Filosofi Kopi

Filosofi_kopi

 

Penulis: Dee

Penyunting: Dhewiberta

Cover: Fahmi Ilmansyah

Penerbit: Bentang Pustaka

ISBN: 978-602-8811-61-3

Cetakan pertama, Januari 2012

 

Buku Dee yang saya baca setelah Perahu Kertas, Rectoverso dan Madre. Entah kenapa sampai sekarang saya belum tertarik membaca Supernova. Perahu Kertas tergolong cerita yang biasa, yang berisi tentang kisah cinta sepasang anak muda, impian dan berbagai bumbu penyedap yang sudah tidak asing lagi. Untuk pertama kalinya membaca karya Dee, saya cukup menikmatinya. Untuk Madre, isinya hampir sama dengan Filosofi Kopi yang berisi cerita pendek, puisi atau prosa. Saya tidak terlalu suka dengan puisi atau prosa, saya sering tidak bisa memahaminya, makanya saya jarang beli atau baca buku yang berisi antologi. Cerpen yang ada dibukulah yang membuat saya mampu bertahan membaca kedua buku ini. Kalau di Madre ada dua cerpen yang sangat saya sukai, di Filosofi Kopi ini ada dua cerita yang sangat saya sukai juga dan dua cerita yang cukup menarik.

1. Filosofi Kopi

Ada seseorang yang sangat tergila-gila pada kopi. Pergi berkeliling dunia untuk mendapatkan kopi terbaik, belajar dari para pakar peramu kopi, barista kakap demi mengetahui takaran yang paling pas untuk berbagai jenis kopi. Setelah menyerap berbagai ilmu perkopian, Ben, membuat kedai kopinya sendiri dan menjadi barista terandal di Jakarta.

Akan tetapi, yang benar-benar membuat tempat ini istimewa adalah pengalaman nhgopi-ngopi yang diciptakan Ben. Dia tidak sekadar meramu, mengecap rasa, tapi juga merenungkan kopi yang dia buat. Ben menarik arti, membuat analisa, hingga terciptalah satu filosofi untuk setiap jenis ramuan kopi.

Tidak hanya berhenti sampai di situ, Ben membuat terobosan baru, dalam daftar minuman dia mendiskripsikan secara singkat filosofi setiap ramuan, merubah nama kedai yang awalnya kedai Koffie BEN & JODY menjadi FILOSOFI KOPI, Temukan Diri Anda di Sini, sehingga pengunjung tidak hanya mendapatkan minuman yang lezat namun mendapatkan bonus tentang makna di balik kopi pilihannya.

Bukan berarti kesuksesan Ben tanpa halangan. Suatu hari ada pria yang menantang Ben untuk membuat kopi yang mempunyai arti: Kesuksesan adalah wujud kesempurnaan hidup!, ditantang membuat kopi dengan rasa sesempurna mungkin, ketika selesai meminumnya kita akan menahan napas saking takjubnya dan berkata, “hidup ini sempurna.”

Dengan susah payah, menggunakan seluruh waktu dan tenaganya, Ben berhasil menciptakan secangkir kopi yang sempurna, yang diberi nama BEN’s PERFECTO.

BEN’s PERFECTO sangat laris, benar-benar kopi yang sangat enhak, banyak pengunjung yang memesan kopi tersebut. Namun, ada satu orang yang mengganggap kopi itu rasanya lumayan. Ben sangat tertohok, dia pun mencoba kembali menemukan kopi yang sempurna.

Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.

Pesan dari cerita ini adalah tidak ada yang sempurna di dunia ini. Say suka dengan karakter Ben, penuh ambisi, bekerta keras demi menggapai tujuannya, serius dan tidak asal-asalan. Walaupun kesannya ngotot, dia tahu apa yang dia lakukan, apa yang ingin dia capai, ingin membuat kopi terenak yang hasilnya tidak hanya membuat dirinya sendiri bangga tapi bisa membahagiakan orang yang meminum kopinya. Dia punya tujuan. Dia punya passion.

Ketika membaca ini, saya merasakan aura yang sama ketika membaca Madre. Ada kesamaan yaitu proses pembuatan dan bahannnya yang unik. Kalau di Filosofi Kopi ini Kopi Tiwus, di Madre bahan utamanya adalah adonan biang. Selain itu usaha keras tokoh utamanya dalam membuatnya juga sama, ada orang tua yang memotivasi juga.

