Mockingjay

Mj

Seri terakhir dari The Hunger Games, disarankan membaca buku sebelumnya agar tidak binggung, review buku sebelumnya bisa dilihat di The Hunger Games dan Catching Fire. Sama seperti buku-buku sebelumnya, buku ini dibagi menjadi tiga bagian: Abu, Serangan dan Sang Pembunuh.

Namaku Katniss Everdeen. Umurku tujuh belas tahun. Rumahku di distrik 12. Aku ikut Hunger Games. Aku melarikan diri. Capitol membenciku. Peeta dijadikan tawanan. Dia dianggap sudah tewas. Kemungkinan besar dia tewas. Mungkin yang terbaik baginya jika dia tewas…

Pemberontakan mulai beraksi, distrik 12 musnah, distrik 13 ternyata masih ada, selama tujuh puluh lima tahun terpendam di bawah tanah, merencanakan pemberontakan, dipimpin oleh seorang wanita berusia sekitar lima puluhan, Alma Coin. Sejak insiden Hunger Games ketujuh puluh lima, semua menjadi kaca balau. Katniis, Finnick, dan Beetee selamat dan dibawa ke distrik 13, sedangkan Peeta, Johanna dan Enobaria entah nasipnya seperti apa di Capitol.

apa yang akan kulakukan?

Insiden itu juga membuat Katniss terpuruk, desanya hancur tidak bersisa kecuali Desa Pemenang, ibunya, adiknya dan sahabatnya Gale aman, tetapi Katniss merisaukan nasip Peeta di tangan Capitol. Bukan hanya Katniss saja yang menjadi sinting, Finnick seperti orang gila yang juga memikirkan nasip kekasihnya, Annie. Katniss membenci Haymitch, membenci kenapa dia tidak memberitahu rencana pemberontakan, malah sibuk untuk mencari sekutu yang sebenarnya sehingga menyebabkan Katniss dan Peeta berpisah. Sampai ketika Katniss menonton acara televisi di mana Caesar Flickerman, pembaca acara Hunger Games, wewancarai bintang tamunya, Peeta. Ya, Peeta masih hidup, itu yang penting dan Katniss akan menyelamatkannya.

Namaku Katniss Everdeen. Umurku tujuh belas tahun. Rumahku di distrik 12. Aku ikut Hunger Games. Aku melarikan diri. Capitol membenciku. Peeta dijadikan tawanan. Dia masih hidup. Dia penghianat tapi masih hidup. Aku harus menjaganya agar tetap hidup…

apa yang akan kulakukan?

“Aku akan menjadi Mockingjay.”

Mockingjay adalah burung hasil kawin silang Jabberjay dan Mockingbird betina, menghasilkan spesies baru yang bisa meniru siulan burung dan siulan manusia.

Saya mengartikan makna Mockingjay untuk Katniss adalah dia menjadi simbol pemberontakan, meniru, mewakili suara masyarakat Panem untuk mengakhiri perang.

Sejak mengetahui Peeta masih hidup, Katniss menjadi bersemangat lagi, dia mengikuti sesi latihan yang sudah terjadwal, bersama Gale sahabatnya, harinya mulai berwarna. Dan syarat yang diajukannya kalau dia menjadi Mockingjay adalah boleh memelihara kucing Buttercup, berburu bersama Gale di hutan, saat perang berakhir dan menang, Katniis ingin Peeta diampuni beserta para pemenang lainnya. Dan syarat terakhir adalah yang membunuh Presiden Snow harus Katniss sendiri.

Beetee juga berperan penting, selain berhasil menyabotase sistem komunikasi Capitol, dia membuatkan senjata khusus untuk Katniss, Gale dan Fiinick. Trisulanya keren, ada alat yang bisa dipencet kemudian Trisula itu akan kembali ke Finnick, Beetee memang jenius!

Plutarch Heavensbee, kepala Juri Petarungan yang mengorganisir para pemberontak di Capitol menjelaskan misi ke Katniss, semua distrik saat ini berperang dengan Capitol kecuali Distrik 2. Distrik 2 memperoleh lebih banyak makanan dan kondisi hidup lebih baik, setelah Distrik 13 musnah, Distrik 2 menjadi pusat pertahanan Capitol yang baru. Distrik 2 tidak hanya memproduksi senjata, mereka bahkan melatih dan menyediakan persediaan untuk para Penjaga Perdamaian. Tujuan pemberontak adalah mengambil alih distrik satu per satu, terakhir Distrik 2, memotong jalur persediaan Capitol, membuat lemah baru kemudian menyerang Capitol.

