History of Pocari Sweat

videonya hampir berdurasi 30 menit, setelah melihat sejarah melalui video tersebut, saya akan merangkum kedalam tulisan, cekidot πŸ˜€

Pada tahun 1973, Akihiko Otsuka (35th) cucu dari pemilik Pabrik Otsuka Pharmoceutical di Tokushima yang sekaligus menjabat sebagai kepala pabrik, bertekat untuk mengembangkan usahanya itu. Kemudian dia memangil Tokuro Harima (44th) seorang ahli rasa di perusahaanya, berunding usaha apa yang sekiranya cocok untuk dikembangakan, Harima mempunyai  ide untuk mengembangkan infus salah satu produk yang dihasilkan perusahaan mereka untuk dijadikan minuman. Harima mengusulkan ide itu karena dia mempunyai pengalaman di Mexico, sewaktu dia sedang survey buah-buahan tropis dalam rangka mengembangakan produk minuman terbaru, dia terkena diare parah, dokter setempat memberikan air soda untuk minum obat karena air putih pada waktu itu kurang baik. Dokter bilang, “air dan zat gizi tubuh berkurang secara drastis karena diare, kalau tidak menambah kadar air tubuh akan terjadi dehidrasi/kekurangan cairan.” Sanitasi air saat itu sangat buruk, kalau saja ada fasilitas infus di RS itu maka masalahnya akan selesai, lalu Harima teringat seorang dokter minum cairan infus untuk menganti cairan tubuh yang hilang setelah selesai operasi berjam-jam. Harima berpikir ada baiknya kalau kami mengembangkan cairan yang sesuai dengan bidang yang kami kuasai. Otsuka Pharmaceutical adalah peringkat pertama pabrik dalam negeri untuk cairan infuse  yang kebetulan saat itu menguasai pasar domestik. Lalu dia mengusulkan ide itu kepada presdir, tapi dia bilang belum waktunnya.

Tahun 1976, 3 tahun kemudian Akihiko Otsuka (38th) telah menjadi Presdir yang ke-3, dia memangil Harima untuk melanjutkan rencana mereka yang belum terlaksana. Harima membawa seorang peneliti muda, Akihisa Takaichi untuk mengembangkan minuman infus. Karena kepadulian akan kesehatan yang terus meningkat Akihiko ingin membuat minuman infus, minuman kesehatan yang rasanya tidak membosankan, enak ditenggorokan apabila dikonsumsi setiap hari. Kandungan infus sama seperti keringat, dimana ketika kita berkeringat, ion Natrium, Kalium keluar dari tubuh bersama air, yang komposisinya sama dengan elektrolit. Harima menyerahkan pengembangan minuman kesehatan tersebut ke Akihisa, dia pun segera melakukan riset. Dia pun pergi ke sauna untuk memahami keringat itu apa dan berjalan-jalan di sekitar perusahaan, mengambil sampel keringat yang merembes dari kulit. Dengan kedua analisa tersebut, Akihisa ingin memeriksa nilai ion Natrium (nilai konsentrasi kadar garam) yang menjadi sebab asinnya keringat. Konsentrasi di sauna lebih tinggi, keringat bukan hanya satu jenis, setelah olah raga konsentrasi lebih tinggi, sedangkan konsentrsi dari berjalan-jalan lebih rendah. Dia ingin menciptakan minuman untuk menambah kadar air tubuh dalam kehidupan sehari-hari, maka dia mengambil sampel kadar garam yang rendah untuk patokan. Setelah dicoba, ternyata air yang sama seperti keringat itu rasanya pahit, susah ditelan. Komposisi keringat itu ada 2 yaitu rasa asin yang terkandung dalam ion Na dan rasa pahit yang berupa ion Ka dan ion Mg. Akihisa terus memikirkan agar minuman kesehatan itu enak dikonsumsi, lalu dia mendapat ide untuk menambah pemanis alami untuk menghilangkan rasa pahit. Dia meminta pendapat ke presdir apakah rasa yang seperti ini yang diinginkannya, presdir bilang kalau rasa pahit berkurang tetapi keseimbangan rasa tidak tepat, rasa terlalu manis, bukan minuman jus tapi kesehatan yang ingin dia buat, kadar gula harus dibawah 10%. Saat itu hampir semua minuman ringan kadar gulanya > 12%, minuman yang laris adalah minuman yang manis. Hampir 3 tahun pengembangan minuman itu dimulai, Akihisa juga sudah mencoba lebih dari seribu jenis penelitian tetapi rasa pahit masih ada. Saat itu ada karyawanyang juga menguji minuman serbuk instan yang sedang dikembangkannya, minuman itu juga jauh dari sempurna, lalu presdir mencampur 2 produk yang belum sempurna tersebut, rasa pahit hilang, minuman serbuk instan itu rasa jeruk, rasa pahit yang khas dari jeruk dapat menutupi rasa pahit yang tidah enak dari minuman kesehatan itu. Kemudian Akihisa membeli beberapa jenis jeruk untuk dicampur dengan minuman kesehatan, mencari rasa yang enak untuk menutupi rasa pahit, dia menemukannya tapi jeruk apa itu menjadi rahasia perusahaan sampai saat ini. Berikutnya Akahisa membuat dua sampel minuman kesehatan itu, yang satu kadar gulanya 6,2% dan satunya 7%. Dia memberikan ke peneliti lain yang rata-rata memilih kadar gula yang paling banyak. Kemudian prasdir mengajak beberapa peneliti untuk mendaki gunung, dia memberikan minuman dua sampel A (7%) dan B (6,2%) yang ternyata mereka memilih minuman B. minuman kesehatan harus terasa enak waktu beraktivitas, lalu dia memutuskan minuman dengan kadar gula 6,2% itulah yang diproduksi. Dalam rapat pun banyak direktur senior yang tidak setuju minuman itu diproduksi, rasanya tawar dan tidak enak, takut tidak laku dipasaran. Tapi presdir Akihiko tetap berkeras, coba meminum setelah berkeringat maka akan mengerti kehebatan minuman tersebut. Penjualan minuman diputuskan, yakin akan kepekaan rasa. Produk itu diberi nama POCARI SWEAT, dari kata Pocari: yang memberikan kesan menyegarkan dan Sweat: keringat (dalam b.inggris).