Cappucino: untuk orang yang menyukai kelembutan sekaligus keindahan. Cappucino adalah kopi yang paling genit. Seorang penikmat Cappucino sejati pasti akan memandangi penampilan yang terlihat di cangkirnya sebelum mencicipi. Kalau dari pertama sudah kelihatan acak-acakan dan tak terkonsep, bisa-bisa mereka enggak mau minum.

Kopi tubruk: lugu, sederhana, tapi sangat memikat kalau kita mengenalnya lebih dalam. Kopi tubruk tidak peduli penampilan, kasar, membuatnya pun sangat cepat. Seolah-olah tidak membutuhkan skill khusus. Kedasyatan kopi tubruk terletak pada temperatur, tekanan, dan urutan langkah pembuatan yang tepat. Semua itu akan sia-sia kalau Anda kehilangan tujuan sebenarnya, aroma.

Kamu termasuk kopi yang mana? Coba kalau lebih banyak lagi jenis kopi yang diartikan, kita bisa menentukan kita cocoknya dengan kopi apa atau sebaliknya 🙂

2. Spasi

Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?

Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyanyang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.

Sukaaaa baget dengan prosa (?) di atas, maknanya jleb banget. Dalam sebuah hubungan hendaklah jangan terlalu overprotective, terlalu mengekang, membuat kita tidak bebas. Harus ada ruang agar kita bisa benapas lega.

Berikutnya, cerita yang menarik menurut saya:

1. Sikat gigi

Ceritanya sebenernya biasa, jatuh cinta pada sahabat sendiri tapi yang dicintai itu mencintai orang lain. Yang paling saya suka adalah bagaimana penulis membuat sebuah sikat gigi menjadi sangat berarti.

Waktu saya menyikat gigi, saya tak mendengar apa-apa selain bunyi sikat. Dunia saya mendadak sempit… cuma gigi, busa dan sikat. Tidak ada ruang untuk yang lain. Hitungan menit, Tio, tapi berarti banyak.”

2. Rico De Coro

Cerita yang sangat unik. Tokoh utamanya adalah seekor kecoak yang mencintai seorang manusia remaja yang berparas manis, Sarah, yang sangat membenci kecoak. Ayah Rico adalah seorang kecoak ningrat, sebagai anak raja, Rico harus melindungi semua warganya yang tinggal di rumah Sarah. Tidak mudah, disamping dia sangat mengagumi Sarah, dia harus menerima kenyataan kalau sewaktu-waktu dia bisa dibunuh oleh orang yang dicintainya.

Kocak banget, ada aja ide Dee, semua hal terkecil pun di dunia ini bisa menjadi sebuah cerita yang apabila diramu dengan benar maka akan sangat menarik. Ketika membaca cerpen ini, bukannya saya jijik, saya merasa kasihan pada para kecoak, saya merasa cerpen ini mewakili isi hati para kecoak kalau mereka berhak hidup juga. Cuman ketika Tuan Absurdo muncul, ceritanya benar-benar menjadi aneh, kembali jijik deh.

Selain keempat cerita di atas masih ada empat belas lagi cerita pendek atau prosa. Ada Hera yang tidak pernah putus asa mencari Herman dalam cerpen Mencari Herman, Surat Yang Tak Pernah Sampai yang mungkin artinya kasih tak sampai, ada Salju Gurun, Kunci Hati, Selagi Kau Lelap, kemudian Jembata Zaman yang maknanya bisa kita temukan di awal dan di akhir kalimat. Kuda Liar, Sepotong Kue Kuning, Diam, Cuaca, Lara Lana, Lilin Merah, Cetak Biru, Budha Bar yang memiliki pesan terselubung dimana otak prima saya tidak bisa mencerna dengan baik apa maknanya. Sudah saya tegaskan di awal, saya tidak terlalu suka puisi atau prosa, jadi mungkin beda lagi kalau kamu ahli dalam hal ini, dan mungkin buku ini akan sangat cocok denganmu :D.

Suka membaca kumpulan cerita pendek, puisi atau prosa? Buku ini bisa men
jadi pilihan.

 

3 sayap untuk Kopi Tiwus.

