The Painted Veil

by W. Somerset Maugham
alih bahasa: Tanti Lesmana dan Rosi L. Simamora
cover: Satya Utama Jadi
penerbit: Gramedia
cetakan I: Oktober 2011
ISBN: 978-979-22-7750
304 halaman

Sinopsis

Apa yang kau lakukan jika istri yang sangat kau cintai ternyata menjalin hubungan gelap? Walter Fane, ahli bakteri yang bekerja di Hong-Kong yang ketika itu masih menjadi koloni Inggris, memberikan dua pilihan kepada Kitty, istrinya: diceraikan dan menanggung malu, atau ikut dengannya ke Cina Selatan, ke sebuah wilayah yang sedang terjangkit wabah kolera dan sedikit sekali orang yang pulang dalam keadaan hidup.
Karena tak sanggup menanggung malu, Kitty pun bersedia ikut dengan suaminya. Dia yakin sekali Walter mengajaknya ke sana dengan harapan perjalanan dan wabah penyakit tersebut akan membunuhnya. tetapi benarkah demikian?

My Review

Clasic Romance kedua setelah Wuthering Height yang saya baca, nggak terlalu suram sih tapi sama-sama mengharukan dan sama-sama saya sukai. Kitty, cewek ambisius, merasa paling cantik di masanya sangat pemilih dalam menentukan jodoh. Hingga usianya memasuki dua puluh lima tahun, dia merasa ada lampu kuning, karena adiknya Doris yang awalnya dipandang sebelah mata karena dia tidak cantik, mau menikah dengan putra tunggal seorang dokter bedah kaya raya yang telah dianugerahi gelar baronet semasa perang. Dia juga didesak oleh ibunya, Mrs. Grstin untuk cepat-cepat mengambil peluang yang ada. Kitty panik, dia akhirnya menikah dengan Walter Fane.

Kitty tidak pernah menaruh perhatian pada Walter, tidak merasa pernah berdansa dengannya. Walter pemalu, terlalu banyak diam, sangat kikuk dan canggung, tidak kaya raya, tidak menguasai olah raga yang disukai Kitty, tidak ada yang spesial dengannya. Tapi dia adalah satu-satunya kandidat yang terbaik, seorang dokter ahli bakteri. Walter sangat tertutup, terlalu sopan, penuh perhatian, dan sangat mencintai Kitty, namun, itu saja ternyata tidak cukup untuk Kitty. Setelah pindah ke Hong-Kong, Kitty menemukan pria idamannya, Charles Townsend yang sangat dicintainya.

Sampai suatu ketika Kitty mendengar ada orang yang mencoba membuka pintu kamar tidur dimana dia sedang bersama dengan Chalie di dalamnya, dia merasa Walter telah mengetahui affair yang selama ini dilakukannya. Beberapa hari sikap Walter biasa saja, dia tidak mengatakan apa-apa. Kitty sudah muak dengan sikap pemalu Walter. Kesokan harinya, Walter ingin bicara dengan Kitty, dia ingin mengajak Kitty pindak ke Mei-tan-fu, daerah yang sedang terkena wabah kolera dan hampir semua penduduknya meninggal. Tentu Kitty tidak mau, itu adalah perbuatan bodoh, Walter memberi pilihan kalau Kitty tidak ikut, dia akan segera mengajukan gugatan cerai yang akan mempermalukan Kitty atau kalau Mrs. Townsend mau menceraikan suaminya dan suaminya mau membuat surat tertulis kalau dia akan menikahi Kitty dalam waktu seminggu, maka Kitty boleh menceraikanya. Walter tahu apa jawaban Townsend.

Saya tidak bisa menebak apa yang ada dipikiran Walter, sama halnya dengan Kitty yang tidak memahami suaminya. Dia sangat tertutup dan baru tahu aslinya waktu Walter yang marah karena Kitty menghianatinya tapi alih-alih bersikap tenang, dia sangat emosional, tenang tapi mencekam. Jelas dia sangat mencintai Kitty dan betapa terluka hatinya. Bahkan kalau Kitty menggugatnya, dia ingin kehidupan Kitty tetap terjamin. Nyesek bangat waktu Kitty bilang gini ke Walter setelah dia menemui Townsend:

“Kurasa aku hanya perlu membawa beberapa pakaian musim panas dan kain kafan, bukan begitu?
Dia mengamat-amati wajah suaminya, dan dia tahu bahwa sindirannya yang tajam itu membuat suaminya marah.

Walau dia terlihat marah, sebenarnya Walter merasa terluka dengan perkataanya itu. Dia sangat mencintai Kitty, terasa sekali. Dan juga patah hati.

