihan, lebih banyak orang mati. Contohnya adalah pengeboman di Distrik 8 dan di Distrik 2 benar-benar seru apalagi pertempuran ketika mulai menyusup ke Capitol, berdarah-darah. Penulis benar-benar pandai memainkan perasaan pembaca, buku ini sangat emosional sekali. Ada kalanya saya merasakan kesedihan Katniis, ada kalanya saya merasakan semangat Katniss. Emosi naik turun, sedih, semangat, sedih, semangat, begitu rasanya membaca buku ini. Contohnya adalah insiden di Distrik 8 ketika Katniss dengan lantang menghadap kamera dan bilang:

“Presiden Snow bilang dia mengirimi kita pesan? kalau begitu, aku juga punya pesan untuknya. Kau bisa menyiksa kami, mengebom kami, dan membumihanguskan distrik-distrik kami, tapi kau lihat itu?” Salah satu kamera mengikuti arah yang kutunjuk, pesawat-pesawat yang terbakar di atas atap gudang di seberang kami. Lambang Capitol di sayap pesawat tampak jelas di antara kobaran api. “Api sudah tersulut!” Aku berteriak sekarang, bertekad agar Snow tidak kehilangan satu pun kata-kataku. “Dan jika kami terbakar, kau terbakar bersama kami!”

Saya ikut terbakar membacanya.

Karakter Katniss di sini bisa dibilang labil, berubah-ubah seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, kadang dia terpuruk dan kadang dia akan bersemangat, kuat seperti di buku-buku sebelumnya, tapi yang tidak akan pernah bisa berubah dari Katniss adalah tidak bisa menerima perintah. Peeta jelas berubah, ingatannya di bajak, dia seperti orang ling-lung, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Berbeda dengan Gale, dia satu-satunya orang yang waras di buku ini, kuat, pemberani dan cerdik. Oh, Haymitch, saya masih ngefans dengannya, dia masih seorang jenius, penuh perhitungan, seperti tahu apa yang akan terjadi di masa datang. Finnick juga labil seperti Katniss, menginggat kondisi yang dialaminya sama seperti Katniis tidak heran kadang dia masih kuat seperti biasanya, masih bisa bercanda, kadang bisa gila kalau memikirkan Annie dan butuh obat bius untuk menenangkannya. Beete jenius!, dan Boggs benar-benar berjiwa seorang pemimpin, kadang dia seperti Haymitch memberikan sebuah kode atau pertanda untuk dicerna Katniss.

Saya tidak akan menyebutkan siapa saja yang tewas dibuku ini, hanya membuat saya kembali sedih karena ada tokoh favoritku. Namun masih ada sedikit kebahagiaan yang saya rasakan ketika membaca buku ini, pernikahan Finnick dan Annie *ambil tissue*.

Bagian favoritku tentu saja ketika Peeta bertanya kepada Katniss, “Kau mencintaiku. Nyata atau tidak?”

Sejak awal baca buku ini benar-benar menguras emosi saya, penulis penar-benar jenius, ending tiap bab masih menyimpan suatu kejutan, itu yang saya suka. Bahkan di akhir-akhir cerita saya sempat barkaca-kaca, merasakan kesedihan Katniss yang amat dalam, betapa dia lelah bertarung, lelah berperang. Sangat suka penulis menyelesaikan masalah di buku ini, benar-benar tidak bisa ditebak. Alurnya lumayan cepat, covernya suka, seekor burung Mockingjay, lambang Katniss. Masih menemui beberapa typo di buku ini seperti pengulangan kata dan kurang tanda baca, selebihnya oke, terjemahannya tidak perlu diragukan lagi. Gale lebih berperan di buku ini daripada sebelumnya, justru Peeta yang tenggelam. Tapi, ada perkataan Peeta yang saya rasa menjadi pesan dari seri buku The Hunger Games ini ketika dia diwawancarai oleh Caesar:

Aku mau semua yang menonton-baik itu yang di pihak Capitol atau pihak pemberontak-agar berhenti sejenak dan memikirkan apa arti perang ini. Untuk umat manusia. Kita hampir punah karena saling membunuh. Kini jumlah kita bahkan lebih sedikit. Kondisi kita makin payah. Apakah ini yang sungguh-sungguh kita ingin
kan? Memusnahkan satu sama lain? Demi apa? Agar ada makhluk hidup yang dianggap pantas yang akan mewariskan sisa-sisa bumi yang hangus binasa?”

Menilik latar belakang penulis membuat seri ini, mungkin dia ingin menyindir negara yang berperang, ingin menggambarkan suasana perang itu seperti apa, dan apa untungnya? Perang hanya menyisakan mayat dan kesedihan, tidak ada kebahagiaan.

