Memoritmo

16136026

Memoritmo
Ada Cerita dalam Setiap Nada
Penulis: Anto Arief, Galih Sakti, Hasief, Kartika Jahja, Maradilla Syachridar, Meng, Michael, Vabyo, Ade Paloh, Sarah Deshita, Rain Chudori, Eross Chandra, Sammaria Simandjutak, Cholil Mahmud.
Editor: Syafial Rustama
Desain Sampul: Gita Mariana
Penerbit: Bukune
ISBN: 602-220-072-5
Cetakan pertama, September 2012
180 halaman
Harga: pinjam @asdewi

Berawal dari lagu yang sangat disukainya, Maradilla membuat project, sebuah buku kumpulan memoir lagu yang bermakna bagi banyak orang. Ada 14 cerita yang ditulis oleh penulis dari berbagai kalangan, baik yang memiliki profesi di dunia musik (penyanyi, pencipta lagu, penyiar radio) maupun di luar profesi tersebut, menjadikan musik penyemangat mereka. Seperti yang ditulis Maradilla Syachridar di bagian intro, sebuah lagu bisa berarti banyak bagi seorang pendengarnya.

“Mungkin itulah yang dilakukan lagu-lagu tertentu terhadap setiap orang, memunculkan kenangan, dan yang lebih hebat lagi, menciptakan sebuah koneksi. Ibarat sedang cinta-cintanya kepada seseorang, kita tidak begitu peduli apakah sebenarnya itu yang terbaik atau bukan, kita hanya sadar bahwa ada yang terhubung di sana. Dimulai dari kecintaan terhadap melodi atau liriknya hingga cerita pribadi dibaliknya. Perasaan atau sensai yang ditimbulkan karena mendengarkan lagu yang berkaitan dengan kita dapat menjadi sesuatu yang begitu manis atau bahkan kelewat pahit hingga kita benci terhadapnya.”

Saya suka sekali mendengarkan musik, saya garis bawahi mendengarkan. Entah itu lagu barat atau dalam negeri, penyanyi terkenal atau karbitan, asal lagunya enak dikuping, puter aja. Saya jarang mengartikan atau memaknai liriknya, asal melodinya cocok dikuping maka lagu tersebut saya masukin ke playlist. Jadi ketika membaca buku ini kesan saya biasa aja, para penulis punya caranya sendiri-sendiri dalam menceritakan lagu yang sangat membekas dalam hidup mereka bahkan mempengaruhi musik mereka, contohnya: lagu Across the Universe dari The Beatles menjadi self healing bagi Eross Chandra, Maradilla Syachridar menceritakan lagu Strings That Tie To You kepada seseorang lewat sebuah email, Galih Wismoyo membuat sebuah cerpen yang mempunyai makna seperti lagu Yeh Go Halka Saroor Hae, Sarah Deshita dalam lagu True Love Waits mengajak kita untuk mencari makna cinta yang sebenarnya. Itu beberapa contohnya, ada yang mengartikan lagunya lewat sebuah cerpen, melalui cerita pribadi, ada juga lewat sebuah dialog.

Mungkin karena saya jarang memaknai sebuah lagu inilah saya menjadi kurang ‘dekat’ dengan buku ini. Tapi ada dua cerita yang setidaknya menarik menurut saya, cerita bagiannya Cholil Mahmud dan Vabyo. Cholil Mahmud bercerita tentang lagu Terbunuh Sepi, lagu Slank dari album Generasi Biru. Yang saya suka adalah bagaimana Cholil menceritakan bagaimana awal mula dia berkenalan dengan lagu tersebut yang kemudian sangat mempengaruhi musiknya, bahkan dia berharap dialah yang menciptakan lagu tersebut. Salah satu lagu Efek Rumah Kaca, Melankolia adalah contoh betapa Terbunuh Sepi merasuki musikalitas dari Efek Rumah Kaca.

“Ada kalanya lagu bagus berarti lagu yang menghibur dan catchy, atau kadang mengispirasi, atau sesekali melakukan terobosan dan tidak takut berekplorasi, atau yang kira-kira nanti akan menjadi heavy rotation di surga sana, atau, ya… hanya sekadar lagu bagus yang tidak perlu dianalisa, hanya perlu dirasa. Rasa itu datang, kadang bergantian, kadang bersamaan.”
“Yang saya tangkap dari lirik ‘Terbunuh Sepi’-nya Slank adalah sepi dalam arti yang negatif. Sepi yang membunuh, kondisi yang ingin segera diakhiri. Uniknya, saya justru merasakan yang berbeda jika mendengarkan lagu tersebut secara keseluruhan (bukan hanya membaca liriknya). Jalinan komposisi berbagai instrumen yang tak berlebihan dipadu dengan lirik yang bernuansa negatif, entah mengapa justru di respon positif oleh alam bawah sadar saya. Ia seperti harapan, terus menyala memberi semangat.”

“Makna sebuah lagu menjadi monopoli penciptanya hanya saat proses pembuatannya. Ketika lagu itu sudah selesai diciptakan/diaransemen kemudian diperdengarkan kepada publik, maka dimulailah perjalanan spiritual lagu tersebut dalam mencari dan memperluas makna yang lahir darinya. Ia berkelana, mencari jalan hidupnya. Sang pencipta tak lagi bisa memaksakan makna dari lagu itu kepada yang menikmatinya.”

Wow, saya suka banget tulisannya Cholil, baru kali ini saya membaca tulisan yang lebih panjang darinya, biasanya hanya membaca lirik dari lagu Efek Rumah Kaca, dan saya langsung terpesona. Membaca cerita ini membuat saya sangat penasaran dengan lagu Terbunuh Sepi, ingin membandingkan dengan lagu Melankolia dan mencari kesamaannya, mencari rasa yang pernah didapat Cholil. Sedangkan untuk ceritanya Vabyo yang berjudul Sahabat Gelap, lagu dari band kombinasi darkwave, heavy metal, electrinoc, Kubik, seperti biasa, di sini Vabyo membuat cerita kocak, gaya tulisan lebaynya, tokoh yang tersia-sia, dipalak sama sahabatnya sendiri dan dia berusaha menghindar dan mengelak. Ketika membacanya tetap aja bikin ketawa.”

Walau hanya dua cerita yang saya suka, bukan berarti buku ini jelek, setiap orang punya lagunya sendiri-sendiri, kalau beberapa lagu yang kamu suka ada di buku ini mungkin kamu lebih akan bisa mencernanya, merasakannya. Sedangkan saya sama sekali asing dengan kebanyakan lagu di buku ini, selebihnya saya hanya menikmati bagaimana penulis membagi pengalaman mereka. Ada beberapa penulis, terlebih yang memakai bahasa inggris membaut saya males membacanya, lebih sulit mencernanya. Saya suka banget sama covernya, bahkan masuk ke dalam best book covers versi saya di tahun kemaren, kaset adalah salah satu media musik disajikan, buku ini bercerita tentang kenangan sebuah lagu yang membekas bagi penulisnya, sangat cocok sekali covernya.

Buku ini cocok bagi kamu yang suka banget mencerna sebuah lagu.

Untuk cerita di setiap nada, saya kasih 3 sayap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s