Les Miserables

A91rjeccmaazhlj

Penulis: Victor Hugo
Penerjemah: Rayvita Mutiara Ansriany
Penerbit: Visimedia
ISBN: 979-065-135-X
Cetakan pertama, Desember 2012
482 halaman

Sinopsis:
Tanggal 15 Mei 1862, merumunan orang memadati jalanan di sekitar Pagnerre’s Book Shop, Belgia. Tak satu orang pun melepaskan pendangan pada tumpukan buku yang menjulang hingga langit-langit toko. Beberapa jam setelah toko buku itu dibuka, ribuan eksemplar Les Miserables ludes diborong massa.

Novel yang proses penyimpan dan penulisannya memakan waktu hampir 20 tahun ini bercerita tentang Jean Valjean, mantan narapidana yang dipenjara di atas kapal kerja paksa selama 19 tahun, dari masa revolusi sampai restorasi Bourbon, karena mencuri sepotong roti demi keluarganya yang kelaparan. Ketidakadilan yang dialaminya, mengubahlaki-laki desa itu menjadi sosok yang dingin dan penuh curiga.

Di tengah perjalanan hidupnya, Valjean bertemu Monsieur Welcome yang menyadarkan bahwa dalam ketidak-percayaannya terhadap otoritas gereja dan kerajaan, masih ada pihak yang menjadi panutannya. Veljean pun berjumpa dengan Fantine, perempuan muda jelita yang turut menjadi korban ketimpangan sosial yang melanda Prancis. Perjumpaan yang berpengaruh besar dalam kehidupan mereka selanjutnya. Ketidakstabilan politik Prancis dan pengaruhnya yang luar biasa pada masyarakat kelas bawah, terekam jelas dalam salah satu novel terpenting sepanjang masa ini.

***

Sebenernya selain menulis review buku ini saya juga ingin mencantumkan review filmnya, yang sangat disayangkan gagal saya tonton beberapa waktu yang lalu, dengan kisah yang pahit sekali *nggak usah dibahas lagi*. Padahal film yang dibintangi salah satu aktris favorit saya itu memicu saya agar cepat-cepat menyelesaikan buku ini, yah mungkin belum jodoh saja, lain kali cari bajakannya #loh.

“Les Miserables mengambil latar waktu kondisi Prancis antara tahun 1815 dan 1832, tahun-tahun ketika Hugo muda mulai berkenalan dan bersingunggan dengan dunia politik, masa setelah tahun 1793. Tahun 1815 sendiri adalah tahun yang menandai kekalahan tentara Napoleon di Waterloo, melawan aliansi tentara Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya. Kekalahan Napoleon mengakhiri era “first republik” (1792-1804), dan kembalinya era kerajaan di bawah Louis XVIII. Era ini disebut dengan Restorasi Bourbon. Pada masa restorasi, gereja kembali berperan besar dalam perpolitikan Prancis, meskipun tidak seabsolut sebelumnya. Inilah masa ketika para pejuang revolusi dan kaum republik tersingkir sementara, yang pada akhirnya mengobarkan gejolak sosial tahun 1830-1832 melawan monarki.”

Bercerita tentang Jean Valjean yang bebas setelah dipenjara 19 tahun hanya karena mencuri roti untuk menolong keluarganya yang kelaparan. Dia singgah di kota D untuk beristirahat dan mencari makan, tapi apa yang ia dapatkan di sana? Para penduduk mengucilkannya, tidak ada penginapan yang mau menampungnya karena dia memiliki paspor kuning (paspor para mantan narapidana) bahkan dia digigit dan dikejar anjing karena tidak sengaja merampas singgasananya, tidak ada tempat baginya. Lalu ketika dia tidur di atas batu di alun-alun ada seorang wanita baik hati yang menyarankan agar ia mengetuk sebuah rumah. Rumah tersebut milik Monsieur Bienvenu, seorang uskup baik hati yang tanpa pamrih memberiakannya tempat tinggal dan makanan enak, satu-satunya orang yang tanpa memandang status sosial Jen Valjean. 19 tahun dipenjara menajamkan sisi jahat Jean Valjean, ada perlawanan batin ketika dia melihat peralatan makan dan tempat lilin dari perak milik uskup, dia hanya memiliki sedikit uang dan barang tersebut pasti berharga tinggi, perjalanannya masih panjang dan dia butuh uang. Ketika dia sudah memutuskan apa yang dia inginkan, tidak butuh lama dia langsung pergi meninggalkan rumah uskup dengan barang tersebut, tidak lama kemudian dia kembali bersama polisi. Uskup berbohong kalau barang-barang tersebut memang diberikan kepada Jean Valjean, peristiwa itulah yang merubah hidup Jean Valjean selanjutnya.

“Dosa yang paling kecil adalah hukum yang dibuat oleh manusia. Tidak mempunyai dosa sama sekali adalah mimpi. Karena semua pasti memiliki dosa, hal ini manusiawi. Dosa itu bagaikan sebuah gravitasi.”

“Jangan pernah kita takut terhadap perampok atau pembunuh. Itu semua adalah bahaya dari luar, bahaya kecil. Yang perlu kita takuti adalah diri kita sendiri. Prasangka adalah perampok yang sesungguhnya, sifat buruk adalah pembunuh yang sebenarnya. Bahaya terbesar ada dalam diri kita sendiri. Tidak masalah apa yang mengancam kepala atau dompet kita! Mari kita berpikir tentang apa yang dapat mengancam jiwa kita.”

Fantine adalah gadis yang cantik jelita dan yatim piatu, ia mempunyai pacar yang tampan dan kaya raya, Fantine jatuh cinta padanya dan rela memberikan apa pun yang dia miliki.Lalu kejutan Tholomyes meremukkan hati Fantine, laki-laki itu meninggalkan Fantine dalam kondisi berbadan dua karena takut masa depannya hancur kalau bersama wanita dari kelas sosial kebawah. ‘lelucon’ tersebut merubah diri Fantine, dia lebih sering murung dan kecantikannya pun mulai pudar. Dia berencana kembali ke kota asalnya, Kota M. Sur M. tapi tidak bisa kalau membawa anaknya, pekerjaannya tidak memperbolehkannya. Di Montfermeil Fantine melihat seorang ibu dengan anak-anaknya terurus dengan baik, kemudian tebersit keinginan Fantine agar orang tersebut menjaga anaknya. Wanita itu adalah Thenardier dengan syarat Fantine harus mengirimkan tujuh francs setiap bulan. Fantine tidak tahu betapa liciknya keluarga tersebut, Corsette, anak Fantine diperlakukan layaknya seorang pembantu, uang yang selalu dikirim ibunya tidak pernah dinikmati Corsette, pakaiannya pun dijual sehingga dia seperti memakai baju rombeng.

Kota M. Sur M. sangat berkembang pesat, menjadi sebuah kota industri yang makmur, terlebih setelah Tuan Madeleine menjadi Walikota. Ia adalah laki-laki berusia sekitar lima puluh tahun yang sangat perhatian dan baik. Negara berhutang banyak padanya, dia sangat sopan kepada semua orang dan mengasihi siapa pun terlebih rakyat miskin, dia adalah pahlawan. Tuan Madeleine bagaikan seorang uskup, dia melerai perselisihan, dia mencegah terjadinya perkara hukum, dia mendamaikan orang-orang yang bermusuhan. Semua kebaikannya itu tidak berpengaruh pada Javert, orang dari kepolisian. Dia seperti pernah melihat Tuan Madelaine di masa lalu, dia tidak asing baginya. Javert sering sekali mengamati tindak tanduk Tuan Madeleine, penuh kecurigaan dan dugaan. Dia adalah laki-laki yang terobsesi dengan hukum, bahkan mencapai tahap fanatik. Dia tidak akan segan-segan menangkap ayahnya kalau melarikan diri dari penjara atau dia akan melaporkan ibunya kalau melakukan kejahatan, dia tidak pandang bulu.

Fantine bekerja di pabrik milik Tuan Madeleine dan tiap bulan dia tidak pernah absen mengirim uang untuk keluarga Thenardier. lalu kabar masa lalu Fantine tercium oleh sesorang yang iri terhadap kecantikannya, Nyonya Victurnien. Dia berkata kalau Tuan Madeleine tidak membutuhkannya lagi, dan atas nama Walikota, wanita itu meminta Fantine meninggalkan wilayah itu, padahal Tuan Madeline tidak pernah tahu akan masalah tersebut. Fantine dianjurkan untuk menemui Walikota tapi tidak berani, dia masih berhutang apalagi keluarga Thernardier meminta Fantine menaikkan ‘uang bulanan’. Dia rela menjual rambutnya, rela menjual giginya, dia rela menjadi pelacur agar anaknya hidup nyama
n, hangat dan sehat. Dia juga sangat membenci Tuan Madelaine.