Terakhir, saya ingin bertanya kepada yang sudah membaca, “Nyesek baca Mockingjay. Nyata atau tidak?”

5 sayap untuk perdamaian.

Mockingjay

penulis: Suzanne Collins

alih bahasa: Hetih Rusli

penerbit: Gramedia

ISBN:978-979-22-7843-9

cetakan I, Januari 2012

423 halaman

Delirium

Delirium

 

Gejala-Gejala Amor Deliria Nervorsa

STADIUM SATU

kegirangan; sulit berkonsentrasi

mulut kering

banyak berkeringat, telapak tangan berkeringat

pusing dan bingung

berkurangnya kesadaran mental; pikiran yang berpacu; hilangnya kemampuan menalar

 

STADIUM DUA

periode euforia; tertawa histeris dan energi yang meluap-luap

periode putus asa; lesu

perubahan nafsu makan; penurunan atau penambahan berat badan yang cepat

keterpakuan terhadap satu hal; kehilangan minat terhadap hal-hal lain

kerusakan kemampuan logika; penolakan realitas

kacaunya pola tidur; insomnia atau kelelahan terus-menerus

pikiran dan tindakan yang obsesif

ketakutan berlebihan, cemas

 

STADIUM TIGA (KRITIS)

sulit bernapas

nyeri di dada, tenggorokan, atau perut

sulit menelan; tidak mau makan

kehilangan akal sehat; tingkah laku yang tidak konsisten; pikiran dan fantasy yang bengis; halusinasi dan delusi

 

STADIUM EMPAT (FATAL)

kelumpuhan emosi atau fisik (sebagian atau total)

kematian

 

Jika Anda takut diri Anda atau orang

yang Anda kenal mungkin telah terjangkit deliria,

silakan menghubungi layanan telepon bebas pulsa

1-800-PENCEGAHAN untuk mendiskusikan obat-obatan

dan perawatan yang harus segera diberikan.

 

Apa jadinya dunia kalau cinta merupakan sebuah penyakit yang berbahaya?

Menikah adalah Keteraturan dan Keseimbangan, dan merupakan ciri masyarakat yang Sehat “Asas-Asas dalam Mayarakat,” Kitab Psst.

Sastra dan puisi masuk dalam “Kompilasi Lengkap Kata-Kata dan Ide-Ide Berbahaya”.

Keluarga hanya sebuah ikatan tanpa kasih sayang.

Tertawa bahagia dianggap melanggar hukum.

Binatang. Orang yang jatuh cinta dianggap binatang.

Amor deliria nervosa. Hal yang mematikan dari semua yang mematikan.

Hal yang mematikan dari yang mematikan: cinta akan tetap membunuhmu, tak peduli apakah kau memilikinya atau tidak.

Bersetting di Portland, Amerika Serikat di mana sudah enam puluh empat tahun cinta dianggap sebagai penyakit dan empat puluh tiga tahun para ilmuwan sudah menemukan penawarnya.

Magdalena Ella Haloway, namanya diambil dari Maria Magdalena, wanita yang hampir saja terbunuh oleh cinta. “Tubuhnya terinfeksi deliria cukup parah. Dia juga melanggar perjanjian-perjanjian dalam masyarakat, jatuh cinta dengan laki-laki yang takkan pernah bisa memilikinya dan takkan mampu menjaganya.” (Kitab Ratapan, Maria 13:1). Dan dia adalah orang pertama yang disembuhkan dari deliria (penyakit cinta). Kurang dari sembilan puluh lima hari lagi Lena akan berusia delapan belas tahun, usia wajib melakukan prosedur penyembuhan, penawar akan bekerja dengan benar.

Anggota keluarganya telah melakukan prosedur penyembuhan termasuk ibunya yang mati bunuh diri ketika Lena berusia enam tahun, dia tidak sanggup menghadapi infeksi deliria, tiga kali melakukan prosedur penyembuhan tetap gagal. Tapi kakaknya Rachel berhasil melaluinya, walaupun awalnya dia divonis mengidap deliria tapi berhasil disembuhkan dan menikah dengan orang yang terpilih. Sangat miris ketika membaca pacar yang dicintainya itu menikah dengan sahabatnya sendiri, dan setelah disembuhkan itu mereka biasa saja, duduk bersama dan mengobrol, benar-benar tidak ada perasaan cinta yang tertinggal. Ayahnya meninggal saat Lena berusia delapan bulan. Sekarang dia tinggal bersama bibi dan pamannya yang sangat menantikan proses penyembuhan Lena serta keponakannya Jenny dan Gracie. Banyak yang takut menjalani prosedur, orang yang sudah di sembuhkan akan mempunyai tiga bekas luka kecil di leher, tapi tidak dengan Lena. Dia tidak takut sama sekali dan sudah tidak sabar, dia ingin terlahir kembali, dengan wujud yang lebih baru, lebih segar dan lebih baik.

