A Tale Dark & Grimm

11974615

Penulis: Adam Gidwitz

Penerjemah: Khairil Rumantati

Penerbit: Atria

ISBN: 978-979-024-477-1

Cetakan I: Juni 2011

226 halaman

 

Sinopsis:

Sebelum kau membaca buku ini, kuperingatkan: cerita ini bukan untuk anak-anak. Penyihir dengan mantra keji, pemburu berdarah dingin, serta tukang roti yang memanggang anak-anak, mengintip di halaman-halamannya.

Namun, jika kau berani, ikuti petualangan Hansel dan Gretel memasuki dunia penuh sihir, teror, dan sepercik kelakar yang berkilau seperti kerikil putih di sepanjang jalannya.

Masuklah. Mungkin menakutkan dan jelas-jelas penuh darah. Tetapi, tak seperti dongeng-dongeng yang kau ketahui, yang ini sungguhan.

Dan kau tahu, dahulu kala, dongeng itu keren.

 

My Review:

 

Ceritanya tentang dua bocah -anak perempuan bernama Gretel dan anak laki-laki bernama Hansel- yang berkelana di dunia magis dan mengerikan. Cerita tentang dua bocah yang berjuang, dan gagal, lalu berhasil. cerita tentang dua bocah mencari makna berbagai hal.

 

Sebelumnya saya belum pernah membaca dongeng karya Grimm bersaudara, mereka saja saya tidak tahu terlebih karya-karyanya, oh mungkin tahu tapi tidak tahu kalau mereka berdualah pembuatnya. Karena penasaran saya mencari info mereka berdua di tante wiki: Grimm bersaudara merupakan kakak beradik Jakob dan Wilhelm Carl Grimm ialah dua orang akademik berkebangasaan Jerman yang terkenal karena menerbitkan kumpulan cerita rakyat dan dongeng. Mereka kemungkinan sekali merupakan pengarang novella paling masyhur dari Eropa, memungkinkan meluasnya pengetahuan kisah-kisah seperti Puteri Salju, Rapunzel, Cinderella, Hansel dan Gretel.

Lalu apa hubungannya dengan buku ini? klik klik sedikit, buku karya Adam Gidwitz ini kayak fanficnya dongeng-dongeng Grim Bersaudara, hanya saja dibuat lebih dark, atau kalo dilihat dari font yang berbeda, Gidwitz seperti sedang membacakan cerita kepada pembaca, bahasa kerennya narator. Jadi nggak salah kalau judulnya A Tale Dark & Grimm, membaca sinopsisnya saja kita sudah tahu kalau dongeng ini nggak biasa dan darah akan berceceran. Kalau dibilang buku anak-anak memang cocok tapi bagian berdarah-darahnya memang perlu pengawasan dari orang tua, tapi ada baiknya juga kalau anak-anak diperkenalkan dengan cerita yang tidak melulu ‘halus’ dan bahagia. Ada sembilan bab, entah ini merupakan novel atau kumpulan cerpen, yang jelas masing-masing bab bisa berdiri sendiri. Mari kita intip masing-masing bab-nya.

Johannes yang Setia

Dahulu kala, ada seorang raja yang berpesan kepada pelayannya yang setia, Johannes, sebelum dia meninggal yaitu: menyuruhnya setia kepada anaknya atau Raja Muda sebagaimana dia setia kepadanya dan menunjukkan seluruh warisan kerajaan, seluruh negeri kecuali satu ruangan. Ruangan berisi lukisan wajah puteri emas. Setelah bosan dengan berbagai kekayaan yang telah dinikmatinya, Raja Muda penasaran dengan satu ruangan yang tidak boleh disentuhnya, dia  mengamuk dan Johannes yang Setia pun tidak tega melihatnya lalu menunjukkan ruangan itu. Ruangan itu berisi lukisan seorang perempuan yang sangat cantik tapi terlihat sedih. Dia dikutuk, setiap kali menikah suaminya mati, anak-anaknya ditakdirkan untuk memiliki nasib yang lebih buruk dari kematian.

