Semester Pertama di Malory Towers

8419593

Sinopsis:

Darrell Rivers mulai bersekolah di Malory Towers – sekolah berasrama di tepi pantai yang kegiatan utamanya adalah tenis dan renang. Di sekolah khusus anak perempuan ini Darrell dengan cepat menyesuaikan diri. Ia memperoleh beberapa teman baru, termasuk Alicia yang nakal tapi cerdas dan gemar melakukan berbagai muslihat untuk menjebak guru-gurunya. Namun, dalam semester pertamanya Darrell tidak selamanya bergembira. Banyak persoalan pelik yang harus dihadapinya: sifatnya yang suka tak bisa mengendalikan diri bila marah, sikap Sally Hope yang aneh, dan godaan keterlaluan terhadap Mary-Lou.

 

My Review

Sebenernya review ini ditujukan untuk posting bareng BBI yang bertema buku anak entah kapan itu, bacanya sih tepat waktu hanya saja reviewnya yang sangat ngadat :(.

Baca buku ini mengingatkan saya pada Alice-Miranda at School pengalaman pertama bersekolah di asrama. Awalnya kita sangat antusias, tapi ketika banyak masalah yang muncul dengan banyaknya cewek di sekolah yang sama mungkin akan berpikir ulang, ternyata nggak seindah bayangan kita.

Darrell bertemu murid-murid Malory Tower lainnya, yang memiliki sifat berbeda-beda. Sepuluh anak  di asrama kelas satu di Menara Utara selain Darrell adalah Alicia yang sangat ceria, pede, berlidah tajam. Sally Hope yang penyendiri, mandiri dan seperti tidak butuh orang lain.Gwendoline yang mengesalkan, tidak bisa berpisah dari ibunya dan sangat manja. Ada juga Marry-Lou yang sangat penakut. Katherine sang kepala kamar merangkap ketua kelas patut menerima jabatan itu karena dia memang adil. Irene yang sangat pandai tapi sangat tolol di luar pelajaran. Jean, anak yang rajin dan pandai memegang uang untuk keperluan sekolah. Emily, pendiam dan rajin, selain itu juga pandai merajut. Violet, dia sering tidak diajak dalam berbagai hal, dia tidak tertari. 

Darrel sangat mengagumi Alicia, mengagumi kecerdikannya dan keusilannya, dia ingin sekali menjadi sahabat Alicia, tapi apakah benar dia bisa menjadi sahabat yang baik bagi Darrell? Darrell tidak suka dengan Gwendoline, dia suka membual dan sangat kejam terhadap temannya sendiri, sampai-sampai Darrell kehilangan kesabaran menghadapi tingkah lakunya. Darrell sebal dengan Marry-Lou, sebal karena dia sangat penakut, Darrel ingin membuat dia lebih berani. Darrell tidak tahu kenapa Sally tidak mau dibantu, hidupnya penuh tanda tanya.

Itulah permasalahan yang dihadapi Darrell di musim pertamanya di Malory Tower. Darrel mencoba mengatasinya sendiri karena dia belum tahu siapa yang pantas menjadi sahabatnya, di tengah membantu masalah-masalah temannya, dia bisa menentukan siapa yang pantas.

Quote favorit:

Tetapi karena malu saja ia takkan bisa mengumpulkan keberaniannya. Tak akan ada yang bisa membuatnya berani kecuali dirinya sendiri – Sally.

Menginggatkan saya waktu sekolah dulu, kita mengagumi orang yang pintar dan populer dan ingin sekali berteman dengannya, tapi kadang orang tersebut tidak menaggapi maksut kita, dia juga penggenya berteman dengan orang yang sama-sama populer. Itu yang saya rasakan pada diri Darrell, teman sejati itu nggak harus pintar dan populer tapi dia benar-benar tahu siapa diri kita, memahami dan menerima kita apa adanya. Lambat laun dia bisa menentukannya dengan munculnya permasalahan yang dihadapinya dan juga teman-temannya.

Baru kali ini baca bukunya Enid Blyton, ada ilustrasi yang jadul tapi mungkin memang menggambarkan masanya Darrell, hehe. Yang kurang saya suka adalah ada bahasa yang cukup kasar dan tingkah laku yang tidak pantas ditiru, padahal ini buku anak-anak jadi yah perlu bimbingan orang tua kalau anak kecil membacanya. Saya belum merasakan greget buku ini, mungkin karena lebih ke perkenalan sekolah dan teman-teman Darrell sehingga belum banyak konflik yang muncul. Berharap buku selanjutnya akan lebih seru.

3 sayap untuk Malory Tower

 

Semester Pertama di Malory Tower

Penulis: Enid Blyton

Alih bahasa: Djokolelono

Cover: Eric Alexander

ISBN: 978-979-22-4727-5

Cetakan kesebelas, Juli 2010

248 halaman

Iklan

2 thoughts on “Semester Pertama di Malory Towers

  1. wah… nostalgia nih baca postingannya peri hutan.dulu aku suka berkhayal.. pengen sekolah di tempat kaya’ begini. asyik kan di pinggir tebing… covernya lebih keren yang versi lama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s