Tapi harapannya hancur ketika dia bertemu dengan Alex, seorang pemuda dengan kulit berwarna karamel dan rambut coklat keemasan seperti dedaunan di musim gugur. Seseorang yang mengenalkannya pada keindahan, kebebasan, kebahagiaan, dan cinta.

Awalnya Lena mengira kalau Alex adalah orang yang sudah disembuhkan karena memiliki tiga bekas luka kecil di lehernya, sehingga merasa aman jika bersamanya, tapi ternyata Lena salah. Alex adalah seorang invalid, dia membuat luka itu sendiri dan yang lebih mengagetkan adalah dia berasal dari Alam Liar, dunia penuh penyakit dan tidak ada yang bisa pergi ke sana karena ada tembok yang memisahkan dan dipenuhi dengan aliran listrik. Rencana hidupnya pun kacau balau ketika Alex mengatakan kalau dia suka pada Lena. Lena menyangkal, itu semua salah, tidak lama lagi dia akan menjalani prosedur, yang sudah sangat dinantikannya dan dia pun juga sudah memiliki pasangan hidup. Setelah lulus kuliah dia akan menikah dengan orang yang terpilih tersebut. Tapi, sewaktu ada razia para Regulator dan kakinya digigit anjing, Alex datang menolong, membawanya ke tempat yang aman, mengobati lukanya, kedekatan mereka pada malam itu membuka mata Lena.

“Kenapa?” Dia nyaris berbisik. Tangannya menemukan wajahku, ujung jarinya membelai kening dan pipiku, “Apa yang kau takutkan?”

“Kau harus mengerti. Aku hanya ingin bahagia.” Aku nyaris tak bisa mengeluarkan kata-kata. Pikiranku dipenuhi kabut. “Aku hanya ingin hidup normal, seperti orang lain.”

“Apa kau yakin menjadi orang lain akan membuatmu bahagia?” bisiknya serasa mendekat.

….

“Aku tak tahu apa lagi yang bisa membuatku bahagia.” Tak bisa kurasakan bibirku yang terbuka, dan tak bisa kurasakan kata-kata yang keluar dan mengambang di kegelapan.

“Biar kutunjukkan padamu,”
katanya.

Dia menciumku.

Setelahnya, Lena mendapati dirinya terkena deliria fase awal, bingung dan susah berkonsentrasi, rasa antusias untuk melihat Alex sehingga membuat nafsu makannya bertambah, dan muncul gejala yang tak pernah dijelaskan sebelumnya: menjadikan Lena pembohong. Ini akan membunuhku, ini akan membunuhku, ini akan membunuhku, dan aku takkan peduli.

Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku telah melakukan sesuatu dengan kemauan dan pilihanku sendiri, bukan karena seseorang mengatakan bahwa itu baik atau buruk.

 

Pertama tahu buku ini sudah sangat penasaran pengen baca, sejak membaca salah satu buku yang bergenre dystopia dan sangat menikmatinya, saya menjadi ketagihan, ingin mencari buku-buku lain bergenre sama, apalagi buku ini versi dystopia Romeo and Juliet, dystopia romance. Jadi buat pecinta romance pasti sangat menikmati buku ini. Dan lebih seneng lagi sewaktu tahu kalau Penerbit Mizan akan menerjemahkannya apalagi saya dikasih secara gratis :D.

Saya sangat menyukai ide penulis di mana menganggap cinta itu sebuah penyakit. Selain itu dia juga menciptakan Kitab Ratapan yang berisi semua penjelasan tentang bahaya deliria. Bukan itu saja, menciptakan aturan-aturan sendiri, membuat Undang-Undang, pedoman, membuat tatanan negara semau imaginasinya, yang bisa kita temui di tiap awal bab atau di ceritanya sendiri. Sungguh ide yang baru saya temui kali ini.

Untuk karakter tiap tokoh, saya jatuh cinta sama Alex, dia tipe orang yang bebas, berani, dan mampu membawa Lena keluar dari aturan-aturan, menerjang tembok yang selama ini memenjarakan Lena, membuat dia percaya diri, tidak pernah berhenti mendukung, membuatnya nyaman, selalu mendengarkan, mengenalkannya pada kebahagiaan, pada cinta. Penampilannya juga terkesan cuek, dia juga sangat misterius dan penuh rahasia. Lena sendiri cenderung tertutup, mungkin karena masa lalu ibunya yang membuat dia mendapatkan imange jelek di masyarakat kalau keluarga yang mengidap deliria itu biasanya menurun sehingga membuat dia tak banyak bergaul, tidak bisa lepas seperti sahabatnya, Hana yang lebih cuek dan ceria.

