Diary si Bocah Tengil: Usaha Terakhir

8486968

penulis: Jeff Kinney

penerbit: Atria

Judul asli: Diary of Wimpy Kid: The Last Straw, terbitan Amuled Books, 2009.

penerjemah: Ferry Halim

Penyuting: Ida Wajdi

Pewajah isi: Aniza

Cetakan: I, Mei 2010

ISBN: 978-979-1411-24-0

217 halaman

 

Di buku ketiga yang bersampul warna hijau ini lebih banyak bercerita tentang Greg dan ayahnya, Frank Heffley, kisah kocak bagaimana si Greg menghindar, mengelak, menagkis dari berbagai olah raga yang terorganisasi dan kegiatan “cowok” lainnya. Kenapa ayahnya sangat terobsesi sama olah raga? karena dia mempunyai seorang bos yang anak-anaknya fanatik terhadap olah raga, alasan yang konyol sekali. Ayahnya mendaftarkannya ke klub sepak bola, si Greg mendapatkan jatah menjadi penjaga gawang, bukannya menjaga dia malah berleha-leha ditengah permainan. Agar lebih disiplin lagi, ayahnya berencana mendaftarkannya ke Spag Union pada liburan musim panas, sebuah sekolah militer yang membuat Greg kalang kabut, berpikiran anak-anak yang lebih tua pasti akan menindas pada hari pertama. Dia mencoba merubah pemikiran ayahnya itu dengan ikut kegiatan pramuka, apakah berhasil?

Pernah gak kalau setiap tahun baru kalian buat resolusi? Si Greg ini punyan resolusi yaitu berusaha membantu orang LAIN untuk memperbaiki diri mereka (hahahah, seharusnya dia memperbaiki dirinya sendiri dulu). Dia memergoki anggota keluarganya yang menyimpang dari resolusi mereka, contohnya: Ibunya yang seharusnya pergi ke pusat kebugaran eh malah menghabiskan waktu dengan menonton televisi. Ayahnya, yang katannya akan menjalani program diet ketat setelah makan malam dia malah menjejalkan roto brownies di luar garasi. Adiknya, Manny, kalau dia sudah besar tidak akan pernah menyedot empeng lagi dan membuangnya ketempat sampah, tapi resolusi itu hanya bertahan satu MENIT. Si Rodrick tentu saja tidak punya resolusi di tahun baru =))

Kalau gak sial, bukan Greg namanya, natal tahun kemaren dia lagi-lagi mendapatkan hadiah natal yang tidak diharapkannya, sebuah deodoran, kamus wisata dan keranjang pakaian kotoran hadiah dari Paman Charlie. Waktu dia diantar ke sekolah sama ibunya dia lupa membawa ransel dan ibunya mengantarkan tas tersebut ke sekolah dengan pakaian olah raga padahal Greg sedang menjaga image-nya karena dia sedang naksir Holly, cewek tercantik nomer 4 di sekolah. Yang bikin ngakak waktu di gereja dan dia melihat Holly, ada keranjang untuk menyumbangkan uang untuk orang-orang yang kekuranggan, karena dia tidak punya uang dia minta kepada ibunya, dikiranya uang tersebut hanya satu dolar tapi ternyata malah DUA PULUH, dia berosaha merogoh ke dalam kerenjang untuk mengambil kembaliannya tapi sudah terlambat, lalu dia bilang “mudah-mudahan saja aku masuk surga atas sumbangan ITU” =))

Kebenciannku pada Manny belum surut juga, membaca buku ketiga ini malah menjadi, keki banget waktu baca bagian dimana dia boleh membawa segala macam mainannya ke gereja, marah ketika sandwictnya dipotong menjadi DUA bukannya EMPAT lalu ibunya jauh-jauh dari kantor pergi kesekolahnya hanya untuk memotongnya, dan waktu ibunya membuat aturan “tidak boleh bersumpah serapah” karena Manny suka meniru ucapan orang, jadi bila ada orang yang ngomong jorok, orang tersebut harus memasukkan uang ke dalam “stoples sumpah serapah” milik Manny, enak bener kan dia.

Masih tetap lucu dengan banyolah Kinney yang khas, disetiap akhir cerita pasti diselipkan kalimat yang membuat ngakak. Ilustrasi gambarnya juga lebih banyak dan besar, kadang mencapai satu halaman penuh. Masih suka covernya dan cara penulisannya yang kayak diary tapi gak suka sama kertasnya, lebih suka yang buram kayak buku pertama dan kedua. Pokoknya harus baca kalau dari pertama sudah mengikuti cerita si Greg ini =))

 

3 sayap untuk Greg yang konyol.

Iklan

3 thoughts on “Diary si Bocah Tengil: Usaha Terakhir

  1. <html> <body> <table border="0" width="550" cellpadding="0" cellspacing="0" style="max-width:550px; border-top:4px solid #39C; font: 12px arial, sans-serif; margin: 0 auto;"><tr><td> <h1 style="color: #000; font: bold 23px arial; margin:5px 0;" >LinkedIn</h1> <div style="font:13px arial, sans-serif; width:540px"> <p> I’d like to add you to my professional network on LinkedIn.<br/> <br/> – Kurnia </p> <table cellpadding="0" cellspacing="0" style="margin-bottom: 10px;"> <tr> <td style="width: 50px;"> <IMG style="padding: 5px;" src="http://media.linkedin.com/media/p/2/000/026/2bf/2f9b570.jpg&quot; class="photo" width="40" height="40"> </td> <td style="font: 13px arial, sans-serif; width: 490px;"> <div style="padding: 5px 5px 5px 0"> Kurnia Septa<br> Professional <br> Indonesia </div> </td></tr></table></div> </td> </tr> </table> <p> <a style="background-color:#ffcc00; display:inline-block; border-right: 1px solid #7a5a20; border-bottom: 1px solid #7a5a20; padding:10px; text-decoration: none; color: #000; text-align: center; white-space:none; font-weight: bold;" href="https://www.linkedin.com/e/-cgo1e9-greol2we-2y/isd/3872032667/6CcWp-l0/EML-invg_59/">Confirm that you know Kurnia</a> </p> </div> <p style="width: 550px; margin: 3px auto; font: 10px arial, sans-serif; color: #999;"> © 2011, LinkedIn Corporation </p> <img src="http://www.linkedin.com/emimp/-cgo1e9-greol2we-2y.gif&quot; style="width:1px; height:1px;"/></body> </html>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s