The Hunger Games

7077211

Hunger Games

by Suzanne Collins

alih bahasa: Hetih Rusli

penerbit: Gramedia Pustaka Utama

cetakan I: Oktober 2009

ISBN: 978-979-22-5075-6

408 halaman

Dalam rangka menyambut Mockingjay (The Hunger Games, #3) yang mau terbit bulan depan dan filmnya yang akan rilis tahun depan #hasyah, saya pun membaca ulang untuk kedua kalinya, sebenarnya ada faktor lupa juga sih, kebiasaan sama buku yang lama nggak dibaca dan belum direview jadi banyak lupa, terutama para tokohnya.

Ceritanya bersetting masa depan, Amerika Utara sudah musnah dan berubah menjadi negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas distrik. Gampangannya, Amerika sekarang berganti menjadi Panem, ibu kotanya Capitol. dan dua belas distrik itu adalah kota-kotanya, hehehe.

Sejarahnya, dulu Amerika utara mengalami mengalami berbagai macam musibah, daftar malapetakanya adalah kekeringan, badai, kebakaran, lautan yang meluap hingga menelan daratan, perang brutal demi memperebutkan sedikit makanan yang tersisa. Setelah negara itu musnah, muncullah Panen dengan Capitol yang bersinar dikelilingi tiga belas distrik, yang membawa perdamaian dan kemakmuran pada warga negaranya. Kemudian tiba masa kegelapan, gejolak kebangkitan perlawanan/ pemberontakan distrik terhadap Capitol. Dua belas distrik dikalahkan, dan distrik ketiga belas dimusnahkan (bayangkan saja California ingin merdeka/ yang pernah terjadi di Indonesia, Timor Timor). Kemudian terbentuklah UU Perjanjian Penghianatan, untuk menjamin perdamaian dan sebagai penginggat setiap tahunnya agar masa kegelapan itu tidak terulang lagi, Capitol menciptakan Hunger Games. Peraturan Hunger Games sederhana, sebagai hukuman atas perlawanan, masing-masing distrik harus menyediakan satu anak lelaki dan satu anak perempuan, yang dinamakan para perserta untuk berpartisipasi. Dua puluh empat peserta akan dipenjara diarena luar yang sangat luas, bisa berubah bentuk tergantung para juri, kadang bisa keluar api yang membakar hutan, badai, petir, tanah tandus, udara panas atau dingin bahkan berbagai tanaman beracun. Selama beberapa minggu mereka harus bersaing dalam pertarungan sampai mati. Peserta terakhir yang masih hidup adalah pemenangnya.

Sinting! Dan lebih sinting lagi, selain mengambil anak-anak dari tiap distrik, memaksa mereka untuk saling membunuh, semua warga Panem menontonnya. Ya, seperti reality show. Capitol ingin agar semuanya patuh, tidak ada pemberontakan lagi, kekuasaan berada di tangan Presiden Snow. Untuk double sintingnya, Capitol mengaharuskan warganya untuk memperlakukan Hunger Games sebagai perayaan, seperti peristiwa olahraga yang membuat satu distrik berkompetisi dengan distrik lain (ok, kalau ini bayangkan SEA Games, dimana Indonesia melawan Malaysia ;p). Peserta terakhir yang hidup akan menikmati kemewahan, dan di distrik mereka akan dilimpahi berbagai macam hadiah, yang kebanyakan makanan. Sepanjang tahun, Capitol akan menunjukkan bagaimana distrik yang menang menerima hadiah sementara distrik lain selain kehilangan wakilnya, mereka harus berjuang agar tidak mati kelaparan.

Katniss Everdeen, gadis berusia enam belas tahun dan Gale, sahabatnya yang berusia delapan belas tahun sudah siap menghadapi hari pemungutan suara. Dan ketiaka Effie Trinket mengucapkan, “Anak perempuan lebih dulu!” nama yang keluar adalah Primrose Everdeen. Sontak Katniss kaget dan tidak percaya, pasti ada kesalahan karena nama Prim hanya satu diantara ribuan, dia baru berusia dua belas tahun dan ini adalah pertama kali dia ikut pemungutan suara (pemilihan peserta dimulai waktu umur dua belas tahun). Katniss pun mengajukan diri sebagai peserta, tidak ingin adik kesanyangannya terbunuh di area pertempuran. Dan pasangan duetnya dalam Hunger Games ke-74 adalah Peeta Mellark, laki-laki anak penjual roti di mana entah sejak kapan sudah mencintai Katniss. Ironis bukan? Mereka harus saling membunuh.

