The Pilot’s Woman

Sinopsis

Mayor Penerbang Erick Corsair, salah satu penerbang terbaik TNI AU, kini tak lebih dari seonggok tubuh tak berdaya. Seorang The Dragon – call sign bagi para penerbang F-16 Fighting Falcon – kini hanyalah seorang manusia tak berguna. Manusia yang sepanjang sisa hidupnya akan bergantung pada kursi roda. Ia merasa menjadi naga yang telah kehilangan kemampuan terbang dan semburan apinya. perempuan yang amat dicintainya, sumber semnagatnya memutuskan hubungan karena kondisi yang dialami Erick, keluarganya menjauh dan mengirim dia ke pusat rehabilitasi orang cacat, tidak ada gunanya dia hidup lagi.

Rhenata pertama kali bertemu dengan Erick Consair pada saat dia magang di RSUPAU Lanud Iswahjudi beberapat tahun lalu, dan dia langsung jatuh cinta. Dengan senyumnya dia merasa tegang, jantung berdebar-debar, dan Erick adalah seorang lelaki gentleman sejati. Dia murah senyum, ramah, tidak seperti pilot lain yang sombong dan menganggap pekerjaan Rhenata yang sebagai perawat itu tidak ada artinya. Betapa kagetnya dia ketika mendapati Erick sekarang menjadi pasiennya dan lumpuh. Sekarang dia sangat berbeda,  tidak ramah, ketus, dan tidak ada semnagt untuk hidup. Tapi, tekat Rhenata sekuat baja, dia akan selalu mendukung Erick, membatunya dan mengembalikan semangat hidupnya walaupun Erick sering sekali bersikap kasar dan selalu menolak pertolongan Erick.

Review

Akhirnya sudah membaca karya Dahlian semua, makasih buat @noninge atas pinjamannya, nyari buku ini susah bok! 😀

Yang selalu saya suka dari karya Dahlian adalah dia tidak berbelit-belit, sejak pertama memulai cerita dia akan langsung mempertemukan kedua tokoh utama, mnegembangkan karakter mereka, mengembangkan konflik, sampai akhir cerita pun akan seputar dua tokoh utama tersebut. Tidak membuat bosan dengan minimnya peran pembantu, ada beberapa yang juga berpengaruh tapi tetap berfokus pada dua tokoh utama. Sudut pandang dari tiap tokoh utama sehingga lebih mendekatkan kita dengan karakter mereka. Penulis sepertinya juga melakukan riset akan tokoh Rhenata di mana dia berprofesi sebagai perawat, karena profesi saya sama dengan Rhenata jadi saya tahu tindakan-tindakan keperawatan yang dia lakukan memang benar adanya. Kadang sebel sama pasien yang teralu menuntut dan agak risih kalau disuruh memandikan pasien cowok XD.
Saya suka banget sama karakter Rhenata, dia benar-benar punya pasokan sabar yang nggak akan habis, sudah ditolak, diusir berkali-kali sama Erick dia tetap mau membantu Erick, membawakan novel agar tidak bosan, membawakan cemilan, bahkan mau memasakkan makanan favorite Erick. Saya juga bisa memahami akan perubahan sifat Erick, gimana nggak hancur kalau cita-cita kita sejak kecil pupus, lumpuh, dikhianati orang terdekat, menjadi diffable? Beberapa kali saya ikut nyesek ketika Rhenata bertubi-tubi ditolak Erick.

Ada bagian favorite saya, di halaman 178 ketika Erick ingat akan perkataan Rhenata yang suka sekali bunga geranium,

“Selain geranium, bunga apa lagi yang kamu tanam?” Rhenata mengalihkan pandangan dari Erick. Mencoba menata kembali perasaanya yang kacau balau.
“Nggak ada.” Erick melirik Rhenata dari sudut matanya. “Aku nggak tertarik pada tanaman lain, kecuali yang kamu suka.”

Hati saya ikut teremas-remas waktu membacanya #eaaaa.

Sayangnya, konflik kali ini kurang nendang dan gampang banget tertebak, di mana Erick salah sangaka sama cowok yang mencium Rhenata dan saya menganngap waktu Rhenata disandera itu terlalu lebay. Typo masih ada, covernya bagus seperti biasa, terbitan Gagasmedia gitu loh, tetep menunggu karya Dahlian selanjutnya :))

3.5 sayap untuk pilot kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s