Dunsa

Dunsa

 

Awalnya tidak tertarik baca buku fantasy dalam negeri ini karena sebelumnya saya pernah membaca buku karya Vinca Callista yang berbau fantasy juga: Ratu Callista Sang Panglima Laskar Onyx di mana saya tidak berhasil menyelesaikannya. Tapi, saya ‘terusik’ oleh beberapa teman BBI yang sudah mereview dan memberi tanggapan yang bagus, terlebih saya mendengarkan ulasan Dunsa dua kali di radio secara streaming menambah rasa ingin tahu saya seperti apa dunia yang dibuat oleh Vinca Callista, dunia Prutopian.

Prutopian dibagi menjadi empat Negeri Besar, yaitu Delmonaria (menyatu dengan laut), Ciracindaga (kaya akan hasil alam), Fatacetta (negeri para peri), dan Naraniscala (paling kaya karena tanahnya mengandung minyak bumi dan batu-batu mulia). Empat Negeri Besar Prutopian masing-masing dipimpin oleh seorang raja atau ratu. Biasanya penguasa Negeri adalah anak pertama, baik laki-laki maupun perempuan. Keluarga kerajaan beserta para menteri dan keluarga mereka tinggal di istana. Tirai Banir terletak di tengah-tengah Fastehagan (ibu kota Naraniscala) dan Negeri Ciracindaga.

Merphilia Dunsa, gadis muda yang cantik sekali, hidup terisolir di daerah Tirai Banir bersama bibinya Bruzila Bertin. Mereka tinggal di sebuah pondok kecil, dikelilingi hutan dan seumur hidup Phi -begitu panggilannya- tidak pernah menjumpai ada tamu datang yang berkunjung. Bibinya sangat tegas dan disiplin kepada Merphilia, membuatkan jadwal harian dan melatih Merphilia menjadi gadis yang tangguh, belajar pedang, memanah, dan masih banyak lagi. Merphilia mengenal dunia luar dari buku-buku yang dibacanya seperti Legenda Masyarakat Pulau Antares, Silsilah Keluarga Istana Naraniscala, dsb. Pada hari ulang tahun Merphilia ke tujuh belas, bibi Bruzila mengahdiahi Merphilia seekor kuda yang diberi nama Trisna dan ada satu hal yang dimintanya lagi ke orang yang paling disayangnya itu, dia ingin mengunjungi Fastehagan, ingin sekali saja keluar dari Tirai Banir. Bibinya pun mengabulkan karena dia juga ada kepentingan ke Fastehagan untuk mengambil sebuah pedang yang sudah dipesannya di Natha, seorang pandai besi dan ahli senjata. Sambil menunggu bibinya menyelesaikan urusannya, Merphilia melihat sekitar hampir ditabrak seekor kuda putih dengan penungang yang sangat tampan, tapi sayang sebelum berkenalan dengannya dia sudah diseret bibinya untuk pulang.

Beberapa hari berikutnya pondok kecil Merphilia kedatanggan tamu, baru kali ini, dan sangat memuat penasaran Merphilia. Pondok mereka kedatangan tamu, seorang Zauberei -seorang penyihir laki-laki yang netral- bernama Ipyan yang menyapa Merphilia dengan sebutan Puteri Cleorinda. Penyihir itu membawa kabar tentang desas-desus Reinkarnasi Ratu Merah yang belum terungkap siapa yang sengaja membangkitkannya. Tapi Manggala Zauberei sudah tahu petunjuk untuk memusnahkannya kembali, yaitu melalui Merphilia Dunsa.

Merphilia sangat bingung, sebelumnya bibinya tidak mau menjelaskan siapa sebenarnya Ratu Merah atau Ratu Veruna dan kenapa orang-orang memanggilnya dengan Puteri Cleorinda. Untuk menemukan semua jawaban tersebut, Merphilia mematuhi perintah Zauberai dan bibinya untuk segera berkemas ke Pegunungan Isaura (tempat tinggal para Zauberei, sekarang) dengan menggunakan Pusaranadim. Di sana Phi bertemu dengan Manggala Hekatoth dan di sana juga Merphilia mengetahui kebenaran hidupnya.