Awalnya agak bosan, alurnya cenderung lambat, cerita berkisar tentang keluarga Lena dan persiapan penyembuhannya. Kemunculan Alex samar. Tapi setelah bertemu dengan sang Romeo, niscaya akan mengalir lancar membacanya. Apalagi di bagian ketika Alex membawa Lena ke Alam Liar yang membuat saya ikut deg-degan seperti Lena, menyusuri penjara bawah tanah, Kriptus, untuk menyusuri masa lalu Lena dan Alex sendiri, serta endingnya yang membuat mata saya berkaca-kaca, huhuhu pengen cepet baca Pandemonium lanjutannya, tapi kayaknya masih lama lawong di amrik saja bukunya baru rencana terbit bulan Februari tahun ini :((. Selain itu banyak teka teki yang belum terpecahkan, masih banyak misterius, seperti Alam Liar, siapa saja para Simpatisan dan invalid, dan keberadaan ibunya Lena yang ternyata masih hidup. Adegan heroiknya tidak terlalu banyak, inti ceritanya saja tentang cinta tentu lebih main ke perasaan :D. Tapi percaya deh, kalau sudah baca bagian Lena dan Alex sangat menghibur dan mengharukan, bagaimana penjuangan Alex, pengorbanan Alex tidak bisa dilewatkan.

Bagian yang menjadi favorit saya selain Alex bilang “Biarkan kutunjukkan padamu” adalah ketika dia berhasil membawa Lena ke Alam Liar beberapa jam, menunjukkan ‘rumahnya’, berbaring berdampingan di kasur yang sempit, lengan Alex berada di bawah leher Lena, sambil menatap atap yang penuh dengan bintang, Alex membacakan puisi cinta, di mana sebelumnya Lena tidak tahu apa itu puisi. Romantis bangetttt, ikut senang membacanya.

Terjemahannya juga sangat suka, tidak ada kalimat yang membuat saya bingung, luwes dan tidak kaku, sangat pas dan minim typo. Untuk cover, sebenarnya saya lebih suka yang asli, entah ya, simpel saja.

Delirium_cov

Quote fave saya adalah:

Aku mencintaimu. Ingat itu. Mereka tak bisa mengambilnya.”

 

Kebencian bukanlah hal yang paling berbahaya, kata Alex. Ketidakpedulian, ya.

 

Cinta: satu kata, suatu hal tipis, sebuah kata tak lebih panjang daripada sebuah garis. Itulah cinta: sebuah garis, sebilah pisau cukur. Dia menelusuri pusat kehidupanmu, memotong semuanya menjadi dua. Sebelum dan sesudah. Seluruh dunia terbelah dan jatuh ke dalam dua sisi.

Sebelum dan sesudah–dan di antara itu, momen yang tak lebih besar atau lebih panjang daripada sebuah garis.

 

Cinta, hal yang paling mematikan dari semua yang mematikan.

Cinta akan membunuhmu, baik ketika kau memilikinya atau tidak.

Cinta akan membunuh sekaligus menyelamatkanmu.

Sebenarnya ada satu quote lagi tapi ada di akhir cerita, takut spoiler jadi kalau pengen tahu baca sendiri saja :p

Buku ini pernah mendapatkan penghargaan Amazon Best Book of The Month in February 2011, The Nomination of 2011 Goodreads Awards dan rencana akan difilmnkan oleh Fox 2000.

Kalau kau suka kisah Romeo and Juliet, maka kau akan menyukai kisah Alex and Lena ini, dan hati-hati, Amor deliria nervosa akan menjangkitimu.

5 sayap untuk Kitab Psst.

 

Delirium

penulis: Lauren Oliver

penerjemah: Vici Alfanani Purnomo

penerbit: Mizan

ISBN: 978-979-433-646-5

cetakan I, Desember 2011

515 halaman

NB: Sebenarnya pengen menyertakan twit tentang Delirium versi saya yang membuahkan hasil buku ini, sayang setelah mengubek-ubek tidak ditemukan, di telan oleh deliria 😦

Catching Fire (The Hunger Games #2)

8549012

Catching Fire (The Hunger Games #2)

by Suzanne Collins

alih bahasa: Hetih Rusli

penerbit: Gramedia Pustaka Utama

cetakan I: Juli, 2010

ISBN: 978-979-22-5981-0

428 halaman

Setelah The Hunger Games, berlanjut baca ulang buku berikutnya Catching Fire. Di buku ini jujur ceritanya sangat berbelit-belit, terlebih pertempurannya di bagian ketiga baru muncul. Masih sama seperti sebelumnya, buku ini juga dibagi menjadi tiga bagian, Percikan, Quell, dan Sang Musuh. Walaupun membosankan, pertempuran dibuku ini adalah yang terbaik. Jadi, beda dengan review buku pertama yang banyak menceritakan sejarah atau peraturan Hunger Games (HG), kali ini saya akan mengupas habis jalannya pertandingan, karena bukan hanya pertandingan HG inti ceritanya tapi juga tentang isu pemberontakan yang mulai terjadi.