Buku ini dibagi menjadi tiga bagian, Para Peserta, Pertarungan dan Pemenang. Awalnya agak bingung dan bosan, mana ini pertarungannya? udah nggak sabar untuk yang sadis-sadis, hehe. tapi ketika gong dibunyikan, para peserta berebut mengambil senjata di Cornucopia, wo-ho, kau tidak akan bisa berhenti barang semenit, buku ini membuat saya menggebu-gebu waktu membacanya. Saya tidak akan bercerita banyak tentang pertarungannya, karena bagian itu adalah jantung buku ini, porosnya, intinya, jadi kalau semuanya diceritakan takutnya nanti “rasa” pertarungannya berbeda. Arena pertempuran yang hebat, strategi yang diguakan para peserta untuk bertahan hidup, dan sepenggal kisah cinta yang dilihatkan Katniss dan Peeta untuk menarik para sponsor sungguh tidak bisa dilewatkan. Selain itu, ada juga mentor mereka, yang juga pernah memeangkan Hunger Games, satu-satunya malah, Haymitch Abernathy, lelaki gendut setengah baya dan pemabuk akut ini sangat jenius dan cerdik ketika memberikan kode kepada Katniss lewat hadiah yang diberikan selama pertandingan. Selain kengerian Hunger Games, penulis juga menciptakan karakter Avox, orang yang melakukan kejahatan/ penghianatan sehingga lidah mereka harus dipotong dan dijadikan pelayan di Capitol, benar-benar sadis.

Romantisme di sini hanya bumbu, inti cerita mengarah ke kengerian Hunger Games, kekejaman Capitol. Hubungan antara Gale hanya sebatas sahabat dan dia hanya muncul di awal, sedangkan dengan Peeta, cukup lucu dan gemes waktu tahu endingnya. Selama pertandingan, Katniss dan Peeta harus berakting sebagai pasangan yang sedang kasmaran. Diantara beberapa adegan yang mengharuskan Katniss tetap mesra dengan Peeta supaya mendapatkan sponsor, ada bagian yang saya suka dan saya merasa cukup romantis, yaitu ketika Peeta sedang sekarat dan Katniss berkata, “Kau takkan mati, aku melarangnya. Oke?’ “Baiklah,” bisik Peeta, hehehe.

Di awal alurnya sangat lambat, tapi begitu memasuki bagian kedua serasa terbang, haha mulai lebay. Sudut pandangnya dari Katniss, dan dia benar-benar terlihat “kuat,” baik secara fisik maupun emosional. Bayangkan saja gadis berumur enam belas tahun berkorban demi adik kesayangannya bertarung melawan 23 peserta, pesimis untuk menang, menggunakan otaknya untuk membuat strategi agar bisa bertahan hidup dan yang lebih berat lagi adalah dia lebih baik mati daripada harus membunuh Peeta. Bahkan, terlihat sekali kalau Peeta lebih lemah dari Katniss. Sangat suka ketika Katniss bilang ke Rue:

“Kita juga kuat,” kataku. “hanya dengan cara yang berbeda.”

Dia mulai optimus untuk menang.

Penulis mendapat ide cerita ketika menonton televisi dimana saluran satu menayangkan reality show sedangkan stasiun lainnya menayangkan perang, ide memang bisa di dapat dari mana saja. Sayangnya, penulis kurang lengkap menyebutkan nama para peserta dan spesialis distriknya. Misalnya saja distrik 12 adalah batu bara. Mungkin kebanyakan kali ya kalau disebutin semua :p

Mau ngomong apa lagi? 5 sayap untuk Games yang sinting :))

NB:

The Movie

Film arahan sutradara Gary Ross ini ditulis naskahnya oleh Billy Ray. Sedangkan yang bertindak sebagai produser film tersebut adalah Nina Jacobson dan Jon Kilik. Lionsgate Films merencanakan untuk merilis “The Hunger Games” sekitar Maret 2012 (wowkeren.com). Berikut adalah poster para pemainnya:

Hunger_games

The-hunger-games-character-poster-01The-hunger-games-character-poster-05The-hunger-games-character-poster-03The-hunger-games-character-poster-07The-hunger-games-character-poster-06The-hunger-games-character-poster-08The-hunger-games-character-poster-02The-hunger-games-character-poster-04

Trailernya:

dan siapa saja para pemain dan crewnya silahkan ke http://imdb.to/n7J5tK untuk lebih detailnya. Kira-kira apakah sudah sesuai selera kita para pemainnya? Katniss yang kuat, Peeta yang tenang, Haymitch yang cerdik, Effie yang heboh penampilannya, Cato yang buas dan haus darah, Rue yang kecil dan lincah, Threst yang kuat, Cinna yang dapat merubah Katniss menjadi gadis yang terbakar. Mari kita tunggu filmnya🙂

 See all 12 District Seals 

Kamu ada di distrik berapa?

Coba klik The Capitol PN (http://bit.ly/CapitolCRT) untuk mengetahuinya, saya sudah masuk menjadi anggota di distrik 2, ya bersama Cato dan Clove, para Peserta Karier :p

Facebook_dipImage_dip

One thought on “The Hunger Games

  1. Ping-balik: Catching Fire (The Hunger Games #2) | Kutu Bokek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s