Forrest Gump

9878405

Forrest Gump

Penulis: Winston Groom

Alih bahasa: Hendarto Setiadi

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 979-605-103-6

Cetakan kelima, September 1997

304 halaman

buntelan dari @_marsh113_

Sinopsis

“Pokoknya, nggak enak deh jadi idiot,” tapi, “paling nggak aku bisa bilang hidupku nggak ngebosenin.” Begitulah kata Forrest Gump, tokoh novel yang lucu ini. Ketika tim football University of Alabama menarik Forrest dan menjadikannya bintang, itu baru permulaannya. Keluar dari tim fottball, ia terjun ke Perang Vietnam dan menjadi pahlawan, lalu menjadi atlet pingpong kelas dunia, pengulat, dan konglomerat. Ia bertemu dengan Lyndon Johnson dan Richard Nixon, juga mengalami pasang surutnya cinta sejati. Dan akhir kisahnya… benar-benar tak terduga.

My Review

Itulah yang bisa dilakukan oleh seorang yang dikatakan idiot, absurd memang, seperti ketika membaca Life of Pi, kita tidak akan mempercayai kisahnya namun tetap saya menarik untuk diikuti. Yang paling absurd lagi itu ketika menjadi astronot kemudian tersesat di pulau terpencil dan disekap sama kanibal, hahaha ironis banget. Buku ini direkomendasikan sama Nana ketika pada saat itu saya curhat di twitter kalau saya sulit ketawa membaca buku komedi. Dia bilang buku ini buku terlucu yang pernah dia baca, saya penasaran dan dengan baik hatinya dia menghibahkan buku ini kepada saya. Bagi saya, buku lucu itu ketika saya membacanya tiba-tiba saya ketawa begitu saja dan ketika selesai membaca buku tersebut kemudian menginggat kembali adegan yang membuat saya ketawa maka saya akan ketawa lagi, itu yang namanya buku komedi. Binggung ya? Pokonya gitu lah. Dan adegan yang paling membuat saya ngakak-ngakak nggak jelas di kamar adalah pada saat Forrest lagi bertanding catur demi mendapatkan hadiah, gara-gara menerapkan strategi yang nggak jelas dari lawan sebelumnya dia hampir aja kalah, Forrest ini jago banget matematika, fisika dan bisa dengan mudah memainkan alat musik harmonika, dan dalam bermain catur belum ada yang bisa mengalahkannya. Tiba-tiba aja dia kentut dan menang. Si lawan protes dong kalau itu termasuk kecurangan, hahahahahahahahahahaha lucu banget pokoknya. Setidaknya ada tiga kali saya ngakak tiba-tiba ketika membaca buku ini. Dan saya baru tahu kalau buku ini berseri, padahal endingnya udah mantap banget T.T

Begini, Forrest, kadang-kadang hukum-hukum itu memang nggak ngenakin, tapi tetap saja berlaku. Kayak kalau macan ketemu monyet di hutan -sial untuk si monyet, tapi untung untuk si macan. Memang begitu adanya.

Untuk terjemahannya, not bad lah kalau menurutku, mungkin penerjemah ingin menampilkan sosok orang idiot, sang naratornya, jadi bahasanya kayak anak kecil, nyantai banget, nggak ada formalnya sama sekali, ya itulah Forrest Gump.

4 sayap untuk “aku kebelet”

SkripziKrezi

Skrizikrezi

Penulis: WeAreVictims

Cover: Ellina Wu

Penerbit: Gradien Mediatama

ISBN: 978-602-208-088-6

Cetakan pertama, 2012

197 halaman

 

Pasti yang mengambil jenjang strata di perguruan tinggi nggak akan asing dengan skripsi, satu kata itu bisa membuat kepala migren, diare, tidak tenang tidur dan gejala-gejala stress lainnya. Saya pun pernah mengalaminya, dan CUKUP satu kali saja merasakannya :p. Milih judul saja bisa berbulan-bulan dan itu belum tentu langsung di acc, belum mencari bahan referensi di mana sebagian besar buku di perpus nggak boleh dibawa pulang, jadi pustakawati mendadak deh. Trus buat kuesioner dan orang yang mau ngisi kuisioner tersebut, ribetnya minta ampun. Menghadapi pembimbing yang bukannya membantu dan mempermudah pekerjaan kita malah menambah beban dengan banyaknya revisi. Boros, dengan banyaknya kertas yang di print, membuat kaya pengusaha kertas dan membuat miskin anak kos. Deg-degan setengah modar waktu menghadapi ujian, rasanya pengen kencing di celana! Pengen nimpuk kepala dosen pembimbing ketika waktu ujian dia malah berkomentar “kamu seharusnya ganti judul saja” MAKSUDNYA APA??? TERUS SELAMA PIMBINGAN ITU NGAPAIN AJA, KENAPA NGGAK BILANG DARI DULU????? Begitulah pengalaman saya, ada nagis, sedih, dan nggak ada seneng sama sekali. Ada deng, waktu dinyatakan lulus, hehe.

