Kisah-Kisah Tengah Malam

Kisah2_tengah_malam

Sinopsis:

Kisah-Kisah Tengah Malam berisi tiga belas cerita pendek karya klasik Edgar Allan Poe. Masing-masing cerita di sini akan membawa pembaca menuju pengalaman unik yang penuh ketegangan, teror, dan misteri. Beberapa cerpen Edgar Allan Poe yang terkenal seperti Black Cat, The Fall of the Usher, dan Tell-Tale Heart bisa Anda temukan dalam kumpulan cerpen ini.

Saat membaca Kisah-Kisah Tengah Malam, Anda akan diajak memasuki rumah tua misterius, pembalasan, hingga terombang ambing dalam badai di lautan. Dan pada akhirnya, cerpen-cerpen pilihan di sini akan membawa Anda terkagum-kagum pada master horor gotik, Edgar Allan Poe.

 

Review

Masing-masing cerita di sini adalah sebuah legenda – pengalaman unik bagi pembaca. Berbeda dengan penulis lain seangkatannya, kekuatan Poe terletak pada ironi dan dark humor. Dia saat Charles Dickens, Nathaniel Hawthore dan Mark Twain sibuk mempelopori cerita saga berpesan moral (era Romantisme), Poe menoreh warna baru dalam kancah kesusastraan dunia. Suspens. Misteri. Macabre – Maggie Tiojakin.

Membaca sinopsis dan Catatan Tengah Malam yang ditulis oleh penerjemah, saya sangat penasaran sekali dengan buku yang ditulis oleh master horor gotik, Edgar Allan Poe. Beberapa kali membaca cerita bergenre dark saya selalu suka, sehingga saya berharap banyak akan buku ini. Setelah selesai membaca, keinginan saya terkabul.

Berisi tiga belas cerpen, yaitu:

  1. Gema Jantung yang Tersiksa (1893): Bercerita tentang seseorang yang tidak suka dengan tatapan mata lelaki tua kemudian dia merencanakan pembunuhan. Dia memutilasi mayatnya, memotong kepala, lengan, kaki, dan tubuhnya. Kemudian Dia menyembunyikan mayat tersebut di bawah lantai. Ketika ada petugan kepolisian memeriksa, mereka tampak puas dengan alibinya, si pembunuh malah merasa terganggu karena ada suara-suara yang menghantuinya, dia menjadi gelisah.
  2. Catatan Dalam Botol (1833): Badai besar menerjang kapal, terombang-ambing di tengah lautan. Kemudian ‘aku’ melihat kapal perang yang terangkat tinggi di tengah badai besar yang mengamuk di perairan misterius, bangkit dari air.
  3. Hop-Frog (1849): adalah seorang pelawak kontet mempunyai seorang sahabat yang sama-sama memiliki tubuh kontet,Trippetta. Ketika Raja mendorong tubuh Trippeta dan menuangkan anggur kemukanya, Hop-Frog melancarkan balas dendam dengan memberikan usul sebuah permainan yang akan disukai oleh Raja, Delapan Orangutan.
  4. Potret Seorang Gadis (1842): lukisan seorang gadis dengan kecantikan yang unik, wajah yang selalu dihiasi senyuman, terlihat sangat nyata.
  5. Mengarungi Badai Maelstrom (1841): kita akan diajak ke pusaran air Moskoe-strom, menunggangi ombak, merasakan terombang ambing di pinggiran pusaran air seperti gelembung udara di atas ombak.
  6. Kotak Persegi Panjang (1844): perkenalkan Mr. Cornelius Wyatt, seorang seniman muda, membawa kotak persegi panjang dengan lubang di tengahnya ketika menumpangi kapal Kapten Hardy, kotak persegi panjang itu berisi mayat istrinya.
  7. Obrolan dengan Mummy (1845): bagaimana rasanya ketika kamu akan membedah Mummy yang berusia 700 tahun dan tiba-tiba Mummy itu bangun?
  8. Setan Merah (1842): Pangeran Prespo menantang si ‘Setan Merah’
  9. Kucing Hitam (1843): seorang suami menanam ujung bilah kapak di kepala istrinya, kemudian menyimpan mayat tersebut di dinding ruangan penyimpanan anggur. Kucing hitam itu yang merasukinya!
  10. Jurang dan Pendulum (1842): seorang tahanan Toledo yang sedang menunggu hukumannya.
  11. Pertanda Buruk (1846): berjumpa dengan monster yang amat dekay dengan kita, dan amat mirip.
  12. William Wilson (1842): ada sesosok orang yang sangat mengangguku, dia suka sekali meniru apa yang aku lakukan, bahkan dia juga memiliki nama yang sama denganku, aku amat membencinya, dan akan membunuhnya.
  13. Misteri Rumah Keluarga Usher (1839): kita akan berwisata ke rumah yang dikelilingi asap mistis seperti kabut.

