Democrasy is…

Saya baru lihat video ini tadi siang di salah satu stasiun televisi swasta, waktu nonton cuplikan video ini saya ngkakak, bener banget apa yang diutarakan oleh Adyatmika dalam kompetisi video di youtube yang dibuatnya ini. Mengutip dari newoesdotcom, video yang berdurasi 2 menit 9 detik ini menyingkirkan 700 peserta dari belahan dunia lain. Menurut salah seorang pendukung film ‘Masih Belajar’, Pandu Ganesha, kompetisi video tahunan ini diselenggarakan oleh Democracy Video Challenge, AS.

berikut yang diutarakannya:

“Video ini menceritakan mengenai apa itu demokrasi, namun belum ada yang mengetahuinya karena masih belajar. Di dalam sekolah tersebut Mereka terdiri dari beberapa golongan rakyat, seperti petani, aktivis, pengusaha, polisi, insinyur, dokter, anggota dewan. Situasi dalam ruang kelas tersebut, ada seorang anggota dewan yang akan berbicara panjang lebar mengenai apa itu demokrasi, namun teman duduknya (berprofesi sebagai pengusaha kaya) langsung menutup mulutnya dengan lembaran uang seratus ribuan. Nah yang terakhir ada seorang petani yang juga akan berbicara mengenai apa itu Demokrasi, namun teman duduknya (seorang polisi) juga langsung membekuknya ke atas meja. Ha ha ha, terkesan unik, lucu dan menyinggung mengenai demokrasi suatu negara dan berkat dukungan voting dari para netter indonesia khususnya video ini menjadi pemenang bersama 5 finalis pemenang dari negara lainnya.”

saya setuju sekali dengan video ini, terlebih yang bagian angota dewan yang mulutnya disumpal uang oleh pengusaha kaya, mencerminkan sekali kalo negara kita ini masih banyak yang korupsi, dikit – dikit harus ada uang.

sebenarnya apa sih Demokrasi itu? jujur, saya sendiri juga sudah lupa, kalo di SMA dulu demokrasi ini masuk di mata pelajaran Kewarganegaraan, itu yang saya ingat. Kemudian saya googling dan menemukan banyak sekali apa itu demokrasi, secara singkatnya demokrasi berasal dari kata Demos dan Kratos. Demos, artinya rakyat, sedangkan Kratos adalah kekuatan (morfologi ke dalam bahasa belanda menjadi “kracht” walaupun dalam konteksnya saat ini lebih pas kalau diartikan dengan “macht”). Mudah untuk menebak kelanjutan ceritanya, bahwa dalam demos kratos di yunani ini, yang berangkat dari pemikiran filsuf-filsufnya, diangkat dan dipraktekkan dalam kehidupan bernegara dengan sistem one man one vote. Sehingga arah kebijakan negara benar-benar mengikuti keinginan mayoritas penduduk suatu negara. Contohnya seperti negara kita ini, seperti pilpres, kita sendiri yang menentukan, rakyat yang menentukan.

bagi saya demokrasi adalah suatu kebebasan, kebebasan bernapas, berpendapat, memilih, hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s