IPK, pentingkah?

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Rabu tanggal 22 September 2010 saya telah merampungkan pendidikan D3 hehehe, bangga? tentunya dong walaupun masih menyelesaikan pendidikan satu tahun lagi demi mendapat gelar SST (sarjana sok tau, sarjana suka tidur) boong deng kepanjangan aslinya Sarjana Saint Terapan, gelar yang didapat kalo sudah merampungkan D4, binggung ya? ya begitulah, gampangannya D4 ini setara dengan S1 tetapi lebih ke prakteknya, klo S1 kan lebih jago ke teori, karna saya malas mikir lebih suka terjun langsung, ambillah progam ini.

Nilai saya? biasa – biasa aja sih IPK saya 3,31, nilai ujian kompre atau akhir saya 3, 51 (OSCA, kompre, KTI) entah itu bagus atau jelek saya tidak terlalu pedeli, kenapa? karna dari semenjak saya melangkahkan kaki ke dunia pendidikan (halah) prinsip saya adalah “sekolah itu mencari ilmu, bukan mencari nilai”, jadi jangan heran kalo saya kerap remidi (mengulang pelajaran yang gagal), yang penting saya lulus dan tau apa yang saya pelajari walaupun harus mengulang beberapa kali, toh nanti juga lulus juga kan. Beda sama orang yang pandai, orang yang sangat menginginkan nilai bagus, IPK sangat berarti bagi mereka, mungkin suatu kepuasan kali ya, inilah hasil selama saya belajar, mereka bakal bermuram durja kalo IPKnya jelek. Beda sama tipe orang yang nyantai kayak saya, asalkan lulus itu saja sudah syukur, apalagi kalo nilainya bagus, bancaan (syukuran) kali ya.

Memang sih, ada beberapa perusahaan atau kalo kita melamar suatu pekerjaan IPK berperan, tapi apakah IPK itu benar – benar murni didapatkan dari kita? Jujur, ada salah satu pelajaran Biostatistika nilai saya cumlaude, 4 (A) saya tidak bangga karna waktu ujian saya mencontoh jawaban teman di samping saya, pernah juga saya remidi dan nilai saya bagus, tetapi teman yang tidak remidi nilainya jauh dibawah saya, see? nilai, IPK bisa dibuat nah kalo ilmu? pernah ada dosen saya berkata “kita bisa saja tidak pintar di teori, tetapi orang yang pintar di teori belum tentu sukses di lapangan”. Jadi, menurut saya IPK itu tidak penting, yang penting adalah kita tahu apa yang kita pelajari, mudah kan. Jadi jangan takut kalo kita langanan remidi, kalo kita mengulang terus kan kita tambah pintar hehehehe.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s