The Virgin Suicides

2869229

The Virgin Suicides

Penulis: Jeffrey Eugenides

Penerjemah: Rien Chaerani

Penerbit: Dastan

ISBN: 978-979-3972-32-9

Cetakan pertama, Januari 2008

350 halaman

 

Sinopsis:

Michigan, awal 1970-an. Keluarga Lisbon adalah keluarga yang sangat religius, keluarga biasa dengan kehidupan yang juga biasa. Sampai ketika satu demi satu anak gadis keluarga itu melakukan bunuh diri. Kelima perawan misterius yang cantik itu mengakhiri hidup mereka sendiri secara misterius pula. Gadis-gadis keluarga Lisbon berumur tiga belas (Cecelia), empat belas (Lux), lima belas (Bonnie), enam belas (Mary), dan tujuh belas tahun (Threse).

Cecilia, si bungsu, menyayat pergelangan tangannya sambil berendam di bak mandi. Kedua tangannya mendekap gambar Perawan Suci. Percobaan pembunuhan pertamanya ini gagal. Namun, ia berhasil dalam percobaan keduanya. Tubuhnya meluncur dari lantai atas rumah. Keberhasilan Cecilia diikuti oleh keempat saudarinya, masing-masing dengan cara yang berbeda.

Gadis-gadis keluarga Lisbon begitu terosebsi dengan kematian. Tidak ada seorang pun yang tahu misteri di balik itu semua. tidak ada yang tahu apa yang sesungguhnya terjadi di dalam rumah keluarga Lisbon…

 

The Winner of the Whiting Award & ALA Book of the Year.

 

My Review:

Tertarik membaca buku ini ketika membaca salah satu review dari @ndarow yang menyebutkan buku ini salah satu favoritnya, selain itu saya juga menaruh perhatian lebih pada buku bergenre psikologi atau lebih tepatnya ke tema bunuh diri. Isi kepala manusia itu sangat kompleks, kadang kita tidak tahu seberapa besar beban pikiran mereka, tiap orang berbeda-beda, cara mengatasinya pun juga berbeda-beda. Dan ketika mereka merasa buntu, bunuh diri kadang menjadi jawaban permasalahannya itu. Buku yang bertema bunuh diri yang pernah saya baca antara lain adalah Dan Hujan Pun Berhenti, After dan 13 Reasons Why, semuanya menjadi favorit, sayang tidak dengan buku ini.

Gara-gara halaman awal hilang sampai dengan halaman 11 saya sempet bingung dengan sudut pandangnya, kemudian saya tanya @ndarow dan dia bilang PoV adalah anak-anak laki-laki yang berada di lingkungan Lisbon bersaudara alias kami. Sama seperti pembaca, ‘kami’ juga menelusuri, mencari alasan kenapa anak-anak keluarga Lisbon mati bunuh diri semua, padahal ‘kami’ mengagumi dan menyukai mereka karena mereka cantik.

Bunuh dirin adalah tindakan angresi yang dipicu oleh dorongan libido seorang anak remaja.

Yang mati bunuh diri pertama kali adalah Cecilia, orang-orang menganggap dia mati bunuh diri karena patah hati, namun tidak banyak bukti yang membenarkan, hanya ada satu tulisan yang meyangkut laki-laki tersebut di buku hariannya. Awalnya dia mencuba menyilet pergelangan tangannya tapi berhasil diselamatkan, lalu dia kembali bunuh diri dengan jatuh dari atap kamarnya.

Saya suka ide ceritanya, saya suka penulis mengambil PoV dari orang yang sama-sama buta tentang kejadian itu kemudian berusaha mencari tahu bersama pembaca untuk menemukan alasan mereka kenapa bunuh diri, namun alurnya cukup membosankan, banyak penjabaran dari ‘kami’ yang menurut saya tidak penting, terlalu bertele-tele. Saya juga tidak bisa konsen baca buku ini dari awal karena hilangnya halaman tadi, saya tidak merasakan feel buku ini. Bahkan ada bagian yang saya skip lantaran tidak ada yang menyangkut kematian Lisbon bersaudara. Sampai akhir pun saya masih tidak menemukan jawabannya. Yang jelas, saya menangkap mungkin yang menjadikan penyebab Lisbon bersaudara adalah orangtua mereka terlalu keras mendidik, terlalu mengekang, terlalu banyak peraturan yang harus mereka laksanakan, padahal mereka memasuki usia di mana seseorang sedang tumbuh baik fisik maupun psikis. Keluarga Lisbon terasa amat jauh, susah untuk memahaminya. Dan satu lagi yang memicu semua ini adalah ketika Cecilia bunuh diri, ingin sekali tahu alasan dia bunuh diri sehingga memicu saudara lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Para psikolog sepakat bahwa masa remaja jauh penuh tekanan dan keruwetan dibanding masa anak-anak. Kerap kali, saat ini, berkah perpanjangan masa kanak-kanak bagi kaum muda, dalam kehidupan bangsa Amerika ternyata sia-sia, karena kaum remaja merasa terputus dengan masa kanak-kanak dan kedewasaan. Ekspresi diri sering kali mengalami kebuntuan. terlebih-lebih, menurut para dokter, kebuntuan ini dapat mengarah pada tindakan kekerasan dan remaja yang tidak bisa memisahkan realitas ini dari drama yang dimaksud.