Buku ini juga bercerita yang sama, pengalaman seorang mahasiswa jurusan Farmasi tingkat akhir yang dibuat stress dengan skripsinya, lebih tepatnya menghadapi dosen pembimbing. Kenapa begitu? Sejak awal baca sampai akhir, penulis senewen dengan dosen pembimbingnya. Sebenarnya ada dua bab sih, pertama tentang skripsinya dan kedua tentang praktikumnya yang diberu judul Crazy Lab. Saya hanya menemukan penulis sangat sebel dengan dosen pembimbing yang banyak maunya, maen perintah aja, suka godain cewek, pokoknya absurd deh, saya juga heran kenapa bisa ada dosen seperti itu, nggak punya wibawa sama sekali. Namanya Pak Wisnu atau biasa dipanggil PaNu. Tiap bab pendek-pendek dan ngomongin sifat PaNu itu, nggak banyak dibahas tentang skripsi penulis, kisah lucu apa kek atau kisah mengenaskan kayak saya cuman PaNu PaNu dan PaNu. Yang asik malah di bab Crazy Lab, kita jadi nambah pengetahuan tentang laboratorium kimia dan fungsinya apa. Walaupun kurang dapat ceritanya dan nggak pernah ketawa pas baca, saya suka covernya dan pengalaman orang dengan skripsinya itu emang nggak ada matinya.

 

2 sayap untuk PaNu

Manusia Setengah Salmon

13290213

Penulis: Raditya Dika

Editor: Windy Ariestanty

Desain cover & ilustrasi: Adriano Rudiman

Penerbit: Gagasmedia

ISBN: 979-780-531-x

Cetakan ketiga, 2011

258 halaman

 

Sebelumnya mau ngucapin selamat berpuasa bagi yang merayakan :)

Lumayan lama juga nggak baca tulisannya Raditya Dika baik buku ataupun blognya, kemaren sempet ngintip sebentar blognya dan menemukan tulisan yang cukup memotivasi, bulan puasa buat dia adalah bulan yang produktif buat nulis, dan saya ingin mengikuti jejaknya, hahaha. Kebetulan banyak sekali buku yang belum saya review karena ngebut baca, hampir 30an buku yang belum saya review dan cukup bingung mau memulai yang mana, maka dari itu saya mengikuti jejak Radit untuk produktif baik membaca ataupun menulis review di bulan yang penuh berkah ini, itung-itung nunggu buka puasa, terlebih yang menulis review. Karena jadwal kerja saya yang tak beraturan, saya berencana menulis kalau libur, biasanya sih juga gitu, untuk memaksimalkan waktu luang saya akan usahakan kalau nggak bisa onlen kompi saya akan menulis di kertas dulu, buat penggemar Kutu Bokek dan Kubikel Romance nantikan ya, ngabuburit baca review buku :)

Buku terakhir Raditya yang saya baca adalah Marmut Merah Jambu, buku komedi yang berisi tentang cinta, kalau buku ini bertema dengan pindah.

Manusia Setengah Salmon adalah kumpulan tulisan komedi Raditya Dika. Sebilan belas bab di dalam bercerita tentang pindah rumah, pindah hubungan keluarga, sampai pindah hati. Simak juga bab berisi tulisan galau, observasi ngawur, dan lelucon singkat khas Raditya Dika.

Saya suka temannya, pindah. Kebetulan saya agak mempunyai masalah dengan kata itu. Dulu waktu kecil pas pindah rumah saya sempet sakit berhari-hari. Kemudian pas pindah dari SD ke SMP saya juga sakit, untungnya sudah bisa menyesuaikan ketika pindah ke SMA dan perguruan tinggi, hehe, mau nggak mau umur yang bekerja. Kemudian pas saya dapet panggilan kerja di Jakarta saya nggak krasan, padahal baru satu hari saya sudah homesick, nggak cocok jauh dari rumah.