Katniss Everdenn dan Peeta Mellark keluar sebagai juara di HG ke tujuh puluh empat. Tapi kemenangan tersebut ternyata menyulut kemarahan Capitol, apalagi Presiden Snow mengetahui kalau Katniss hanya berakting mencintai Peeta dan sekarang malah dekat dengan orang yang diakuinya sebagai sepupu, Gale. Selain itu, muslihat buah berry yang dilakukan mereka berdua dipandang sebagai perlawanan, bukan perbuatan berlandaskan cinta, sehingga menimbulkan semangat pemberontakan dibeberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam. Presiden Snow pun mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan, menunjukkan kalau Katniss dan Peeta saling mencintai tanpa ada keraguan sedikit pun. Jika gagal, keluarga dan orang-orang yang dicintai menjadi taruhannya.

Dalam Hunger Games ke tujuh puluh lima tahun ini, menandakan akan adanya Quartel Quell yang ketiga. Ketika peraturan-peraturan HG disebutkan, Capitol membacakan bahwa setiap dua puluh lima tahun sekali perayaannya ditandai dengan Quarter Quell. Ini dianggap sebagai versi HG yang dimuliakan untuk menyegarkan ingatan tentang mereka yang terbunuh akibat pemberontakan di distrik-distrik. Pada perayaan yang kedua puluh lima tahun, setiap distrik harus mengadakan pemilihan dan memberi suara pada nama-nama peserta yang akan mewakili distrik masing-masing. Pada perayaan kelima puluh tahun, masing-masing distrik diminta untuk mengirim peserta dua kali lebih banyak. Jadi ada empat puluh delapan peserta dimana hanya ada satu pemenang. Dan pada tahun itu, Hyamitch yang menjadi pemenangnya. Dan pada Quarter Quell ketiga kali ini, perayaan HG ke tujuh puluh lima, para peserta lelaki dan perempuan akan dipilih nama-nama pemenang yang masih hidup. Distrik 12 hanya mempunyai tiga pemenang, dua lelaki dan satu perempuan. Artinya, Katniss kembali ke arena.

Awalnya Katniss dan Hyamitch yang terpilih, lebih mudah jika Hyamitch yang mati daripada Peeta, tapi tentu saja Peeta tidak dapat membiarkannya, dia pun mengajukan diri sebagai peserta. Dalam sejarah HG, ada tujuh puluh lima pemenang, lima puluh sembilan yang masih hidup, sebagian peserta sudah tua, sakit, teler karena narkoba atau kebanyakan minum. Jumlah peserta Karier dari Distrik 1, 2 dan 4 yang terbanyak. Selain itu, hampir semua peserta sudah saling kenal, tentu itu merugikan Katniss dan Peeta. kalau di buku pertama Hyamitch hanya berpesan tetap hidup pada mereka berdua, kali ini dia menyuruh untuk bersekutu dengan peserta lain. Dia menyarankan untuk bersekutu dengan Seedar dan Chaff dari Distrik 11 dan Finnick dari Distrik 4. Mereka semua berpengalaman, tidak peduli apa pun kondisi fisik mereka saat ini. Sedangkan Katniss tentu saja menolok, dia tidak percaya pada siapa pun, tapi waktu latihan dia tertarik ingin bersekutu dengan  Wiress & Beetee dari Distrik 3 dan Mags dari Distrik 4, mereka adalah peserta yang sudah tua dan paling lemah dari peserta lain, dasar Katniss pilihnya yang aneh-aneh :)).