Iklan

Madre

MadreImages

Resensi buku ini dibuat dalam rangka ikut berpartisipasi dalam Lomba Resensi Buku ReadingWalk.com

 

Penulis: Dee

Penyunting: Sitok Srengenge

Penerbit: Bentang Pustaka

Cetakan; I, Juni 2011

ISBN: 978-602-8811-49-1

162 halaman

Readingwalk: http://www.readingwalk.com/book/madre-kumpulan-cerita

 

Terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek, ada beberapa yang pernah saya baca di blognya. Belum menjadi penggemar Dee sih sebenarnya karena baru baca Perahu Kertas dan Recto Verso saja, jadi saya tidak tahu bagaimana khasnya, tapi di buku ini ada dua cerpen yang sangat saya suka, sewaktu selesai membacanya saya masih terbayang-bayang betapa indah ceritanya. Ke-13 cerita fiksi itu diantaranya adalah:

Madre

Tansen, laki-laki serabutan, hidupnya berubah ketika tiba-tiba saja dia mendapatkan warisan dari orang yang tidak pernah dikenal sebelumnya. Di sebuah toko roti yang mati suri dia bertemu dengan Pak Hadi, orang yang tinggal di “Tan de Bakker” dimana dia adalah kunci dari pertannyaan yang bersemayam di pikiran Tansen. Ternyata warisan yang akan diberikan kepada Tansen adalah Madre yang berumur tujuh puluh tahun. Madre adalah adonan biang, hasil perkawinan antara air, tepung, dan fungi bernama Saccharomyses exiguus. Madre digunakan untuk mengembangakan roti. Madre hanya bisa diwariskan kepada orang yang mempunyai hubungan langsung, tidak sembarangan orang bisa memakainya karena hasilnya tidak akan seenak pembuat “aslinya”.Tansen bingung mau diapakan Madre tersebut, dia tidak tahu apa-apa tentang roti. Pak Hadi pun mengajari Tansen membuat roti dengan Madre, cara membuatnya pun tidak sembarangan, harus dengan tangan, katanya biar Madre mengenal tangan sang pembuat. Ada juga istilah “tes tembus cahaya,” artinya adonan bisa ditarik sampai terlihat dengan sempurna, barulah adonan ditutup dan dibiarkan mengembang. Tansen pun berhasil membuat roti dengan Madre untuk pertama kalinya tanpa gagal, sebelumnya tidak ada yang bisa kecuali Laksmi, neneknya. Dia menuliskan pengalaman yang ajaib itu di blognya dan siapa sangka, Mei, pemilik bakery ternama selama ini mencari-cari Madre, dia pun meminta bertemu dan ingin membeli Madre. tapi sayang, Madre diwariskan bukan untuk dijual.

Rimba Amniotik

berisi percakapan seorang ibu dengan janin yang sedang di kandungnya, waktu baca agak familier, dan kalau nggak salah pernah baca di blognya. Ada kalimat favoritku,

Sembilan bulan ini mereka bilang aku tengah mengandungmu. Aku ingin bilang, mereka salah. Kamulah yang mengandungku. Seorang ibu yang mengandung anak di rahimnya sesungguhnya sedang berada dalam rahim yang lebih besar lagi. Dalam rahim itu, sang ibu dibentuk dan ditempa. Embrio kecil itu mengemudikan hati, tubuh, dan hidupnya.

Perempuan dan Rahasia

Berisi puisi yang jujur saya tidak mengerti artinya, hahaha, maklum saya tidak suka membaca puisi dan tidak bisa menafsirkannya dengan baik.

Ingatan tantang Kalian

Ini termasuk prosa ya? Yang saya tangkap sih tentang arti persahabatan 🙂

Have You Ever?

Howard, lelaki seratus persen Indonedia dan Darma, dua belas setenggah persen keturunan Indonesia. Pertemanan yang baru terjalin tiga hari, Howard meminta Darma memandunya ke titik paling utara Benua Australia guna menemukan cahayanya.

Semangkuk Acar untuk Cinta dan Tuhan

Apa itu cinta? Apa itu Tuhan?

Inilah cinta. Inilah Tuhan.Tangan kita bau menyengat, mata kita perih seperti disengat, dan tetap kita tidak menggenggam apa-apa.