Di buku ini kita akan menemui bentuk-bentuk pindah, walaupun nggak semuanya berisi tentang kepindahan. Di bab Sepotong Hati Di Dalam Kardus Coklat kita mendapatkan cerita ketika Radit putus cinta, pindah hati pada pertengahan 2009 dengan alasan tidak ada lagi kecocokan.

Di kehidupan nyata, pada umumnya ketika cowok diputusin sama ceweknya, dia pasti akan setengah mati berusaha untuk gak nangis. Si cowok akan sedapat mungkin stay cool, supaya gak kelihatan cemen. Harga diri lebih penting daripada sakit hati.

Hahaha, putusnya lempem aja gitu, nggak ada banyak kata, yah mungkin meminimalisir sakit hati kali ya. Tapi sakitnya setelah itu, kita akan kepikiran terus sama si mantan, apa-apa yang kita lakukan pasti teringan sama mantan, betul itu?

PUTUS cinta seperti disengat lebah. Awalnya, tidak terlalu berasa, tetapi lama-kelamaan bengkaknya mulai terlihat.

Di bab itu juga, ibunya Radit juga mengusulkan untuk pindah rumah karena rumah yang mereka tempati sepuluh tahun terakhir itu tidak cukup besar untuk saudara-saudara Radith yang sudah mulai dewasa.

Putus cinta sejatinya adalah sebuah kepindahan.

Bagaimana kita pindah dari satu hati, ke hati yang lain. Kadang kita rela untuk pindah, kadang kita dipaksa untuk pindah oleh orang yang kita sayang, kadang bahkan kita yang memaksa orang tersebut untuk pindah. Ujung-ujungnya sama: kita harus bisa maju, meninggalkan apa yang sudah menjadi ruang kosong.

Cerita pindah selanjutnya saya temukan di bab Kasih Ibu Sepanjang Belanda. Bagian ini sebelumnya sudah pernah saya baca di novel The Journeys. Kalau sebelumnya tentang pindah hati dan pindah rumah, kali ini kita mendapatkan cerita tentang pindah hubungan keluarga. Semakin kita dewasa, seharusnya kita lebih mendekatkan diri ke orang tua kita, itulah pesan yang saya tanggap. Ceritanya ketika Radit umur 22 tahun mendapatkan beasiswa summer course ke Belanda selama dua minggu. Nyokapnya radit terkenal punya perhatian yang terlalu besar kepada anak-anaknya, dan itu cukup menganggu Radit, awalnya. Kemudian dia sadar, seharusnya bersyukur karena ada orang yang selalu mengkhawatirkannya.

Sesungguhnya, terlalu perhatiannya orangtua kita adalah gangguan terbaik yang pernah kita terima.

Di bab Ledakan Paling Merdu kita juga mendapatkan pindahnya hubungan dengan bokapnya Radit, dulu mereka sering olahraga bareng untuk mengeluarkan kentut di pagi hari, tapi semenjak Radit mulai tenar, kebiasaan itu jarang mereka lakukan bersama. Cukup membuat saya ngakak.

Di bab Mencari Rumah Sempurna isninya nggak jauh beda dengan bab Sepotong Hati Di Dalam Kardus Coklat, bercerita tentang pindah rumah dan pindah hati. Akhirnya nyokap Radit menemukan rumah idaman namun Radit belum begitu nyaman dengan rumah barunya itu, dia masih nyaman dengan rumah lamanya.

Saat ini, gue jadi berpikir, proses pindah hati juga seperti pindah rumah. Terkadang, kita masih membanding-bandingkan siapa pun yang kita temui dengan mantan pacar. Ketika kenalan sama seseorang, kita membandingkan dengan kebiasaan mantan pacar kita. Kita membandingkan secara sadar ataupun tidak, cara mereka berjalan, cara mereka berbicara, bahkan cara mereka mengakhiri pembicaraan di telepon. Seperti lazimnya orang yang masih terjebak di dalam masa lalu. Orang yang lebih baru pasti kalah sama mantan pacar kita yang sudah lama itu.

Ini mungkin alasan kenapa susah banget buat gue untuk menemukan yang baru, karena perjuangan untuk pindah adalah perjuangan untuk melupakan.