Terjemahannya lumayan sulit dimengerti, saya lebih suka cover aslinya.

10956

2 sayap untuk Lisbon bersaudara.

Iklan

Janji Rembulan

10196603

pengarang; Julia Quinn

judul asli: Everything and the Moon (The Lyndon Sisters, #1)

pertama kali diterbitkan Maret 1997

penerbit: Dastan

cetakan: I, januari 2011

438 halaman

goodreads: http://bit.ly/kHaf6K

 

Ceritanya singkat aja deh, banyak mengantri yg dibelakang.

Robert Kemble, Earl of Macclesfield jatuh cinta pada pandangan pertama sama Victoria Lydon sewaktu mereka di sungai, perasaan Robert pun berbalas. Mereka pun pacaran untuk beberapa waktu sampai Robert sudah tidak tahan lagi (maksudnya apa ini) dan mengajak Victoria menikah. Sayangnya hubungan mereka tidak direstui kedua belah pihak sang ayah karena perbedaan kasta, Robert pun memutuskan untuk kawin lari (bagaimana itu caranya #uhuk). Sewaktu Victoria mau berangkat, tak sengaja dia melakukan kesalahan sehingga membuat ayahnya terbangun dari tidur, dia sangat marah kemudian mengikat Victoria di tempat tidur dan menjaganya agar tidak melarikan diri. Kesabaran Robert sudah habis dan memutuskan untuk menjemput Victoria, tapi dia merasa kecewa dan marah ketika melihat Victoria malah enak-anakan tidur sedangkan dia menunggu dengan cemas. karena marah dia pun pergi ke London. Setelah Victoria bebas, dia segera lari ke rumahnya Robert tapi ayahnya bilang kalau Robert pergi ke London untuk mencari istri yang kaya. Victoria berjanji akan melupakan Robert dan sejak saat itu dia juga meninggalkan rumah.
Tujuh tahun berlalu, Victoria bekerja sebagai guru pribadi, sewaktu majikannya mengadakan pesta dia bertemu dengan Robert, dan dia sangat terlihat berbeda, sekarang dia menjadi seorang playboy. Robert sangat kaget, perasaanya dia masih mencintai Victoria tapi dia juga sangat membenci akan penghianatannya, dia pun berencana membalas dendam dengan cara merayunya.
katanya singkat kok merembet kemana-mana? lama-kelamaan kesalah pahaman diantara mereka diketahui Robert sewaktu dia pulang ke rumah orang tuanya, dia pun bertekad untuk merebut hati Victoria kembali.
aku suka ketika Victoria diculik oleh Robert
aku suka adegan yang……
demikian.

Ini seri pertama The Lydon Sisters, yang berikutnya akan menceritakan tentang adiknya Victoria, Ellie

sayap 3 deh untuk Robert yang gigih 🙂

Skandal Pertunangan Sang Baronet Penggoda (A Lady of Persuasion)

10817614

 

Author: Tessa Dare

Paperback, 418 pages
Published March 2011 by GagasMedia (first published September 22nd 2009)

ISBN: 9797804747
primary language: Indonesian
original title: A Lady of Persuasion
series: Goddess Trilogy #3 
characters: Toby, Isabel
ulr: http://www,gagasmedia.net

Hasil pinjem di Quantum, pengen beli karena dua buku sebelumnya punya sendiri, tapi apa daya keuangan lagi gak mau dekat-dekat.

Sir Tobias Aldridge sedang merencanakan pembunuhan berdarah.
Merasa dendam kepada Benedict “Gray” Grayson yang telah merebut tunangannya Shophia, dimana melarikan diri ke negeri sebrang, pulang membawa suami, siapa yang gak marah? Lalu dia melancarkan balas dendamnya dengan mencoba merebut pasangan dansanya yang membuatnya terpesona. Tapi Toby kaget wanita yang diincarnya ternyata adiknya Grey, Isabel Grayson. Isabel sedang melakukan debut yang pertama dan sedang mengincar suami yang memiliki gelar dan kaya raya demi memudahkannya mengelar amal. Maka dia meminta Toby untuk mencarikannya suami. Dan Toby melamarnya. Konfliknya apa ya? Menurutku sih Isabel menyuruh Toby untuk mendaftar ke parlemen tapi Toby malah ingin membuat dirinya kalah, karena dia tidak ingin cintanya hanya sebatas amal tapi ingin Isabel benar-benar melihat dia dan mencintainnya.

Dari ketiga series Goddess aku paling suka yang ini, lucu aja yang awalnya mau balas dendam malah kena batunya sendiri hehehe. Btw, cukup hot juga loh, dilarang membaca kalo belum 18+ kehkehkeh.

4 sayap untuk Toby yang terlalu khawatiran 🙂