Fantine sering dihina dan dia sering mengacuhkannya, tapi ketika ada seorang pemabuk yang selain melontarkan penghinaan dia juga melempar tubuh Fantine dengan segenggam salju kemarahan Fantine tidak bisa dibendung lagi, dia langsung menerkam laki-laki tersebut, mencakar wajahnya dengan kata-kata paling mengerikan. Apa yang dia dapat? Javert melihat kejaidian itu dan Fantine dihukum enam bulan penjara! Kejadian itu juga didengar Walikota, dia meminta Javert untuk membebaskannya, sebelumnya Fantine menumpahkan semua kemarahannya karena semua kejadian ini tidak akan pernah terjadi kalau Tuan Walikota mengusir dia dari pabriknya dan dia langsung meludahi wajah Walikota. Dengan kemarahannya yang mendidih dia menceritakan semua yang terjadi dalam hidupnya. Tuan Walikota tetap kekueh agar Fantine dibebaskan, usahanya selalu berhasil.

“Hukum tertinggi adalah nurani. Saya telah mendengar perempuan ini, saya tahu apa yang saya lakukan.”

Tuan Madelaine membawa Fantine ke kliniknya karena kondisi kesehatannya yang menurun, dia ingin sekali bertemu dengan Corsette, luka luarnya mungkin bisa diobati tapi tidak dengan luka batinnya. Hanya Corsette lah yang dapat menyembuhkannya. Tuan Madelaine pun meminta Corsette dibawa pulang ke ibunya, dia berharap Fantine bisa bertahan sebelum Corsette pulang.

Suatu pagi Jevert menemui Tuan Madelaine dan meminta maaf karena tuduhan selama ini yang dia lontarkan kepada Tuan Madelaine. Dia mengganggap Tuan Madelaine adalah Jean Valjean, seorang narapidana yang setelah bebas pun dia masih mencuri dan melakaukan tindak kekerasan pada seorang anak kecil. Javert sudah gatal ingin menjebloskan dia ke penjara lagi. Lalu ada kabar kalau Jean Valjean sudah ditemukan, dengan nama Champmathieu. Di sinilah sifar jahat dan baik Tuam Madelaine diuji kembali, membiarkan Champmathiaeu dihukum karena kejahatan yang tidak pernah dia lakukan atau mengaku dirinya sebagai Jean Valjean?

“Dia dapat memperbaiki sendiri pada hal yang tidak lain lebih berat, lebih rumit, lebih misterius, dan lebih tak terhingga. Ada pemandangan yang lebih megah daripada lautan, yaitu langit. Ada pemandangan yang lebih megah daripada langit, yaitu lubuk hati yang paling dalam dan tersembunyi pada manusia.”

“Berlian hanya ditemukan di tempat-tempat gelap di dalam bumi, kebenaran hanya ditemukan dikedalaman pikiran.”

“Kejujuran, ketulusan, keterusterangan, keyakinan, rasa tanggung jawab, adalah hal-hal yang dapat menjadi sesuatu yang mengerikan jika diarahkan dengan keliru. Namun, bahkan walaupun mengerikan, tetap hebat. Keagungannya, keagungan yang istimewa dalam hati nurani manusia, melekat pada mereka di tengah kengerian. Kegembiraan yang tulus dan tak kenal ampun dari seorang fanatik dalam luapan yang penuh atas kekejamannya menyimpan suatu sinar mulia yang menyedihkan. Tanpa menyadari kenyataannya, Javert dalam kebahagiaan yang luar biasa patut untuk dikasihani, sebagaimana setiap manusia bodoh yang memperoleh kemenangan. tidak ada sesuatu yang begitu memilukan dan begitu mengerikan dibandingkan dengan wajah ini, tempat tergambar semua yang mungkin menunjukkan sifat buruk orang-orang baik.”

Membaca buku ini awalnya sangat bosan, terlalu berbelit-belit, memasuki kisah Jean Valjean saya tidak bisa berhenti membacanya. Buku ini menggambarkan bagaimana keadilan sungguh-sungguh ditegakkan sangat sangat berlebihan tanpa memandang kesalahan apa yang dilakukan, tidak ada pembelaan untuk sebuah kejahatan, walau kejahatan itu dilakukan untuk menolong keluarganya yang kelaparan. Hukum yang kebalabasan. Buku ini menggambarkan betapa status seorang narapidana sangat memalukan, mereka dikucilkan oleh masyarakat, tanpa pernah memberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang baru. Buku ini menggambarkan bagaimana seorang ibu bisa melakukan apa pun demi anaknya, menjual setiap bagian tubuhnya, semua tubuhnya agar anaknya bisa hidup enak. Buku ini menggambarkan bagaimana seseorang yang terobsesi dengan hukum, siap menegakkan kebenaran kalau dia melihat ada yang salah tanpa menelusuri terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi. Buku ini menggambarkan sebaik-baiknya seseorang di masa sekarang, kalau masa lalunya sangat tercoreng maka kebaikan yang selama ini dilakukannya tidak ada artinya.

Miris, itulah perasaan saya ketika membaca buku ini. Hukum lebih berpihak kepada golongan atas, ketika golongan bawah melakukan kesalahan yang sepele hukumnya bisa sampai bertahun-tahun, tidak ada pembelaan bagi mereka. Victor Hugo memaparkan potret dan kritik sosial di masa lampau dengan begitu detailnya. Sosok Jean Valjean yang menjelma menjadi Tuan Madelaine sangat dibutuhkan di dunia ini, kasih sayang Fantine sangat diharapkan oleh semua anak, dan ketegasan yang walaupun kebablasan yang diterapkan Javert sebenarnya sangat dibutuhkan saat ini, di mana hukum sangat sangat dipertanyakan keadilannya, seperti tidak ada perubahan antara masa lalu dan masa sekarang.

“Pembaca tidak hanya akan diajak bijak menjadi bijak dengan nilai-nilai ketuhanan yang ada, tetapi juga patriotisme, kasih sayang seorang ibu, kepedulian terhadap sesama, cinta tanpa pamrih, juga intrik politik yang menggerus keadilan.”

Terjemahannya tidak ada masalah, kalau melihat edisi aslinya yang beribu halaman saya yakin sekali banyak bagian yang di potong di buku ini tapi saya rasa pemotongannya sesuai, tidak mengurangi inti ceritanya, bahkan bagi saya yang tidak suka membaca cerita yang berbelit-belit sangat bersyukur, bagian yang terpenting seperti kisah tiga sosok utama menurut saya: Jean Valjean, Fantine dan Javert tergambar jelas, sehingga saya bisaย  mengenali karakter mereka. Soal covernya, sebenarnya saya tidak terlalu bermasalah, seandainya saja tulisannya dihilangkan, menyisakan judul dan penulisnya akan lebih simple, dengan berbagai tulisan yang sepertinya diambil dari tagline film terlalu memenuhi covernya. Dan kenapa covernya mimilih sosok Fantine? mungkin pihak penerbit lebih ingin menonjolkan pengorbanan Fantine. Kalau membaca di bagian pengantar, buku ini sebenarnya ada lima volume yang masing-masing berdiri sendiri. Dan buku ini adalah volume pertama. Dari beberapa review yang saya baca ceritanya masih panjang dan sebal sekali dengan pihak penerbit karena ceritanya tidak disuguhkan sampai akhir, padahal katanya bagian akhir sangat mengaharukan, membuat saya kecewa sekali. Buku ini bagus sekali, kaya akan pesan moral dan sayang kalau tidak disuguhkan secara penuh. Empat atau lima sayap bisa saya berikan untuk buku ini, saya berharap akan ada lanjutannya, sangat-sangat disayangkan kalau cerita hanya berhenti di sana. Saya masih menunggu perjuangan Jean Valjean selanjutnya, saya ingin melihat Corsette yang tumbuh besar, dan saya ingin tahu apakah Javert sadar akan hukum yang keterlaluan yang diterapkannya.

2 sayap untuk cerita yang nanggung.

*UPDATE*

Setelah saya bertanya ke pihak penerbit ternyata buku ini ada lanjutannya, sedang dalam proses penerjemahan dan rencana April bakalan rilis seri keduanya. Sesuai yang sudah saya tuliskan sebelumnya, buku ini sebenarnya bisa mendapatkan empat atauย  lima sayap, karena saya sangat menyukai kisah perjuangan Jean Valjean dan karena bakal ada lanjutannya maka penilaian saya pun berubah. Semoga saya dapet buntelan lagi untuk seri kedua :p.