Sebenernya bab di atas yang terasa sekali aura kepindahannya dan juga bagian terakhir dari review ini, bab lainnya lebih banyak bercerita tentang kacaunya hidup Radith, haha. Ada tulisan-tulisan singkat, contohnya di bab Akibat Bertanya ke Orang yang Salah Tentang Ujian, bab yang berisi pertanyaan-pertannyaan followers @radityadika pas musim ujian, tentu dijawab dengan ngasal. Hal-Hal yang Tidak Seharusnya Dipikirkan Tapi Entah Kenapa Kepikiran, hal absurb yang kok bisa-bisanya kepikiran? contohnya: Jika saya memasukkan Kalpanax ke dalam sup jamur, apakah sup tersebut akan lenyap? Trus ada percakapan yang lebih absurb lagi di bab Interview With The Hantus, hahaha saya suka tokoh Genderuwo atau biasa dipanggil Uwo, sekarang dia udah nggak gimbal lagi rambutnya, cocok untuk menjadi duta shampo selanjutnya XDD. Bab Emo…Emo…Emo…Emoticon! pasti udah nggak asing lagi bagi para alay. Terlentang Melihat Bintang adalah bab dimana kamu bisa menjadi atlet gulat internasional, tipsnya dijamin tokcer :D. Dan untuk yang suka galau pasti suka baca bab: Penggalauan. Kasih contoh lagi bagian yang saya suka:

“Jatuh cinta itu musuh akal sehat.”

“Naksir diam-diam itu komedi putar. Seakan berjalan, tetapi sebenernya tidak kemana-mana.”

Ada satu bab lagi bab yang mungkin nggak asing bagi yang suka twitteran: Serupa tapi Emang Beda.

Pacaran: beli baju sama pacarnya. LDR: dikirimin baju sama pacarnya. Jomblo: minjem baju tetangga.

Pacaran: pelukan pas nonton konser. LDR: telepon-teleponan pas nonton konser. Jomblo: jadi calo tiket.

Ngomongin soal jomblo, ada dua bab yang berkaitan dengan tema itu: Tarian Musim Kawin dan Jomblonology. Di t
arian Musim Kawin kita akan mendapat tips gimana caranya menarik perhatian orang.

Inilah sesungguhnya tujuan dari PDKT: agar kita bisa membedakan antara orang yang kita mau dengan orang yang kita butuhkan.

Prof. Dr. Raditya Dika, MBA., Msc., McD Delivery Service akan memperkenalkan Jomblonology, sebuah bidang keilmuan yang mempelajari segala sesuatu tentang jomblo. jadi untuk fakir asmara, jangan patah semangat dulu, kalian masih mempunyai harapan dengan adanya paper yang dibuat Prof. Dr. Raditya Dika, MBA., Msc., McD Delivery Service di buku ini. Semangat!

Dan bagian yang membuat saya terpingkal-pingkal adalah Bakar Saja Keteknya dan Lebih Baik Sakit Gigi.

‘Pak…’

‘Ya, kenapa, bang?’ tanya dia, sambil mengecilkan suara radio.

‘Bapak tahu bunga bangkai nggak?’

‘Bunga yang bau itu? Tahu.’

‘Nah, gimana, sih caranya caranya supaya bunga itu enggak bau lagi?’

Gue berharap Pak Sugiman akan berkata bahwa harusnya bunganya disemprot dengan zat penghilang bau. Gak taunya, Pak Sugiman malah berkata mantap, ‘Dibakar aja, Bang.!’

Kita sama-sama diam.

Ini berbeda sekali dengan jawaban yang sudah gue siapkan. Sekarang gimana? Masak gue harus bilang, ‘Nah, bayangkan bunga bangkai itu ketek Bapak, sekarang silahkan bakar ketek Bapak.’

***

Gue mulai panik. Gue nyuruh pembantu nyariin dokter gigi di sekitar rumah yang masih buka, dia malah bilang, ‘Bang, kalau aku dulu pas masih kecil, giginya akut iket benang trus aku tarik di pintu.’

‘Mbak, itu kan gigi susu, yang gampang copot. Ini gigi bungsu, geraham pula. Pasti susah banget copotnya.’

Pembantu gue mikir sebentar, lalu entah becanda entah hilang akal. dia bilang, ‘Kalau giginya keras dan susah, gini aja Bang… Iket pake benang terus ditarik aja pake mobil.’

‘Mbak,’ kata gue sambil menggeleng. ‘Itu, sih giginya mungkin copot, tapi rahangnya juga ikutan copot.’

