Terkunci

“selamat natal!”

ramai sekali di sini, tentu saja ini hari natal dimana umat kristiani merayakannya, malam yang indah bagi mereka.

aku mengamati mereka yang saling mengucapkan selamat, bertukar kado dan membagi kebahagiaan di hari yang suci bagi mereka ini.

aku hanya tersenyum dan membalas pelukan dari mereka.

“kamu gak ngucapin selamat natal sama Bhima?”

“kayaknya dia lagi sibuk tuh” aku mencoba mengelak, menghindar dan menggiring langkahku ke dapur, dimana tempat yang belum tersentuh.

aku mengamati dapur ini, indah, besar, memang villa yang mengagumkan.

“sayang, kenapa di sini? semua orang lagi buka kado loh, aku juga punya satu buat kamu” dia memelukku dari belakang, aku membalikkan tubuhku, tersenyum dan membalas pelukannya.

“oh ya,kayaknya kamu belum ngucapin selamat natal buat aku deh?” dia meregangkan pelukannya dan memandang mataku.

mulutku terkunci, aku ingin mengatakannya tapi aku lupa meletakkan dimana kuncinya.

sudah jam berapa ini? aku belum sholat Isya’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s