4 sayap untuk sang pembela kebenaran kita, Jean Valjean

*review ini saya ikutkan untuk baca bareng BBI dalam rangka membaca buku nominasi OSCAR*

NB: Tentang filmnya

Mv5bmtq4ndi3ndg4m15bml5banbnxkftztcwmjy5oti1oaLes_miserables_ver11_xlgLes-miserables-jean-valjean-movie-posterLes-mis-javert-crow-4ImagesAmanda-seyfried-les-miserables

Sutradara film King’s Speech, Tom Hooper membuat buku ini menjadi sebuah film musikal yang amat indah. Pemeran utamanya adalah Hugh Jackman (Jean Valjean), Russel Crowe (Javert), Anna Hattaway (Fantine), Amanda Seyfried (Cosette). Les Miserables diganjar tiga penghargaan Golden Globe 2013 untuk kategori Film Terbaik, Aktor Terbaik (Hugh Jackman), dan Aktris Pendukung Terbaik (Anne Hathaway). Sedangkan dalam Academy Award 2013, Les Miserables juga berhasil memboyong 3 piala OSCAR untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik (Anne Hataway), Tata Rias dan Rambut (Lisa Wescott dan Julie Dartnell) dan Sound Mixing (Andy Nelson, Mark Paterson dan Simon Hayes), cukup membanggakan, terlebih melihat pengorbanan Anne Hathaway demi memerankan Fantine dia harus menurunkan berat badannya sebanyak 13 kilo *resepnya apa, Non*. Pengen banget nonton filmnya, hauhauhau

Trailernya:

Iklan

Normal is Boring

Normal_is_boring

Normal is Boring

Penulis: Ira Latief

Desainer: Hariadhi

Ilustrator: Milla Andriana

Penerbit: Gramedia

ISBN: 978-979-22-8347-1

Cetakan pertama, 2012

138 halaman

 

Normal is Boring adalah buku tentang cara-cara pikir di luar kebiasaan yang bisa memicu Anda untuk membuat terobosan-terobosan kreatif (Creativity Breaktrough) baru dalam hidup Anda.

Judulnya unik ya, awalnya saya kira buku ini berisi tentang bagaimana cara menjadi kreatif atau seperti buku motivasi yang sangat jarang sekali saya lirik itu, mungkin ada benarnya juga, tapi saya merasa penulis lebih ingin berbagi pengalaman orang-orang kreatif yang pernah dia tahu atau jumpai, sehingga kita nantinya bisa menarik kesimpulan sendiri bagaimana menjadi kreatif itu. Sesuai dengan tagline di sampul belakang buku ini ‘kreativitas bisa diciptakan dari hal sederhana dan “tidak normal” bukanlah suatu kesalahan,’ menjadi kreatif itu sebenarnya tidaklah susah, kreativitas bisa diasah.

Siapakah orang kreatif yang nagkring di buku ini?

David Tan, seorang eksekutif muda di Malaysia melamar pacarnya dengan membuat iklan di billboard.

Saat Anda menyadari bahwa Hidup ini adalah sesuatu yang Luar Biasa, Anda tak akan ragu lagi melakukan hal-hal yang luar biasa dalam hidup ini, bahkan jika itu termasuk untuk menunjukkan rasa cinta.

Alain Robert, sang pendaki gedung pencakar langit di seluruh dunia, The Real Spiderman.

Yoris Sebastian, penggagas strategi “I Don’t Like Mondays” menjadi “I Like Mondays.”

Berpikir terbalik adalah strategi jitu dalam menghasilkan sebuah karya kreatif.

Tricia, hobi travelling keliling dunia dengan cara mengunjungi suatu tempat apabila tempat tersebut baru saja terjadi suatu kejadian tidak mengenakan atau bencana alam, sehingga dia tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar.

Lady Gaga, dia tidak peduli apakah cantik atau jelek, yang penting dia harus terlihat nyentrik dan unik.

Orang-orang yang kreatif tidak pernah takut terlihat berbeda. Karena berbeda itu Aset.

Rumah sakit mungkin sudah tidak asing lagi dong, tapi kalau Rumah Sehat? Change the perspective.

Arief Rahman, membuat CV (Curriculum Vitae) di sebuah radio dengan cara berbeda dan unik, dia menuliskan CV-nya dengan format sebuah “cerpen” sepanjang satu halaman yang menceritakan segala hal unik tentang dirinya, ditulis dengan gaya santai dan humor. Hasilnya? Ia menjadi salah satu broadcaster andalan di radio tersebut.

Orang-orang kreatif tidak merasa perlu berkompetisi dengan banyak orang. Mereka menciptakan hal baru yang bisa memudahkan dirinya keluar sebagai pemenang.

Sheridan Simove, ketika dia kehabisan ide untuk menulis buku Apa yang Dipikirkan Pria Selain Seks, ia malah menerbitkan buku itu dengan 200 halaman kosong. Hasilnya? Buku tersebut berhasil mengalahkan penjualan Harry Potter dan Da Vinci Code di penjualan buku amazone.com.

Apakah sebuah kartu nama harus berbentuk kotak?

Hanya orang-orang kreatif yang punya ide gila dan bisa mewujudkannya menjadi sebuah hal yang digilai banyak orang.

Apakah hanya itu saja contoh orang kreatif di buku ini? Tentu masih banyak lagi, bahkan di luar sana pun banyak orang kreatif yang bisa kita jumpai, baca dan temukan sendiri :D.

Kegeniusan seseorang itu bukan hanya dilihat dari seberapa banyak pengetahuannya atau pemahamannya terhadap sesuatu. Kegeniusan seseorang itu bisa dilihat dari seberapa besar GAIRAH yang ia punya dalam melakukan hal yang ia cintai.

Dari contoh-contoh orang kreatif di atas kita bisa menarik kesimpulan bagaimana sebenarnya menjadi kreatif itu: be different, berpikir terbalik, berpikir luas, mengubah persepsi terhadap sesuatu, be uniqe, jangan takut berbuat gila, dan jangan takut meninggalkan zona nyaman.

Selain itu, penulis juga menuliskan bagaimana memancing kreativitas, hambatan menjadi kreatif, cara mendapatkan ide, dan tips kreativitas.

Sangat-sangat suka buku ini, tipis dan tidak butuh waktu yang lama untuk membacanya. Cara penulisannya pun asik, lebih banyak ilustrasi daripada kata-kata sehingga membuat buku ini lebih mudah dipahami. Pokoknya, kasih jempol gajah buat ilustrasinya. Buku ini sedikit kata-kata tapi banyak makna.

Lalu, hal kreatif apa yang telah dilakukan penulis? Salah satunya adalah penulis menerbitkan buku yang judulnya bisa diisi sendiri oleh pembacanya :D.

Normal_is

DOSA bukanlah GAGAL dalam melakukan sesuatu. DOSA adalah MENYESAL karena TIDAK BERANI melakukan sesuatu.

Dan sepertinya review ini juga tidak perlu panjang-panjang, nanti malah jadi boring bacanya :p.

4 sayap untuk Abnormal.

 

NB: launcing buku ini juga unik loh, di Kuburan :D.

 

The Imaginarium Geographica #1: Here, There Be Dragons

8758785

Penulis: James A. Owen

Penerjemah: Barliani M. Nugrahani

Penerbit: Matahati

ISBN: 602859018-5

Cetakan Pertama, Juli 2010

445 halaman

 

Sinopsis:

Tiga orang pemuda, seorang pria eksentrik, dan sepasukan monster Wendigo haus darah dipertemukan dalam sebuah malam kelam dan berkabut di London. Bersama kehadiran si pria eksentrik, terkuaklah rahasia Imaginarium Geographica, sebuah atlas yang menggambarkan seluruh negeri yang tersebar di dunia mitologi dan legenda, fabel dan dongeng.

Ketika keselamatan Imaginarium Geographica terancam, nasib dunia pun berada di ujung tanduk. Malam itu, John, Charles, dan Jack menerima tanggung jawab berat sebagai Juru Kunci Geographica, sebuah tugas yang mengharuskan mereka membelah Dunia menuju Kepulauan Mimpi.

Dengan detail-detail menawan, penuturan menakjubkan, dan humor yang menggelitik, James A. Owen membuktikan diri sebagai penulis kisah fantasi yang menjanjikan pada masa ini.

 

My Review

Pertama lihat covernya berharap banyak sama buku ini, tapi kok baca di awal-awal nggak seru dan datar, mandeg beberapa saat dulu eh keterusan. Baru dibaca kembali kemaren pas BBI ngadain baca bareng terbitan buku Matahati, lumayan lah ada penyemangatnya untuk menamatkan buku ini.