Raja langsung jatuh cinta padanya, dia pun mengumpulkan emas, sesuatu yang paling disuka Puteri, mereka menikah dan mempunyai dua anak, Hansel dan Gretel. Bagaimana dengan kutukannya? Johannes yang Setia mendengar percakapan gagak yang meramalkan kejadian-kejadian yang akan menimpa Raja-nya. Sayangnya, usaha yang dilakukannya demi menyelamatkan Rajanya dianggap penghianatan dan dia mendapat hukuman mati. Sebelum ajalnya tiba, dia menceritakan percakapan para gagak itu kepada sang Raja, hasilnya? tubuhnya menjelma menjadi batu mulai dari jantung sampai puncak kepalanya. Ada satu cara untuk membebaskan Johannes yang setia dari kutukan batu tersebut, sang Raja harus memenggal kepala anak kembarnya dan melumuri patung Johannes dengan darah mereka.

Hansel dan Gretel

Mereka kecewa dengan kedua orang tuanya lalu memutuskan kabur dari istana dan memasuki dunia luas nan liar. Keduanya memutuskan menghukum orang tuanya dengan pergi dan mencari sebuah keluarga yang baik, sebagaimana sebuah keluarga seharusnya. Mereka berjalan tak tentu arah dan kelaparan. Ketika mereka melihat rumah di tengah rawa di mana dindingnya sewarna kue coklat dan atapnya seperti lapisan gula, mereka tidak tahan memakannya. Si pemilik rumah alias si pembuat kue kasihan kepada mereka lalu meyuruh mereka tinggal dan menyediakan makanan yang enak, tidak memberi mereka tugas, membuat mereka gemuk, lalu memakannya!

Tujuh Burung Layang-Layang

Ada seorang pria yang tinggal bersama istri dan tujuh anak laki-lakinya. Sang ayah merasa kebahagiannya tidak lengkap karena dia mengingginkan seorang anak perempuan. Lalu suatu malam pintu rumah mereka diketuk dan mendapati seorang anak laki-laki dan perempuan yang bertanya apakah mereka boleh tinggal dengan mereka. Pria itu senang sekali, tidak peduli kalau sebelumnya mereka bercerita baru saja melarikan diri dari orang tua yang ingin memenggal kepala mereka dan perempuan sinting yang mencoba menyantap mereka, pria itu mengganggap Hansel dan Gretel seperti anaknya yang lain, bahkan lebih.

Ayah baru mereka sangat bahagia, tapi tidak dengan sang ibu, karena merasa sangat menyayanginya, Gretel mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, karena tidak bisa mematuhi perintah ayahnya ketika menyambut kedatangan Hansel dan Gretel pertama kali, tujuh anak laki-laki itu dikutuk menjadi burung. Karena merasa sangat bersalah, Gretel bersama saudaranya mencari ke tujuh burung layang-layang itu demi mengembalikan kebahagiaan si ibu, yang menyebabkan Gretel kehilangan jari tengahnya.

Kakak-Beradik

Mereka kecewa dengan orang tua, ayah mereka sendiri tega memenggal kepala mereka, perempuan pembuat kue mencoba menyantap mereka, dan ayah baru mereka bwerharap anak-anaknya menjelma menjadi burung. Mereka memutuskan hidup berdua saja, mereka tidak butuh orang tua. Mereka mengelana lagi hingga sampai di Hutan Labenwald, Hutan Kehidupan, rumah baru mereka. Sang pohon yang menyambut mereka berpesan agar mereka tidak mengambil tak lebih dari yang mereka butuhkan, menjaga keseimbangan hutan. Mereka membangun rumah dan mengumpulkan makanan dari hasil hutan, mereka merasa bahagia. Sayangnya Hasel melupakan pesan si pohon, dia ketagihan berburu, banyak hewan yang mati dia menjadi gelap mata dan meniggalkan Gretel sendirian.

Senyuman Semerah Darah

Gretel mengelana sendirian, saudaranya telah mati dibunuh pemburu. Dia berhenti di sebuah desa yang terlindungi hutan lebat lainnya, hutan yang gelap, mengancam dan mati, Hutan Schwarzwald -Hutan Kegelapan. gretel tidak pergi ke hutan itu tapi ke desa yang ramai, tapi perasaannya tidak seperti suasana desa, dia sedih, kelaparan, dan menangis. lalu ada penolong, seorang perempuan yang mengundangnya masuk kerumahnya. Beberapa minggu Gretel serumah dengan wanita itu, menjalani kehidupan seperti yang lainnya, dan jatuh cinta. Dia jatuh cinta kepada pemuda yang sangat tampan, baik hati, ceria dan sangat misterius. Gretel penasaran kemana pemuda itu pergi, keluar dari desa seorang diri. Ketika hubungan mereka sudah sangat dekat, pemuda itu mengajak Gretel melihat rumahnya di hutan, hutan kegelapan. Gretel ragu, pemuda tampan itu tidak mengacuhkannya ketika berkunjung ke desa, sampai Gretel setuju pergi darinya. Gretel tidak tahu kalau dia berteman dengan kematiannya.