Gue jadi berpikir, tumbuh dewasa memang menyenangkan, tetapi tumbuh dewasa juga harus melalui rasa sakit-sakit ini. The pains of growing up. ‘Pindah’ menjadi dewasa berarti siap menghadapi rasa sakit dan melihat hal-hal yang menyakitkan itu sendiri: hadir di pemakaman nenek-kakek, rasa sakit karena gagal masuk ke sekolah yang kita mau, atau rasa sakit lantaram geraham bungsu yang tumbuh.

Atau kalau kata nyokap gue: salah satu tanda orang sudah dewasa adalah ketika dia sudah pernah patah hati.

Selain banyolannya yang khas, yang saya tunggu-tunggu dari karyanya Radit adalah ketika dia bercerita tentang keluarganya, tentang bagaimana dia berbuat semena-mena terhadap adik-adiknya, terlebih pada Edgar, adik yang pangkatnya paling rendah di rumah, haha. Satu hal yang paling seru dari karya-karyanya. Kita bisa mendapatkan semua itu di bab Pesan Moral Dari Sepiring Makanan.

The Power of Pindah kita temukan di bab terakhir: Manusia Setengah Salmon.

Setiap tahunnya ikan salmon akan bermigrasi, melawan arus sungai, berkilometer jauhnya hanya untuk bertelur. Beberapa species, seperti Snake River Salmon bahkan berenang sepanjang 1148 kilometer lebih, dua kali lipat jarak Jakarta-Surabaya. Perjalanan salmon-salmon ini tidak gampang. Di tengah berenang, banyak yang mati kelelahan. banyak juga yang menjadi santapan beruang yang nunggu di daerah-daerah dangkal. Namun, salmon-salmon ini tetap pergi, tetap pindah, apa pun yang terjadi.

Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah.

Di bab itu, kita akan dibawa ke suasana perubahan hidup Radit, merasakan tahap apa saja yang sudah dilaluinya, mulai dari pindah dari rahim ibunya, pindah sekolah, pindah pekerjaan, pindah cita-cita, pindah rumah, pindah hati, pindah hubungan dengan nyokapnya, walau nggak detail, kita serasa memahami perubahan tersebut karena kita juga mengalaminya, kita semua.

Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnya. Kita hidup diantaranya.

Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu yang pasti.

 

3,5 sayap untuk ikan salmon.

 

Curcol Kantor

Curcol_kantor

Curcol Kantor: Asal Usil Anak Kantoran

by Anjar Oktaviani

editor: Anwar Syafrani & Mahir Pradana

cover: Gita Mariana

ISBN: 602-220-001-6

cetakan I, Juli 2011

242 halaman

 

… Padahal tau gak? Kita semua tuh bikin akun baru, khusus buat si Bos. Masing-masing nge-add si Boss. Dia nggak ngeh kalo invite-an dia dicuekin trus malah di-add pake akun baru sama kita-kita. Dan dengan riang gembira ngeklik tombol accept atas friend request kita.

Lagian nggak seru amat, kalo besok-besok mau update status harus mikir-mikir dibaca sama Bos apa nggak ya…

Kalo gini kan bebas berekspresi di ruang publik tanpa takut ancaman somasi, hehe…

Status facebook boongan gue hari ini: “Kerjaan hari ini memang banyak. tapi harus semangat biar hasilnya maksimal. Kalo perlu nanti dibawa pulang! Caiyo…”

Dan status tersebut berbuahkan sebuah jempol gede dari si Bos tanda dia like sama status gue.

Status Facebook asli gue hari ini: “Dasar Bos gila! Kerjaan yang kemaren aja belum selesai dan nyuruh ngerjain yang lain…!!!!”

Dan status jujur tersebut menggondol puluhan jempol dari temen-temen yang senasib dan sepenanggungan…

Cuplikan di atas adalah salah satu bagian yang membuat saya terkikik.