Sebenernya idenya seru, tiga laki-laki dipertemukan karena alasan yang sama, Profesor Sigurdsson yang mati dibunuh. Setelah bersaksi mereka berkumpul di Beker Street 221B untuk membahas kenapa Profesor meninggal dan mendekatkan diri, bagaimana mereka bisa mengenal Profesor, namun bincang santai mereka diganggu oleh seorang pria yang mirip dengan robekan ilustrasi dalam cerita karya Jacob dan Wilhelm Grimm. Pria yang bernama Bert itu menunjukkan sebuah buku yang berjudul Imaginarium Greographica atau Geografi Imajiner, sebuah atlas geografi imajiner untuk memandu seseorang dari satu tempat ke tempat lainnya di sebuah dunia imajiner, tempat negeri-negeri dongeng yang disebut Kepulauan Mimpi. Dari situ mereka tahu kalau Prefesor mati dibunuh karena buku itu. Dan Bert berkata kalau John dan kedua temannya adalah Juru Kunci buku tersebut, orang yang bisa membaca altlas Kepulauan Mimpi tersebut. Setelah cukup terkejut mendengar kenyataan tersebut, mereka harus cepat melarikan diri karena dikejar Wendigo, Aven, anak Bert yang sudah menunggu dengan Kapal Indigo Dragon langsung mempercepat laju kapal. Menuju Kepulauan Mimpi.

Petualangan mereka pun dimulai…

Hah, kok sampe disitu aja sinopsis ceritanya? Hehe, biar penasaran aja soalnya petualangan mereka masih sangat panjang. Setelah berlayar kita akan berkenalan dengan para awak kapal Indigo Dragon yang ternyata adalah faun (makhluk setengah manusia setengah kambing), bertemu ksatria hijau, sang penjaga Avalon (sebuah pulau yang merupakan batas antara perairan dunia dengan perairan Kepulauan), bertemu dengan Kapten Nemo dan kapalnya Nautillus, bertempur dengan Black Dragon, kapal Raja Musim Dingin, musuh besar mereka yang tidak mempunyai bayangan, tangan kanannya berkait baja, yang memiliki pasukan Shadow-Born, menginjar Geographica. Bukan itu saja, masih ada kurcaci, Troll, Uruk Ko sang Raja Goblin, Raja Sekop, Ratu Hati. Mereka juga menerima undangan teh dari seorang leluhur naga, Samarath yang memberikan pilihan menerima undangan tersebut atau mati, pilihan yang mudah sekali bukan? yang nggak kalah seru, ketika mereka terdampar di Pulau Byblos, mereka bertemu dengan Ordo Maas, sang leluhur manusia yang meminjamkan salah satu kapal  Dragonship, White Dragon.

Bocoran dikit deh, berkat Samarath juga, John berhasil menguak sedikit peta dan mengetahui cara untuk menemukan kartografer Tempat-tempat yang Hilang dan mengetahui rencana sesungguhnya kenapa Raja Musim Dingin begitu mengingginkan Geographica, yaitu untuk memanggil naga.

Tetapi, terkadang, yang penting bukanlah menjaga sesuatu yang berharga namun menjadi seorang penjaga yang berharga, sehingga jika dikemudian hari sesuatu yang perlu dijaga tiba di sini, tidak ada lagi yang perlu dipertanyakan.

Bingung ya sama reviewnya? Aku sendiri juga bingung kok sama ceritanya, hehe. Mungkin karena pernah mandeg dan dari awal baca udah nggak ada feel sama buku ini, ditambah disambi baca buku yang lain, bacanya pun jadi nggak konsen. Yang bikin seru buku ini adalah sama seperti seri Nicholas Flamel, banyak tokoh dunia, makhluk mitologi dan dongeng dunia yang nyelip di buku ini. Contohnya saja kematian Profesor, pembunuhan terjadi pada pertengahan Maret, sama persis dengan kematian Julius Caesar yang ditulis oleh Shakespeare, Baker Street 221B flat yang ditinggali Sherlock Holmes, Oxford, Charles Dickens, ada juga Juru Kunci sebelumnya diantaranya adalah Alexander Dumas, Hans Christian Anderson, Arthur Conan Doyle, Edgar Allan Poe, dan masih banyak lagi nama-nama terkenal. Bagian yang paling saya suka adalah Di Dalam Penjara Waktu, hoho permainan waktunya keren.

Sebenarnya saya berharap akan menjumpai petualangan berlayar seru seperti di komik One Piece dengan Geographica sebagai panduannya, tapi sampe akhir pun tidak ada yang berhasil membacanya, yah mungkin John mendapatkan petunjuk sedikit mengenai peta atau atlas tersebut tapi tidak terlalu di sorot, lebih ke pertempuran yang menurut saya tidak seru. Terlebih soal naga, hah masak cuman si Samarath sama yang dipanggil pas pertempuran itu saja? Intinya, jauh dari harapanku. yang udah baca Nicholas Flamel pasti bisa merasakan serunya dimana banyak tokoh dunia di dalam satu buku tersebut, sayangnya membaca buku ini saya tidak mengebu-ngebu seperti membaca Nicholas series. Tadinya pengen ngasih  dua sayap, tapi menilik cover, ilustrasi yang keren dan mengetahui nama asli John, Charles, dan Jack pada ending buku ini dan sukses membuat saya berkata “hah” jadilah saya memberi:

3 sayap untuk petualangan ke Kepulauan Mimpi.

 

Xar & Vichattan #3: Empat Tubuh Statera

13506643

Penulis: Bonmedo Tambunan

Penerbit: Adhika Pustaka

ISBN: 978-979-19991-6-8

Cetakan I, Januari 2012

415 halaman

 

Diawali dengan dengan bangkitnya kembali Kuil Kegelapan yang menjadi momok segenap rakyat Xar dan Vichattan, Tiarawan Barli dan Biarawati Terra berusaha melawan sosok hitan yang telah membantai habis pasukan Xar dan Vichanttan yang  menjaga kuil hitam itu.

Merasakan Kuil Kegelapan telah bangkit dan ada sesuatu yang tidak beres, Biarawati Agung Mirell dmengadakan rapat darurat dengan para ahli waris Cahaya, para pemimpin Xar dan Vichattan untuk memberitahu berita buruk dan menyelidiki keanehan tersebut. Antessa bertugas mengimbuhi kembali Kristal Utama yang berada di Mata Air Para Peri dengan cahaya dengan dibantu oleh lima pimpinan peri masa lalu: Niteo Lucis dari singgasana cahaya, Exuro Flamma dari api, Solum Humus dari tanah, Arbustus Plantoria dari tanaman, Flumen Aqua dari air, dan Ventosus Flaman dari udara. Kara bertugas melakukan penyelidikan di Vesmir, sedangkan Darlin akan pergi ke Vichanttan membantu pertahanan disana.

Setelah Dalrin tiba di Vichanttan, bersama Kara, Gerome, Biarawi Corry dan Tiarawan Keltus mereka menjelajah Vesmir bersama Tiarawati Lisbet, tiarawati gila yang mempunyai kemampuan khusus untuk menjelajah dimensi. Di sana mereka menemukan sebuah retakan yang menuju suatu tempat di mana Kegelapan berkumpul.

Nah, retakan apa itu dan kenapa Antessa merasa tidak puas setelah mengimbuhi Kristal Utama dan masih merasakan sesuatu yang salah?

Awalnya semesta ini adalah kosong. Lalu kemudian datanglah Waktu, dan kemudian gelap dan terang. Kemudian dengan adanya gelap dan terang, lahirlah dunia, yang adalah kombinasi dari alam dan spirit.

Tapi, sebelum dunia terbentuk, sebelum datangnya gelap dan terang, ada Chao, suatu kekuatan besar yang hidup dari kekacauan. Hanya kekuatan Statera yang dapat melawannya, yang hidup dari keteraturan.

Masalah nggak sampai disitu aja, Antessa berkerjasama dengan Kekuatan Gelap, Kara, Gerome dan Dalrin harus melawan sekutu mereka sendiri, mereka harus bisa membedakan siapa teman dan lawan yang sebenarnya. Belum lagi kita akan dibuat penasaran dengan wujud asli Chao. Selain itu mereka juga harus menemukan Pisau Belati (pertanda alam), Perisai Baja (pertanda spirit), dan kedua simbol gelap dan terang, empat elemen Statera yang digunakan untuk menyegel Chao, apakah itu?

Pokoknya, kita serasa dikejar misteri dan ada aja masalah yang muncul ketika satu masalah sudah terselesaikan, seperti tidak ada jeda kelegaan ketika membaca buku ini. Dari awal saja kita sudah disuguhi dengan konflik.