Tiga Helai Rambut Emas

Seorang Duke sangat senang dengan hasil buruannya, bin
atang langka, seperti setengah serigala dan setengah manusia, setengah beruang dan setengah bocah laki-laki. Dan apa yang terjadi ketika binatang itu selesai dikuliti? seorang bocah laki-laki yang telanjang dan berlumuran darah, masih bernapas. Hansel menjadi anak seorang lord dan lady, memiliki orang tua dan hidup nyaman, sayangnya dia tidak bahagia karena tidak ada Gretel, dia akan menemukan Gretel dia berjanji akan menjadi anak yang baik. Ternyata ada sesuatu yang tidak diketahui Hansel tentang ayahnya, ternyata dia gemar berjudi dan sering kalah, orang asing yang menjadi lawannya itu berkata sang lord akan mendapat kembali uangnya jika dia mau mempertaruhkan apa pun yang berdiri di depan perapian perpustakaannya, dan yang berdiri pada saat itu adalah Hansel.

Hansel telah digadaikan pada iblis, dia menyuruh Hansel untuk pergi ke neraka tiga hari lagi kalau tidak sang iblis akan membanjiri seluruh desa dengan api dan semua orang akan mati. Hansel terpaksa mematuhinya. lalu ada seorang laki-laki tua yang berkata Hansel bisa keluar dari neraka kalau dia memiliki tiga helai rambut emas Iblis.

Hansel, Gretel, dan Kerajaan yang Hancur

Hansel, Gretel, dan Sang Naga

Hansel, Grretel, dan Orang Tua Mereka

Mana cuplikan ketiga bab terakhirnya??? hehehe sebenarnya saya sudah sedikit capek menceritakannya panjang kali lebar kali tinggi review ini, selain itu ketiga cerita terakhir itu adalah pamungkas dari buku ini jadi sebaiknya dibaca sendiri. Oke, saya kasih bocoran sedikit, Johannes berhasil menemukan Hansel dan meminta mereka kembali kepada orang tuanya, dia juga mengatakan kalau kerajaan mereka kacau, ibu mereka diculik naga. Hansel pun mencari Gretel dan berusaha menyelamatkan kerajaan dan juga orang tuanya.

Tamat.

Kau, tahu, untuk menemukan hikmah tebijak seseorang harus melalui masa-masa tergelap. Dan untuk melalui masa-masa tergelap itu tak disertai pemandu. Ya, tak ada pemandu, kecuali keberanian.

Suka sekali, aroma dark-nya terasa, kebetulan saya lagi menggandrungi cerita berbau dark jadi kalau disajikan cerita berdarah-darah seperti ini antusias sekali. Covernya dark, mendukung isi cerita, sedikit berbeda dari cover aslinya, walaupun sama-sama sangat bagus. Cara Gidwitz menjadi narator pun sangat unik, membuat serita sedikit panjang dan tidak tamat-tamat tapi malah membuat penasaran dan lebih bayak darah di endingnya. Dari segi ceritanya sendiri walaupun kelam sebenarnya mengandung makna bahwa orang tua itu sangat diharapkan oleh anaknya, terlebih kasih sayang. Selain itu ikatan darah memang kuat, lihat bagaimana Hansel dan Gretel melalui petualangan mereka bersama-sama, mencari orang tua yang mereka harapkan dan menyayangi mereka, saling menjaga, percaya, dan mencintai. Ahhhh, saya jadi penasaran dengan cerita Hansel dan Gretel yang ditulis oleh Grimm bersaudara, berharap akan banyak darah lagi :).

A_tale_dark_and_grimmHansel_dan_gretel

Kesetiaan itu penting. Memahami itu penting. Tapi, tak ada yang lebih berharga selain anak. Tak ada.

