Dilarang

“ Lis, kamu diet lagi ya?”

“ah enggak tuh, emang napa?”

“ga kapok pingsan lagi? ga kapok diare 3 hari 3 malem lagi? ga jera kamu dijuluki si bulimia abat ini?”

“itu kan bulan lalu, sekarang udah sehat kok, ini cuman ngatur makan aja”

“terserah deh, yang rugi kan kamu sendiri”

dia pergi sambil membawa donat favorit aku, ga nyisain sedikit aja, dia benar – benar keterlaluannnn. mungkin ini bukan salahnya juga sih, masalahnya tadi aja aku emang gengsi mau makan padahal udah mupeng aja. semua yang dikatakan Aura emang benar, aku pernah ngalamin itu semua, pingsan hampir setiap hari di sekolah, diare berhari – hari gara – gara minum obat susut perut, bahkan hampir setiap pagi selalu memuntahkan makanan yang aku makan. yup, aku memeng terobsesi ingin menjadi kurus.

bukan karena cowok, bukan. aku ga akan sering bolak – balik rumah sakit hanya gara – gara seorang cowok, mubazir sekali tau. menurutku kalo benar si cowok cinta dan sayang sama kita, seharusnya dia ga musingin fisik san puaan hatinya. alasan sebenernya adalah agar aku bisa memakai skinny jeans, tang top tanpa perlu keliatan lemak yang bergelambir, dress yang dipakai akan indah bukannya seperti tong, bahkan bikini. aku suka renang, suka ke pantai. sangat malu dengan tubuhku ini kalo aku tidak bisa memakai pakaian yang aku suka. yah emang sepele sekali sih, hanya demi pakaian aku ingin kurus.

karna ga ada orang yang aku kenal di kantin ini, aku pun menyusul Aura yang kelihatannya kembali ke kelas. dia duduk sambil ngemil donal buatan mbok Yem yang paling enak itu, sial.

“mau? muka kamu udah keliatan tuh”

“aku lagi buat program baru, yaitu dilarang makan!”

“kalo mau bunuh diri pilih dong yang ga nyiksa diri”

“eh, bukannya bunuh diri itu emang nyiksa? ngaco kamu”

“ga juga, coba deh kamu ke lindes kereta api, pembuluh nadi kamu potong, gantung diri, emang beberapa menit sebelumnya akan sakit tapi kan cepet mati”

“trus apa hubungannya dengan program aku yang dilarang makan?”

“Alisa Karunia, makan itu enak banget, ga makan itu sama aja bunuh diri perlahan – lahan, jadi mending cari cara yang lain aja ya sai, atau contoh tadi yang aku sebutin?”

“sial, ga lucu tau, aku masih pengen hidup panjang, menikah dengan gaun pengentin warna putih yang indah”

“itu semua bisa kamu dapat sai, kamu ga perlu jadi kurus untuk wujutin semua itu, penjahit banyak kamu bisa buat model pakaiab kanu dan sesuai ukuran kamu, kamu itu cantik, manih dan chuby, hehehe”

bilang aja kalo gendut, semua orang juga menasehati seperti itu, jadi dirimu sendiri, Tuhan kan Maha Adil, Dia ciptain orang kurus tentu harus ada yang gendut juga dong, sialnya aku yang ketiban gendut. mungkin waktu kecil berat badan tidak menjadi masalah, bahkan banyak ibu – ibu yang pengen bayinya gendut, doa ibuku terkabul lahirlah bayi mungil yang cantik dan gendut harapan semua orang tua, aku jadi primadona dimana – mana pipiku dicubitin, yah walaupun sekarang masih sih. masalahnya adalah ketika aku udah masuk ke dunia remja,penampilan, style, sangat berpengaruh. berat badanku yang dari bayi emang over ga berubah sampai besar. berbagai cara udah aku lakuin, mulai dari tidak makan nasi dengan mengganti roti, makan buah dan banyak sayur, minum obat pelangsing, obat susut perut, mengkonsumsi teh pahit, menguranggi gula, olah raga, semuanya nihil. yang aku dapet adalah sakit. kata dokter mungkin cara diet aku yang salah, harus seimbang antara pemasukan dan pengeluaran, olah raga juga harus konsisten.

yah, mungkin caranya yang salah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s