Agak keteteran sebenarnya membaca buku ini, karena buku ini adalah seri terakhir dari seri Ahli Waris Cahaya, dimana saya belum membaca buku sebelumnya yaitu Tahta Cahaya dan Prahara. Sehingga banyak sekali yang ‘bolong’ ketika saya mengikuti cerita mereka, terlebih tokoh-tokohnya yang membuat saya bingung karena begitu banyaknya. Saya mengakalinya dengan membaca Glosarium terlebih dahulu, sedikit membantu sih tapi tetap saja rasanya akan beda kalau kita mengikuti ceritanya dari seri pertama. Baru dipertengahan cerita saya ngeh dengan inti cerita ini, tokoh-tokohnya dan para antagonisnya. Bahkan, awalnya saya bingung ini siapa sih tokoh utamanya? Hahaha parah emang lemot saya ini. Setidaknya saya cukup menikmati cerita ini dengan banyaknya konflik yang bermunculan, saya juga suka pemilihan nama-nama peri masa lalunya, sayangnya nggak ada tokoh Peri Hutan #abaikan :D.

Romancenya nggak banyak, sekedar menjadi penyedap rasa aja, tapi lucu melihat cara Kara dan Dalrin mengungkapkan perasaan mereka, dengan telepati, hehehe unik, coba beneran bisa itu, dunia serasa milik berdua saja :)). Nah, yang membuat saya bingung adalah Gerome, saya sampai bingung dengan jenis kelaminnya, perasaan dia cowok tapi kok diawal dia seperti menyukai Dalrin dan kebelakangnya dia mendukung hubungan Dalrin dengan Kara, entah ada hubungan sejenis atau sebatas kecemburuan seorang teman yang lama tidak bertemu tapi ketika bertemu malah mencari orang lain. Saya agak gimana gitu dengan nama Biarawati, Tiarawati/wan dalam buku ini, entah ya kayaknya enak aja kalau embel-embel itu tidak ada, kepanjangan kalau kita melafalkannya dan aneh. Kalau dari segi keaslian, cerita Xar dan Vichanttan ini mempunyai ciri khas sendiri, dunianya, Kuilnya, nama-nama tokoh dan karakternya, nggak banyak binatang aneh dibuku ini, paling yang mencolok Nolacerta, naga kepala dua dari dalam Void yang dicoba dipanggil Corbus, mungkin memang difokuskan ke para ksatrianya kali ya. Kalau empat elemen tubuh Statera yang dicari para ksatria cahaya, mengginggatkan saya akan Hocrux-nya Harry Potter :p. Selain itu, saya masih penasaran dengan akhir cerita Tiarawan Barli dan Biarawati Terra, mereka menjadi pembuka dan langsung menciptakan ketegangan dibuku ini, tapi nasip mereka kenapa menjadi nggak jelas, nggak pernah disebutin lagi.

Buat yang suka fantasy dan suka banyak aksi, coba ke toko buku dan cari buku ini ๐Ÿ˜€

3 sayap untuk para Ahli Waris Cahaya

Clara’s Medal

Cm

Saya punya masa lalu yang buruk dengan Fisika, coba bayangkan, kelas satu SMA kalau ulangan nggak pernah yang namanya nggak remidi, sampai-sampai saya les Fisika di dua tempat, itu pun hasilnya hanya membuat nilai saya nyaris remidi, yang jelas Fisika bukan jam pelajaran favorite saya, jam pelajaran favorite saya adalah jam kosong dan jam istirahat *malah curhat*.

Kenapa saya ngomongin Fisika? Karena di buku ini bercerita tentang anak-anak yang digodok untuk mengikuti Olimpiade Fisika di Singapura. Mereka di tempatkan di FUSI (Fisika untuk Siswa Indonesia) sebuah lembaga pelatihan, kegiatan utama FUSI adalah membina tim Indonesia untuk berlaga di kompetisi-kompetisi fisika Internasional. Tim ini diambil dari siswa-siswa seluruh Indonesia yang sudah melewati proses panjang, mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional. 30 siswa terbaik masuk final, disaring lagi menjadi 16 peserta dengan nilai tertinggi. Tahap akhirnya adalah memilih 12 peserta dengan nilai terbaik setelah menjalani pelatihan selama lima bulan di FUSI. Tutor mereka adalah Prasetyo, atau biasa dipanggil Pak Tyo, salah satu pendiri FUSI. Dia ingin membuat ledakan fusi di angkatan ini.

Ledakan fusi adalah ledakan yang dihasilkan dari reaksi bergabungnya inti-inti ringan menjadi inti yang lebih berat. Pada proses ini, inti-inti penyusun inti baru akan melepaskan energi yang sangat besar dan menyebabkan inti barunya mengalami kehilangan massa. Seperti yang terjadi pada matahari, yang menghasilkan energi panas yang dasyat dan menjadi sumber kehidupan mahkluk hidup di muka bumi.

16 peserta yang berotak encer itu adalah: Clara, satu-satunya peserta perempuan yang lolos dalam seleksi FUSI, dia adalah anak dari Bram Wibisono, salah satu pendiri FUSI bersama dengan Prasetyo, seorang fisikawan Indonesia. Angga peserta dari Jakarta yang juga teman Clara, dia seorang yang ambisius, optimis, sombong tapi berprestasi, tujuannya mengikuti olimpiade adalah menjadi pemenang. Erik yang berasal dari Medan, dia orang yang pemalu dan pendiam, cenderung menyembunyikan diri dan irit sekali kalo ngomong. Made, dari namanya bisa ditebak kalau dia berasal dari Bali, anak muda yang kayak jerapah ini adalah fans berat MU, konyol, suka ngasih teka-teki ke teman-temannya, dan dia suka maen game padahal teman yang lain sibuk belajar. Dimas asal dari mBoyolali, bahasa tubuhnya kemayu, sering dibully sebagai banci sama Angga tapi dia tetap tersenyum dan memamerkan lesung pipitnya. Irvan berasal dari Pangkalan Bun, nggak tahu kan? Sama!! Pasti kalau baru awal kenalan pada tanya di mana tuh? Trus Irvan dengan sabar akan menjelaskan ke tiap orang yang bertanya. Reno dari Manado, orangnya polos. Ada si rajin Arief dari Pamekasan, rajin sholat dan dia sering menjuarai kompetisi Fisika di tingkat Kabupaten dan kota. Bambang, berasal dari Tulung Agung, bertubuh pendek dan gempal, dia juga lugu sekali. Khrisna, dari namanya saja sudah ketauan kalau dia cakep, asal dari Malang. Dia punya bakat menggombal terutama ke Clara, pervaya diri tinggi, cuek dan ceplas ceplos, dia juga suka mengadakan eksperimen yang nantinya akan diperlihatkan ke anak yatim. George, asal dari Papua, punya masa lalu yang buruk karena tidak suka sepak bola, tapi dia menunjukkan kehebatannya dengan prestasi yang gemilang. Sandy dari Bukit Tinggi, kalau suntuk dan capek belajar dia akan olahraga kecil sebentar, contohnya sit up. Meddy berasal dari Ambon, berwajah sendu dan suka merendah, kalau ngantuk tapi masih pengen belajar dia akan merendam kakinya di ember yang berisi air dingin, maka akan segar kembali. Alam dari Ujung Pandang, kaku dan canggung. Robby berasal dari Jawa Barat, suka narsis kalau dia mirip sama aktor jaman dulu, dia suka iseng dan sama seperti Made suka ngasih tebak-tebakan ke temennya. Dan yang terakhir adalah Bagas, dia paling tidak disukai teman-teman, posturnya kayak atlet basket, terkenal sangat sombong, cuek, angkuh, tidak peduli dengan sekitar, dia menjadi favoriteku :p. Mereka semua tinggal satu atap di asrama ‘Kawah Candradimuka”.

Gatotkaca, saat keluar dari Kawah Candradimuka, memiliki kekuatan luar biasa, bak berototkan kawat dan bertulang besi. Jadi, ini adalah tempat kalian digodok dan digembleng menjadi orang-orang yang benar-benar berkualitas juara.”

Masalah datang ketika bagas meng-hack situs pemerintah, dia terpaksa di penjara dan FUSI terancam gagal mengirimkan wakilnya untuk Olimpiade, selain itu prestasi FUSI yang merosot dua tahun terakhir membuat banyak pendonor mengundurkan diri bahkan pemerintahpun abu abu dalam membantu. Jadi ikut sebel waktu bacanya, buat WC milyaran rupiah aja bisa sedangkan disuruh membantu kegiatan yang mengharumkan nama bangsa saja dipikir-pikir dulu, kadang saya merasa mereka itu tidak punya otak *emosi*. Yah itulah lemahnya negara kita, jadi ilmuwan di Indonesia juga siap-siap mlarat.