 

4 sayap untuk Hansel dan Gretel.

Danur

13012011_danur

Penulis: Risa Saraswati

Editor: Syafial Rustama

Desain sampul: Gita Mariana

Ilustrasi: Diantra Irawan & Qori Hafiz

Penerbit: Bukune

ISBN: 602-220-019-9

Cetakan pertama, 2011

208 halaman

 

Jangan heran jika mendapatiku sedang berbicara sendirian atau tertawa tanpa seorang pun terlihat sedang bersamaku. Saat itu, mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku.

Kalian mungkin tak melihatnya… Wajar. Mereka memang tak kasat mata dan sering disebut… hantu. Ya, mereka adalah hantu, jiwa-jiwa penasaran atas kehidupan yang dianggap mereka tidak adil.

Kelebihanku dapat melihat mereka adalah anugerah sekaligus kutukanku. Kelebihan ini membawaku ke dalam persahabatan unik dengan lima anak hantu Belanda. Hari-hariku dilewati dengan canda tawa Peter, pertengkaran Hans dan Hendrick-dua sahabat yang sering berkelahi- alunan lirih biola William, dan tak lupa: rengekan si Bungsu Jahnsen.

Jauh dari kehidupan “normal” adalah harga yang harus dibayar atas kebahagiaanku bersama mereka. Dan semua itu harus berubah ketika persahabatan kami meminta lebih, yaitu kebersamaan selamanya. Aku tak bisa memberi itu. Aku mulai menyadari bahwa hidupku bukan hanya milikku seorang….

Namaku Risa. Aku bisa melihat “mereka”. Dan “mereka”, sesungguhnya, hanya butuh didengar.

 

Kalian percaya hantu? Guru agama pernah bilang kalau mereka sebenarnya tidak ada, mereka sebenarnya adalah jin yang bisa berubah wujud. Saya tidak pintar soal agama, tidak tahu yang benar yang mana, yang jelas saya merasa tidak asing dengan mereka karena teman saya ada yang mempunyai ‘bakat’ seperti Risa, dia bisa melihat hantu. Pernah pertama kali jaga malam saya dengannya, dia menunjukkan ada ibu tua yang sedang menangis di pojokan sebuah sudut rumah sakit di bangsal anak, saya langsung muntab, gila dia membagi ketakutannya dengan saya, saya bukan penakut, jujur itu (tapi jangan suruh nonton film horror sendirian atau berjalan-jalan di kuburan pada malam hari sendirian), saya sering di rumah sendirian, sering bercengkrama dengan kematian, tapi kalau dihadapkan seperti itu saya jadi takut bukan kepalang, hahaha. Kemudia saya bilang sama teman saya tersebut, jangan seperti itu, saya tidak takut kalau dia tidak bercerita macam-macam dengan keahliannya, tidak di malam hari, tidak di rumah sakit. Tapi lama-lama saya terbiasa, bahkan tidak jarang bertanya ada mahkluk apa di tempat ini itu (ah sekarang jadi kangen dengannya, dengan cerita-ceritanya).

Lambat laun saya paham kenapa teman saya sering bercerita tentang ‘bakat’nya kepada orang lain, selain membagi ketakutan dia ingin merasa lega, setidaknya tidak dia pendam sendiri dan stress sendiri. Sama halnya dengan Risa Saraswati dengan kisahnya di buku ini, dia ingin membagi kisahnya dengan sahabat kecilnya, rasa kehilangan mereka, rasa kangen terhadap keberadaan mereka, dan rasa takut yang pernah dia alami dengan mahkluk yang tidak dia harapkan lihat dan dengar.

Mereka juga pernah hidup dan mempunyai kisahnya sendiri, kadang menyenangkan, kadang menyedihkan. Kulalui banyak cerita di gerbang dialog yang kubuka untuk mereka walau gerbang itu tak selalu dengan mudah terbuka. Kadang dialog itu mengalir begitu saja. Namun beberapa kali sempat kututup, kukunci dengan gembok dan ingin kuenyahkan selamanya dari hidupku karena aku merasa terusik dan tidak dapat menemukan kedamaian. Danur yang keluar dari jasad mati mereka menyeruak mengganggu penciumanku dan membuat hidupku sesak. Bau amisnya membuatku sulit benapas dengan benar. Kulalui tahap sulit yang membuatku begitu membenci mereka, bahkan kebencian itu membuatku membenci diriku sendiri karena mereka yang kubenci tak pernah bisa kutolak atau kuraih.