Nah menariknya di sini, kali ini penulis lebih banyak menceritakan para peserta, strategi, arena pertarungan, itulah kenapa saya sangat menyukai buku kedua ini daripada buku pertama. Walau tidak semua nama peserta disebutkan dan keahliannya apa, sedikit banyak penulis mengunggkapkan bagaimana peserta tersebut bisa menang. Berikut saya tuliskan siapa saja para pesertanya:

  • Distrik 1: Chasmere & Gloss >> pasangan bersaudara yang menjadi pemenang berurutan, termasuk peserta Karier
  • Distrik 2 (Industri Pertanian): Enobaria & Brutus >> termasuk peserta Karier. Brutus sangat kuat, berusia empat puluh tahun dan tidak sabar kembali ke arena. Sedangkan Enobaria, pata tahun dia menjadi pemenang, dengan tangan kosong dia membunuh lawannya dengan mengoyak leher lawan dengan gigi, menjadi salah satu idola Capitol.
  • Distrik 3 (Industri Peralatan Elektronik): Wiress & Beete >> pasangan yang sudah tua mendapat julukan Nuts dan Volt, yang satu suka merancau dan satunya selalu membawa kawat. Oh mereka sangat cerdik, dengan kawat tersebut dia bisa menciptakan listrik dan mereka bisa langsung melihat adanya medan gaya. Nggak salah kalau katniss memilih mereka sebagai sekutu.
  • Distrik 4 (Industri Perikanan): Mags & Finnick >> Mags berusia delapan puluh tahun, berjalan menggunakan tongkat, dia adalah mentornya Finnick, pandai membuat kail dari apa saja. Sedangkan Finnick adalah pria tampan idola Capitol, sepuluh tahun lalu memenangi HG ketika berusia empat belas tahun. Trisula adalah senjata andalannya.
  • Distrik 5: pemabuk
  • Distrik 6: pecandu morfin
  • Distrik 7 (Industri Kayu): Johanna Mason & Blight >> Satu-satunya pemenang wanita dari distriknya, dia menang bebrapa tahun lalu dengan berpura-pura menjadi anak yang lemah.
  • Distrik 8: Cecelia & Woof
  • Distrik 9: Unidentity
  • Distrik 10: Unidentity
  • Distrik 11: Seedar & Chaff: Chaff adalah sahabat Hyamitch, salah satu lengannya buntung karena memenangkan HG tiga puluh tahun lalu.
  • Distrik 12 (Industri Batu Bara): Katniss & Peeta

Untuk tahu spesialisasi atau bergerak dalam industri apa tiap distrik bisa dilihat di sini:

See all 12 District Seals

Bicara tentang arenanya, hmmm amazing! Saya sampai mengambar peta arenanya supaya benar-benar paham. Area pertempurannya bundar seperti jam dan bisa berputar sesuai dengan arah jarum jam. Menakjubkannya lagi, di tiap jam tersebut, arena berisi jebakan yang mematikan bagi para peserta. Seperti pada pukul satu menuju pukul dua ada zona petir, berikutnya secara berurutan sampai pukul lima adalah: zona hujan darah, kabut beracun, mutan berupa monyet yang mematikan, dan burung Jabberjay, yang bisa menirukan suara orang yang kita cintai. Dan pada sepuluh sampai sebelas adalah zona ombak. Sayangnya, lagi-lagi penulis tidak menjelaskan semua zona dalam arena pertandingannya. Tapi walaupun kurang lengkap, pertandingannya benar-benar seru. Bagaimana Katniss mencerna kode dari Hyamitch untuk mengetahui siapa saja musuh sebenarnya, kode yang dia berikan untuk menentukan sekutunya, dan bagaimana dia tahu arena pertandingannya. Romansa di sini masih sama seperti di buku pertama, hanya bumbu, tapi Gale c
ukup banyak ditampilkan. Drama yang dibuat Peeta dan Katniss selama pertandingan? Kali ini Peeta berkata kalau Katniss sedang hamil, sungguh jenius dia dalam mengambil hati penonton.

Lalu kali ini siapa yang menjadi pemenangnya? endingnya bikin ngemes-ngremes bukunya.

5 sayap untuk arena jam-nya dan drama yang dibuat Peeta :))

tumblr_mj9eer0uFd1rmjtsqo1_250

581734_342241952544739_292258476_ntumblr_mjbp1q9RuC1qby2j8o9_250tumblr_mjbp1q9RuC1qby2j8o10_250 tumblr_mjbp1q9RuC1qby2j8o6_250tumblr_mjbp1q9RuC1qby2j8o7_250tumblr_mjbp1q9RuC1qby2j8o5_250tumblr_mjbp1q9RuC1qby2j8o8_250    tumblr_mjbp1q9RuC1qby2j8o4_250 tumblr_mjbp1q9RuC1qby2j8o3_250 tumblr_mjbp1q9RuC1qby2j8o2_250 tumblr_mjbp1q9RuC1qby2j8o1_250tumblr_mjbkvmRWEk1s5sarho1_250

Trailer:

The Hunger Games

7077211

Hunger Games

by Suzanne Collins

alih bahasa: Hetih Rusli

penerbit: Gramedia Pustaka Utama

cetakan I: Oktober 2009

ISBN: 978-979-22-5075-6

408 halaman

Dalam rangka menyambut Mockingjay (The Hunger Games, #3) yang mau terbit bulan depan dan filmnya yang akan rilis tahun depan #hasyah, saya pun membaca ulang untuk kedua kalinya, sebenarnya ada faktor lupa juga sih, kebiasaan sama buku yang lama nggak dibaca dan belum direview jadi banyak lupa, terutama para tokohnya.