Itulah cinta. Itulah Tuhan. Pengalaman, bukan penjelasan. Perjalanan, bukan tujuan. Pertannyaan, yang sungguh tidak berjodoh dengan segala jawaban.

Wajah Telaga

Puisi atau prosa yang tidak saya mengerti artinya.

Tanyaku pada Bambu

Kelahiran dan kematian?

33

Makna arti dari angka 33, yang khususnya dibuat untuk orang yang sangat spesial bagi penulis.

Guruji

Sedikit bingung dengan cerpen ini, perang batin dengan diri sendiri begitu?

Percakapan di Sebuah Jembatan

Prosa yang bertema kepahlawanan.

Menunggu Layang-Layang

“Hubunganku dengan starla ibarat ritual minum jamu pahit yang ditutup dengan segelas mungil air gula. Ketidak cocokan yang justru berujung pada persahabatan karib.”

Chris atau Che: kaku dan hidupnya teratur.

Gini analoginya. Aku suka lukisan. Tapi untuk punya satu, aku bakal berkunjung ke puluhan galeri dulu, baru menentukan pilihan. Nah, kamu itu kolektor. Kamu borong apa saja yang kira-kira bagus, tapi bukan untuk dimiliki. kamu jual lagi barang-barang berharga itu kayak dagang sembako.

Starla: cewek yang suka gonta-ganti pasangan

Hidup kayak robot adalah satu-satunya cara yang kamu tahu untuk melindungi dirimu dari sepi. Kamu takut sama spontanitas. kamu takut lepas kendali. Kamu ingin cinta, tapi takut jatuh cinta. But you know what? Kadang-kadang kamu harus terjun dan jadi basah untuk tahu air, Che. Bukan cuma nonton di pinggir dan berharap kecipratan.

Sebelumnya Chris tidak peduli siapa pacar Strala apa pun profesinya, tapi dia tidak setuju ketika dia pacaran dengan Rako, sahabatnya, Chris tahu kalu Starla tidak akan pernah serius, dilain pihak, Rako sudah siap memperkenalkan Starla ke orang tuannya. Tebakan Chris benar, Rako diputus, Chris pun muak dan tidak ingin bertemu denganya lagi. Tapi Chris tetap datang ketika Strala meminta bantuannya setelah diserang mantannya. Mereka pun kembali seperti dulu.

Kamu benar. Ternyata kita sama, Che. Aku dan kamu sama-sama manusia kesepian. Bedanya, aku mencari. Kamu menunggu.

 

Aku ingin jadi layang-layang. Layang-layang itu bebas di langit. Tapi tetap ada benang yang mengikatnya di bumi. Jangan lepasin aku, Che.

Mereka pun saling mengisi kesepian, tapi sewaktu Chirs tau kalau dia jatuh cinta sama Strala, dia mundur. Takut terluka, seperti sahabatnya Rako. Dia tidak ingin menjadi layang-layang.

Barangkali Cinta

Barangkali artinya adalah bagaimana rasanya jatuh cinta 🙂

 

Dua cerpen yang sangat aku sukai adalah Madre dan Menunggu layang-layang, suka banget nget. Untuk Madre, nggak habis pikir, idenya kok bisa aja sih, nggak pernah kepikiran kalau roti itu bisa dijadikan cerita yang sangat unik. Madre yang seorang “ibu.” Seperti yang dibilang Pak Halaman 12, “Madre itu seperti keluarga sendiri, Madre bukan adonan biasa. Dia hidup.” Bagaimana perasaan Pak Hadi sewaktu Madre ingin dijual Tansen, sangat terasa sekali kehilangannya. Selanjutnya cerpen yang tidak bosan saya baca, Menunggu layang-layang. Che, yang hidupnya teratur (satu kopi, dua gula, tiga krimer dan Studio 1, kursi A1) harus menghadapi ketidakteraturan sahabatnya, curhatannya tentang mantan-mantan cowoknya, suka sekali deng
an analogi-analoginya. Bagian yang paling romantis menurutku adalah di halaman 157,

“Aku… memang segitu takutnya… segitu nggak percayanya…” kataku terbata, “tapi, aku sekarat tanpa kamu.”

4 sayap untuk Madre dan Menunggu Layang-Layang.

NB: Btw covernya keren, mencerminkan Madre, bernuansa tua dan sebuah kunci, untuk membuka sebuah wasiat.