Sewaktu berusia sebelas tahun, masih berseragam merah putih, jauh dari orang tua dan tinggal di rumah neneknya yang berupa peninggalan Belanda, Risa berkenalan dengan sahabat pertamanya, Peter, yang mengaku sebagai tetangga baru, kemudian dia bertemu juga dengan Will, Hendrick, Hans dan Janshen. Awalnya Risa tidak menyadari kalau mereka berbeda, mengganggap mereka sama, bermain bersama dan bercanda setiap hari, Risa tidak pernah merasa kesepian karena ada mereka, ada yang menginggatkan untuk tidak bolos sekolah, mengganggu kunti bersama-sama, ada yang menemani harinya, tidak ingin kebersamaan mereka pudar. Risa merasa dia sudah ditakdirkan menjalin hubungan pertemanan yang tidak biasa dengan lima hantu cilik Belanda tersebut, hantu yang meninggal karena tebasan pedang tentara Nipon dan dia sangat mensyukuri akan keberadaan mereka. Peter si jahil yang selalu mencari Mamanya, William dengan Nouval-biolanya, Hans dan Hendrick yang selalu bertengakar, tak terpisahkan, saling mengejek, menyukai roti jahe buatan Oma Rose, saling menyayangi, dan ada si bungsu dan si ompong Janshen yang merindukan kakaknya, Anna. Mereka ingin selalu bersama, selamanya.

Aku sadar, suatu saat ini akan mengalami sebuah akhir. Mereka akan tetap menjadi anak kecil yang polos, lugu, jahil, dan tidak pernah tumbuh dewasa, sementara aku akan terus tumbuh berkembang dan bermetamorfosa menjadi seorang wanita dewasa.

Sampai ketika usia Risa menginjak 13 tahun, menjadi pertemuan terakhir mereka. Dulu Risa berjanji dia akan mengakhiri hidupnya di usia yang sama seperti Peter. Tiga kali percobaan bunuh diri namun gagal, Risa sadar kalau hidupnya bukan miliknya seorang, ada keluarga nyata yang tidak bisa ditinggalkan. Peter datang dan menagih janji ketika Risa berulang tahun ke-13 dan menerima penghianatan, sejak saat itu Risa tidak pernah melihat Peter dan keempat sahabat lagi.

Risa mencoba menjalani kehidupan yang normal, berusaha menyibukkan diri, bahkan sempat terbersit untuk melenyapkan ‘bakat’nya tapi dia urungkan karena siapa tahu Peter dan yang lainnya berhenti marah dan mau berteman dengan Risa lagi. Sejak mereka menghilang, Risa ‘kedatangan’ hantu-hantu yang usil dan mengerikan, meminta bantuan Risa untuk menyelesaikan masalah yang belum tuntas di kehidupannya dulu. Samantha yang merasa kecewa dengan kedua orang tuanya karena dia tidak sehat, Sam menginggatkan Risa dengan kelima sahabatnya karena dia juga hantu Belanda yang meninggal karena kebrutalan Nipon, ada Asih yang meminta tolong melepaskan tambang yang melilit lehernya, kesurupan, dihantui penunggungu lift, rambut yang berjalan di pintu toilet, dan masih banyak sekali pengalaman yang mengerikan dan selalu dicoba diabaikan Risa, berpura-pura buta dan tuli menghadapi mereka.

Ada rasa sedih yang mendalam tentang situasi sekarang, ketika semuanya telah berubah. Kini hanya ada mahkluk-mahkluk asing yang kutemui, mahkluk yang tak mau kujadikan teman, mahkluk yang menakutiku tanpa sebab.

 

Aku ingin mencari Peter… Aku ingin bertemu kelimanya untuk menceritakan hal ini, bukan menceritakan betapa kacaunya hidupku semenjak mereka menghilang tanpa kejelasan….