Ceritanya bersetting masa depan, Amerika Utara sudah musnah dan berubah menjadi negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas distrik. Gampangannya, Amerika sekarang berganti menjadi Panem, ibu kotanya Capitol. dan dua belas distrik itu adalah kota-kotanya, hehehe.

Sejarahnya, dulu Amerika utara mengalami mengalami berbagai macam musibah, daftar malapetakanya adalah kekeringan, badai, kebakaran, lautan yang meluap hingga menelan daratan, perang brutal demi memperebutkan sedikit makanan yang tersisa. Setelah negara itu musnah, muncullah Panen dengan Capitol yang bersinar dikelilingi tiga belas distrik, yang membawa perdamaian dan kemakmuran pada warga negaranya. Kemudian tiba masa kegelapan, gejolak kebangkitan perlawanan/ pemberontakan distrik terhadap Capitol. Dua belas distrik dikalahkan, dan distrik ketiga belas dimusnahkan (bayangkan saja California ingin merdeka/ yang pernah terjadi di Indonesia, Timor Timor). Kemudian terbentuklah UU Perjanjian Penghianatan, untuk menjamin perdamaian dan sebagai penginggat setiap tahunnya agar masa kegelapan itu tidak terulang lagi, Capitol menciptakan Hunger Games. Peraturan Hunger Games sederhana, sebagai hukuman atas perlawanan, masing-masing distrik harus menyediakan satu anak lelaki dan satu anak perempuan, yang dinamakan para perserta untuk berpartisipasi. Dua puluh empat peserta akan dipenjara diarena luar yang sangat luas, bisa berubah bentuk tergantung para juri, kadang bisa keluar api yang membakar hutan, badai, petir, tanah tandus, udara panas atau dingin bahkan berbagai tanaman beracun. Selama beberapa minggu mereka harus bersaing dalam pertarungan sampai mati. Peserta terakhir yang masih hidup adalah pemenangnya.

Sinting! Dan lebih sinting lagi, selain mengambil anak-anak dari tiap distrik, memaksa mereka untuk saling membunuh, semua warga Panem menontonnya. Ya, seperti reality show. Capitol ingin agar semuanya patuh, tidak ada pemberontakan lagi, kekuasaan berada di tangan Presiden Snow. Untuk double sintingnya, Capitol mengaharuskan warganya untuk memperlakukan Hunger Games sebagai perayaan, seperti peristiwa olahraga yang membuat satu distrik berkompetisi dengan distrik lain (ok, kalau ini bayangkan SEA Games, dimana Indonesia melawan Malaysia ;p). Peserta terakhir yang hidup akan menikmati kemewahan, dan di distrik mereka akan dilimpahi berbagai macam hadiah, yang kebanyakan makanan. Sepanjang tahun, Capitol akan menunjukkan bagaimana distrik yang menang menerima hadiah sementara distrik lain selain kehilangan wakilnya, mereka harus berjuang agar tidak mati kelaparan.

Katniss Everdeen, gadis berusia enam belas tahun dan Gale, sahabatnya yang berusia delapan belas tahun sudah siap menghadapi hari pemungutan suara. Dan ketiaka Effie Trinket mengucapkan, “Anak perempuan lebih dulu!” nama yang keluar adalah Primrose Everdeen. Sontak Katniss kaget dan tidak percaya, pasti ada kesalahan karena nama Prim hanya satu diantara ribuan, dia baru berusia dua belas tahun dan ini adalah pertama kali dia ikut pemungutan suara (pemilihan peserta dimulai waktu umur dua belas tahun). Katniss pun mengajukan diri sebagai peserta, tidak ingin adik kesanyangannya terbunuh di area pertempuran. Dan pasangan duetnya dalam Hunger Games ke-74 adalah Peeta Mellark, laki-laki anak penjual roti di mana entah sejak kapan sudah mencintai Katniss. Ironis bukan? Mereka harus saling membunuh.