Dahulu ada seorang perempuan yang sangat pintar sekaligus licik yang membangun sebuah keratuan di Pulau Rigelion, Kepulauan Borelis. Dia menamai dirinya Ratu Veruna. Karena keratuannya dibangun di atas api yang semerah kemarahannya maka penduduk Prutopian menyebutnya Ratu Merah. Ratu Veruna ingin balas dendam kepada Negara Naraniscala terlebih terhadap sang Raja Claresta Ardelazam, kekasihnya. Nama asli Veruna adalah Mergogo Dunsa, seorang gadis yang amat cantik, karena kecantikannya juga dia berhasil menarik hati Pangeran Claresta. Tapi keluarga kerajaan tidak mau merestui karena Mergogo berasal bukan dari kerajaan, tidak sederajat sehingga dia dinikahkan dengan Danella Narwastu, putri dari Raja Sumaziel Narwastu – Penguasa Circandaga. Tapi setelah menikah dan menjadi Raja tidak menyurutkan perasaan cinta Claresta terhadap Mergogo, dia tetap menemuinya secara sembunyi-sembunyi, hingga sampai Bruzila -sahabat sekaligus kaki tangan Veruna- mengatakan kalau Raja Claresta telah mempunyai ahli waris bahkan berita terakhir yang didapat adalah Ratu Danella sedang hamil anak ke dua. Hal ini sangat membuat Mergogo kecewa dan marah, dia pun belajar sihir atas usulan Bruzila untuk menghilangkan patah hati yang tidak tahunya dengan ilmu yang dipelajarinya itu menjadikan dia gelap mata, menjadi jahat. Atas dasar balas dendam dia menyerang Naraniscala, membuat negeri itu kacau balau, banyak moster dilepas dan dia berhasil membunuh Raja Claresta Ardelazam. Sayangnya Veruna tidak berhasil merebut Naraniscala karena dia lebih dulu dibunuh oleh Jendral Alanisador, adik Raja Claresta, yang sekarang menjadi Ratu di Naraniscala.

Dan sekarang ada orang yang menghidupkan Ratu Veruna dari Mantra Bayatarwa yang dirapalkan oleh Kahrama, dalam raga yang baru, dalam jiwa yang tebagi menjadi dua; Jiwa jahat yang masuk ke dalam achar-nya Danda Merah, sebuah tongkat sihir, sementara Jiwa baik-nya yang terperangkap dalam Lukisan Putih. Ratu Merah siap memporak-porandakan Prutopian dengan lebih kejam dari sebelumnya dan hanya ada satu orang yang dapat membunuhnya, orang yang menjadi bagian hidupnya, keturunannya, dialah Puteri Cleorinda yang sekarang bernama Merphilia Dunsa, anak dari Ratu Veruna dan Raja Claresta.

Merphilia Dunsa tidak mempunyai ingatan apa pun tentang masa lalunya karena bibinya telah menyihir dan menghapus ingatan tersebut, dia pun bersedia mempunuh Veruna, dia tidak sendirian karena ada Pangeran Skandar yang selalu ada disampingnya dan Jendral Alderada bersama pasukannya, Sena Naraniscala. Oh, konfliknya tidak hanya memburu Ratu Veruna karena Merphilia juga jatuh cinta kepada Pangeran Skandar, kakak tirinya.

Waktu mendengar siaran radio yang mengulas tentang Dunsa ini ada beberapa orang yang mengatakan kalau buku ini percampuran antara The Lord of The Ring, Harry Potter atau pun Narnia tapi penulis menyangkal kalau Dunsa berbeda dan kalau mau tahu isi kepala dari Vinca Callista ya Dunsa ini, dunia Prutopian ini. Sebenarnya saya pun waktu awal baca sedikit merasakan bau Harry Potter, walau tidak banyak ada beberapa lah, seperti jubah yang tidak terlihat, achar Ratu Merah atau ketika ada warga yang tidak berani menyebutkan nama Ratu Merah, mengganggap tabu untuk dibicarakan dan mantra sihir yang mematikan. Yah, siapa sih yang nggak terkena sihir Harry Potter, mungkin penulis juga termasuk penggemarnya sehingga terispirasi, dari yang saya dengar juga dari siaran tersebut penulis juga berkata kalau dia sangat menyukai genre fantasy sehingga penulis ingin menciptakan dunia sendiri, jadilah dunia Prutopian. Penulis membuat petanya, membuat silsilah anggota kerajaan, membuat makhluk-makhluk yang sangat imajinatif, mencapur adukan bahasa mulai dari sansekerta, Yunani dan sebagainya untuk menciptakan nama-nama yang unik dan sulit dilafalkan, semua keluar dari imajinasi penulis yang liar, dan yang penting, penulis membuat karakter tokoh utamanya nggak menye-menye, membuat tokoh seorang cewek yang kuat, pandai memainkan pedang, pandai memanah, yang menjadikan magnet buku ini. Boleh loh diacungin jempol, karya anak bangsa lagi.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan buku yang bentuknya ‘besar’ dan lumayan tebal ini, awalnya memang agak bosan tapi ketika memasuki bagian Merphilia bersama Skandar, naik kapal laut utama Sena Naraniscala Ganima (yang artinya berjaya), melawan Canisa
din bersama Duxelain, berenang dan menyelam di laut Delmonaria yang eksotis tapi juga tetap bisa berbapas, tersesat di Gua Gersang, bertemu dengan Danyang (hantu Mucousah), bertemu dengan Wyattenakai di mana tubuhnya terbuat dari air sehingga bisa menembus benda padat apa pun. Mencari Lukisan Putih yang menyebabkan mereka terdampar di Pulau Anteras sehingga menyebabkan mereka harus melawan makhluk kuno yang dikira sudah punah; Oro-Roku dan Delanosric dan bertemu Kilikayak yang ternyata berternak Krakaves. Binggung dengan nama-nama makhluk tersebut? Tenang, di akhir cerita ada Glosarium lengkap tentang makhluk-makhluk Prutopian. Untuk cover, saya menebak mereka adalah Feliselo (hewan menyerupai singa, kakinya enam dan bengkok membentuk sudut tiga puluh derajat, memiliki cula di hidungnya dan di sisi tubuhnya terdapat sepasang sayab yang sewarna dengan tubuhnya) yang meenggerakkan Wimana (kereta yang berbentuk persegi panjang yang tebuat dari batu-batu mulia yang digerakan oleh delapan Feliselo) untuk membawa Sena Naraniscala, Merphilia, Pangeran Skandar dan Jendral Adelarda ke Pulau Rigelion, sayangnya ditengah perjalanan mereka diserang oleh Krakavez (monster yang menyerupai burung raksasa, ukurannya dua kali dari rajawali, memiliki dua sayap yang menyerupai telinga gajah dan sebuah ekor panjang yang menyerupai ekor komodo). Saya sangat terhibur dengan petualangan mereka, dengan makhluk-makhluk Prutopian, bersemangat sekali ketika membacanya. Peta Prutopian pun memudahkan saya untuk mengira-ngira setting yang sedang berlangsung, jadi tidak sulit untuk berimajinasi. Di buku ini juga minim typo, enak deh bacanya.