April 1980, penjualan Pocari Sweat dimulai. Karyawan dibagian marketing dan yang lainnya mengunjungi toko pengecer langganan mereka walaupun hanya satu kaleng yang dititipkan. Kepala tim marketing, Jiro Tanaka mengunjungi langsung pengecer langganannya, mereka memberikan tanggapan yang negatif, mengatakan tidak enak, tidak bakal laku. Mereka juga membuka kios diberbagai even dan menjual seharga 10rb tapi tetap tidak ada yang suka, reaksi konsumen sangat buruk. Lalu presdir mengeluarkan keputusan, membagikan Pocari Sweat secara gratis agar diminum setiap orang dan setiap tempat dalam jumlah besar dan tak terbatas. Keunggulan Pocari Sweat tidak bisa dirasakan kalau tidak diminum secara berulang-ulang.menciptakanpasar baru yang belum pernah ada, walaupun belum bisa di jual pada awalnya itu wajar, yang penting mensosialisasikan konsep produk secara tepat, nantinya konsumen akan mengerti keunggulan Pocari Sweat, penjualan akan meningkat belakangan, begitu kata presdir Akihiko Otsuka. Pocari Sweat terasa paling enak sangat berkeringat, para staf marketing mengusulkan ide dimana tempat yang efektif untuk membagi-bagikan Pocari Sweat secara besar-besaran. Tanaka membagikan Pocari Sweat di lapangan bisbol, pada orang yang baru selesai mandi, orang yang sedang berkeringat. Mereka bukan hanya membagaikan minuman tetapi memberikan penjelasan konsep Pocari Sweat secara detil. Tubuh mengeluarkan keringat, memerlukan kadar air, tubuh kita 60% terdiri dari air, jadi kalau berkeringat tubuh kita memerlukan tambahan cairan tubuh, Pocari Sweat mirip cairan tubuh. Karena pelaksanaan pemberian yang secara gratis, sedikit demi sedikit Pocari Sweat mulai populer. Tapi karena pemberian yang tanpa batas itu, lebih dari 30 juta kaleng Pocari Sweat dibagikan, kerugian perusahaan pun mencapai 400 milyar, kalau seperti ini terus kerugian akan melonjak, tapi presdir terus menyuruh bagian marketing untuk melanjutkan sepanjang tahun. Presdir berkata, “yang penting adalah bukan keuntungan sekarang tapi masa depan. Kalau sekarang menebarkan benih pasti berbuah banyak dikemudian hari.”

Tahun 1981 penjualan Pocari Sweat tetap sama saja. Pada musim panas kedua, stok Pocari Sweat habis, mulai laris! Dengan cara membagikan secara gratis, konsep dan rasa telah dimengerti oleh konsumen. Penjualan Pocari Sweat tahun fiskal: 1980 -> Rp 900 Milyar dan 1981 -> Rp 2,6 Triliun melonjak 3x lipat dari penjualan sebelumnya. Saat ini Pocari Sweat dijual di 16 negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia pun juga dilakukan pemasaran secara gratis yaitu pada saat bulan puasa (jumlah penjualan di Indonesia sekitar
500 juta kaleng, perkiraan tahun fiskal 2009). Cara pemasaran efektif lainnya adalah pada saat Demam Berdarah sedang melanda Negara kita. Demikianlah kisah sukses perjuangan Pocari Sweat, wassalam.

Pelajaran apa yang kita dapat dari kisah tersebut? Tentu saja kegigihan presdir Akihiko Otsuka dalam mempertahankan pendapatnya, percaya pada keyakinannya walaupun diawal dia merugi banyak toh kemudian hari dia juga mendapatkan keuntungan yang besar. Tidak hanya itu kerjasama juga sangat dibutuhkan dan terlihat jelas disini, lihat saja bagaimana ide ini awal bermuncul, sang ahli rasa Harima, penelitian yang tidak pernah berhenti yang dilakukan oleh Takaichi dan cara pemasaran yang cerdas dari Jiro Tanaka. Kita menjadi lebih mengerti akan apa itu keringat. Jalan ceritanya juga lengkap, urut dan mudah dipahami. Dan pertanyaan terbesar saya adalah, jeruk apakah yang digunakan Takaichi untuk membuat rasa Pocari Sweat agar menjadi enak? *berpikir keras*

Semoga bermanfaat πŸ˜€

 

Note: semoga dapet ipad, amin :))

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s