Memang arena sudah tidak ada lagi, tapi jangan salah di buku ini masih ada ketenganngan, lebih banyak bom, lebih banyak mutt, lebih banyak kesedihan, lebih banyak orang mati. Contohnya adalah pengeboman di Distrik 8 dan di Distrik 2 benar-benar seru apalagi pertempuran ketika mulai menyusup ke Capitol, berdarah-darah. Penulis benar-benar pandai memainkan perasaan pembaca, buku ini sangat emosional sekali. Ada kalanya saya merasakan kesedihan Katniis, ada kalanya saya merasakan semangat Katniss. Emosi naik turun, sedih, semangat, sedih, semangat, begitu rasanya membaca buku ini. Contohnya adalah insiden di Distrik 8 ketika Katniss dengan lantang menghadap kamera dan bilang:

“Presiden Snow bilang dia mengirimi kita pesan? kalau begitu, aku juga punya pesan untuknya. Kau bisa menyiksa kami, mengebom kami, dan membumihanguskan distrik-distrik kami, tapi kau lihat itu?” Salah satu kamera mengikuti arah yang kutunjuk, pesawat-pesawat yang terbakar di atas atap gudang di seberang kami. Lambang Capitol di sayap pesawat tampak jelas di antara kobaran api. “Api sudah tersulut!” Aku berteriak sekarang, bertekad agar Snow tidak kehilangan satu pun kata-kataku. “Dan jika kami terbakar, kau terbakar bersama kami!”

Saya ikut terbakar membacanya.

Karakter Katniss di sini bisa dibilang labil, berubah-ubah seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, kadang dia terpuruk dan kadang dia akan bersemangat, kuat seperti di buku-buku sebelumnya, tapi yang tidak akan pernah bisa berubah dari Katniss adalah tidak bisa menerima perintah. Peeta jelas berubah, ingatannya di bajak, dia seperti orang ling-lung, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Berbeda dengan Gale, dia satu-satunya orang yang waras di buku ini, kuat, pemberani dan cerdik. Oh, Haymitch, saya masih ngefans dengannya, dia masih seorang jenius, penuh perhitungan, seperti tahu apa yang akan terjadi di masa datang. Finnick juga labil seperti Katniss, menginggat kondisi yang dialaminya sama seperti Katniis tidak heran kadang dia masih kuat seperti biasanya, masih bisa bercanda, kadang bisa gila kalau memikirkan Annie dan butuh obat bius untuk menenangkannya. Beete jenius!, dan Boggs benar-benar berjiwa seorang pemimpin, kadang dia seperti Haymitch memberikan sebuah kode atau pertanda untuk dicerna Katniss.

Saya tidak akan menyebutkan siapa saja yang tewas dibuku ini, hanya membuat saya kembali sedih karena ada tokoh favoritku. Namun masih ada sedikit kebahagiaan yang saya rasakan ketika membaca buku ini, pernikahan Finnick dan Annie *ambil tissue*.

Bagian favoritku tentu saja ketika Peeta bertanya kepada Katniss, “Kau mencintaiku. Nyata atau tidak?”

Sejak awal baca buku ini benar-benar menguras emosi saya, penulis penar-benar jenius, ending tiap bab masih menyimpan suatu kejutan, itu yang saya suka. Bahkan di akhir-akhir cerita saya sempat barkaca-kaca, merasakan kesedihan Katniss yang amat dalam, betapa dia lelah bertarung, lelah berperang. Sangat suka penulis menyelesaikan masalah di buku ini, benar-benar tidak bisa ditebak. Alurnya lumayan cepat, covernya suka, seekor burung Mockingjay, lambang Katniss. Masih menemui beberapa typo di buku ini seperti pengulangan kata dan kurang tanda baca, selebihnya oke, terjemahannya tidak perlu diragukan lagi. Gale lebih berperan di buku ini daripada sebelumnya, justru Peeta yang tenggelam. Tapi, ada perkataan Peeta yang saya rasa menjadi pesan dari seri buku The Hunger Games ini ketika dia diwawancarai oleh Caesar:

Aku mau semua yang menonton-baik itu yang di pihak Capitol atau pihak pemberontak-agar berhenti sejenak dan memikirkan apa arti perang ini. Untuk umat manusia. Kita hampir punah karena saling membunuh. Kini jumlah kita bahkan lebih sedikit. Kondisi kita makin payah. Apakah ini yang sungguh-sungguh kita ingin
kan? Memusnahkan satu sama lain? Demi apa? Agar ada makhluk hidup yang dianggap pantas yang akan mewariskan sisa-sisa bumi yang hangus binasa?”

Menilik latar belakang penulis membuat seri ini, mungkin dia ingin menyindir negara yang berperang, ingin menggambarkan suasana perang itu seperti apa, dan apa untungnya? Perang hanya menyisakan mayat dan kesedihan, tidak ada kebahagiaan.

Terakhir, saya ingin bertanya kepada yang sudah membaca, “Nyesek baca Mockingjay. Nyata atau tidak?”

5 sayap untuk perdamaian.

Mockingjay

penulis: Suzanne Collins

alih bahasa: Hetih Rusli

penerbit: Gramedia

ISBN:978-979-22-7843-9

cetakan I, Januari 2012

423 halaman

8 thoughts on “Mockingjay

  1. aduh, jadi nggak sabvar nunggu kirimanku datang >.<Sejak awal aku emang langsung tahu serial ini bakal… wow! Dan tak diragukan lagi aku jadi fans Suzzane Collins, hehe #siapayangtanyaRe? -,-

  2. @astrid: *toooosss*@alvina: loh ga jadi beli toh?@aleetha: iya :(@rean: cieee, yang dapet buntelan :)@oky: hehehehe, yang aku bingung mungkin lebih ke perasaan dia :))

  3. Ping-balik: The Hunger Games | Kutu Bokek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s