Sayangnya ada beberapa yang menganggu selain dengan kemiripan buku fantasy lainnya. Oke, silsilah yang dituliskan penulis sangat membantu, sayangnya nama mereka cukup sulit diucapkan dan saya tidak mampu menghafal semuanya, sehingga beberapa kali saya harus membuka halaman awal untuk mengetahui siapa sih yang dibicarakan ini. Bagian ketika Merphilia mengetahui kalau dia anak Ratu Veruna tidak menjadi kejutan dan bagian ketika Pangeran Skandar tahu tentang identitas Merphilia juga tidak mengejutkan, coba kalau Pangeran Skandar tidak diberi tahu dulu melainkan dia melihat sendiri kalau Putri Cleorinda itu adalah Merphilia Dunsa menurut saya akan sedikit berbeda, ada sedikit kejutan untuk Pangeran Skandar yang dia lihat. Selain itu, karena saya Romance Freak saya mengharapkan ada adegan romantis seperti Pangeran Skandar mencium Merphilia atau apa lah tapi itu tidak ada satu pun, saya hanya merasakan getar-getar cinta diantara mereka, yub editornya sendiri bilang kalau memang ada adegan yang disensor (minta sendiri ke penulisnya aja kali ya :p). Mungkin bertujuan agar buku ini bisa dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari anak kecil, yang berusia dua belas tahun ke atas. Makanya buku ini dibuat dengan ukuran yang tidak biasa, agak panjang sehingga tidak terlalu tebal, jadi buat orang yang nggak suka membaca buku tebal tertarik juga untuk melirik buku ini. Saya pun suka banget dengan ukuran buku ini 😀

Tokoh favorit saya tentu saja Pangeran Skandar, dia sangat baik hati dan juga tangguh, tidak membeda-bedakan orang dari statusnya, dia juga kutu buku dan rajin berlatih, menjadi pangeran tidak membuatnya leha-leha. Makhluk favorit saya adalah Wyattenakai, makhluk menajubkan dari Delmorania, Para Penembus Benda legendaris. Memiliki sayap air yang berguna membantu menembus benda padat apa pun, bahkan bisa masuk dan melihat apa pun yang ada di dalam sebuah benda, keren kan? Dan saya ingin terbang ke Negeri Fatacetta, kayaknya cocok nih untuk Peri Hutan 😀

Saran saya untuk buku ini adalah ada gambar atau ilustrasi tentang dunia Prutopian, mungkin bisa dari gambar istananya, tokoh atau adegan heroik, makhluk-makhuknya yang lebih banyak sehingga akan membuat buku ini semakin menarik. Dan saran yang sangat penting adalah membuat lanjutannya! Hehe, yah sayang aja penulis sudah menciptakan dunia begitu indah dan menakjubkan kalau hanya terhenti di satu buku, masih banyak yang belum terungkap dari Negeri-Negeri di Prutopian, saya ingin mengetahui makhluk-makhluk lain, yang khas di tiap Negeri Prutopian.

Quote favorit saya adalah

Aku percaya kita perlu berpikir positif terhadap apa pun. Jangan sampai menghakimi seseorang hanya karena masa lalunya.

Buat yang suka membaca buku fantasy, buku ini boleh loh masuk ke keranjang belanjaan, apalagi fantasy dalam negeri.

