Ending

Aku melihatnya lagi. Sakit, itulah yang aku rasakan sekarang. bagaimana tidak? Ini sudah kesekian kalinya aku melihat dia menggenggam tangan orang lain. Dia tahu, tahu kalau aku punya perasaan padanya, tahu kalau aku mencintainya, tapi inikah balasan akan perasaanku? Anggap aku lebih bodoh dari kerbau, anggap aku punya muka tembok di mana malu tidak bisa menembusnya. Berkali-kali dia mempermalukan diriku di depan orang lain, berkali-kali pula aku mengencangkan ikat kepala untuk terus berjuang. Cintaku padanya tak berkurang sedikit pun. Meski begitu, hampir setiap hari aku terpikir untuk membunuhnya dengan tanganku sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s