Perasaan yang kerasa sekali ketika membaca buku ini adalah bukan takut atau ngeri dengan cerita yang diusung mantan vocalis Homogenic ini, melainkan perasaan kehilangan dan merindukan sahabat kecilnya. Say
a sangat suka sekali dengan gaya berceritanya Risa, mengalir dan sederhana tapi menyentuh. Aura gloomy-nya juga kerasa sekali tapi tidak membuat takut, malahan saya ingin berkenalan dengan kelima hantu cilik Belanda tersebut, merasakan sangat berartinya mereka bagi Risa. Memiliki ‘bakat’ seperti Risa menurut saya ada untung dan tidaknya. Tidaknya kita merasa seperti dibuntuti oleh mahkluk yang tidak pernah kita inginkan lihat dan untungnya adalah kita bisa berbagi cerita tanpa merasa cemas akan bocor, hehe.

Selain ikatan tak terlihat antara Risa dan kelima hantu cilik Belanda tersebut, yang mengena dari buku ini adalah ‘mereka’ juga butuh didengarkan, mereka kesepian dan ada kalanya ingin mencurahkan masalahnya juga. Tapi sewaktu mereka ingin berkenalan dan curhat dengan kita, kita malah menjerit-jerit dan lari terbirit-birit.

Ilustrasi di buku ini juga juara! Menginggatkan saya akan buah tangan Lala Bohang dan animasinya Tim Burton, yang bernuansa dark, gloomy.

Danur

Selain ada lagu berjudul Danur seperti judul novel ini, Risa juga membuat sebuah lagu yang dipersembahkan untuk sahabat-sahabatnya yang berjudul Story of Peter. Sumpah, saya ngeri nonton videonya malam-malam sendirian, tetap nuasa gloomy-nya kerasa dengan suara Risa yang memukau.

Sad eyed boy in his silly pants

Sometimes his there

Sometimes he hides

Pale fair skin and his tiny hands

Waving from distance in Black and White

 

 

Nobody sees him when his around

But his besides me whenever i;m down

Run about and play around my silky dress

Now i could never forget his face

 

Jika kalian adalah orang yang mengganggap mereka hanya khayalan, mungkin cerita-ceritaku tentang mereka bisa menjadi sedikit motivasi untuk menjalani hidup dengan baik dan tak seceroboh mereka. Tidak perlu mempercayai keberadaan mereka karena mereka tak butuh pengakuan. Jika kalian memang orang-orang yang percaya mereka ada, cerita-cerita ini mungkin bisa mengubah cara pandang kalian tentang mereka. Mereka pernah hidup, sama sepertiku sama seperti kalian… mereka butuh didengar…

 

Kau tahu apa itu Danur? Itu adalah air berbau busuk yang keluar dari mayat yang mulai membusuk.

4 sayap untuk lima hantu cilik Belanda.

Kisah-Kisah Tengah Malam

Kisah2_tengah_malam

Sinopsis:

Kisah-Kisah Tengah Malam berisi tiga belas cerita pendek karya klasik Edgar Allan Poe. Masing-masing cerita di sini akan membawa pembaca menuju pengalaman unik yang penuh ketegangan, teror, dan misteri. Beberapa cerpen Edgar Allan Poe yang terkenal seperti Black Cat, The Fall of the Usher, dan Tell-Tale Heart bisa Anda temukan dalam kumpulan cerpen ini.

Saat membaca Kisah-Kisah Tengah Malam, Anda akan diajak memasuki rumah tua misterius, pembalasan, hingga terombang ambing dalam badai di lautan. Dan pada akhirnya, cerpen-cerpen pilihan di sini akan membawa Anda terkagum-kagum pada master horor gotik, Edgar Allan Poe.

 

Review

Masing-masing cerita di sini adalah sebuah legenda – pengalaman unik bagi pembaca. Berbeda dengan penulis lain seangkatannya, kekuatan Poe terletak pada ironi dan dark humor. Dia saat Charles Dickens, Nathaniel Hawthore dan Mark Twain sibuk mempelopori cerita saga berpesan moral (era Romantisme), Poe menoreh warna baru dalam kancah kesusastraan dunia. Suspens. Misteri. Macabre – Maggie Tiojakin.

Membaca sinopsis dan Catatan Tengah Malam yang ditulis oleh penerjemah, saya sangat penasaran sekali dengan buku yang ditulis oleh master horor gotik, Edgar Allan Poe. Beberapa kali membaca cerita bergenre dark saya selalu suka, sehingga saya berharap banyak akan buku ini. Setelah selesai membaca, keinginan saya terkabul.