3.5 sayap untuk Oro-Roku, ular berkepala enam yang menjijikan XDD

 

 

Dunsa

penulis: Vinca Callista

editor: Jia Effendie

cover: Dmaz Brojonegoro

penerbit: Atria

ISBN: 978-979-024-492-4

cetakan I, November 2011

441 halaman

Iklan

Semburat Senyum Sore

11245819

Sinopsis belakang sampul:

Langit kini sedang cerah dan mendung-bahagia dan sedih. Akhirnya dia mendapat kesempatan untuk membuat film; selalu seperti yang diinginkannya selama ini. Namun, dia merasa tertekan karena mamanya memaksa Langit untuk cepat lulus kuliah. Dia juga mendapat kesempatan untuk dekat dengan Thyo, tapi cowok itu menyayangi cewek lain. Lagi pula, ada Arda yang mulai mendekati, membuat kekecewaan Langit kepada Thyo terobati.

Langit yang cuek terhadap hidup dan lingkungan sekitarnya berubah setelah dia mengenal Nenek Romlah. Wanita itu dan cucu laki-lakinya menyadarkan Langit bahwa semua hal yang dimilikinya saat ini patut disyukuri, termasuk orang-orang yang selama ini dianggap Langit tidak menyayanginya.

Reviewku:

Yub, sinopsis di atas udah sangat mewakili isi cerita (padahal lagi nggak bisa mikir ;p). Awal lihat covernya keren, suka banget nget, nget, trus tagline dibelakang sampul juga nendang, “Kalau enggak bisa dapet apa yang kita suka, lebih baik kita suka apa yang udah kita dapet..” Trus setelah buka-buka dalemnya ada ilustrasi gambar yang oke punya, aku berpendapat sih karakter Langit ini mirip sama penulis sendiri, dia kan juga penyiar radio :). Konfliknya lumayan banyak, mulai dari keluarga langit yang nggak akur sama istri pamannya, keberadaan ayah tiri Langit, dimana Langit sepertinya belum bisa menerimanya, cowok yang disukainya ternyata suka cewek lain, ada juga cowok yang baik sama Langit ternyata mempunyai misi hanya memanfaatkannya saja. Tapi dia bersyukur bisa mewujudkan salah satu mimpinya menjadi seorang penulis skenario film berkat atasannya di Ganendra Radio dan bertemu Nenek Romlah, penjual tasbih di dekat tempat kerjanya, beliau mengajarkan Langit caranya sabar, ikhlas menjalani hidup, selain itu dia kaget cucunya Nenek Romlah, Wasis, ternyata pintar menggambar. Seperti yang dibilang Langit pada halaman 72, “Tuhan membuka mata hatinya untuk memberikan perhatian kepada orang-orang yang membutuhkannya.”

Karakter Langit yang easy going membuat kita betah membaca buku ini, dia itu orangnya santai banget, mungkin khas penyiar radio kali ya, ceplas ceplos, cerewet tapi nyenengin. Aku juga suka karakter Thyo, yang nggak berlarut-larut karena cintanya pupus. Hampir tangline di setiap bab aku suka,

Tuhan bukan mengabaikan harapan, tetapi mengguhkannya sampai tiba saat yang tepat untuk mengabulkan dan menjadikan kejutan.

 

tarik napas, buang… lalu tersenyumlah.

 

Jendela hati akan terbuka lebih lebar jika kita ingin mengenali rasa syukur lebih dalam.

 

Pada awalnya, keikhlasan memang selalu bertentangan dengan kehilangan.

 

Keberadaan mutiara tidak akan diketahui tanpa membuka kerangnya.

 

Hari ini adalah ‘kelak’ yang kemarin kita idam-idamkan.

Lah kenapa banyakan quotenya daripada ceritanya yak? hehe, untuk lebih jelasnya tentang lika-liku kehidupan Langit baca aja, lumayan asik kok. Sebenarnya ada yang mengganjal nih, cerita ini kisah nyata penulisnya nggak sih? :))

Tarik napas, buang… 3 sayap untuk kehidupan si penyiar radio.

 

Semburat Senyum Sore

by Vinca Callista

Penyunting; Jia Effendi

Ilustrasi: Rizki Nur Sidiq

Ilustrasi Sampul: Ykha Amelz

Desain Sampul: Aniza

Penerbit: Atria

ISBN: 978-979-024-484-9

Cetakan I: Mei 2011

244 halaman

 

Hold Me Closer, NECROMANCER

11924777

Sinopsi belakang buku:

Perkenalkan Sam, cowok biasa yang sedang meniti karir di dunia makanan cepat saji. Muncullah Douglas, seorang necromancer yang kuat dan keji. Douglas segera mengetahui bahwa Sam juga necromancer–yang merupakan berita baru buat Sam– dan dia sama sekali tidak senang memiliki pesaing di dunia paranormal yang sudah cukup sesak di Settle. Sekarang, Sam menyembunyikan temannya yang sudah menjadi mayat hidup dan tekurung bersama seorang gadis serigala. sam hanya mempunyai waktu seminggu untuk melarikan diri dari cengkraman Douglas. Hanya satu minggu untuk menemukan cara mengendalikan kekuatan misteriusnya yang terpendam.

