Menghidupkan Prangko Lagi

Punya hobi? pasti punya dong baik itu serius ataupun hanya suka. Saya punya hobi banyak dan semua itu sebatas hanya suka, salah satunya adalah mengoleksi prangko. Nggak sengaja waktu kemaren ke kantor pos untuk mengirim lamaran pekerjaan saya teringat kalau disana ada bagian Filateli (Thank God dulu pernah ngambil barang disitu gara-gara pak posnya kesasar mencari alamat saya ;p). Masuklah saya dan untungnya disambut dengan baik sekali oleh seorang ibu-ibu (Kesalahan yang sangat fatal karena lupa menanyakan nama beliau). Ibu tersebut menanyakan apakah saya fanatik atau sekedar mengumpulkan? Saya bilang hanya sekedar suka saja, masih dalam taraf mengumpulkan, belum sampai tahap fanatik dan sudah lama saya tidak mengurusi hobi yang satu ini, saya ingin memulai dari awal lagi, menghidupkannya lagi. Beliau tersenyum dan bilang tidak apa-apa, kemudian mengeluarkan kumpulan-kumpalan prangko yang memang dikhususkan bagi para filatelis. Banyak sekali, saya sampai bingung memilihnya, padahal niat awal hanya ingin lihat-lihat saja dan ternyata nggak hanya prangko saja, ada sheetlet, mini sheet, souvenir sheet dan sampul hari pertama. Awalnya saya sempat bingung, hah, ternyata prangko banyak jenisnya.

  • Sampul hari pertama: sampul yang diterbitkan bersamaan dengan penerbitan prangko. Bentuknya seperti amplop surat yang udah ada prangkonya sekalian, biasanya berdasarkan tema. Misal pas peluncuran prangko hari anak nasional. Ada amplop surat bergambar anak-anak, prangko anak-anak dan di dalamnya berisi keterangan tentang hari anak nasional. Harganya sekitar 10k ke atas, tergantung tema.
  • Sheetlet: lembaran lengkap prangko yang memuat sekitar 10 keping prangko dan bagian pinggirnya dihiasi dengan gambar atau tulisan berkaitan dengan prangko tersebut. Biasanya ini dibingkai khusus, sesuai tema juga. Contohnya adalah prangko edisi Harry Potter yang pernah diterbitkan pada tanggal 21 Juli 2007 bersamaan dengan peluncuran novel Harry Potter ke-7, ada empat tema yaitu Order of The Phonix (terdiri dari Albus Dumbledore, Kingsley, Arthur Weasley, Hagrid, Mad Eye, Sirius Balck, Minerua Mcgonagall, N.Tonks,Severus Snape, Remus Lupin), Dombledore’s Army (Harry Potter, Ron Weasley, Hermione Granger, Neville Longbottom, Ginny Weasley dan Luna Lovegood), Dark Art’s (Lord Voldemort, Draco Malfoy, Toreng Death Eaters, Lucius Malfoy) dan Forbidden Forest (Centaur, Thestral, Grawp). Harga satu sheetnya 35k, jadi kalo menemui harga selain itu jangan dibeli, mending beli di kantor pos hehehe. Pengen banget beli terutama yang Order The Phonix, berisi sepuluh dan tiap orang ada dua versi, misal gambarnya si Harry, prangko yang satu sama tapi berupa lukisan, keren deh pokoknya sayang dompet tidak mendukung, hiks.
  • Mini Sheet: Selembar kertas yang lebih besar dari prangko, memuat satu prangko atau lebih dan bagian pinggirnya dihiasi dengan gambar serta tulisan berkaitan dengan gambar tersebut. Hampir mirip dengan Sheetlet tapi lebih kecil, berdasarkan tema juga. Misal ada tiga prangko yang bertemakan Jembatan Suramadu, ketiga gambar tersebut saling berhubungan, jadi kalau beli (harus) ketiga-tiganya.
  • Saouvenir Sheet: Carik Kenangan. Semacam miniatur sheet yang diterbitkan untuk memperingati suatu peristiwa, misalnya pameran filateli. Agak lupa sedikit sih yang mana aja yang masuk kategori ini, kalau nggak salah postcard termasuk, mirip sampul hari pertama, bertema dan sudah ada prangkonya. Kemaren ditawarin postcard bergambar lukisan kerbau dan sudah ada prangko bergambar sama juga, prangkonya berharga 1500 dan semisal mau dikirim ke luar negeri kita cuman nambahin 5k (biaya kirim surat ke luar negeri Rp 6500). Saya lupa namanya, ada prangko dan postcardnya sama ada juga prangko dan postcardnya berkesinambungan, maksudnya prangko tersebut termasuk ke dalam gambar postcard.
  • Sumpah bingung banget mau pilih yang mana, niat awal cuman lihat-lihat dan saya juga memikirkan isi dompet (saya ingat setelah dari kantor pos harus mampir pinjam buku dulu), harganya, temanya bermacam-macam, saya termasuk Stamp Collector/pengumpul prangko, seseorang yang mulai tekun mengumpulkan prangko dan benda-benda pos lainnya, tetapi masih dalam tingkat pemula atau menengah, jadi saya belum bisa dikatakan seorang filatelis, saya masih mikir-mikir kalau mau membeli semuanya, hehehe. Saya memutuskan membeli yang mini sheet, karena saya ingin menempelkannya ke album stamp milik saya dan nggak terlalu mahal juga. Prangko yang saya beli bertemakan Hari Anak Nasional dan Jembatan Suramadu, habis Rp 10.500 berisi 7 prangko (Hari Anak 4 dan Suramadu 3 prangko).

Rencananya saya mau mengumpulkan tiap tema atau mini sheet, lebih pengennya lagi kalau ada stampel yang menandakan prangko tersebut sudah pernah digunakan (melalui saling berkirim surat misalnya). Eniwe, sebagai permulaan setelah bertahun-tahun vakum dari hobi ini nggak pa-pa deh, sedikit demi sedikit lagi.

Selain prangko, saya juga mendapatkan oleh-oleh dari ibu tadi berupa Kamus Istilah Filateli, maksih ibu, pengetahuanku tentang dunia perprangkoan bertambah :*

Oh ya, yang pengen bertukar prangko dengan saling berkirim surat atau postcard dengan saya boleh banget, kirim email ke zhuelhiez@yahoo.co.id, pasti saya balas.

xoxo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s