Dark Lolita

aku bingung apa yang akan aku pakai malam ini.

isi lemariku tidak berwarna, kebanyakan produk KW, jangan tanya belinya dimana saja, aku jarang memasuki toko yang harganya mahal – mahal, aku tidak tau itu termasuk kw yang ke berapa, asal aku suka aku beli.

aku mulai memilah – milah. jeans, t-shirt, dan cardigan. kata itu mendominasi isi lemariku. ada beberapa jenis baju yang beda, tentu itu bukan aku yang beli tapi setidaknya benda – benda itu berguna untuk sekarang. aku ingin tampil beda, khususnya untuk malam ini.

stripes dress, sabrina top, palazzo pants, tulle dress, beberapa denim mini skirt, cropped jacket, dll. sebenernya aku juga terlalu bingung dengan jenis – jenis pakaian yang ada, khususnya jenis pakaian untuk perempuan, seperti menghapal ensiklopedia berpuluhribu halaman kalo ingin menghapal jenis pakaian yang ada. untung aku mempunyai Cella, si kamus berjalan pakaian wanita.

dan untuk urusan kaki, sneakers, flat shoes, pump heels, menjadi pilihanku, aku punyuka gaya casual.

kemarin, si kamus berjalan itu memilihkan long dress bergaya kemben dengan high heels yang akan mengiringi langkahku. kadang pilihannya memang tidak dapat dicerna untuk otakku yang suka tampil biasa tapi berbeda, aku coret pilihannya dan sekarang sibuk memilih yang benar – benar sesuai gayaku.

aku mencomot stripes dress, tulle dress, strap wedges tidak lupa menambahkan aksesoris silver chain necklace di leherku. sempurna.

aku menhiasi wajahku dengan aksen hitam.

mengerai ramput panjangku tanpa hiasan.

memulai malamku yang benar – benar gelap.

aku pergi dengan taxi ke tujuanku, menolak ajakan Cella yang mau menjemputku supaya kami bisa datang bersama – sama, aku tidak ingin merusak penampilan mini dressnya yang sempurna, tidak dengan adanya aku disebelahnya.

pesta sudah dimulai, yah ini adalah prom night pertama dan terakhirku, semua orang berbahagia, tapi lihat saja nanti.

aku melenggang pede dengan kostum pakaian yang kunamai “dark lolita” ini.

oh, aku mulai melihat teman – temanku tidak bisa mengatupkan bibirnya, dalam hati aku tertawa senang.

ini yang kumau.

aku mencari – cari sahabatku, satu – satunya teman di mantan SMA ku ini, aku tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk mencarinya, dia yang terlebih dulu menemukanku.

“Apa yang kau lalukan dengan pakaianmu?”

“kau tidak tau ini acara apa?”

“seharusnya kau memakai gaun  yang aku sarankan padamu”

“kau seperti menghadiri acara pemakaman saja”

aku membiarkan dia dengan puas mencercaku.

‘aku kan sudah bilang, aku ingin tampil beda, di malam yang special ini”

dia memutar mutar bola matanya, tanda dia sudah menyerah menghadapi tingkah “aneh”ku.

aku tersenyum culas, ini yang aku butuhkan untuk menghidupkan pesta.

pesta yang sesungguhnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s