Reviewku:

Agak nggak konsen bacanya sehingga harus ‘baca cepat.’ Lumayan fresh temanya, seorang pembangkit mayat. Seorang necromancer yang cukup kuat dan terlatih bisa bertindak sebagai duta antara dunia ini dan dunia maya. Dia bisa memanggil makhluk-makhluk yang lebih besar, membaca jiwa manusia bernyawa, dan mampu mempengaruhi mereka. Dia bisa membangkitkan mayat. Douglas mengetahu kekuatan besar Sam sehingga dia ingin sam menjadi muridnya untuk menguasai dunia. Yap, intinya itu, bagaimana Sam melawan Douglas, mengatasi ‘kemampuan’ barunya, menghadapi realita kalau keluarganya berusaha menyembunyikan kekuatannya, dan merasakan betapa anehnya dunianya sekarang cukup seru untuk diikuti apalagi penulis menambahkan bumbu humor di cerita ini. Saya kadang ngakak sendiri, contohnya bagian Brooke, teman kerja Sam. Waktu Sam mendapat sebuah paket dan dibuka ternyata isinya adalah kepala Brooke, ya hanya kepalanya saja reaksi Sam sih sama kebanyakan orang kalau melihatnya memekik dan menjatuhkannya, yang membuat lucu itu adalah si Brooke-nya, dia mengganggap kalau itu biasa saja dan meminta mereka tidak usah lebay =)). trus waktu Sam ditangkap Douglas dan dipenjara bersama si gadis serigala yang tidak memakai pakaian, Briddin atau Brid,

“Dengar, Briddin, kau mungkin gadis tercantik yang pernah kulihat, dan di antara itu ada dan perkataanmu barusan, sepertinya ada yang konslet.”

“Terlebih lagi, kau bugil. Dan walaupun aku akan membenci diriku karena ini nanti, bisakah kau memakai bajumu? paling tidak untuk sementara waktu, agar aku bisa berpikir. Setelah itu, kau boleh langsung telanjang lagi. Semaumu. Aku sepenuhnya merestui.”

Adegan yang paling aku suka =))

Selain necromancer, werewolf, ada juga zombie,  Harbinger (malaikat maut) yang bersepatu anak sekolahan, dan banyak lagi makhluk-makhluk aneh lainnya. Ceritanya lumayan menghibur, bagi yang suka fantasy dengan humor yang kental coba deh baca ini, pasti akan ikut terbawa juga akan karakter Sam yang konyol. Sebgai tambahan buku ini juga menyabet beberapa penghargaan, diantaranya: William C. Morris YA Debut Award Nominee (2011), YALSA Best Fiction for Young Adults (2011), ALA’s Top Ten Best Books for Young Adults (2011)

3 sayap untuk si pembangkit mayat.

Hold Me Closer, Necromancer

by Lish McBride

Penerjemah: Berliani M. Nugrahani

Penerbit; Atria

ISBN: 978-979-024-481-8

Cetakan I: Juni 2011

445 halaman

 

Scones and Sensibility

107511296390352

Penulis: Lindsey Eland

Penerbit: Atria

Penerjemah: Barokah Ruziati

Cetakan: I, Maret 2011

ISBN: 978-979-024-469-6

 

Satu lagi buku di bulan kemaren yang tidak saya baca seutuhnya, berhenti di tengah-tengah kemudian menskipnya. Saya tidak terlalu suka sama tokoh Polly Madassa, mengingatkan akan sosok artis cilik, Amel. Ya, artis cilik yang kemayu itu, jujur, saya lebih suka anak kecil yang pendiam bukannya cerewet dan suka merecoki orang. Di buku ini saya menemukan satu sosok lagi anak kecil yang menjengkelkan, gara-gara keracunan buku klasik, Pride and Prejudice, Anne of Green Gables dia merasa sudah hebat dalam percintaan, lengkap menjadi perempuan yang lembut dengan membaca “kamus” cinta di usianya yang ke dua belas.

Dengan berbekal pengalaman yang dibacanya, Polly merasa sudah hebat dalam soal percintaan, dia pun menjadi makcomblang untuk orang-orang disekitarnya yang menurutnya belum menemukan cinta sejati, tanpa persetujuan dan sepengetahuan mereka. Korban yang pertama adalah kakaknya sendiri, Clementine yang ingin dijodohkannya dengan Edward pemuda yang kalau saja usianya beberapa tahun lebih muda, sudah pasti di embadnya. Polly merasa hubungan Clemantine dengan Clint tidak sehat, pria itu sering membuat kakaknya menangis dan sikapnya agak kasar,Polly ingin menemukan Mr. Darcy untuk kakaknya, jatuhlah pilihannya pada pemuda yang tak bersalah itu. Selain itu ada dua orang lagi yang ingin dicarikan cinta, ayah sahabatnya Fran, Mr. Fisk dengan Miss Lucy Penny, dan Mr. Nightquist yang rencananya dijodohkan dengan Miss Wiskerton. Polly pun memulai mengobrak abrik hidup orang yang disekitarnya itu pada musim panas disela-sela mengantarkan pesanan kue di toko Madassa Bakery milik orang tuanya.