Berisi tiga belas cerpen, yaitu:

  1. Gema Jantung yang Tersiksa (1893): Bercerita tentang seseorang yang tidak suka dengan tatapan mata lelaki tua kemudian dia merencanakan pembunuhan. Dia memutilasi mayatnya, memotong kepala, lengan, kaki, dan tubuhnya. Kemudian Dia menyembunyikan mayat tersebut di bawah lantai. Ketika ada petugan kepolisian memeriksa, mereka tampak puas dengan alibinya, si pembunuh malah merasa terganggu karena ada suara-suara yang menghantuinya, dia menjadi gelisah.
  2. Catatan Dalam Botol (1833): Badai besar menerjang kapal, terombang-ambing di tengah lautan. Kemudian ‘aku’ melihat kapal perang yang terangkat tinggi di tengah badai besar yang mengamuk di perairan misterius, bangkit dari air.
  3. Hop-Frog (1849): adalah seorang pelawak kontet mempunyai seorang sahabat yang sama-sama memiliki tubuh kontet,Trippetta. Ketika Raja mendorong tubuh Trippeta dan menuangkan anggur kemukanya, Hop-Frog melancarkan balas dendam dengan memberikan usul sebuah permainan yang akan disukai oleh Raja, Delapan Orangutan.
  4. Potret Seorang Gadis (1842): lukisan seorang gadis dengan kecantikan yang unik, wajah yang selalu dihiasi senyuman, terlihat sangat nyata.
  5. Mengarungi Badai Maelstrom (1841): kita akan diajak ke pusaran air Moskoe-strom, menunggangi ombak, merasakan terombang ambing di pinggiran pusaran air seperti gelembung udara di atas ombak.
  6. Kotak Persegi Panjang (1844): perkenalkan Mr. Cornelius Wyatt, seorang seniman muda, membawa kotak persegi panjang dengan lubang di tengahnya ketika menumpangi kapal Kapten Hardy, kotak persegi panjang itu berisi mayat istrinya.
  7. Obrolan dengan Mummy (1845): bagaimana rasanya ketika kamu akan membedah Mummy yang berusia 700 tahun dan tiba-tiba Mummy itu bangun?
  8. Setan Merah (1842): Pangeran Prespo menantang si ‘Setan Merah’
  9. Kucing Hitam (1843): seorang suami menanam ujung bilah kapak di kepala istrinya, kemudian menyimpan mayat tersebut di dinding ruangan penyimpanan anggur. Kucing hitam itu yang merasukinya!
  10. Jurang dan Pendulum (1842): seorang tahanan Toledo yang sedang menunggu hukumannya.
  11. Pertanda Buruk (1846): berjumpa dengan monster yang amat dekay dengan kita, dan amat mirip.
  12. William Wilson (1842): ada sesosok orang yang sangat mengangguku, dia suka sekali meniru apa yang aku lakukan, bahkan dia juga memiliki nama yang sama denganku, aku amat membencinya, dan akan membunuhnya.
  13. Misteri Rumah Keluarga Usher (1839): kita akan berwisata ke rumah yang dikelilingi asap mistis seperti kabut.

Seriously, saya membaca buku ini pada malam hari dan tidak merasakan takut sama sekali. Cerita favorit saya adalah Gema Jantung yang Tersiksa, Hop-Frog dan Kucing Hitam, cerita yang sadis-sadis, hehehe. Kadang saya terbawa sama perasaan si pembunuh, ikut merasa gelisah dan bertanya-tanya. Bukannya tidak menakutkan, hanya saja memang kebanyakan sadis. Mungkin yang sedikit horor adalah Potret Seorang Gadis dan Misteri Rumah Keluarga Usher. Bahkan saya menganggap Kotak Persegi panjang itu romantis, Obrolan dengan Mummy membuat saya tersenyum, Catatan Dalam Botol dan Mengarungi Badai Maelstrom berbau fantasy. Yup, komplit, semua genre masuk tapi tetap ada polesan gloomy-nya.

