Twivortiare (Nulis Buku)

Sambil menanti versi dari Gramedia-nya terbit, saya mau mereview yang edisi dari Nulis Buku dulu yah, nanti kita lihat apa perbedaannya ^^. Kaget waktu liat rating yang saya berikan pada Divortiare di Goodreads: dua sayap! Padahal saya sudah baca ulang itu buku beberapa kali, kalo diingat-ingat sih mungkin rating pas pertama kali baca. Kemudian saya ingat-ingat lagi kenapa bisa cuman dua sayap padahal bukunya bagus? 1. Saya merasa kemunculan Beno sedikit sekali, saya sedikit memahami Beno dari Alex yang lebih banyak menceritakan dia, bukannya Beno yang muncul dan bilang, “Gini lo aku, dokter yang sibuk sampe-sampe istri dicuekin dan akhirnya minta cerai.” Saya butuh kehadiran Beno lebih banyak! 2. Endingnya ngantung.
Tapi, dengan membaca kelanjutannya ini kekecewaan saya terbayar. Dengan cara penulisan melalui tweet, saya merasa lebih mengenal mereka, tahu keseharian mereka, tahu lebih banyak kegiatan mereka setelah menikah lagi, tahu bagaimana mereka saling bersabar, mengalah, memahami satu sama lain agar kejadian sebelumnya tidak terulang lagi. Seperti Alex yang mencoba bersabar dan mengalah, Beno tidak ingin kehilangan Alex lagi dengan menuangkan perhatian yang lebih padanya, sampai-sampai si Alex harus absen segala atas apa yang dia lakukan seharian.  Memang tidak jauh berbeda, saya masih mendapatkan Beno dari cerita Alex, tapi ada yang lebih. Dengan cara penulisan seperti ini membuat cerita mereka terasa nyata. Yang agak menganjal adalah bahasanya, terlalu banyak bahasa inggris dan bahasa campur aduk, nggak terlalu masalah sih sebenernya, toh tulisan Ika Natassa emang gitu tapi kadang bikin pusing juga, hehe. Dan sepertinya masalah mereka itu nggak pernah ada kata selesainya, marah-baikan-marah, bisa ditebak alurnya gitu-gitu terus. Trus bukannya ini nulis lewat twitter dan ga boleh lebih dari 140 karakter ya? tapi kok ada yang panjang banget? pake twitlonger kali ya? *dijawab sendiri* *abaikan komentar ini* :p
Harus ngikutin lagi timeline @alexandrarheaw karena cerita berakhir pada tanggal 12 Oktober 2011, yub, ceritanya emang nggak berhenti begitu saja, sampai sekarang masih terus berlanjut. Kabarnya yang versi Gramedia 50% berbeda, nggak sabar baca. Sebenernya udah mulai preorder sih dari kapan itu, tapi nunggu di toko buku aja deh, ongkir ke kota-ku mahalnya nggak ketulungan. Btw, surat Beno Romantis banget, pengen deh digulingin dia #eh.
Saya sisipin ya tweet atau bagian yang menjadi favorit saya, enjoy!
I love the way he stopped calling me with my name and replace it with ‘sayang’ the whole night.

He said: “Kalau kamu mau minta apa-apa atau minta aku ngapain, tulis 1 Post-it ini for each request, kasih ke aku, and i’ll do it with no question asked.”

I just realized this. When you’re married, you start to feel for two people – you and you spouse.

Gue nggak lagi mikirin grand gestures bahwa dia jarang banget bilang ‘i love you’ atau hal-hal lain yang bisa mendefinisikan seorang laki-laki itu romantis.
Buat gue, bahwa dia  tiap malem pulang demi bersama gue, tidur harus meluk gue, nggak perlu dia manis-manis ngomongnya juga gue tau dia sayang banget sama gue.
We don’t need to live up to Holliwood definition of romantic.

Mencintai kamu, Ben, kadang nggak gampang, tapi nggak pernah terpaksa.

You know the best thing that he said today?
“I study you, Alexandra. Since the first time that we met, i’ve been studying you…
… What you like, what you hate, what makes you smile, laught, what makes you sad, the different facial expresion you have when i said something.
… udah 6 tahun lebih kita kenal dan aku belajar kamu, jadi aku harusnya kenal dan tau semuanya tentang kamu, Lex. Aku harusnya udah hapal semua tentang kamu…
… Itu bikin aku jadi bertanya-tanya: have i been reading you wrong all this time?”
Akkkk, ada nggak sih duplikatnya Beno? Saya mau satu!
4 sayap untuk rujuk.
Twitvortiare
Penulis: Ika Natassa
Editor: Elysha Saputra
Cover: Ika Natassa
Penerbit: NulisBuku
Cetakan pertama, Januari 2012
277 halaman
Iklan

6 thoughts on “Twivortiare (Nulis Buku)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s