Saya kasih contoh ke-lebay-an Polly

“Aku tahu benar cara menenagkan jiwa yang resah dan tertekan, Kakakku sayang. Ikutlah denganku dan kita akan bersenang-senang berdua antara ombak laut bergaram! Kita akan berjemur di bawah sinar matahari yang nyaman,” kataku seraya meraih tangannya.

Untuk anak yang berusia dua belas tahun dengan gerak dan bahasa seperti orang jaman dahulu kepada kakaknya sendiri? Dia lahir terlalu telat. Saya hanya merasa Polly ini dewasa sebelum waktunya, sejak usia dini dia sudah melahap kisah cinta dan ingin itu menjadi nyata. Tidak jelek bacaan pilihannya, saya pun dari kecil juga sudah dicekoki novelnya Mira W yang untungnya tidak keblabasan seperti si Polly ini (tidak bisa saya bayangkan diriku kalau mirip Polly) tapi dengan menirukan berbicara seperti tokoh-tokoh dalam buku klasik, lebih menyukai lilin daripada lampu, lebih suka memakai rok, dia benar-benar overdosis klasik.

Covernya keren ^^

2 sayap untuk Polly si lebay

Daddy Long Legs

Dear Mr. Daddy-Long-Legs

Saya ingin menulis review surat yang berisi keluhan, maaf jika anda tidak berkenan sebelumnya. Saya sangat bosan membaca cerita yang berisi seorang gadis yang menulis surat sebulan sekali untuk anda, anda saja tidak pernah membalas surat dari saya, jadi jangan marah kalau saya sering sekali melompati surat-surat yang ditulis gadis bernama Jerusha Abbott atau biasa dipanggil Judy. Saya heran, kenapa dia bisa tahan menulis surat bertahun-tahun tanpa mendapatkan balasan sekali pun. Inti yang saya dapat dari membaca beberapa suratnya adalah anda memberikan beasiswa ke perguruan tinggi kepada anak tertua di panti asuhan John Grier itu beserta biaya hidupnya tapi dengan syarat Judy harus menceritakan perkembangan sebulan sekali di perguruan tinggi itu kepada anda melalui surat. Tentu saja itu menjadi teka teki bagi Judy, kenapa anda tertarik padanya padahal anda sebelumnya tidak pernah tertarik dengan anak perempuan. Saya mencoba mencari alasannya sendiri dengan melompati surat-surat Judy dan berharap menemukan surat balasan anda, menemukan siapa sebenarnya laki-laki yang berkaki panjang, tuan baik budiman, tapi ternyata nihil. Dan akhirnya saya menemukan jati diri anda sebenarnya, di ending, sekian dan tamat. Entahlah, saya juga tidak mengerti kenapa saya tidak bisa menikmati surat-surat Judy, terlalu bosan karena saya merasa hanya dia satu-satunya tokoh dalam cerita walaupun dalam surat dia menceritakan pengalamannya sewaktu kuliah, suka duka, teman-teman, kampus, tempat tinggalnya dan bagaimana Judy mulai ketagihan munulis surat untuk anda. Dengan berat hati, saya memberikan satu sayap untuk kisah Judy dan anda,Tuan Orang Kaya yang tidak ingin identitasnya diketahui.

 

Dari yang tidak suka kisah klasik,

Orang-yang-tidak-perlu-disebut-namanya

 

Penulis: Jean Webster

Penerjemah: Ferry Halim (dia lagi XD)

Penyunting: Ida Wajni (familier sekali ya di buku Atria :p)

Pewajah Isi: Aniza Pujiati (dia juga, hihi)

Cetakan: I, November 2009

ISBN: 978-979-1411-83-7

235 halaman

7251710

Firelight

“Jantungku berdebar keras saat dia bergerak semakin dekat. Aku tahu kapan tepatnya dia melihat. Dia tidak bergerak bagaikan membeku, terdiam di dalam air, terbenam dalam, dan permukaan air menyapu bibirnya.

Kami menatap satu sama lain.”