Seriously, saya membaca buku ini pada malam hari dan tidak merasakan takut sama sekali. Cerita favorit saya adalah Gema Jantung yang Tersiksa, Hop-Frog dan Kucing Hitam, cerita yang sadis-sadis, hehehe. Kadang saya terbawa sama perasaan si pembunuh, ikut merasa gelisah dan bertanya-tanya. Bukannya tidak menakutkan, hanya saja memang kebanyakan sadis. Mungkin yang sedikit horor adalah Potret Seorang Gadis dan Misteri Rumah Keluarga Usher. Bahkan saya menganggap Kotak Persegi panjang itu romantis, Obrolan dengan Mummy membuat saya tersenyum, Catatan Dalam Botol dan Mengarungi Badai Maelstrom berbau fantasy. Yup, komplit, semua genre masuk tapi tetap ada polesan gloomy-nya.

Covernya juara! Saya suka sekali, unik, serem dan lucu. Setuju juga seperti yang dikatakan sang penerjemah, detail, misterius, dan ironis, sangat mengambarkan cerita-cerita yang dibuat Edgar Allan Poe. Saya juga sangat suka setiap kali penulis mengakhiri cerita, mengandung kejutan dan tak terduga. Terjemahannya bagus, tidak ada yang membuat saya bingung dan saya merasa tidak ada typo. Hanya saja di buku ini tidak ada profil penulis, di mana Kisah-Kisah Tengan Malam ini adalah karya Edgar Allan Poe yang pertama saya baca, saya ingin tahu buku apa saja yang pernah dia buat dan sejarah singkat tentang dirinya. Tapi, tidak mengurangi alasan kenapa buku ini harus dibaca. Bacalah tengah malam, dan siapkan selimut ketika membacanya.

4 sayap untuk master horor gotik kita.

 

Kisah-Kisah Tengah Malam

penulis: Edgar Allan Poe

penerjemah: Maggie Tiojakin

editor: Hetih Rusli

penerbit: Gramedia

ISBN: 978-979-22-6537-8

cetakan I, Desember 2010

245 halaman

Iklan

11 thoughts on “Kisah-Kisah Tengah Malam

  1. setujuuu covernya keren bangeeet =) emang cerita2nya nggak horor banget ya lis, lebih ke suspense kayaknya deh..hihi si miss romance baca gothic nih, lucu juga =D

  2. @aleetha kalo ak gak bermasalah sama terjemahannya al :), asal ak nggak bingung pasti ak bilang bagus, ngebayangin nerjemahin bahasa jadul pasti sulit banget.@fanda ak biasa aja sih mb, cocok-cocok aja :)@peni salam kenal, nggak juga kok kalo sadis iya :)@astrid iya mb lebih ke suspense, haha ak udah beberapa kali baca gothic kok dan kebanyakan suka πŸ™‚

  3. Poe itu salah satu classic author favoritku :D. tapi aku blm pernah baca kumcer yg ini dlm versi indo soalnya takut terjemahannya jelek.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s