Buku ini termasuk PELIT (Personal Literature) yang tercetak di covernya, awalnya maksudnya apa tuh? Ternyata kisah nyata dari si penulis, boleh juga nih kalo ada cerita lucu dikehidupan kita bisa dibuat buku komedi :). Mungkin sebagian orang yang sudah bekerja pernah mengalami hal yang sama seperti penulis membeberkan pengalamannya di buku ini (nggak tau dia pake nama samaran beneran atau nggak). Dijadiin ‘babu’, takut sama yang sudah lama bekerja atau senior di kantor, nggak berkutik akan perintah Bos yang nyebelin banget, teman-teman kantor yang bikin emosi mendidih, dsb. Selain bercerita tentang kesehariannya di kantor, penulis juga menceritakan orang-orang sekantornya (yang tentu saja disamarkan), Onyet, cs-an penulis yang usil banget, si Bos yang pede banget, suka narsis kalo foto dan seenaknya saja kalo nyuruh, Mbak Ayu yang gila kerja dan nggak bisa jauh dari kerjaannya, Ari si pakar komputer yang apa-apa harus telpon istri barunya dulu, Krisna yang 11-12 kayak si Bos yang narsis dan jutek, dan beberapa tokoh figuran lainnya. 

Awal baca buku ini agak jenuh tapi makin kebelakang lumayan lucu juga, cerita di tiap bab nggak terlalu banyak sehingga nggak garing dan nggak berbelit-belit, ada beberapa typo tapi nggak terlalu bermasalah dan covernya lucu. Ceritanya mengalir, enak, sayangnya saya nggak suka pada bab pertama dimana penulis menyinggung autis sebagai bahan bercandaan, saya kurang suka kalo kekurangan seseorang dijadiin ‘guyon’. Selebihnya oke kok, buat yang jenuh akan pekerjaannya dan sebel sama si Bos bolehlah membaca buku ini, mumpung ada temannya :)

2.5 sayap untuk si Cumi

Poconggg Juga Pocong

11887365

penulis: @poconggg

editor: @syafrani

penerbit: @Bukune

cetakan: 10 9 8 7 6 5 4

      2013 2012 2011 (pede bener dia)

ISBN: 602-220-002-4

142 halaman

 

Kerasukan setan apa sehingga saya baca buku ini. Mungkin iklannya yang heboh di twitter yang sering bersliweran hastak #PJP saya jadi penasaran sama buku yang tokoh utamanya hantu produk dalam negeri yang paling aku takuti ini. Jujur, awalnya saya bukan penggemar akun @poconggg, karena sebelum dia ada, saya lebih tertarik akan akun @pocongasli jadi saya berpikir, halah paling ikut-ikutan saja biar ikut tenar juga. Lambat laun akun @pocongasli tidak produktif lagi sehingga saya memutuskan memfollow akun “gadungannya” siapa tahu mengobati galau saya, nggak taunya sekarang dia malah lebih tenar, pernah jadi trending topic lagi, heran, dikasih sajen apa dia.

Sesungguhnya saya bingung ini buku bercerita tentang apa? Bagaimana cara dia menulisnya? #eh sebaiknya saya tidak menyinggung pertannyaan terakhir itu, dalem banget. Saya akan mereview bagian yang paling saya suka saja, kalau hampir semua isi buku, jangan salahkan saya Cong, sapa suruh bikin buku tipis.

Namanya adalah Poconggg (kenapa pake huruf g tiga kali saya juga tidak tahu, mungkin rahasia dia dan Tuhan), dia tergolong species Pocong, jangan salah memasukkan dia kebagian Tuyul, karena dia tidak punya tangan untuk mencuri #ups (sorry kelepasan Cong). Dia mempunyai gelar yang fenomenal, bukan seorang, bukan seekor, atau sebuah dan bla bla bla tapi “Seikat Pocong” (‘Beli kangkungnya berapa ikat, Bu?’ atau bisa juga diganti ‘Beli pocongnya berapa ikat, Bu?’) lupakan. Saya tahu kelemahan terbesarnya, PORTAL. jadi, kalau dikejar-kejar pocong, lari dan bersembunyilah di seberang portal, karena dia tidak bisa menggangkat ataupun melompatinya, hah, rasakan kau Cong!

Saya juga kerasukan ikut gaya dia kalau lagi panik, kalau dia sering bilang panik tingkat SMP kelas tiga, panik tingkat kecamatan, panik tingkat Ujian Nasional, maka saya agak di edit dikit, PANIK TINGKAT UJIAN SKRIPSI (percayalah Cong, itu rasanya kayak nahan boker seminggu).

Di bagian dia ngasih ide cerita film-horor-berkelas, saya hanya berpikir, “Nggak ada ide lain apa?” Dia ngasih judul film paling fenomenal yang pernah ada, tapi diedit dikit, ketiga film itu adalah Ada Apa Dengan Kunti?, Laskar Pelanconggg, dan Ketika Poconggg Bertasbih, dimana bagian berkelasnya, hah? #gaksante.

