Kedai 1001 Mimpi

Cover-kedai-1001-mimpi

Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI

penulis: Valiant Budi

editor: Alit Tisna Palupi

Cover: Jeffri Fernando

ISBN: 979-780-497-6

Cetakan I: 2011

444 halaman

 

Sinopsis

Valiant Budi adalah seorang penulis yang tergila-gila dengan dunia Timur Tengah. Salah satu ambisinya yaitu menulis sebuah buku travel dari belahan bumi 1001 mimpi ini. Kesempatan datang, ia akhirnya tinggal di Saudi Arabia sambil bekerja di salah satu kedai kopi international. Ternyata, terjun langsung sebagai TKI membuatnya menemukan berbagai peristiwa ganjil yang tak pernah ia ingin ketahui, apalagi ikut merasakannya. Ambisinya terkubur, berubah menjadi keinginan kuat untuk kembali tinggal di tanah air tercinta. Buku ini berdasarkan pengalaman Valiant Budi dan beberapa rekan TKI yang bertahan hidup di Saudi Arabia dan selalu rindu Indonesia.

 

My Review

Waktu kecil saya bercita-cita ingin keliling dunia, salah satu caranya adalah dengan bekerja di luar negeri. Nggak tahu sih dimana tepatnya, yang jelas impianku itu bisa terwujud. Lalu waktu kuliah ada dosen yang bilang kalau di Timur Tengah, profesi saya banyak yang dibutuhkan. Tapi, setelah membaca buku ini, saya akan membelokkan pesawat ke timur lagi menuju Korea atau Jepang saja, di sana banyak boy band unyu :p.

Buku ini bercerita tentang kisah nyata Vibi ketika menjadi TKI, percaya atau tidak. Melalu proses panjang akhirnya, pada pertengahan Mei 2009 impiannya mulai terwujud, sayangnya dia tidak di tempatkan di kota yang sebelumnya sudah terjadwal, dia nyasar ke kota bernama Dammam – Kingdom of Saudi Arabia

Begitu sampai culture shock mulai menyerang dan lama-lama meradang. Mulai dari cuaca, bahasa, sampai perilaku aneh orang-orang yang ditemuinya. Singkat cerita selama bekerja di Sky Rabbit, selma tinggal beberapa bulan di Arab banyak pengalaman yang mungkin banyak orang tidak akan percaya. Dimulai dari dituduh maling ponsel, kontrak akomodasi yang kacau, dikira orang Filipini, menjadi tukang pel dan lap meja, bos berkepribadian ganda, ditawar dan dikejar-kejar om-om tengah malam, sakit dan mendapati rumah sakit yang aneh, bertemu keluarga dengan kisah yang menakjubkan, bekerja bersama dengan orang yang berperilaku menjijikan jika tidak senang dengan pembeli, dipaksa berbuat curang dalam bekerja.

Aku mungkin binal dan begundal, tapi ada hal-hal yang tetap aku junjung tinggi sebagai prinsip hidup.

Banyak hal yang sangat membuat saya terkejut, ternyata di negara yang kata orang paling suci, negar surga ternyata tidak sesuci yang saya bayangkan. Di sana ada juga homo, pelacuran, makanan haram yang dicari, berbuat curang dalam bekerja pun dilakukan, bahkan katanya kalau datang ke arab itu sia-siap juga untuk di perkosa. Miris sekali bukan, negara yang setiap tahunnya berjuta-juta orang untuk naik haji, untuk lebih dekat denganNya, tenryata membawa juga sejuta derita.

Menyedihkan membaca buku ini? Ya. Apa sampai membuat berlinang air mata? TIDAK. Kenapa? saya kasih contoh ya:

Ouuh jiwa terasa melayang, ketombeku pada terbang. Hari yang dinanti telah datang! Badai pasir kuadang, pohon kaktus kutebang, demi iqama-ku sayang.

LOL, saya malah banyak ngakaknya baca buku ini, tiap kali mau ikut sedih dengan pengalaman atau cerita yang didapatkannya Vibi disana, ga jadi. Karena tiap kali dia nulis mengharu biru, berikutnya dia akan membuat kaliamat yang membatalkan kesedihan kita. Kocak abis deh gaya lebay-nya.

Bagian paling favorite dari buku ini adalah Botol Kecap dan Kue Apem. Awalnya heran kok nggak nyambung gini judulnya, ternyata XD. Di bagian ini saya merasakan kelegaan Vibi ketika dia bertemu ‘keluarga’ yang senasip dengannya, meluangkan waktu untuk bertemu dan saling bercerita, menjaga dia tetap waras diantara orang yang sinting.

Ada baiknya para TKI berpikir ulang kalau mau bekerja di luar (ada baiknya lagi baca buku ini sebagai pengalaman), kalau memang ingin dan terpaksa sebaiknya dipersiapkan lebih, mulai dari mental, ketrampilan dan bahasa. Banyak kasus yang sudah terjadi yang berakhir mengenaskan, jangan sampai terulang lagi.

Maaf, tapi di negara miskin saya itu, saya lebih banyak tersenyum. Tak terbeli dengan ribuan riyal. Lagi pula, semua kebusukan negara saya, Indonesia, ada di negara lain, kok. Tapi keindahan Indonesia belum tentu dimiliki negara lain.

4 sayap untuk sang barista kita, Pibi 🙂

Iklan

4 thoughts on “Kedai 1001 Mimpi

  1. iyaaa….bahasanya vabyo keren ih. Biarpun adegannya sedih, tp bisa bikin ngakak.Btw….dikau sih enak. Perawat kan tiap tahun buka lowongan ke jepang dan australia. Klo profesiku sih jaraaanngg 😥

  2. hehehe…profesiku gak jauh beda dgn dikau kok. Sama-sama di RS juga. Aku dokter. Yah bisa jalan2 sih, tapi mostly dalam negeri :). Tapi rejeki mah kudu selalu disyukurin yaTenang…kan pendaftaran perawat tiap tahun buka lowongan. Tiap tahun aja buka lagi. Temenku yg perawat ada yg udah di Aussie skr. Dan gajinya bikin ngiler, sampe2 temanku yg dokter berniat ikutan seleksinya juga :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s