Invisible City – Kota Yang Hilang (The Joshua Files #1)

Joshua_files_1

Penulis: M.G. Harris

Alih bahasa: Nina

Cover: Martin Dima

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 979-22-4710-6

Cetakan pertama, Juni 2009

380 halaman

Pesawat Cesna yang disewa ayah Josh Garcia jatuh dan dia dikabarkan mati. Josh tidak langsung percaya begitu saja karena semuanya begitu janggal. Josh ragu dan curiga, dia mempunyai firasat kalau kematian ayahnya bukanlah sebuah kecelakaan, tapi pembunuhan bahkan dia yakin kalau ayahnya masih hidup. Begitu mengetahui kabar tersebut, Josh langsung menyelidiki jejak terakhir ayahnya, apakah ada pesan sebelum ia meninggal.

Josh mulai menyelidiki dari email ayahnya dan dia mendapati kalau ayahnya dalam masalah serius. Dad menemukan inskripsi Maya yang mungkin akan mengarahkannya pada penemuan paling berharga dalam dunia arkeologi Maya. Buku yang sudah lama hilang atau biasa disebut codex, yang menuliskan ramalan bangsa Maya tentang hari kiamat pada tahun 2012. Banyak petunjuk dari email-email Dad, yang terpenting adalah penemuan manuskrip Maya yang sepertinya ditulis kepada penguasa di Calakmul (terletak di Mexico selatan, di negara bagian Capeche).

Surat Calakmul ini bertanggal 653 Masehi. Surat ini menyebutkan dengan jelas tentang keberadaan buku bernama Codex Ix, buku yang mirip dengan wahyu bangsa Maya, tentang hari kiamat pada tahun 2012, tepatnya 22 Desember 2012. Surat itu juga menyebutkan nama dua kota Maya. Chechan Naab dan Ek Naab. Dan tidak ada seorang pun ada di mana kota tersebut, juga di peta.

Tidak mudah perjuangan Josh, sedikit demi sedikit dia berhasil menemukan bukti ‘keberadaan’ ayahnya dan juga dia begitu tertarik dengan Codex Ix, dia berusaha meneruskan pencarian ayahnya dan tentu saja membuktikan apakah ayahnya meninggal atau masih hidup. Bukan Josh saja yang mengincar Codex Ix, ada orang yang mengobrak-abrik rumahnya dan dia kehilangan buku karya John Lloyd Stephens yang berjudul Incidents of Travel in Central America, Chiapas and Yucatan. Untuk mencari tahu ada apa dengan buku tersebut, Josh pergi ke Oxford, tempat di mana ayahnya bekerja. Di ruang kerjanya, di tempat yang tersembunyi, Josh menemukan manuskrip itu, Surat Calakmul. Ayahnya juga menuliskan sesuatu di luar surat tersebut, bahwa dirinya dalam bahaya dan Josh harus segera melenyapkan manuskrip itu. Bersama Ollie, sang TopShopPrincess -orang yang suka berkomentar di blognya Josh- dan Tyler -temannya di kelas Capoeira, mereka mencoba mengartikan manuskrip yang ditulis dalam huruf hieroglief Maya itu.

Mereka berhasil menerjemahkannya, manuskrip itu terdiri dari dua set inskripsi, masing-masing ditulis dalam dua kolom, kalimat terakhir hilang. Josh tidak bisa mengartikan kalimat terakhir, tidak bisa meneliti jejak Codex Ix. Tapi, ada satu misteri yang hampir terpecahkan lagi, mimpi yang pernah dialaminya tentang Bahabix sedikit terurai berkat inskripsi.

Bakab adalah tokoh dalam mitologi Maya. Salah satu dari keempat anak dewa Maya, Itzamna. Itzamna sendiri merupakan salah satu dewa tertinggi -pembuka tulisan dan pertanian bagi bangsa Maya. Hanya Dewa Pencipta yang kedudukannya lebih tinggi daripada Itzamna. Dalam mitologi Maya, Itzamna menikah dengan dewi bernama Ixchel. Mereka punya empat anak laki-laki yang diberi nama Ix, Cauac, Muluc, dan Kan.

Keputusan dibuat, ayah Josh meninggal karena mencari Codex Ix, dan dia harus meneruskan pencarian ayahnya. Josh mengikuti jejak terakhir ayahnya, pergi ke Mexico bertemu dengan wanita Chetumal yang terakhir ditemui ayahnya, mencari tahu keberadaan Carlos Montoyo, orang yang tahu keberadaan Codex Ix, orang terakhir yang berkirim email dengan Dad. Bersama Ollie dan tyler, Josh pergi ke Mexico untuk memecahkan misteri pembunuhan ayahnya dan mencari Codex Ix.

Hanya Bakab yang bisa menemukan Codex. Seorang bakab mempunyai kekuatan khusus, kekuatan untuk melawan kutukan Codex. Buku-buku Itzamna dilindungi kutukan kuno. Semua orang, kecuali Bakab akan mati kalau menyentuh salah satu Codex itu. Para Bakab ada empat, namanya Muluc, Cauac, Kan dan Ix. Keluarga Josh mewarisi Bakab Ix dan mereka pelindung Codex Ix.

