Pilih Gelap atau Terang?

Hari ini adalah hari dimana Earth Hours dikumandangkan oleh penjuru dunia, guna menyelematkan lingkungan kita dengan cara mematikan lampu dan alat listrik selama satu jam. Dengan waktu yang bersamaan terjadi 2 perbincangan yang alot oleh 2 pasangan yang membahas ikut meramaikan gerakan “setelah satu jam, jadikan gaya hidup” ini atau tidak.

“Nanti pukul 20.30-21.30 kita harus hemat listrik.” Tegas si pemilik suara sopran ini dengan penuh semangat.

“Maksutnya?” Si empunya suara alto menangapi dengan binggung.

“Heloooo, inikan hari Earth Hours sayang, kita harus hemat listrik selama satu jam.” jelas si cewek dengan mencubit hidung si cowok.

“Ya sama aja boong kan, tiap malam kalo tidur kita juga matiin lampu, la ini cuman sejam, ga ngepek, ga usah ikut-ikut lah, malam ini aku banyak kerjaan.” Tolak si cowok sambil gantian mencubit pipi si cewek.

“Menurut sumber yang aku baca, dengan 10% saja dari penduduk Jakarta yang ikut berpartisipasi dalam Earth Hour dengan mematikan listrik secara serempak diyakini akan menghemat biaya konsumsi listrik hingga Rp 216,6 juta. Juga akan mengurangi 267.3 ton CO2 dan menyelamatkan 267 pohon yang akan menghasilkan oksigen untuk 534 manusia selama 20 tahun. Nah, apalagi kalu dilakukan serempak seluruh dunia, bisa mengurangi global warming kan?” Sambil membaca koran, si cewek berambut panjang berponi ini masih tetap kukuh memberi penjelasan kepada cowok beramput cepat yang duduk disampingnya itu.

“Oke, itu bisa menjadi salah satu manfaat tapi kalu setelah itu kita masih menggunakan listrik terus menerus, penjualan mobil bertambah, masih banyak pembalakan pohon secara liar, lingkungan yang kotor dan banjir dimana-mana, trus kalo kamu kalau belanja masih aja pakai plastik itu sama aja membodohi diri sendiri.” tanpa mengalihkan pandangan matanya dari televisi, si cowok berbadan kekar itu menanggapi khotbah si cewek bertubuh kecil disampingnya sambil memakan kripik tela.

“Makannya, kita perlu melakukan Earth Hours ini, guna mengurangi dampak-dampak yang udah kamu jelasin-dengan-sangat-jelas itu.” Tandas si cewek yang berkostum tank top dan mini short.

“Satu jam vs 23 jam dalam sehari bisa menang satu jam gitu? padahal ini dilakukan sekali dalam setahun loh, lucu.” cemooh si cowok yang memakai kaos oblong dan celana batik selutut itu yang tangannya tak lepas dari cemilan di tangan.

“Ya makanya kita biasakan dong, ini kan juga bertujuan agar kita melakukannya tidak hari ini saja, mengenalkan kita akan kebiasaan, sekarang kan slogannya setelah satu jam, jadikan gaya hidup.”

“Hahahaha, kamu kalo ngambek lucu deh, pengen nyubit hidung kamu sampai mancung” Karena si cewek berkemauan keras dan mulai ngambek, maka si cowok dengan gentle mengalah demi kelangsungan malam mereka.

“Ngegombal apa menghina tuh?” Cibir si hidung pesek itu sambil mengelus-elus hidungnya yang tidak kunjung panjang juga.

“Oke, aku pilih gelap, kita matiin lampunya, tapi sampai nanti pagi ya?’ Tanpa woro-woro bibir yang masih cemberut itu sudah tengelam di lautan entah apa namanya, tebak saja sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s