Saya enjoy sekali membaca buku ini, apalagi membaca bagian keseharian para peserta, walau pun mereka saingan tapi mereka bisa juga sangat dekat, saling bersahabat. Kocak banget waktu mereka saling memberi tebak-tebakan, saling menguatkan ketika dini hari masih belajar dan mengantuk, membuat eksperimen seru, saling menggoda teman di mana Clara yang menjadi sasarannya karena cewek sendiri, seru pokoknya, dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya, karena kita akan selalu penasaran apa yang akan selanjutnya mereka lakukan. Ternyata orang jenius itu sama aja kayak orang biasa, mereka bisa bergurau dan bercanda, gombal tapi tetap sewaktu berhadapan dengan soal mereka akan sangat serius, mungkin itu bedanya :p. Bagian yang mebuat saya tertawa terpingkal-pingkal adalah waktu Khrisna memberikan surat kaleng yang berisi rayuan gombal kepada Clara, dan teman-teman yang lain merekamnya hanya ingin melihat ekspresi Clara sewaktu membacanya, hahaha Khrisna, sumpah ya, gombal banget =))

Proses pengaturan diri secara bersama-sama itu yang saya namakan Mestakung: se(mesta) mendu(kung).

Salut sama penulisnya, kalau dia nggak jago Fisika berarti dia melakukan riset. Membaca catatan penulis, memang buku ini terinspirasi dari Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) dan pembuatannya cukup panjang, saya merasa ayahnya Clara, Bram itu perwujutan dari Bapak Yohanes Surya, pendiri TOFI, dan dengan membaca buku ini kita tahu keseharian orang yang akan melakukan Olimpiade itu seperti apa. Di buku ini juga ada beberapa pengetahuan yang kita dapat tentang Fisika, contohnya ada hukum Newton, bagaimana caranya balon yang ditusuk tidak meledak, balon yang terisi air tidak akan terbakar, membuat gunung berapi, membuat sebatang lilin bisa terus menyala di bawah air, asik sekali membacanya. Saya sangat setuju dengan ajaran papanya Clara, kebanyak kalau kita belajar Fisika itu disuruh menghafal rumus padahal Fisika tidak sesulit itu kalau saja dipelajari dengan fun, melakukan eksperimen contohnya. Itulah yang tidak saya dapat di sekolah dulu, saya hanya menghafal rumus, ketika lupa, ya sudah tidak bersisa. Kita akan senang mempelajari sesuatu kalau sesuatu itu dipelajari dengan asik.

Ada beberapa peserta yang kehidupannya disorot lebih oleh penulis, Clara, Arief, George, dan Meddy. Sebenarnya tidak masalah, bagus malah, kita lebih memahami mereka dan tahu latar belakang mereka, bagaimana mereka akhirnya bisa ikut FUSI, hanya saja apa tidak menimbulkan kecemburuan sama tokoh yang lain? Kalau Clara tidak masalah soalnya dia pemeran utamanya dan latar belakang dia juga berkaitan dengan FUSI, hanya saja saya inginnya semua diulas, haha akan sangat membuat tebal buku ini. Setidaknya mereka mempunyai porsi yang sama. Sandy latar belakangnya juga mengharukan, dari keluarga miskin dan berjuang demi menda
pat beasiswa, Bagas yang yatim, ayahnya selalu berpergian, dan meeka selalu berpindah-pindah tempat tinggal sehingga membuat karakter Bagas lebih suka menyendiri dan terkesan tidak membutuhkan orang lain. Dimas dimana sejak dulu dia sering diolok-olok temannya karena kayak banci, Khrisna yang sering mengunjungi panti asuhan di dekat rumahnya dan menghibur mereka dengan eksperimen-eksperimen sederhana. Irvan dari kampung tak dikenal bisa sampai menembus FUSI, Angga yang moto hidupnya hanya untuk menang, yah saya ingin mengenal mereka semua lebih dekat. Selain itu, saya merasa endingnya terlalu menggantung. Untuk cover, kenapa nggak 16 orang ya? hahaha. Saya hanya bisa menebak-nebak, kalau yang cewek jelas Clara trus yang sinis itu Bagas, lainnya nggak tahu. Minim typo.

Buku ini cocok untuk dibaca siapa saja, orang yang tidak menyukai fisika sama seperti saya pun pasti sangat menikmatinya. Buku ini bercerita tentang mimpi, semangat, persahabatan, dan perjuangan.

Albert Einstein saja yang dulu dianggap anak terbodoh di sekolahnya tapi kemudian dia malah menjadi fisikawan ternama sepanjang zaman, tidak ada yang tidak mungkin, kita juga pasti bisa.

Yakinlah, seperti biji sawi yang ditanam di tanah. Dia tak pernah ragu, tak pernah bertanya apakah dia akan tumbuh atau tidak. Apakah dia berada di tanah yang benar? Tak pernah ada yang tahu. Dia hanya memegang teguh keyakinannya.

 

Tidak akan ada perjuangan yang sia-sia. Tidak akan ada.

4 sayap untuk mestakung

 

 

Clara’s Medal

penulis: Feby Indirani

cover: Fahmi Ilmansyah

penerbit: Qanita

ISBN: 978-602-9225-04-4

cetakan I, September 2011

474 halaman

Delirium

Delirium

 

Gejala-Gejala Amor Deliria Nervorsa

STADIUM SATU

kegirangan; sulit berkonsentrasi

mulut kering

banyak berkeringat, telapak tangan berkeringat

pusing dan bingung

berkurangnya kesadaran mental; pikiran yang berpacu; hilangnya kemampuan menalar

 

STADIUM DUA

periode euforia; tertawa histeris dan energi yang meluap-luap

periode putus asa; lesu

perubahan nafsu makan; penurunan atau penambahan berat badan yang cepat

keterpakuan terhadap satu hal; kehilangan minat terhadap hal-hal lain

kerusakan kemampuan logika; penolakan realitas

kacaunya pola tidur; insomnia atau kelelahan terus-menerus

pikiran dan tindakan yang obsesif

ketakutan berlebihan, cemas

 

STADIUM TIGA (KRITIS)

sulit bernapas

nyeri di dada, tenggorokan, atau perut

sulit menelan; tidak mau makan

kehilangan akal sehat; tingkah laku yang tidak konsisten; pikiran dan fantasy yang bengis; halusinasi dan delusi

 

STADIUM EMPAT (FATAL)

kelumpuhan emosi atau fisik (sebagian atau total)

kematian

 

Jika Anda takut diri Anda atau orang

yang Anda kenal mungkin telah terjangkit deliria,

silakan menghubungi layanan telepon bebas pulsa

1-800-PENCEGAHAN untuk mendiskusikan obat-obatan

dan perawatan yang harus segera diberikan.

 

Apa jadinya dunia kalau cinta merupakan sebuah penyakit yang berbahaya?

Menikah adalah Keteraturan dan Keseimbangan, dan merupakan ciri masyarakat yang Sehat “Asas-Asas dalam Mayarakat,” Kitab Psst.

Sastra dan puisi masuk dalam “Kompilasi Lengkap Kata-Kata dan Ide-Ide Berbahaya”.

Keluarga hanya sebuah ikatan tanpa kasih sayang.

Tertawa bahagia dianggap melanggar hukum.

Binatang. Orang yang jatuh cinta dianggap binatang.

Amor deliria nervosa. Hal yang mematikan dari semua yang mematikan.

Hal yang mematikan dari yang mematikan: cinta akan tetap membunuhmu, tak peduli apakah kau memilikinya atau tidak.

Bersetting di Portland, Amerika Serikat di mana sudah enam puluh empat tahun cinta dianggap sebagai penyakit dan empat puluh tiga tahun para ilmuwan sudah menemukan penawarnya.

Magdalena Ella Haloway, namanya diambil dari Maria Magdalena, wanita yang hampir saja terbunuh oleh cinta. “Tubuhnya terinfeksi deliria cukup parah. Dia juga melanggar perjanjian-perjanjian dalam masyarakat, jatuh cinta dengan laki-laki yang takkan pernah bisa memilikinya dan takkan mampu menjaganya.” (Kitab Ratapan, Maria 13:1). Dan dia adalah orang pertama yang disembuhkan dari deliria (penyakit cinta). Kurang dari sembilan puluh lima hari lagi Lena akan berusia delapan belas tahun, usia wajib melakukan prosedur penyembuhan, penawar akan bekerja dengan benar.

Anggota keluarganya telah melakukan prosedur penyembuhan termasuk ibunya yang mati bunuh diri ketika Lena berusia enam tahun, dia tidak sanggup menghadapi infeksi deliria, tiga kali melakukan prosedur penyembuhan tetap gagal. Tapi kakaknya Rachel berhasil melaluinya, walaupun awalnya dia divonis mengidap deliria tapi berhasil disembuhkan dan menikah dengan orang yang terpilih. Sangat miris ketika membaca pacar yang dicintainya itu menikah dengan sahabatnya sendiri, dan setelah disembuhkan itu mereka biasa saja, duduk bersama dan mengobrol, benar-benar tidak ada perasaan cinta yang tertinggal. Ayahnya meninggal saat Lena berusia delapan bulan. Sekarang dia tinggal bersama bibi dan pamannya yang sangat menantikan proses penyembuhan Lena serta keponakannya Jenny dan Gracie. Banyak yang takut menjalani prosedur, orang yang sudah di sembuhkan akan mempunyai tiga bekas luka kecil di leher, tapi tidak dengan Lena. Dia tidak takut sama sekali dan sudah tidak sabar, dia ingin terlahir kembali, dengan wujud yang lebih baru, lebih segar dan lebih baik.