Jacinda hampir saja terbunuh kalau saja penolongnya, Will, salah satu pemburu draki (manusia keturunan naga) tidak berbohong akan keberadaannya yang pada saat itu sedang bersembunyi dalam wujud seekor naga. Sejak saat itu, ibu beserta adiknya, Tamra yang tidak mempunyai kelebihan seperti saudara kembarnya melarikan diri dari kelompok. Ibunya takut kalau nasip Jacinda akan seperti ayahnya sehingga dia ingin menghilangkan naluri drake dalam diri Jacinda dan dia tidak ingin anaknya menjadi mesin reproduksi bagi kelompok mereka karena Jacinda adalah satu-satunya draki penyembur api dimana sudah lebih dari empat ratus tahun jenis draki itu absen, dengan dijodohkannya Jacinda dengan Cassian, anak dari pimpinan kelompok, Saverin. Berbeda dengan keenganan Jacinda untuk melarikan diri, adiknya, Tamra merasa sangat antusias, dia bisa keluar dari lingkungan yang menganggap dia tidak ada, semua orang mengelu-elukan kakaknya itu karena dia special sedangkan dirinya adalah draki yang tidak berfungsi. Selain itu, Cassian, laki-laki yang disukainya malah tergila-gila pada Jacinda.

Mereka pindah ke Chaparral, sebuah kota yang terletak di tengah gurun, daerah yang tandus, tidak ada pegunungan dan sanggat manjur untuk meredam naluri draki. Kehidupan baru mereka pun dimulai, hidup pas-pasan, ibunya bekerja di kelap malam, sedangkan Jacinda dan Tamra mulai bersekolah kembali. Tak disangka, di sekolah baru tersebut Jacinda malah bertemu dengan sang pemburu yang dulu pernah menolongnya. Jacinda merasakan sebuah energi bila berdekatan dengan Will, naluri drakinya bisa bangkit hanya berdekatan atau bersentuhan dengan dirinya walaupun di daerah yang panas sekalipun. Jacinda ingin menyangkal perasaannya pada Will karena dia tahu kalau keluarganya adalah pemburu draki, dan itu haram hukumnya. Selain itu, ada sepupu Will yang selalu mencurigai Jacinda, Xander,  dia sangat penasaran karena selama ini tidak ada perempuan yang menarik di mata Will. Jacinda dilema akan perasaannya, tidak hanya itu masalah yang timbul, Cassian berhasil menemukannya.

Suka sekali dengan buku ini, romantis hehehe. Agak mirip dengan Twilight dimana sisi romancenya lebih ditonjolkan dari pada aksi heroik tokoh-tokohnya. Cerita tentang macam-macam draki pun cukup seru , selain penyembur api ada juga draki air, draki phaser, draki dorman, draki visikriptor yang mampu menyamarkan penglihatannya, draki onyx (drake yang gagah, paling kuat, terbesar dari semua draki dan luar biasa cepat) contohnya adalah Cassian. Kalau saja lebih banyak lagi penjelasan tentang draki, jenis, kekuatan dan pertempuran lebih banyak maka buku ini akan sempurna (bagi saya loh). Tak mengapa, karena saya sangat terhibur akan kisah cinta Jacinda dan Will, merasa keki juga waktu Jacinda yang sering mau berubah menjadi draki karena tidak tahan kalau dekat-dekat dengan Will (udah deh, Will biar deket sama aku saja, halal Xp). Semoga lanjutannya cepat terbit (Vanish), endingnya menggantung sekali, masih penasaran dengan keluarga Will yang sedikit diceritakkan begitu juga Cassian dan para kelompoknya, ditambah lagi kenapa Tamra tidak bisa bertransformasi? Masih menjadi tanda tanya. Cinta terlarang antara pemburu dan buruannya ini wajib dinikmati oleh pecinta romance fantasy #eaaaa

4 sayap untuk si penyembur api.

 

Penulis: Sophie Jordan

Penerjemah: Ferry Halim (perasaan dia terus yang jadi penerjemah, hehe)

ISBN: 978-979-024-475-7

Cetakan: I, April 2011

425 halaman

11210123

Jujur ya, lebih suka cover aslinya walaupun yang terjemahan juga bagus, yang asli cantik kayak aku #plakkkk

64484709436632

Sophie Jordan adalah penulis Young Adult Fiction, Historical romance, dan Paranormal Romance jadi nggak heran dong kalau karya-karyanya romantis abis hehehe, untuk lebih lengkapnya silahkan berkunjung ke www.sophiejordan.net

Suddenly Supernatural: Arwah Di Sekolah

10565980

Penulis: Elizabeth Cody Kimmel

Penerbit: Atria

Judul Asli: Suddenly Supernatural, School Spirit

 terbitan Litle, Brown and Company, New York 2008

Penerjemah: Barokah Ruziati

Cetakan: I, 2011

ISBN: 978-979-024-467-2

207 halaman.

 

Kalau membaca buku ini, saya jadi teringat teman yang juga memiliki kelebihan Kat, seorang medium atau kalau menurut “kebudayaan” kita biasa disebut paranormal. Orang yang bisa melihat hantu, pemanggil arwah, yang bisa menghubungkan dunia lain dengan dunia kita. Dulu sempet ngeri kalau dia parno sendiri dan tiba-tiba saja bilang ada hantu di dekat saya, rasanya pengen nyekek dia dan tidak keberatan kalau dia yang mengantikan hantu tersebut (semoga dia tidak baca). Tapi, lama-lama saya jadi terbiasa asal jangan bilang siapa yang ada di sebelah saya (lagi).