Covernya juara! Saya suka sekali, unik, serem dan lucu. Setuju juga seperti yang dikatakan sang penerjemah, detail, misterius, dan ironis, sangat mengambarkan cerita-cerita yang dibuat Edgar Allan Poe. Saya juga sangat suka setiap kali penulis mengakhiri cerita, mengandung kejutan dan tak terduga. Terjemahannya bagus, tidak ada yang membuat saya bingung dan saya merasa tidak ada typo. Hanya saja di buku ini tidak ada profil penulis, di mana Kisah-Kisah Tengan Malam ini adalah karya Edgar Allan Poe yang pertama saya baca, saya ingin tahu buku apa saja yang pernah dia buat dan sejarah singkat tentang dirinya. Tapi, tidak mengurangi alasan kenapa buku ini harus dibaca. Bacalah tengah malam, dan siapkan selimut ketika membacanya.

4 sayap untuk master horor gotik kita.

 

Kisah-Kisah Tengah Malam

penulis: Edgar Allan Poe

penerjemah: Maggie Tiojakin

editor: Hetih Rusli

penerbit: Gramedia

ISBN: 978-979-22-6537-8

cetakan I, Desember 2010

245 halaman

Dead Until Dark

7726018

Sinopsis belakang sampul:

Sookie Stackhouse menikmati pekerjaannya sebagai seorang pramusaji di Merlotte, Bon Temps – Lousiana, kota yang memercayai vampir bukan sekedar legenda dan mereka membaur ditengah manusia. Dia cantik dan lucu, tetapi hanya segelintir orang yang menghargai kemampuan membaca pikiran-nya. Lalu datang vampir yang selalu dia impikan, Bill, dengan pikiran yang tidak bisa dibacanya. Dialah tipe pria yang ia nantikan selama ini.

Tetapi Bill adalah vampir dengan reputasi buruk dan lingkungan pergaulan yang menakutkan. Ketika Bon Temps dikejutkan dengan kasus pembunuhan, dan salah satu rekan kerja Sookie menjadi korban, Bill dan vampir lain yang ada di Bon Temps menjadi tersangka, dan dia takut dia adalah korban berikutnya.

Review:

Gara-gara banyak buku yang belum direview dan lupa apa aja  yang mau ditulis, gaya mereview saya pun agak mirip @miapras, hehehe. Ceritanya agak kebalikan dari Twilihgt, dimana kalau dibuku itu Edward yang bisa membaca isi hati orang lain, nah di sini Sookie yang mempunyai kemampuan itu. Sebenarnya nggak terlalu tertarik juga membaca buku ini karena membaca review dari goodreads mengatakan kalau buku ini di sensor habis, hanya saja penasaran seektrims apa sih? yah setelah membuktikan sendiri banyak sekali yang saya skip. Kalau dari segi ceritan sih menurut saya biasa, hanya saja karakter Sookie lebih berani, kuat dan cuek. Dia melawan sendiri “pasangan Tikus” waktu mencoba menguras habis darah Bill (di sini dijelaskan kalau darah vampir itu berkhasiat meringankan gejala penyakit dan meningkatkan gairah). Nggak bisa suka sama Bill karena saya sudah mengitip review buku-buku lanjutannya dan ternyata nantinya Sookie akan berpacaran dengan Eric, ya, kalau di buku ini dia sedikit disinggung, vampire yang lebih tua dari Bill dan lebih tampan, otomatis saya pilih dia dong =)).

Berikut seri The Southern Vampire Mysteries:

  1. Dead Until Dark (Sookie Stackhouse, #1)
  2. Living Dead in Dallas (Sookie Stackhouse, #2)
  3. Club Dead (Sookie Stackhouse, #3)
  4. Dead to the World (Sookie Stackhouse, #4)
  5. Dead as a Doornail (Sookie Stackhouse, #5)
  6. Definitely Dead (Sookie Stackhouse, #6)
  7. All Together Dead (Sookie Stackhouse, #7)
  8. From Dead to Worse (Sookie Stackhouse, #8)
  9. Dead and Gone (Sookie Stackhouse, #9)
  10. Dead in the Family (Sookie Stackhouse, #10)
  11. Dead Reckoning (Sookie Stackhouse, #11)

Nah, banyak kalee serinya. Saya lebih tertarik untuk menonton serialnya True Blood daripada bukunya (jangan dicontoh), lebih suka cover aslinya :))

2 sayap cukup (kayak iklan KB aja) :).

 

Dead Until Dark

by Charlaine Harris

Penerbit: Kantera

Penerjemah: Pujia Pernami

ISDN: 978-979-1924-04-7

Cetakan I, 2010

400 halaman