Tapi harapannya hancur ketika dia bertemu dengan Alex, seorang pemuda dengan kulit berwarna karamel dan rambut coklat keemasan seperti dedaunan di musim gugur. Seseorang yang mengenalkannya pada keindahan, kebebasan, kebahagiaan, dan cinta.

Awalnya Lena mengira kalau Alex adalah orang yang sudah disembuhkan karena memiliki tiga bekas luka kecil di lehernya, sehingga merasa aman jika bersamanya, tapi ternyata Lena salah. Alex adalah seorang invalid, dia membuat luka itu sendiri dan yang lebih mengagetkan adalah dia berasal dari Alam Liar, dunia penuh penyakit dan tidak ada yang bisa pergi ke sana karena ada tembok yang memisahkan dan dipenuhi dengan aliran listrik. Rencana hidupnya pun kacau balau ketika Alex mengatakan kalau dia suka pada Lena. Lena menyangkal, itu semua salah, tidak lama lagi dia akan menjalani prosedur, yang sudah sangat dinantikannya dan dia pun juga sudah memiliki pasangan hidup. Setelah lulus kuliah dia akan menikah dengan orang yang terpilih tersebut. Tapi, sewaktu ada razia para Regulator dan kakinya digigit anjing, Alex datang menolong, membawanya ke tempat yang aman, mengobati lukanya, kedekatan mereka pada malam itu membuka mata Lena.

“Kenapa?” Dia nyaris berbisik. Tangannya menemukan wajahku, ujung jarinya membelai kening dan pipiku, “Apa yang kau takutkan?”

“Kau harus mengerti. Aku hanya ingin bahagia.” Aku nyaris tak bisa mengeluarkan kata-kata. Pikiranku dipenuhi kabut. “Aku hanya ingin hidup normal, seperti orang lain.”

“Apa kau yakin menjadi orang lain akan membuatmu bahagia?” bisiknya serasa mendekat.

….

“Aku tak tahu apa lagi yang bisa membuatku bahagia.” Tak bisa kurasakan bibirku yang terbuka, dan tak bisa kurasakan kata-kata yang keluar dan mengambang di kegelapan.

“Biar kutunjukkan padamu,”
katanya.

Dia menciumku.

Setelahnya, Lena mendapati dirinya terkena deliria fase awal, bingung dan susah berkonsentrasi, rasa antusias untuk melihat Alex sehingga membuat nafsu makannya bertambah, dan muncul gejala yang tak pernah dijelaskan sebelumnya: menjadikan Lena pembohong. Ini akan membunuhku, ini akan membunuhku, ini akan membunuhku, dan aku takkan peduli.

Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku telah melakukan sesuatu dengan kemauan dan pilihanku sendiri, bukan karena seseorang mengatakan bahwa itu baik atau buruk.

 

Pertama tahu buku ini sudah sangat penasaran pengen baca, sejak membaca salah satu buku yang bergenre dystopia dan sangat menikmatinya, saya menjadi ketagihan, ingin mencari buku-buku lain bergenre sama, apalagi buku ini versi dystopia Romeo and Juliet, dystopia romance. Jadi buat pecinta romance pasti sangat menikmati buku ini. Dan lebih seneng lagi sewaktu tahu kalau Penerbit Mizan akan menerjemahkannya apalagi saya dikasih secara gratis :D.

Saya sangat menyukai ide penulis di mana menganggap cinta itu sebuah penyakit. Selain itu dia juga menciptakan Kitab Ratapan yang berisi semua penjelasan tentang bahaya deliria. Bukan itu saja, menciptakan aturan-aturan sendiri, membuat Undang-Undang, pedoman, membuat tatanan negara semau imaginasinya, yang bisa kita temui di tiap awal bab atau di ceritanya sendiri. Sungguh ide yang baru saya temui kali ini.

Untuk karakter tiap tokoh, saya jatuh cinta sama Alex, dia tipe orang yang bebas, berani, dan mampu membawa Lena keluar dari aturan-aturan, menerjang tembok yang selama ini memenjarakan Lena, membuat dia percaya diri, tidak pernah berhenti mendukung, membuatnya nyaman, selalu mendengarkan, mengenalkannya pada kebahagiaan, pada cinta. Penampilannya juga terkesan cuek, dia juga sangat misterius dan penuh rahasia. Lena sendiri cenderung tertutup, mungkin karena masa lalu ibunya yang membuat dia mendapatkan imange jelek di masyarakat kalau keluarga yang mengidap deliria itu biasanya menurun sehingga membuat dia tak banyak bergaul, tidak bisa lepas seperti sahabatnya, Hana yang lebih cuek dan ceria.

Awalnya agak bosan, alurnya cenderung lambat, cerita berkisar tentang keluarga Lena dan persiapan penyembuhannya. Kemunculan Alex samar. Tapi setelah bertemu dengan sang Romeo, niscaya akan mengalir lancar membacanya. Apalagi di bagian ketika Alex membawa Lena ke Alam Liar yang membuat saya ikut deg-degan seperti Lena, menyusuri penjara bawah tanah, Kriptus, untuk menyusuri masa lalu Lena dan Alex sendiri, serta endingnya yang membuat mata saya berkaca-kaca, huhuhu pengen cepet baca Pandemonium lanjutannya, tapi kayaknya masih lama lawong di amrik saja bukunya baru rencana terbit bulan Februari tahun ini :((. Selain itu banyak teka teki yang belum terpecahkan, masih banyak misterius, seperti Alam Liar, siapa saja para Simpatisan dan invalid, dan keberadaan ibunya Lena yang ternyata masih hidup. Adegan heroiknya tidak terlalu banyak, inti ceritanya saja tentang cinta tentu lebih main ke perasaan :D. Tapi percaya deh, kalau sudah baca bagian Lena dan Alex sangat menghibur dan mengharukan, bagaimana penjuangan Alex, pengorbanan Alex tidak bisa dilewatkan.

Bagian yang menjadi favorit saya selain Alex bilang “Biarkan kutunjukkan padamu” adalah ketika dia berhasil membawa Lena ke Alam Liar beberapa jam, menunjukkan ‘rumahnya’, berbaring berdampingan di kasur yang sempit, lengan Alex berada di bawah leher Lena, sambil menatap atap yang penuh dengan bintang, Alex membacakan puisi cinta, di mana sebelumnya Lena tidak tahu apa itu puisi. Romantis bangetttt, ikut senang membacanya.

Terjemahannya juga sangat suka, tidak ada kalimat yang membuat saya bingung, luwes dan tidak kaku, sangat pas dan minim typo. Untuk cover, sebenarnya saya lebih suka yang asli, entah ya, simpel saja.

Delirium_cov

Quote fave saya adalah:

Aku mencintaimu. Ingat itu. Mereka tak bisa mengambilnya.”

 

Kebencian bukanlah hal yang paling berbahaya, kata Alex. Ketidakpedulian, ya.

 

Cinta: satu kata, suatu hal tipis, sebuah kata tak lebih panjang daripada sebuah garis. Itulah cinta: sebuah garis, sebilah pisau cukur. Dia menelusuri pusat kehidupanmu, memotong semuanya menjadi dua. Sebelum dan sesudah. Seluruh dunia terbelah dan jatuh ke dalam dua sisi.

Sebelum dan sesudah–dan di antara itu, momen yang tak lebih besar atau lebih panjang daripada sebuah garis.

 

Cinta, hal yang paling mematikan dari semua yang mematikan.

Cinta akan membunuhmu, baik ketika kau memilikinya atau tidak.

Cinta akan membunuh sekaligus menyelamatkanmu.

Sebenarnya ada satu quote lagi tapi ada di akhir cerita, takut spoiler jadi kalau pengen tahu baca sendiri saja :p

Buku ini pernah mendapatkan penghargaan Amazon Best Book of The Month in February 2011, The Nomination of 2011 Goodreads Awards dan rencana akan difilmnkan oleh Fox 2000.

Kalau kau suka kisah Romeo and Juliet, maka kau akan menyukai kisah Alex and Lena ini, dan hati-hati, Amor deliria nervosa akan menjangkitimu.

5 sayap untuk Kitab Psst.