Lebih nyesek lagi waktu Walter bilang:

“Aku tidak punya ilusi apa pun tentang dirimu,” kata Walter.
“Aku tahu kau bodoh, dangkal, dan berkepala kosong. Tapi aku mencintaimu. Aku tahu tujuan-tujuan dan cita-citamu vulgar dan norak. Tapi aku mencintaimu. Aku tahu kau tidak bermutu. Tapi aku mencintaimu. Konyol kalau kupikir-pikir betapa kerasnya aku berusaha merasa terhibur dengan hal-hal yang kau sukai, dan betapa inginnya aku menyembunyikan darimu bahwa aku tidaklah bebal, vulgar, suka bergosip, dan tolol. Aku tahu betapa takutnya kau pada kecerdasan, dan aku berusaha sebisa mungkin untuk membuatmu mengira bahwa aku sama tololnya seperti laki-laki yang kau kenal. Aku tahu kau mau menikah denganku hanya supaya tidak kehilangan muka. tapi aku sangat mencintaimu, jadi aku tidak peduli. Kebanyakan orang, sejauh yang kulihat, kalau mereka mencintai seseorang dan cinta mereka tidak berbalas, mereka akan merasa sangat sedih. Mereka menjadi marah dan getir. Aku tidak seperti itu. Aku tidak pernah mengharapkan kau mencintaiku, aku tidak melihat alasan apa pun yang membuatmu bisa mencintaiku, aku tidak pernah menganggap diriku layak dicintai. Aku bersyukur sudah diperbolehkan mencintaimu, dan aku sangat bahagia kalau sesekali kupikir kau merasa senang padaku, atau kalau kulihat di matamu ada sedikit saja binar-binar rasa sayang. Aku mencoba tidak membuatmu bosan dengan cintaku, aku tahu itu tidak boleh terjadi, dan aku selalu waspada memperhatikan kalau ada tanda-tanda kau mulai tidak sabar dengan kasih sayangku. Apa yang sebagian besar suami dianggap sebagai hak mereka, rela kuterima sebagai sesuatu yang diberikan karena belas kasihan.”

Terasa banget kan gimana perasaan Walter?

Saya tidak suka karakter Kitty, terlalu ambisius dan seenaknya sendiri, tidak memikirkan perasaan orang lain, sifat dia tidak jauh beda dengan ibunya yang juga sangat mendominan dalam rumah tangga, yang menyetir keputusan-keputusan suaminya. Di Mei-tan-fu dia mulai berubah, tahu kalau Townsend tidak benar-benar mencintainya dan tahu kalau cinta Walter padanya mulai pudar.

Alurnya lumayan cepat, terjemahannya enak dibaca, minim typo, tulisannya agak kecil tapi tidak terlalu mengganggu. Covernya bagus, kayak versi filmnya. Oh ya, buku ini sudah dibuat film pada tahun 2006 dengan pemain Naomi Watts sebagai Kitty dan Edward Norton sebagai Walter. Saya rasa mereka berdua cocok memerankan suami istri yang sama-sama terluka ini.

poster film-nya

Lalu bagaimana akhirnya? Apakah Kitty akan sadar dan akhirnya mencintai Walter? Apakah Walter benar-benar membawa ke daerah yang berbahaya itu untuk membunuh Kitty secara perlahan? Baca aja, buku ini akan menguras perasaanmu.

3.5 sayap untuk Walter yang patah hati

NB: Tentang Pengarang

William Somerset Maugham lagir pada tahun 1874 dan tinggal di Paris sampai ia berumur sepuluh tahun. Ia menuntut ilmu di King’s School, Canterbury, dan di Heidelberg University. Ia pernah menghabiskan waktu di St. Thomas’s Hospital untuk mempelajari ilmu kedokteran, namun kesuksesan novel pertamanya, Liza of Lambeth, yang diterbitkan pada tahun 1897, membuatnya memilih untuk menulis. Of Human Bondage, karya besarnya yang pertama, diterbitkan pada tahun1915, dan dengan dikeluarkannya The Moon and Sixpence pada tahun 1919, reputasinya sebagai penulis pun semakin mantap. Dan pada saat yang sama posisinya sebagai penulis naskah drama juga terkonsolidasi. Dramanya yang pertama, A Man of Honour, diikuti dengan serangkaian sukses tepat sebelum dan sesudah Perang Dunia Pertama pecah, dan kariernya di teater baru berakhir pada tahun 1933 dengan Sheepy.

Ketenarannya sebagai penulis  cerita pendek dimulai dengan The Trembling of a Leaf, dengan subjudul Little Stories of the South Sea Islands, pada tahun1921, setelah ia mempublikasikan lebih dari sepuluh kumpulan. Karya-karyanya yang lain mencakup travel book seperti On a Chinese Screen dan Don Fernando, esai, kritik, dan authobiografi The Summing Up dan A Writer’s Notebook.


Pada tahun 1927, Somerset Maugham menetap di Prancis Selatan dan tinggal di sana sampai meninggal dunia pada tahun 1965.

Iklan

10 thoughts on “The Painted Veil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s