Rudolfo Jaguar: Bakab Muluc

Lizard Paw: Bakab Cauac

Blanco Vigones: Bakab Kan

Joshua Gracia: Bakab Ix

Perjuangan Josh tidak gampang, ada orang yang selalu mengikuti kemana Josh melangkah, orang yang juga mengincar Codex Ix, orang yang mengancam keselamatan Josh, teman-temannya, Ibunya, bahkan bangsa Maya sekalipun.

Keraguan akan membuatmu kehilangan segalanya.

Buku ini sangat menarik, beda, lain daripada yang lain, penuh teka teki di sisi lain kadang membuat saya bingung dan bosan. Di awal saya merasa cerita sangat berbelit-belit, alurnya serasa lambat sekali, mungkin karena buku pertama penulis bermaksud membuat suatu fondasi akan tema utamanya, yaitu sejarah tentang bangsa Maya kuno. Dia menjelaskan sedikit demi sedikit fakta tentang bangsa Maya yang kemudian dia campur dengan fiksi buatannya, ketika Josh mencari jejak ayahnya, menjadikan konflik utamanya. Seru, walau kadang kita akan dibuat binggung karena banyak hal yang belum terungkap, kadang kita akan dibuat ngos-ngosan mengikuti jejak Josh. Alurnya cepat ketika Josh bertemu dengan Ixchel -gadis bangsa Maya kuno, menemukan kota yang hilang, nggak bisa berhenti baca saking serunya. Berharap penulis lebih banyak mengungkap tentang bangsa Maya, karena jujur saya baru pertama ini membaca cerita tentang sejarah bangsa Maya kuno, terutama lebih membahas kekuatan para Bakab.

Minim typo, suka terjemahannya, ketika saya membaca blog yang dibuat Josh, saya jadi ikut bersemangat untuk rajin posting. Alasan kenapa buku ini disebut sebagai Joshua Files adalah Josh selalu menuliskan pengalaman petualangannya di blog, awalnya dia tampilkan secara public tapi demi menghindari jejaknya tercium musuh dia membuat blognya dalam kondisi private, hanya dia dan nantinya ibunya saja yang tahu. Suka banget sama covernya, menurut saya cover terjemahannya paling the best daripada cover yang lainnya, terutama cover aslinya.

Berikut kelima seri The Joshua Files, sudah diterjemahin semua, kurang baca seri keempat dan kelima😀

JfJf2Jf3Jf4Jf5

Invisible City

Ice Shock

Zero Moment

Dark Paralel

Apocalyse Moon

Dan berikut book trailernya:

Buat kamu yang menyukai kisah petualangan fantasi berbau sejarah dan kospirasi, buku ini akan membuatmu tidak bisa berhenti membaca, terus dan terus mencari tahu kebenarannya.

3.5 sayap untuk Codex Ix

NB:

Tentang Penulis

Mgharris

M.G Harris lahir di Mexico City. Ketika ia berumur lima tahun, orangtuanya berpisah dan M.G pindah ke Frankfurt, Jerman lalu akhirnya Manchester, Inggris. Saat remaja, dalam kunjungan-kunjungan ke Mexico untuk bertemu sang ayah, M.G mulai tertarik pada dunia arkeologi Maya. Berkali-kali ia pergi ke reruntuhan Maya di Yucatan dan Chiapas, dan perjalanan itu menumbuhkan bibit-bibit kisah yang akhirnya menjadi The Joshua Files: Invisible City.

M.G mempelajari biokimia di St Catherine’s College, Oxford University dan melanjutkan program doktornya di St. Cross College, Oxford. Pada tahun 2004, menggabungkan dua hal ia cintai: arkeologi dan biokimia, The Joshua Files: Invisible City mulai ditulis ketika M.G harus beristirahat setelah menjalani operasi akibat kecelakaan ski di Swiss. Pada tahun 2008, M.G adalah penulis debut yang novelnya terjual paling cepat dalam kategori anak-anak. (Sumber: Gramedia)

Untuk tahu lebih banyak tentang M.G. Harris dan buku-bukunya kunjungi saja:

www.mgharris.net

Facebook

Twitter

3 thoughts on “Invisible City – Kota Yang Hilang (The Joshua Files #1)

  1. Haa…akhirnya kamu baca buku ini ya. Aku suka banget, udah baca s/d buku ke 4. Aku suka karena sosok Josh yang natural, mirip2 Harry Potter lah, anak biasa yang terpaksa masuk ke ‘dunia lain’ karena, di satu sisi takdir, dan di sisi lain orang yang ia cintai. Tidak berlagak bak pahlawan, sering memberontak dan tidak takut menempuh bahaya untuk melakukan hal yang ia yakini. Eh Lis, bikin Character Thursday tentang Josh dooong!

  2. aku udah baca sampe buku ketiga mb, iya Josh pemberani, sayangnya ak biasa aja mb sama Josh, untuk Character Thurday udah ada calonnya kok, ditunggu aja yah🙂

  3. Udah luaaamaaa pengen baca ini. Sejak baca reviewny mbak fanda, aku langsung beli bukunya, cuman belum dibaca sampe sakarang #kebiasaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s