Gadis dengan Kaki dari Kaca

11002362

Pengarang: Ali Shaw

Judul asli: The Girl with Glass Feet

First published in the UK by Atlantic Books Ltd. 2009

Cetakan: I, Maret 2011

428 halaman

 

“Jari- jari kaki gadis itu sepenuhnya terbuat dari kaca. Kaca bening, halus, berkilauan. Pendar-pendar cahaya gemerlapan di pinggir setiap kuku jarinya, dan pada setiap lipatan antar sendi-sendi masing-masing jari. Dilihat melalui jari kakinya, bintik-bintik keperakan di seprai tempat tidur menghamblur menjadi uap-uap berwarna metalik. Bagian depan telapak kakinya juga terbuat dari kaca, tetapi lebih keruh, kejernihannya berkurang sedikit demi sedikit dan akhirnya, di dekat tumitnya, bersambung dengan kulit biasa: yang warnanya seperti kulit pada umumnya. Akan tetapi…bagian antara yang beberapa senti itulah yang mumbuat Midas lebih terperangah dibandingkan ketika melihat jari-jari kaki yang sepenuhnya dari kaca. Tulang-tulang mewujud samar di bagian dalam telapak kaki sebelah depan, kemudian menjadi seputih bunga lili dan sangat kentara di dekat bagian mata kaki yang belum berubah, seluruhnya terselubung ikatan-ikatan sendi merah bening dalam lapisan-lapisan yang lebih tebal. Dalam lekukan kura-kura kakinya, serabut-serabut darah menggelantung terperangkap bagai untaian-untaian cat yang melingkar-lingkar di dalam kalereng. Dan di beberapa tempat di dalam kaca itu, ada bagian-bagian yang belum berubah sempurna.”

Dengan lensa kameranya, Midas Crook bertemu dengan Ida Mclaird, dimana kedua kaki gadis itu terbungkus sepasang sepatu bot yang ukurannya amatlah besar. Ida pergi ke St. Hauda’s Land untuk mencari Henry Fuwa demi menyembuhkan kakinya. Merasa tidak asing dengan nama itu dan dia ingin menolong Ida, Midas berusaha mencari keberadaannya dengan informasi yang Ibu Midas berikan, tapi ternyata usahanya sia-sia karena dia tidak tahu obatnya. Dia hanya memberi dua hipotesis, yang pertama adalah si penderita bisa bertahan hidup, bahkan setelah berubah menjadi kaca dan proses transformasi itu tidak berlangsung lambat-lambat dengan kecepatan tetap, Henry Fuwa juga memperlihatkan rawa yang menjadi kuburan manusia yang telah menjadi kaca. Kemudian Carl Maulsen, mantannya Ida membawa dia ke Emiliana Stallows yang pernah dulunya juga mengobati hal yang sama, tapi akhirnya tetap tidak ada gunannya, pengobatannya hanya memperlambat sejenak, Ida tetap akan menjadi es. Oleh karena itu, dengan sedikit waktu yang tersisa dia ingin menghabiskan waktunya bersama Midas.

Tidak seperti yang kubayangkan, aku membayangkan banyak makhluk ajaib, punya kekuatan, dan seperti cerita biasanya, si tokoh utama punya hasil untuk dipamerkan di akhir cerita. Sebenernya idenya cukup menarik, setelah selesai membaca buku ini, masih banyak sekali pertannyaan. Yang terutama adalah bagaimana kaki Ida bisa menjadi kaca? Tidak dijelaskan dengan jelas di buku ini, apakah karena lembu-bersayap-ngenggat, makhluk yang dengan tatapannya semua menjadi putih atau karena tanah di St. Hauda’s yang merubahnya menjadi kaca? Apakah benar-benar tidak ada penawarnya? Ceritanya juga penuh dengan flash back, kehidupan Ida sebelum kakinya berubah, masa kecil Midas, hubungan kedua orang tuanya yang tidak harmonis, ibunya yang dulu berselingkuh dengan Henry Fuwa si ahli serangga, dan ayah Midas yang juga bertransformasi menjadi kaca tetapi dia memilih bunuh diri untuk menghentikan pertumbuhannya. Si lembu-bersayap-ngengat dan mahluk yang dengan tatapannya bisa merubah menjadi putih juga sangat membuat penasaran asal usulnya, tapi yah itu, tidak diceritakan dengan jelas apa sih sebenarnya guna mereka di cerita ini? Saya juga tidak menyukai karakter Midas, lempeng, gak punya pendirian di suruh ke kanan, nurut, di suruh ke jurang mau kali dia ya. Ceritanya terlalu datar, tidak ada greget waktu membacanya.

Berikut gambar mahluk aneh yang membuat saya tertarik, harap maklum ya motonya pake hp jadi jelek hehehehe.

Image0529

 

2 sayap untuk lembu-bersayap-ngengat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s