Buku ini dibagi menjadi tiga bagian, Para Peserta, Pertarungan dan Pemenang. Awalnya agak bingung dan bosan, mana ini pertarungannya? udah nggak sabar untuk yang sadis-sadis, hehe. tapi ketika gong dibunyikan, para peserta berebut mengambil senjata di Cornucopia, wo-ho, kau tidak akan bisa berhenti barang semenit, buku ini membuat saya menggebu-gebu waktu membacanya. Saya tidak akan bercerita banyak tentang pertarungannya, karena bagian itu adalah jantung buku ini, porosnya, intinya, jadi kalau semuanya diceritakan takutnya nanti “rasa” pertarungannya berbeda. Arena pertempuran yang hebat, strategi yang diguakan para peserta untuk bertahan hidup, dan sepenggal kisah cinta yang dilihatkan Katniss dan Peeta untuk menarik para sponsor sungguh tidak bisa dilewatkan. Selain itu, ada juga mentor mereka, yang juga pernah memeangkan Hunger Games, satu-satunya malah, Haymitch Abernathy, lelaki gendut setengah baya dan pemabuk akut ini sangat jenius dan cerdik ketika memberikan kode kepada Katniss lewat hadiah yang diberikan selama pertandingan. Selain kengerian Hunger Games, penulis juga menciptakan karakter Avox, orang yang melakukan kejahatan/ penghianatan sehingga lidah mereka harus dipotong dan dijadikan pelayan di Capitol, benar-benar sadis.

Romantisme di sini hanya bumbu, inti cerita mengarah ke kengerian Hunger Games, kekejaman Capitol. Hubungan antara Gale hanya sebatas sahabat dan dia hanya muncul di awal, sedangkan dengan Peeta, cukup lucu dan gemes waktu tahu endingnya. Selama pertandingan, Katniss dan Peeta harus berakting sebagai pasangan yang sedang kasmaran. Diantara beberapa adegan yang mengharuskan Katniss tetap mesra dengan Peeta supaya mendapatkan sponsor, ada bagian yang saya suka dan saya merasa cukup romantis, yaitu ketika Peeta sedang sekarat dan Katniss berkata, “Kau takkan mati, aku melarangnya. Oke?’ “Baiklah,” bisik Peeta, hehehe.

Di awal alurnya sangat lambat, tapi begitu memasuki bagian kedua serasa terbang, haha mulai lebay. Sudut pandangnya dari Katniss, dan dia benar-benar terlihat “kuat,” baik secara fisik maupun emosional. Bayangkan saja gadis berumur enam belas tahun berkorban demi adik kesayangannya bertarung melawan 23 peserta, pesimis untuk menang, menggunakan otaknya untuk membuat strategi agar bisa bertahan hidup dan yang lebih berat lagi adalah dia lebih baik mati daripada harus membunuh Peeta. Bahkan, terlihat sekali kalau Peeta lebih lemah dari Katniss. Sangat suka ketika Katniss bilang ke Rue:

“Kita juga kuat,” kataku. “hanya dengan cara yang berbeda.”

Dia mulai optimus untuk menang.

Penulis mendapat ide cerita ketika menonton televisi dimana saluran satu menayangkan reality show sedangkan stasiun lainnya menayangkan perang, ide memang bisa di dapat dari mana saja. Sayangnya, penulis kurang lengkap menyebutkan nama para peserta dan spesialis distriknya. Misalnya saja distrik 12 adalah batu bara. Mungkin kebanyakan kali ya kalau disebutin semua :p

Mau ngomong apa lagi? 5 sayap untuk Games yang sinting :))

NB:

The Movie

Film arahan sutradara Gary Ross ini ditulis naskahnya oleh Billy Ray. Sedangkan yang bertindak sebagai produser film tersebut adalah Nina Jacobson dan Jon Kilik. Lionsgate Films merencanakan untuk merilis “The Hunger Games” sekitar Maret 2012 (wowkeren.com). Berikut adalah poster para pemainnya:

Hunger_games

The-hunger-games-character-poster-01The-hunger-games-character-poster-05The-hunger-games-character-poster-03The-hunger-games-character-poster-07The-hunger-games-character-poster-06The-hunger-games-character-poster-08The-hunger-games-character-poster-02The-hunger-games-character-poster-04

Trailernya:

dan siapa saja para pemain dan crewnya silahkan ke http://imdb.to/n7J5tK untuk lebih detailnya. Kira-kira apakah sudah sesuai selera kita para pemainnya? Katniss yang kuat, Peeta yang tenang, Haymitch yang cerdik, Effie yang heboh penampilannya, Cato yang buas dan haus darah, Rue yang kecil dan lincah, Threst yang kuat, Cinna yang dapat merubah Katniss menjadi gadis yang terbakar. Mari kita tunggu filmnya 🙂

 See all 12 District Seals 

Kamu ada di distrik berapa?

Coba klik The Capitol PN (http://bit.ly/CapitolCRT) untuk mengetahuinya, saya sudah masuk menjadi anggota di distrik 2, ya bersama Cato dan Clove, para Peserta Karier :p

Facebook_dipImage_dip