 

Delirium

penulis: Lauren Oliver

penerjemah: Vici Alfanani Purnomo

penerbit: Mizan

ISBN: 978-979-433-646-5

cetakan I, Desember 2011

515 halaman

NB: Sebenarnya pengen menyertakan twit tentang Delirium versi saya yang membuahkan hasil buku ini, sayang setelah mengubek-ubek tidak ditemukan, di telan oleh deliria ๐Ÿ˜ฆ

Atas Nama Jiwa

Cover-atas-nama-jiwa-1

Atas Nama Jiwa 

penulis: Nova Riyanti Yusuf

penerbit: Jakartabeat.net

penyunting: Yus Ariyanto

cover: Catherine Rahadi

cetakan I, September 2011

ISBN: 978-602-9149-41-8

 

“Buku ini sebenarnya esay dari berbagai isu dalam berbagai kontak dan upaya-upaya untuk melakukan inklusi sosial. Dalam buku ini memang terdapat analisis perkembangan dan fenomena di negara dengan perspektif ilmu kedokteran jiwa.” (metrotvnews.com)

Buku ini berisi kumpulan essay dan opini penulis tentang kesehatan jiwa. Awal baca buku ini bertanya-tanya apa sih kesehatn jiwa itu? Dan apa tujuannya punulis ingin pembaca ikut mendukung Rancangan Undang-Undang Kesehatan Jiwa sehingga menjadi prioritas RUU (sisa waktu: 2012-2014)? Saya akan mencoba menuliskannya/merangkum opini penulis walaupun tidak akan sebagus tulisan dari M. Taufiqurrahman tentang Nova Riyanti Yusuf :D.

Kesehatan jiwa adalah perasaan sehat dan bahagia serta mampu menghadapi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya dan mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain.

Gangguan jiwa dapat mempengaruhi semua orang, dari mulai anak, remaja, usia lanjut, orang kaya, orang miskin, orang kota, dan orang desa. Gangguan jiwa banyak dikumpai di masyarakat, begitu variatif seperti skizofrenia, gangguan bipolar, depresi, gangguan cemas dan panik, gangguan ketergantungan zat, alkohol, dan rokok, gangguan kesehatan jiwa anak dan remaja (autisme, Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif), dan lain-lain. Orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) bisa diobati di puskesmas, RSUD, RS Jiwa, dan dibantu peran serta masyaraka.

Penulis juga memaparkan beberapa kejadian yang dekat dengan kita yang juga layak diperhatikan kesehatan jiwanya, seperti adanya bencana alam yang sering menimpa negara kita, Tsunami, gempa, dan gunung berapi. Para korban tidak hanya terluka secara fisik tapi secara psikis juga, mereka kehilangan keluarga, tetangga, teman, harta benda, dan semua itu tidak bisa diobati secara fisik. Ada juga mengupas tentang beban jiwa timnas yang kalah, euforia pornografi, kondisi kejiwaan para TKI, kejiwaan anak jalanan, memahami kampung yang berisi ‘orang gila’, kesehatan jiwa para tahanan di luar negeri, bahkan sampai musik-musik yang sangat dekat dengan bunuh diri.

Bunuh diri, mungkin sudah menjadi momok di luar negeri sana dengan maraknya pembullyan. Indonesia juga tidak jarang, masalah sepele pun bisa menyebabkan orang untuk bunuh diri, bahkan kemiskinan bisa memicu lebih besar timbulnya gangguan jiwa, cemas, depresi, tidak ada koping yang adekuat, kemudian memilih bunuh diri.

Manusia absurd tidak akan memilih bunuh diri; dia ingin hidup, tanpa menyerahkan kepastian hidupnya, tanpa masa depan, tanpa harapan, tanpa ilusi… dan tanpa rasa menyerah sama sekali. Dia menghadang langsung kematian dengan pandangan penuh kagum namun ketertarikan ini pada saat yang sama membebaskan dia. 

Bunuh diri adalah sebuah patologi yang harus segera ditangani, betapapun kompleks solusi yang hendak diciptakan.

WHO menegaskan bahwa tidak semua tindakan bunuh diri dapat dicegah, tetapi mayoritas bisa. Beberapa pendekatan untuk mencegah terjadinya bunuh diri adalah membatasi akses seseorang terhadap ‘alat’ bunuh diri, membuat program pencegahan komunitas, membuat standar pelaporan media masa seperti tidak menampilkan detil perilaku bunuh diri (foto, metode bunuh diri), tidak membuat berita sensasional agar tidak ditiru. Dan yang terakhir adalah para profesional yang terkait dengan kesehatan jiwa sebagai ujung tombak program, meningkatkan pengetahuan  klinis tentang bunuh diri, bisa dilakukan oleh dokter umum.

Bagi legislator, peran UU yang tegas untuk ikut mengawal program preventif dan promotif sebagai program andalan dan tidak melulu penaganan berbasis rumah sakit akan ikut menumbuhkan kesadaran nasional untuk ikut mencegah siapa pun melakukan tindakan bunuh diri.

Bagian yang paling saya sukai adalah Bagian Tiga: Musik dan Ilmu Kedokteran Jiwa. Dari lagu-lagu Ost 500 Days of Summer dan Ost New Moon, Smashing Pumkins, Gin Blossoms, Nirvana, Soundgarden, Hole, Garbage, Portishead, Primitive Radio Gods, Radioheads, Better than Ezra, Weezer, dll, NoRiYu merefleksikan dua hal, pertama, adanya gngguan jiwa (catatan: gangguan jiwa begitu luas; dari ringan sampai berat, dari depresi sampai skizofrenia, dari neurosis sampai psikosis). Kedua, lirik mereka mengandung terapeutik, baik berperan sebagai perasat ventilasi bagi yang menyanyikan dan mendengarkan, tetapi bisa juga karena menawarkan pemahaman empatik dari penyanyi ke pendengar tentang rasa sakit, kehilangan, amarah, keterkungkungan. Jadi jika melodi musik alternatif kadang memekakan telinga dan meninggalkan pertanyaan, justru bagi penggemar alternatif genre musik ini memberikan alternatif atas eksistensi musiknya, yaitu penawar toksin atas kepedihan hidup, tanpa harus menjadi melodramatik. 

Seniman masih termasuk salah satu makhluk terjujur dalam berekspresi karena justru dengan kejujuran dirinya, ia berkomunikasi empatik dengan para penikmat karyanya.

Wow, saya baru nyadar kalau lirik lagu itu bisa sebagai obat kejiwaan ๐Ÿ™‚

Masih banyak masyarakat yang salah kaprah mengartikan kesehatan jiwa, mereka dikucilkan bahkan ada hukum pasung yang jelas-jelas melanggar HAM. Maka dari itu, penulis ingin mengajak semua masyarakat Indonesia mendukung RUU Kesehatan Jiwa agar segera diundangkan, kesehatan jiwa itu sama pentingnya dengan kesehatan fisik, membutuhkan wadah yang tepat dan penaganan yang benar.

WHO melaporkan, dari 10 masalah kesehatan utama yang menyebabkan disabilitas, lima diantaranya adalah masalah Kesehatan Jiwa: depresi (1), alkoholisme (4), gangguan bipolar (6), skizofrenia (9), dan obsesif kompulsif (10). Berbagai negara telah memberlakukan UU Kesehatan Jiwa, Korea, Italia (1978), Inggris (1983), Rusia (1992), Belarusia (1999), Jepang (1950), Austria, Argentina (1991), Pakistan (2001), Tunisia (1992), Cina, bahkan negara Sri Lanka pun juga membuat The Mental Health Policy of Sri Lanka (2005-2015) sebagai respon pasca tsunami.

Membaca buku ini seperti kembali lagi ke bangku kuliah, saya pernah praktek di RSJ bertemu pasien dengan berbagai faktor penyebab, ada yang hanya tidak dibelikan sepeda motor oleh ayahnya bisa menyebabkan anak remaja mengalami gangguan jiwa, tetangga saya ada yang mengalami gangguan jiwa, bahkan  saya juga mempunyai keluarga yang mempunyai gangguan jiwa karena masalah rumah tangga. Banyak sekali di jalanan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa tapi tidak ada yang memedulikannya. Sangat dekat dengan sekitar kita bukan? Tidak mudah memang menyembuhkan mereka, butuh waktu yang lama dan kedisiplinan dalam berobat, tapi saya percaya jika Tuhan menciptakan suatu penyakit pasti Dia juga menciptakan penawarnya.

Ayo dukung RUU Kesehatan Jiwa dengan memberikan petisi online di www.novariyantiyusuf.net

TIDAK ADA KESEHATAN TANPA KESEHATAN JIWA

 

4 sayap untuk NoRiYu yang cerdas ๐Ÿ™‚