Kalau dilihat dari judulnya dan sekilas sinopsisnya, buku ini bergenre horror, percayalah, kau tidak akan meringkuk di bawah selimut setelah membacanya, kau akan terkikik sendiri sewaktu membacanya.

Kat seperti menemukan celah untuk menjadi salah satu murid populer, dia dipasangkan dengan Shoshanna Longborrow, gadis paling populer di sekolahnya untuk riset Proyek Ilmu Sosial Hooverdam. Tapi, Shoshanna tidak nyaman tinggal di rumah tua Kat, merasa aneh, mendengar serangkaian jeritan, erangan dan raungan berkumandang di seluruh rumah, dia berpikir kalau rumah Kat berhantu dan mengganggap Kat adalah orang aneh. Gagallah Kat mendapatkan tempat duduk di meja makan siang besama cewek-cewk populer di sekolahnya.

“Kelebihan” Kat yang diwariskan ibunya mulai muncul, dia mulai sering melihat penampakan-penampakan di sekitarnya dan itu sangat mennganngunya, dia baru saja mempunyai teman, satu-satunya teman setelah lebih dari setahun menjadi anak tak terlihat di sekolahnya, dia takut bila teman barunya itu akan mengaggap dirina aneh dan lari seperti Shoshanna. Dia adalah Jac, si Cewek Selo. Awalnya Kat mengacuhkan penampakan yang ada disekitarnya, tapi, ada satu hantu yang mencoba menarik perhatian Kat, mencoba meminta bantuannya. Suzanne Bennis, cewek berambut pirang dalam dua kepang panjang, tebal dan rok panjang, yang dulunya adalah pemain flute di sekolahnya, meninggal selama hampir lima puluh tahun. Waktu di perpustakaan Kat dan Jac mendengar buku jatuh dari rak tanpa alasan yang jelas, halaman terkuak sendiri, dan berhenti pada satu halaman seorang gadis yang memegang flute, meninggal dunia saat usianya baru tujuh belas tahun. Kemudian, Kat menyadari ada seseorang yang berdiri di belakang Jac, seorang cewek beramput pirang yang berkepang dua panjang. Seseorang yang baru-baru ini selalu menghantuinya.

Dimulai dari melihat arwah Suzanne di perpustakaan, Kat pun membeberkan rahasianya kepada Jac kalau dia adalah seorang medium dan tak dikira, Jac malah kagum akan “kelebihan” Kat. Jac pun juga bercerita tentang rahasianya kalau dia tidak ingin bermain Selo lagi, dia hanya menyeret Selo kemanapun dia pergi tanpa sekalipun memainkannya, mereka pun menjadi sahabat karib. Usaha Suzanne yang terus menerus meneror,  mau tidak mau membuat Kat tidak bisa tinggal diam, bersama Jac dia mulai munguak kenapa dia bisa meninggal dan apa maunya, mencari tahu kanapa dia masih tinggal di dunia.

Sudah dijelaskan sedikit di awal walaupun sepertinya ini cerita horror, saya lebih banyak ngikik daripada takut. Banyak adegan lucu, seperti waktu pertama kali Kat dan Jac berkenalan di halaman 18, “Aku Jac.” Katanya, “Bukan pakai K. J-A-C.” dan Kat mengenalkan dirinya K-A-T, dengan K. Yang paling bikin ngakak nih, waktu Brooklyn menghina ibunya kt akan “profesinya” dia membalasnya dengan menakut-nakuti dengan merapal mantra palsu untuk memanggil hantu, dan percayalah, aksi yang awalnya hanya iseng itu terjadi sungguhan, arwah suzzane yang dating, LOL. Selain itu panggilan “saying” mereka satu sama lain, Mama Vodoo dan

Aku suka karekter Kat, walaupun di awal dia merasa terbebani akan “warisan” ibunya lama-lama dia bisa menerima perubahan itu bahkan kadang bersikap konyol, dia tidak bisa membedakan apakah itu arwah atau orang sungguhan seperti waktu dia berkunjung di rumah Jac, dia melihat laki-laki dan memberi senyum, diakhir kunjungan dia bilang ke Jac, “Rumahmu berhantu.” Kalau teman saya berkata seperti itu, saya akan mencekek lehernya.

Yang membuat aku tidak nyaman dengan buku ini adalah pemakaian kata “nggak” dipercakapan, entahlah, saya lebih nyaman kalau menggunakan kata “tidak” saya rasa malah lebih pas. Selebihnya buku ini cukup enak untuk dilahap. Penasaran sekali sama “hantu lain” di perpustakaan, tidak sabar menunggu kelanjutannya dan kabarnya udah mau terbit, saatnya berburu buntelan buku lanjutannyan ^^

3 sayap untuk si medium.