Tak Semanis yang Mereka Bilang

aku mengunyahnya, pelan – pelan, terus dan terus sampai aku mendapatkan rasa yang aku inginkan.

aku masih mencarinya tapi hasilnya masih nihil.

aku menatap orang disampingkuku, menunggu jawaban yang ingin dia dengar. “Bagaimana? Manis kan rasanya? semanis pipi kamu deh kalau tersenyum.” katanya sambil mencubit pipiku.

aku membalas senyumannya, bingung mau berkata apa.

ini hari valentine, semua pasangan yang sedang dimabuk cinta merayakannya, tapi aku ragu menikmatinya. aku mengamati orang yang duduk disampingku yang kini menggenggam tanganku dengan erat, seolah – olah tidak ada hari esok untuk melakukannya lagi. kami menghabiskan malam ini dengan makan malam disebuah cafe yang settingnya dibuat seromantis mungkin, dengan iringan lagu yang mendukung menjadi malam yang sempurna, untuk pasangan yang sedang bergembira. selain menghadiah kan malam yang romantis ini, orang disampingku ini yang tidak ingin duduk di depanku seperti pasangan lain, dia bilang “biar aku sewaktu – waktu bisa memelukmu” begitu alasannya, juga menghadiahkan sekotak coklat yang bentuknya unik – unik yang membuat aku enggan untuk memakannya. dia memaksaku mencobanya, katanya ini buatan sepupunya yang khusus dibuat untuk pacarnya, karena cowok dan tidak bisa memasak dia meminta sepupunya itu untuk membuatkan juga untukku.

tidak puas karena belum menemukan jawabannya, aku mencoba mengunyah lagi, mencari kata manis itu.

lagi, lagi, dan lagi

jika orang lain yang memakannya pasti dengan langsung mereka menjawab manis sekali, enak, rasanya sempurna.

aku tidak menemukannya

aku tidak menemukan kata manis untuk coklat ini, pemberian dari orang yang pura-pura aku cintai ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s