Saya terharu dibagian dia ngomong soal cinta, dia ngaku kalau nggak pernah jauh dari predikat jomblo, sepereti yang dia bilang “Single itu prinsip. Jomblo itu nasip, kalau Rian udah pasti Demasip.” Dia ternyata bisa serius dan ‘agak’ romantis juga, seperti di halaman 42,

Kata orang, pacaran itu harus saling mengisi. Gue rasa ini ada benernya. Kalau orang pacaran punya sifat dan karakter yang sama dengan pasangannya, berarti kekosongan dan kekurangan mereka nggak pernah akan terisi. Malah dengan adanya perbedaan justru akan membuat mereka saling melengkapi setiap celah bisa terisi dengan perbedaan tadi.

 

Cinta emang ribet. Cinta nggak pernah bisa ngasih garansi dan kepastian kita bisa mencintai orang yang kita benci dan akhirnya membenci orang yang dulu kita cintai.

 

Cinta itu sederhana. Sama sederhananya seperti menulis menggunakan pena. Bukan titik yang membuat tinta, tapi tinta yang membuat titik. Bukan cantik yang membuat cinta, tapi cinta yang membuat cantik.

#eaaaaa

Pinter juga lo Cong, tapi sayang nggak pinter buat puisi cinta, apalagi menyamakan cinta dengan kentut, pake warna kuning segala lagi.

Pendapat dia tentang iklan mint, susu bayi dan sejak kapan sosis bisa bikin pintar sukses membuat saya ngakak, Good job, Cong.

Di bagian Sumpah Pocong, yang bikin ngakak adalah sumpah dari Richard Oaly, kalau namanya masuk ke buku @poconggg dia bakal: minum 7 botol yogurt cimory, terus nahan boker 3 hari. Abis itu, di hari ke-4, dia make CD bekas nahan boker di kepalanya.

jawaban @poconggg adalah:

Buat yang nggak tau Cimory itu minuman buat ngelancari BAB.

Mati, mati deh ini anak.

LOL.

Bagian terakhir yang cukup menarik adalah berisi tentang Prediksi Pocong yang katanya paling ditunggu-tunggu. Berhubung zodiak saya Sagitarius, saya akan memberikan bocorannya (awas kalau nggak bener Cong #asahgolok ).

Sagitarius

Berbahagialah kawan, akan banyak kejutan yang datang tahun ini! Walaupun mood agak nggak stabil, tapi kejutan-kejutan tersebut dapat mendongkrak kehidupan kalian. Ibarat pepatah, dilarang merokok.

Asmara: Dahsyat

Tahun ini kalaian akan sering mengalami cemburu yang membabi buta. Pada dasarnya gue nggak pernah ngerti kenapa babi-babi ini bisa buta, yang gue tau, asmara kalian tahun ini, sangat luar biasa.

Keuangan: Mantap

Akan ada mukjizat yang memungkinkan kalian membeli barang-barang yang kalaian impikan. Orang-orang disekeliling juga takut berkonspirasi dalam pencampaian mukjizat ini. Di luar negeri, situasi ini dikenal dengan nama Boston Chocolate Fondation.

Ps: Jangan harap gue bisa jelasin artinya apa.

Kesehatan: Premium

Yang gue maksud disini bukanlah bensin premium. Maksudnya, kesehatan kalian diatas rata-rata. tak ada satu pun kuman dan bakteri yang bisa mengganggu stabilitas kesehatan tubuh kalian. Di Zimbabwe, fenomena ini diberi kode khusus dengan sebutan Pk890-0276/00J (artinya apa sih ini?).

Karier: Nggak tau (padahal yang paling penting).

 

Semoga dengan membaca prediksi pocong ini ibadah saya selama 40 hari diterima oleh Allah, amin. Bukunya cukup menghibur walaupun di bagian akhir menurutku tidak telalu penting dan kadar tawa saya mulai habis, bukunya terlalu tipis, bolehlah dibaca pada waktu galau dan dalam keadaan jomblo, ada yang senasip gitu loh =))

3 sayap untuk si Lompat Lompat Lompat

 

NB: saran @poconggg, kalau mau nembak tanggal 1 April aja, semisal ditolak kita bisa ngeles dan bilang APRIL MOP!