Telepon

Dia baru pulang dan ketakutan ketika mendengar telepon itu berdering.

“Kriiinggggggggg” terdengar bunyi telepon itu yang ke lima kali.

tapi dia tidak mau menggangkatnya, tidak lagi, dan trauma.

“siapa sih yang telepon Si malam – malam begini? ini bukan yang pertama kali loh” tapi dia tetap diam saja, tidak mau mengangkatnya.

“mau aku yang ngangkat? tawarku.

“jangan, biarin aja, paling iseng lagi”

“dari Leo lagi, dia ngancam apa lagi?” kesabaran gw udah habis, baru aja kita jadian selama 2 bulan dia ngancamnya kaya’ seumur hidup.

“udah ga usah dipikirin, dia emang agak gila”

Ok, sekali ini gw ngalah klo cuman terror telepon, awas aja klo ngirim bangke ayam lagi. Masah ini bener – bener ga bisa bikin gw tidur selama berhari – hari.

“awwwwwww” tiba – tiba saja terdengar jeritan dari dapur.

“kenapa sayang, What the hell….”

ini udah keterlaluan, dering telepon setiap hari, bangke ayam, dan sekarang tulisan berdarah yang berbunyi “Tinggalin dia, atau dia mati”.

“kriiiiiinggggggggg”

“Bangsat, mau lo apa sih?”

“mau gw? lo tinggalin dia”

ini siapa, suara cewek dan kelihatan familiar, dia bukan Leo

“hallo, ini siapa…” sial, diputus.

Shitttt, gw sampe lupa Sisi, tapi dimana dia, tiba – tiba dia menghilang. Di dapur dia tidak ada, diruang tamu kosong. Kalo di culik lewat mana coba? tadi perasaan udah gw kunci juga. Tinggal satu kamar yang belum gw periksa,

“Si, bukain pintunya, udah aku bersihin kok temboknya, ga usah takut lagi” tetap tidak ada jawaban.

Gw buka pintunya, tapi yang terjadi…

“Kejutannnnnn” God, ini warga satu RW ngapain juga berdesak – desakan di kamar gw.

“Selamat ulang tahun ya sayang, seru kan main terror terrornya?”

“Iya kannnn, kita ngrancangnya udah satu bulan lebih lo” ini ngapin juga si lemot ikut.

“Heh, ngrancangnya jangan keterlaluan dong, sampe ada bangke ayam segala” protesku sama anak – anak tidak tahu diri ini.

“ kan biar seru lagi, dannnn biar kamu tambah sayang sama aku hehehehe”

Oke, ini mungkin kejutan yang tidak lucu sama sekali, tapi gw, sang pacar dan teman – teman menikmati malam yang rame ini.

“krriiiiiiiiiiiiiinggggggggg”

“sapa lagi tuh yang iseng?”

“ga ada, kita kan udah selesai ngerjain lo” si lemot ini nakutin gw aja.

“Nahlo, trus siapa dong?”

“Huuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaa”

Semua saling berpelukan, rasain lo :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s